Puterakembara, Duniaku adalah Duniamu

Salam kenal dari Ibu Dewi


Menu Utama
10/19/2006
----- Original Message -----
From: Dewi
To: peduli-autis
Subject: [Puterakembara] Salam Kenal

Assalamualaikum rekan....

Saya Dewi ( 30 tahun) , bekerja & tinggal di jakarta ibu dari seorang anak lelaki yang autis Fauzan Kemal Maulana (ozan) berusia akhir 3 tahun 8 bulan.

Saya hanya ingin berbagi cerita, anak saya tersebut sudah meninggal dunia pada tanggal 04 Juni 2006. Sejak umur 8 bulan ozan tinggal dengan orang tua saya di Jogjakarta ( karena pada saat yang bersamaan saya mengandung anak ke 2 & mengalami sakit2an) Sejak lahir sampai umur 1 tahun perkembangannya sama seperti anak yang lain. Cuma saya agak heran, dia jarang sekali kaget dengar suara sekeras apapun. Tapi dia bisa menjerit dengan hanya mendengar suara panjang & tinggi dari televisi. Ozan termasuk anak yang manis & tidak rewel serta mandiri. Sampai umur 2 tahun belum bisa bicara yang utuh ( mama, papa dll ) dia cuma bisa ngoceh yang nggak jelas artinya. Komunikasi kepada kami Orang tuanya & kepada kai ( bahasa banjar Kakek ) & Eyangnya hanya dengan cara menarik tangan. Umur 2.5 tahun saya periksa ke dokter anak & disarankan untuk membawa ke klinik tumbuh kembang RS. Dr Sardjito, Jogjakarta. Setelah 2 bulan tidak ada perkembangan yang berarti saya putuskan berhenti mengikuti terapi. Pada umur 3 tahun, saya masukin lagi di Terapi anak Khusus di Universitas Negeri Jogjakarta. Perkembangan yang saya liat lumayan ada baik itu kontak mata, ataupun perilaku. Dia sudah mau ikutin orang ngomong , bisa berhitung sampai 10, mengeja huruf
smp E dll.

Tapi ALLAH berkehendak lain, mungkin DIA lebih sayang Ozan daripada semua orang di dunia ini. Ozan meninggal karena kecelakaan 1 minggu setelah gempa bumi di Jogja & sekitarnya. Dia meninggal karena jatuh dari selokan, nggak ada yang tau. Karena dia terlalu asik main , jadi di tinggal berpamitan oleh kai & eyang nya ke dalam rumah ( saat itu orang tua saya sedang memberi sumbangan ke korban gempa di imogiri ). Ternyata tidak sampai 2 mnt ozan udh nggak ada, dengan pencarian yang panjang dia diketemukan hampr 30 menit kemudian didalam selokan. Saat itu kondisinya sudah tidak ada. Saya tau, ini semua rencana ALLAH. Saya ikhlas, namun kalo saya boleh berandai2, seandainya dia tidak Autis mungkin dia masih bisa berteriak saat jatuh tersebut. Semua saya terima sebagai takdir dari ALLAH, saya masih sangat bersyukur di beri anak dengan kondisi khusus agar saya dapat menjadi orang yang sabar & tawakal.

Wassalam...
Dewi
Bunga Rampai
Buku Bunga Rampai

Ingin ikutan milis Puterakembara? silahkan mengisi form registrasi


| english version | Kontak Kami | search|

Valid HTML version 4.01

Sejak Januari 2000 - November 2007 situs ini telah dikunjungi: 1203168 -pengunjung
Interaksi anda dengan situs ini mengikuti Site Policy kami

Puterakembara 2000-2007