In memory of Alif....

10/01/2009

In Memory of Muhammad Alif Fakhri

Alif (panggilan Muhammad Alif Fakhri) adalah putra pertama ibu Nicke Widyawati, rekan milis puterakembara, yang telah bergabung sejak bulan Mei 2003.

Alif, murid kelas 3 SD Lazuardi telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Sabtu Malam, tanggal 17 Desember 2005 di Rumah Sakit Hermina Depok. Dan Almarhum telah dimakamkan pada hari Minggu, 18 Desember 2005 pukul 11.00 Wib. di Pemakaman Kalimulya - Depok.

Berita Duka ini telah mengejutkan saya dan banyak rekan milis. Alif yang saya tahu dari sharing ibu Nicke adalah anak yang periang, pintar, dan bercita-cita menjadi penulis buku juga seperti idolanya, Oscar Dompas.

Sebagai seorang anak yang masih berusia 8 tahun 9 bulan, Almarhum Alif telah begitu tegar dalam menghadapi mautnya, masih sempat juga menitipkan "pesan" pada Bundanya untuk menjaga adik-adiknya. Benar-benar suatu hal yang luar biasa.
Oleh karena itulah, atas seijin Bunda Alif, saya memasang foto Alm. Alif di
website untuk dijadikan kenang-kenangan bagi kita khususnya rekan milis puterakembara, dan mengingatkan kita bahwa kita punya seorang "pahlawan kecil".

Berikut adalah Foto Alif, Surat Terakhir dari Ayah Bunda Alif, dan Kesan-kesan dari para Guru dan Terapis Alif.




8 Januari 2006
Leny Marijani
Webmaster dan Moderator
www.puterakembara.org







Alif sayang…..
Kami tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.
Besar kecemasan kami saat menanti kehadiranmu dulu, belumlah hilang hingga saat ini.
Kecemasan yang indah karena didasari oleh sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun bertemu.
Setelah menanti selama 3 tahun, akhirnya Allah memberikanmu…..
Saat pertama engkau hadir, kami cium dan kami peluk engkau sebagai buah cinta ayah dan bundamu….




Nak…, ternyata kami terpilih olehNYA untuk membimbing engkau, seorang anak yang berkebutuhan khusus. Sedih, pedih, dan terhempaskan rasanya saat itu, membayangkan hari-hari yang akan kita lewati. Dan dalam waktu panjang di malam-malam yang sepi, dengan linangan air mata, kami mengadu dan berserah diri di hadapan Allah.
Syukurlah, penyerahan diri kepadaNYA mencerahkan kami, dan kami yakin Allah punya rencana yang indah dengan mengirimkan engkau.
Satu satunya yang kami lakukan selanjutnya adalah berikhtiar dan memohon ridhoNYA untuk memberikan yang terbaik untukmu..



Anakku,
Ternyata Allah meridhoi ikhtiar kami.
Detik demi detik , hari demi hari berlalu……engkau menunjukkan kemajuan yang sangat berarti dan membanggakan bagi kami. Ketika engkau dapat berbicara, minta sesuatu, bermain dengan adik-adikmu……kami sangat bersyukur kepadaNYA..
Kami bangga kepadamu karena engkau tidak pernah mengeluh menjalani hari hari yang penuh dengan jadwal terapi dan harus diet makanan makanan kesukaanmu…
Kami sangat bangga ketika engkau menjadi juara 1 lomba pidato Isra Mi'raj 2005 untuk seluruh SD Lazuardi Global Islamic School, tempat engkau bersekolah.




Buah hatiku,
Ternyata kesempatan bersamamu , hanya diberikan Allah selama 8 tahun 8 bulan 3 minggu.
Engkau dipanggil olehNYA pada tanggal 17 Desember 2005 jam 22.30….
Tak dapat kami gambarkan kesedihan kami kehilanganmu secara tiba-tiba….
Baru 10 menit yang lalu engkau masih berbicara kepada kami, meminta digendong oleh Ayahmu ketika akan pergi ke rumah sakit….
Kami peluk dan cium jasadmu, sambil terus mengucapkan kata maaf, karena kami merasa belum memberikan semua yang terbaik untukmu Nak….
Timbul kesadaran bahwa engkau bukanlah milik kami, melainkan milik Allah yang hanya dititipkan sementara kepada Ayah dan Bunda….
Tak ada hak kami untuk selalu bersamamu…..
Kami ikhlas…..Insya Allah kami tabah….




Belahan jiwaku,
Sepanjang keberadaanmu adalah masa-masa terindah dan paling kami banggakan di depan siapapun.
Engkau telah mengajarkan banyak hal agar kami menjadi lebih baik di mata Allah.
Bersamamu….kami menjadi lebih sabar, lebih kuat, lebih berserah diri kepadaNYA, lebih sering bersyukur, dan lebih menerima kekurangan kita sebagai anugerah dari Allah…
Di hadapan Allah, ketika kita sholat berlima bersama adik-adikmu, kita syukuri semua yang telah diberikan olehNYA.
Dan ketika Ayah tidak ada di rumah, engkau menjadi imam sholat bagi Bunda dan adik-adikmu….ah, kami betul betul bangga padamu.
Kami bangga karena engkau telah bisa melakukan sholat….
Kami bangga karena engkau telah bisa berpuasa di bulan Ramadhan…
Kami bangga karena engkau telah dikhitan setelah Iedul Fitri 2005….
Allah memang punya rencana yang indah ketika menitipkanmu kepada kami….
Terima kasih sayang……




Akhirnya Nak…..,
Setelah 8 tahun 8 bulan 3 minggu engkau menikmati indahnya dunia, Allah menjemputmu dan menempatkanmu di surga…..
Ketika nanti semua manusia dikumpulkan di hadapan Allah, dan kami dapati jarak yang amat jauh dariNYA, kami akan ikhlas karena seperti itulah amal ibadah kami di dunia.
Tapi, kalau boleh kami berharap, kami sangat ingin saat itu dapat bertemu denganmu dan bersamamu di surga, dekat dengan Allah, Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang…



Dari: Ayah Apit dan Bunda Nicke yang selalu merindukanmu……




KESAN - KESAN DARI PARA GURU DAN TERAPIS YANG SANGAT BERJASA DALAM PERKEMBANGAN ALIF



Surat cinta untuk Alif…..

Pada usia 4 tahun…
Alif yang kukenal pertama kali adalah seorang anak yang lucu, cuek banget & menyenangkan karena selalu membuat orang tertawa, yaitu dengan meniru iklan-iklan di televisi secara spontan saat ia sedang terapi di klinik.
Ketika aku diberi kesempatan menghandlemu untuk pelayanan Okupasi Terapi, aku merasa seneng banget karena sering dibuat ketawa olehmu.
Tapi sayangnya kau sangat takut jika memasuki ruangan yang baru dan sesuatu yang baru lainnya, kau selalu menolak dengan pertahanan yang kuat.
Maka dari itu perlu kesabaran dan pendekatan yang sesuai dalam membimbingmu. Pendekatan itu sendiri tak lain adalah Cinta.
Karena menurutku Cinta itu adalah Pengertian.
Dan Cinta itu pula yang mengantarkanku menemanimu hingga saat ini.

Hingga kini kau telah berusia 8 tahun….
Meskipun, terkadang ku tak mengerti apa yang hendak kau katakan, begitu pula kau tak mengerti apa yang telah ku katakan. Tapi yang kulihat, kau begitu keras berusaha untuk dapat mengerti apa maksudku.

Alif sayang….
Perjalanan waktu telah membuat kita mengenal satu sama lain, hingga akhirnya kau dapat menerimaku dalam kehidupanmu.
Terima kasih sayang…..

Alif yang Baik…..
Terbersit selalu dalam fikiranku bahwa tak selamanya aku ini menjadi terapismu.
Karena jika kau besar nanti aku ingin menjadi Sahabatmu dalam suka dan duka.
Lewat cerita-cerita lucu, tebak-tebakan & sifat suka jail yang membuat kita selalu tertawa bersama-sama….. (Itulah kenangan terindah terakhir saat ku bersamamu).

Alif yang Hebat…..
Ingatkah kau….ketika kita latihan membaca teks pidato untuk perlombaan pidato pada perayaan Isra Mi'raj ?! …..begitu semangatnya kau membacakan teks pidato itu, berkali-kali hingga kau meminta untuk membacanya di atas meja (tempat kita belajar).
Yang kutakutkan meja itu tak kuat menahan bebanmu saat berakting.
Kupegangi kaki meja itu dengan kedua tanganku, dengan posisi dudukku di atas kursi kecilmu itu. Entah mengapa malah aku yang terjatuh karena kursi kecilmu tak sanggup menahanku. Kau tertawa dengan lepasnya, lucu sekali ya Lif ?…….
Dan keesokan harinya, aku mengetahui bahwa kau adalah pemenang lomba pidato, sebagai juara 1 di sekolah Lazuardi GIS !!…… Sungguh bangga sekali aku padamu, kau bisa membuktikan pada semua orang bahwa meskipun kau special need, kau bisa mengalahkan persaingan dengan anak umum lainnya. I'm Proud of U !!!……


Alif Sayang,
Kepergianmu yang begitu cepat membuatku sangat kehilangan, tapi aku percaya disana kau pasti bahagia karena ku yakin Allah sangat menyayangimu. Tahukah kau mengapa Allah sangat menyayangimu Lif ?!…. itu karena kau anak yang rajin (dalam sholat, belajar, dan kau sanggup menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan)…..
Subhanallah…, bahkan kau baik pada semua orang !!……
Seiring do'a yang selalu kupanjatkan, kuhaturkan maaf yang sedalam dalamnya atas kekuranganku selama membimbingmu….



With Love,
Ms.Dwi (terapisnya Alif)




Saya kenal Alif 6 tahun yang lalu, tepatnya bulan November 1999.
Saat itu umur Alif baru 2 tahun 8 bulan.
Pertama terapi, Alif belum bisa berkomunikasi, masih suka menangis dan sering marah-marah sambil menendang.
Tahun demi tahun terapi, Alif semakin banyak kemajuan, sampai akhirnya ia bisa seperti sekarang, duduk di kelas 3 SD Lazuardi Global Islamic School.
Dari Alif, saya banyak belajar bagaimana harus sabar, bagaimana menghadapi pertanyaan-pertanyaannya.
Banyak kenangan yang tidak bisa saya lupakan, seperti mengantar ia les drum, jalan-jalan di Mall, dan sholat bareng (terakhir belajar, beberapa kali ia selalu minta jadi imam).
Terakhir saya bertemu, saat Alif menengok anak saya yang baru lahir dan Alif baru disunat.
Dengan bangga ia bilang : "Bu Dina, aku baru disunat lho..!".
Saya Tanya : "Sakit gak Kak disunat?"
Ia jawab : "Sakit sedikit sih…".
Ternyata itulah pertemuan dan percakapan terakhir dengannya, sampai akhirnya saya mendengar kabar Kakak Alif meninggal dunia.
Saya tidak percaya dan sangat kehilangan karena saya sudah menganggap Alif seperti anak saya sendiri, tetapi saya sadar hidup dan mati ada di tangan Allah, kita tidak bisa menebaknya.
Kesan-kesan saya terhadap Alif, ia anak yang menyenangkan, aktif, perhatian terhadap orang lain, lucu, dan pintar.
Saya ingat ia sering bilang : "I love you ibu Dina" , dan itu membuat saya terharu.
Kini ia telah tiada, telah pergi mendahului kita…..hanya kenangan yang tersisa.
Selamat jalan Kakak Alif, semoga engkau damai disisiNYA…
Doa kami selalu menyertaimu



Love U,
Ibu Dina (terapisnya Alif)




Alif,
Seperti angka satu
Huruf pertama hijaiyah
Anak pertama Ayah dan Bunda
Yang selalu menjadi inspirasi semua orang

Alif seperti angin..
Yang menggerakan seluruh daun, bunga, dan ranting…
Yang menghembuskan kesejukan…
Memberi gerak seluruh kehidupan kita..

Alif sayangku,
Aku bertahan karena kau…
Aku mencintai kau…
Karena kau mencintai semua orang dengan cara yang bersahaja.
Mencintai memang harus bersanding dengan kehilangan,
Seperti adanya kehidupan dan kematian.

Terasa berat pasti…
Tapi mengingat kau seperti angin, yang terbang bersama angin…
Menyatu dengan hembusan nafas, mengalir dalam hati dan pikiran…
Kau tidak akan hilang sayang….

Saat ini para Malaikat menyembunyikanmu di balik sayapnya…
Menggendongmu dengan senandung para bidadari dan para Nabi,
Serta orang suci sedang berlomba untuk memangkumu…

Saat ini kau pasti sedang menari dan berlari..
Diantara bintang-bintang dan planet-planet di jagat raya.
Menunggu hingga kami tiba menyusulmu..

Alif selalu memanggil "Ms. Eli sayangku, cintaku…"
Dan Alif juga sering memanggil "Ms.Eli cantik !!"
Sekarang Ms. Eli kangen banget dengan suara Alif.
Nanti di surga kalau ketemu Ms. Eli,
panggil lagi ya.."Ms. Eli cantik, sayangku, cintaku…"
Miss U…. sekarang Ms. Eli benar-benar rindu,
tapi Ms. Eli tidak akan pernah kehilangan Alif,
karena Alif selalu ada dalam hati dan pikiran Ms. Eli.



For U my dearest, from the bottom of my heart
Ms. Eli (terapisnya Alif di kls 3 Michael Jordan)




My beloved Alif,
Saat Alif ikut lomba pidato, dan juara 1 ……
Saat Alif menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahunnya "Jamrud" untuk teman yang berulang tahun……
Saat keceriaan, semangat, dan guyonan Alif membuat kita semua gembira……
Alif sayang, terlalu banyak kenangan manis saat-saat di Michael Jordan.
Semuanya akan selalu terkenang…..

Ms. Dian senang lihat Alif yang semangat waktu game n' latihan pentas budaya.
Game tebak lagu, nggak ada yang nandingin Alif.
Dari lagu Gigi, Raja, Dewa, Padi, sampe Rhoma Irama….Alif tau…
(kok bisa ya Lif ?? Ms. Dian sampe terheran-heran gitu…)
Keceriaan Alif, celoteh Alif, senyum Alif….buat kelas Michael Jordan jadi seru abis….
Terima kasih sayang !! I love U….



Love,
Ms. Dian (guru kelas 3 Michael Jordan)




Dear Alif,

Mr. Chairin merasa belum memberikan bimbingan apa-apa kepada Alif, malah mungkin semenjak kita bersama-sama selama +/- satu semester Mr. Chairin yang punya kesalahan, padahal Alif kepada Mr. Chairin selalu menunjukkan perilaku yang sangat menyenangkan.
Agar Alif tahu, Mr. Chairin bangga dengan Alif yang pintar, periang, sopan, peduli, dan pintar nyanyi (senang music), sampai-sampai hadiah sunatnya minta dibelikan gitar, tapi itu bukan gara-gara Mr. Chairin kan ?
Sudah dulu ya Lif, terlalu banyak kenangan bersama Alif yang tidak bisa Mr. Chairin tuliskan disini. Semoga kedua orang tua Alif tabah & sabar karena Alif yang sudah tentram dan nyaman meninggalkan mereka.



Wassalam,
Chairin Syahputra (Chaidir Umar Sangko Nalang (*)
(Guru kelas 3 Michael Jordan)

Note : (*) selalu diucapkan Alif.




Mr. Anam……!! Assalamu'alaikum….
Ucapan itulah yang selalu terngiang di Mr. Anam.
Mr. Anam yakin Allah akan selalu menyayangi Alif,
Sebagaimana Alif telah menyayangi teman-temannya dengan ucapan salam.



Dari Mr. Anam (guru kls. 3 Zidane)




Alif, engkau anak yang manis, lucu, pintar…
Alif maafin aku ya…..
Kudo'akan semoga engkau bahagia disana dan diterima di sisiNYA…. (amien..)
Alif engkau banyak memberi kenangan yang terindah bagiku selama di kelas 2,
Walaupun hanya beberapa bulan….
Ternyata kamu memang anak yang menyenangkan…
Ms. Indah sayang banget sama Alif…
I love you Alif….




Dari Ms. Indah (terapis Alif di kelas 2 Singapore)




Alif adalah anak yang dengan cepat mengalami perubahan sikap, cerdas, dan cepat bergaul dengan guru-guru, khususnya dengan saya.
Hampir setiap hari saya menyapanya dan slalu dia sambut dengan senyuman.



Dari
Mr. Rifai (guru kls 2 Yusuf Islam)





Lucu, ceria, suka menyapa :"Hai Ms. Aan yang cantik".
Itu yang paling Ms.Aan rindukan dari Alif.
You are the greatest inspiration that I've ever meet…
Love U Alif…
Semoga Alif selalu dilimpahkan keberkahan dan ketenangan sampai di youmil akhir nanti….amin…


Dari Ms. Aan (guru kls 2 Yusuf Islam)




My beloved Alif,
You're always bring joy & cheer wherever you are..
The way you talk & smile will always here in our minds…
Now… I'm sure you already in the best place.
Please forgive us all….
Love You


From Ms. Naya (guru kls 2 Ismail Marzuki)




We'll Miss U So Much….

"Ngga mau !!!" Alif langsung menghindar, dan menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung. Tapi saya lihat, ekor matanya terus memandang saya dengan pandangan penuh selidik.
"Ayo Kak, ini Ms. Sri lho, kemarin Kakak sudah belajar komputer sama Ms. Sri kan?" Ms. Eli terus mensupport Alif untuk mendekat ke arah saya. Saya mengulurkan tangan ke arahnya. "Kakak ganteng, belajar Iqro sama Ms. Sri ya….sudah iqro berapa Kak? Yuk sini….", saya berusaha sok akrab dengannya.
Itulah awal perkenalan saya dengan Muhammad Alif Fakhri, atau Kakak panggilannya, laki-laki kecil berusia 8 tahun, berbadan agak gempal, berkulit putih bersih, berambut lurus-pendek…hmmm ganteng lah kesimpulannya.
Alif memang menunjukkan penolakannya pada orang baru, menurut Ms. Eli, terapisnya. Oo….fahamlah saya. Tapi ajaib !!! Hari itu Alif mau belajar iqro bersama saya !!! Dan hari-hari selanjutnya Alif tidak pernah absen mengaji. Jika gilirannya belum tiba, Alif akan menunggu dengan sabar. Bahkan ia akan menolak ketika waktu mengaji hampir habis, antrian masih panjang, dan saya sarankan ia mengaji dengan guru lain.
"Ngga ah, aku sama Ms. Sri aja", tolaknya. Dan yang membuat saya ter ge-er ge-er adalah kata-katanya, "Abis Ms. Sri cantik sih….", he..he.., Alif bisa saja.
Rasa ingin tahu Alif sangat tinggi. Kita akan terus dikejar pertanyaan-pertanyaan jika ia memang merasa belum puas.
"Miss…liburan tanggal berapa sih? Ujiannya tanggal berapa? Masuk sekolah lagi tanggal berapa?", tanyanya beruntun.
Pertanyaan itu terus diulang-ulang dari waktu Reciting Qur'an sampai waktu pelajaran komputer (di sekolah kami, sebelum belajar, anak-anak harus mengaji terlebih dahulu), sampai saya harus menjelaskan dengan sangat detil sambil menunjukkan padanya kalender akademik sekolah yang memuat jadwal libur dan ujian.
"Memangnya Alif mau cepat-cepat liburan? Mau liburan kemana Lif?"
"Nggak…", Alif menjawab tak acuh sambil terus mengamati kalender.
"EHB-nya tanggal 19 Desember 2005 Lif.., liburnya tanggal 22 Desember 2005 sampai 1 Januari 2006. Jadi Alif masuk sekolah lagi tanggal 2 Januari 2006 nanti", panjang lebar saya jelaskan. Alif terus memandangi kalender akademik itu.
Hal itu kurang lebih 1 bulan yang lalu.
Namun hari Minggu, 18 Desember 2005, saya dikejutkan oleh SMS salah seorang rekan guru…. Alif telah tiada !!! Innalillahi wa'inna ilaihi rojiun…. Ya Allah, Alif…saya tidak percaya…. Ya, Alif meninggal karena serangan jantung, hal itu baru saya ketahui ketika berta'ziah.
Terbayang semua rengekan manja Alif, ketika akan belajar mengaji,
"Aku dulu Miss, aku dulu Miss….", sambutnya ketika saya baru tiba di kelasnya, sambil mengambil posisi antrian paling depan.
Terbayang keseriusannya saat bermain games Percutian Ke Mekkah (Pelajaran sekaligus Games tentang Ibadah Haji dan Umrah untuk anak-anak), sampai saya dibuat kagum, karena anak-anak lain lebih menyukai Lion King dan Putt-Putt Zoo, tapi Alif, menyukai games berbau agama. Hebat kau, Nak !!
Alif…., selamat beristirahat di sisi Allah, Nak…. We'll miss U so much….



Dari Ms. Sri (guru Reciting Qur'an dan guru Komputer)




ALIF,
Pertama kali belajar sama saya, saya melihat semangat yang tinggi sekali dari dirinya.
Saya sangat merasa kehilangan sekali….
Alif salah satu murid terbaik saya…..,
yang punya semangat belajar yang tinggi sekali akan drum…
Alif anak yang periang dan energik
Semoga Allah S.W.T menerima Alif di sisiNYA… Amien…..



Dari Kak Riza (guru les Drum Alif di Purwacaraka)

Total visitors from 2000 to October 2011 : 2,038,400 - © Puterakembara 2011
interaction with this site is in accordance with our site policy