Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April 2009

04/01/2009

Sekilas Pesan dari Moderator


Tanpa terasa Hari Peduli Autisme Sedunia sudah memasuki tahun ke 2 setelah tahun kemarin PBB mendeklarasikannya pada tanggal 2 April 2008. Bukan main gembiranya komunitas Autisme sedunia dengan deklarasi PBB ini. Komunitas Autisme sangat berharap masyarakat di seluruh dunia lebih mengerti tentang Autisme, dan terutama pemerintah setiap negara lebih memperhatikan Autisme
dengan segala permasalahannya.

Autisme memang bukan suatu penyakit dan tentu saja tidak menular seperti halnya demam berdarah, flu atau penyakit lainnya, tapi mempunyai anak autistik terutama yang severe (parah) sungguh membuat satu keluarga menjadi sangat sulit. Keluarga dengan penyandang spektrum Autisme membutuhkan pengertian dan penerimaan dari masyarakat serta tentunya bantuan dari pemerintah baik di bidang medis maupun pendidikan.

Mungkin sudah banyak juga yang tahu bahwa anak autistik kalau diintervensi dini dan ditangani dengan tepat akan berkembang maksimal dan bisa berprestasi dalam bidang2 tertentu, seperti menulis, melukis, olah raga atau main musik. Contohnya, bisa dilihat Di KOLOM INSPIRASI.

Tapi Autisme adalah SPEKTRUM, ini yang harus selalu diingat oleh para orang tua. Jadi selain yang berprestasi, ada juga yang biasa2 saja, bahkan ada juga yang mempunyai taraf inteligensi / kecerdasan yang rendah. Pada kenyataannya, ada beberapa orang tua mengakui bahwa anak mereka, walaupun sudah diterapi macam-macam, tapi perkembangannya tidak seperti yang diharapkan. Bahwa anak autistik yang sudah bisa berprestasi pun dalam kehidupan sehari-harinya belum tentu bisa mandiri. Oleh karena itu, dalam setiap gerakan Autism Awareness, kami selalu berusaha mewakili semua spektrum.

Gerakan Autism Awareness hendaknya lebih ditujukan untuk meningkatkan kepedulian sekaligus penerimaan masyarakat pada kondisi anak autistik dalam spektrum manapun.

Sayang, belum semua lapisan masyarakat mengerti apa itu Autisme, dan bahkan akhir-akhir ini ada kecenderungan oknum menggunakan kata-kata “autis” sebagai bahan olok-olok. Yang lebih menyedihkan, ini dilakukan oleh public figure (artis dan pengamat politik) di Media yang ditonton/dibaca oleh jutaan orang. Pengguna BB (Blackberry) juga sering dengan entengnya menggunakan kata "autis" untuk menganalogikan keasyikan mereka.

Alih-alih memberi empati, sebagian masyarakat malah make fun dengan kondisi anak autistik. Orang tua umumnya mengatakan cobaan berat mempunyai anak autistik sudah mereka lewati dan terima dengan ikhlas sebagai kehendak Yang Di Atas, tapi mereka kadang tidak tahan dengan cemooh atau olok-olok yang ada di sekitar mereka. Biasanya orang tua hanya bisa bersedih, mengeluh pada komunitas sesama orang tua anak autistik.

Ternyata perjuangan kita memang masih panjang. Gerakan Autism Awareness harus lebih digalakkan lagi, baik oleh perorangan, group (PSG) maupun Yayasan. Gerakan ini pun bertujuan agar pemerintah sadar dan melihat masalah Autisme ini sebagai suatu masalah serius. Bagaimana sulitnya keluarga yang dikaruniai anak penyandang autis, dan pemerintah harus tahu bahwa ada banyak penyebab yang dapat memicu masalah Autisme, yang merupakan tanggung jawab pemerintah seperti masalah vaksin ber-thimerosal, polusi udara, makanan yang terkontaminasi karena pembuangan limbah yang sembarangan, dll.

Hal penting lain adalah Indonesia belum punya data jumlah penyandang autistik yang benar, karena untuk keperluan itu dibutuhkan dana besar. YAI (Yayasan Autisma Indonesia) yang telah berjuang lebih dari 10 tahun untuk membuat data statistik pun selalu terbentur masalah dana dan birokrasi.

Mudah-mudahan setelah dideklarasikannya tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia, semua negara yang belum aware (termasuk negara kita) akan terbangun dan mulai memikirkan Autisme sebagai masalah penting yang harus ditangani segera.

Tetap semangat!

Salam Peduli Autisme,
Leny Marijani
**Sukseskan Bulan Peduli Autisme - April 2009**

Untuk melihat Pesan tahun 2008, silahkan klik DISINI

Total visitors from 2000 to October 2011 : 2,038,400 - © Puterakembara 2011
interaction with this site is in accordance with our site policy