Menu Utama |
09/18/2006 ----- Original Message ----- From: Hirim Pasaribu To: peduli-autis Subject: [Puterakembara] Salam kenal Yth. Ibu Leny dan seluruh anggota milis ini Terima kasih saya ucapkan kepada Ibu Leny yg telah menerima saya menjadi anggota milis ini. Salam perkenalan dari saya, nama saya Hirim Pasaribu dan anak saya yg menderita autis adalah Axel, usia 8 tahun. Saya senang sekali bisa bergabung karena sebelumnya saya hanya membaca tentang autism dari website yg berbahasa inggris, bisa dikatakan sebelumnya saya tidak tahu sama sekali mengenai autis di Indonesia, syukurlah saya menemukan website Puterakembara, sehingga saya mempunyai tempat untuk berbagi pengalaman dan belajar dari pengalaman mereka yg sama-sama mempunyai anak autis seperti saya. Saya dan keluarga sudah 5 tahun ini menetap di Inggris, ketika kami pindah dari Indonesia pada tahun 2001 anak kedua saya, Axel, berusia 3 tahun dan belum bisa berbicara. Sebenarnya pada waktu itu saya sudah melihat gejala autis pada diri anak saya tapi karena keterbatasan ekonomi saya tidak melakukan tindakan apa-apa (dengar2 biaya untuk memastikan apakah anak autis atau tidak sangat mahal )dan saya hanya berharap dia hanya terlambat bicara seperti abangnya, Kevin, yang baru mulai bicara pada usia 3 tahun. Karena berkat Tuhan kemudian suami saya diterima bekerja di Inggris dan kemudian mulai membawa axel ke dokter untuk dikonsultasikan keadaannya. Axel, kemudian selama 2 minggu menerima assessment di Child Development Centre dan didiagnosa sebagai pederita severe autistic. Saya sangat sedih sekali waktu itu, tapi berkat dukungan dan support dari berbagai pihak kepada kami membuat kami mempunyai harapan untuk masa depannya. Saat ini dia bersekolah di sekolah khusus untuk Autism dan mulai menunjukkan perkembangan yang baik, kalau tidak dapat dikatakan luar biasa. Saya sangat bersyukur sekali dia sudah mulai mengucapkan beberapa patah kata dan mengerti setiap perintah sederhana untuknya. Di sekolah dia menggunakan gambar2/symbol untuk berkomunikasi (Picture exchange Communication PECS) dan di rumah kami menggunakan Makaton Sign Language, dan ini sangat membantu sekali bagi kami dan Axel untuk berkomunikasi. Sekian dulu salam perkenalan saya, Hirim Pasaribu |
Bunga Rampai
|
|