Dua Pelita

12/24/2004

Permataku itu namanya Tita
Jagoanku ini Rasya namanya
Kalian berdua adalah pelita
Pelita bagi ayah dan bundanya

Ketika Tita lahir aku nyaris jadi saksinya
Melihat darah segar keluar tak tega rasanya
Aku jadi orang terlemah di peraduan
Hanya tongkrongan saja seperti preman

Waktu Rasya lahir aku harus jadi saksinya
Menemaninya menjumput asa
Bukan sudah kuat melihat
Sebab kini tak ada orang dekat

Dua kali kumelihat
Permaisuriku di ujung maut
Namun aku tetap gagal menjaga mulut
Selalu menjadi biang ribut
Mengaku singa di depan umum
Namun diri tak mampu mengaum

Berharap menjadi suami setia
Karena punya istri mulia
Semoga menjadi penyabar
Tak akan berbuat onar

Hanya suami tak punya otak
Yang akan membuat retak
Karena hanya istri yang mampu berjihad
Diantara dunia dan akhirat


Ketika Fajar Mulai Tersenyum
Desember 2004
Dwinu Panduprakarsa

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2011
interaction with this site is in accordance with our site policy