Pujaan Jiwaku
03/28/2008
Pujaan Jiwaku
AnakKu
Entah mengapa kamu harus mengalaminya
Waktu berjalan terus
Penantian dan pengharapan
Terkadang mengiang
Menanti harapaKu
Pa..Ma..sahutMu
Kadang bingung menanti Harapan
Engkau anaKu
Jiwaku jiwaMu
Aku bangga dengan IbuMu
IbuMu bersabar menjalani terapiMu
Maafkan aku Nak....
Aku sering hanya memberikan uang untuk IbuMu
Ibu seorang yang hebat
aku bangga padaNya
kelelahan di Raut Wajahnya
Untuk Ibu teman-temanMu
Aku menyampaikan hormatKu juga
Mereka adalah Ibu-ibu teladan
Terimakasih mereka telah dikaruniakan
IbuMu dan Kamu
Pujaan JiwaKu
Agustinus Dawarja
Papa Medeline.
2 Oktober 2007
Puisi Untuk Ibu dan Anak2 Autis