Puterakembara, Duniaku adalah Duniamu


My OT - Mandi



01/03/2006

Oleh: Bapak Taufiq Hidayat


Air merupakan input pengalaman sensori yang cukup intense, bunyi air keluar dari keran, pantulan cahaya (tergantung pada lokasi dan waktu, pagi-siang-malam), temperatur ruangan danair itu sendiri, jumlah air yang diterima tubuh dapat menimbulkan reaksi yang berbeda (saat madi menggunakan gayung, shower, bath tub dan saat bermain hujan). Pengalaman negatif dengan air dapat mempengaruhi persepsi anak tentang saat-saat mandi.

Secara umum anak kurang menyukai saat kepalanya disiram dengan air menggunakan gayung, shower dan lainnya, hal tersebut mungkin disebabkan oleh input sensori yang terlalu berlebih yang harus diterima sang anak.

Menciptakan pengalaman mandi menjadi sesuatu yang positif dan tetap pada standar tertentu, ex. Tubuh tetap harus digosok atau disabuni, rambut perlu di cuci atau dikeramas serta memberikan pilihan untuk meminimalkan konflik yang terjadi saat mandi. Ada cukup banyak strategi yang dapat digunakan untuk membuat aktifitas mandi menjadi sesuatu yang menyenangkan dan sang anak dapat melakukan coping terhadap permasalahan sensori yang dialaminya :


*Saat mandi menjadi sesuatu yang menegangkan bahkan hanya saat berjalan mendekati kamar mandi berikan waktu lebih untuk mengembangkan rasa saling mempercayai dan lakukan "sensori diet" sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

*Jika hal tersebut dapat teratasi dan sang anak dan mulai mau mauk kamar mandi, coba lakukan hal-hal yang menarik perhatian sang anak dengan aktifitas yang disukainya, ex. Bermain dengan krim cukur dan lakukan finger paint (usahakan tidak menggunakan air dalam permainan tersebut).

*Saat udara cukup hangat, ajak sang anak untuk bermain air di luar (cukup baik jika ada kolam air anak/kiddy pool).

*Lakukan dekorasi pada kamr mandi dengan menambahkan sesuatu yang menarik untuk dilihat (eye catching) guna memberikan perasaan nyaman saat dilihat (visual comfort).

*Jika sang anak memiliki adik-kakak atau saudara, coba lakukan aktifitas mandi secara bersama. Terkadang saudara merupakan factor motivasi yang cukup besar.

*Saat anak mulai mampu toleransi dengan air dan ruang kamar mandi, berikan kontrol untuk melakukan proses mandi. Beri sang anak wash lap, gelas plastik untuk mengambil air dan mainan favoritnya.

*Identifikasi masalah yang kiranya dihadapi saat proses mandi berlangsung, dan lakukan sesuatu dengan hitungan agar membuat anak dapat menduga apa yang akan dilakukan, ex. "wah… badannya kotor, dalam hitungan ke 10 digosok ya…". Lakukan sesuai dengan teloransi sang anak dan kembali berikan kontrol dan ulangi lagi setelah beberapa saat.

*pada anak yang sangat defensive, akan sangat baik sesuatu dilakukan pada tubuh bagian ujung (distal). Menggosok tangan lalu ke lengan, bahu yang mungkin akan mempermudah saat mulai mengosok wajah. Saat sudah terjadi kontak coba pertahankan selama mungkin. On/off kontak akan cukup sulit untuk dapat ditoleransi anak yang defensive.

*Lakukan aktifitas menyiram terakhir, saat tubuh telah tersabuni dari kepala hingga ke kaki. Sehingga dapat dilakukan secara sepat dan menyeluruh. Mungkin akan cukup sulit dilakukan dalam satu putaran, kembali berikan kontrol dan ulangi setelah beberapa saat.

*Handuk akan sangat baik diletakan di bahu yang memandikan jadi sang anak dengan mudah dapat mengambilnya untuk menyeka dan mengeringkan wajah jika dibutuhkan.

*Saat mandi telah selesai, saat untuk mengeringkan gunakan handuk yang besar dan panjang untuk menyelimuti tubuhnya dengan agak ketat (tidak terlalu) untuk membantunya lebih tenang dengan deep pressure.

*tunggu saat yang tepat untuk menyisir rambut, saat sang anak telah cukup tenang, ulangi beberapa kali jika hal tersebut cukup menganggu sang anak (masalah sensorinya).




Bunga Rampai Online
Buku Bunga Rampai

Artikel sebelumnya: "Cara Mengatasi anak apabila membenturkan-memukul kepala- Ada kalanya anak penyandang autis membenturkan atau memukul kepalanya. Bagaimana mengatasinya? Berikut Tips dari Bapak Taufiq Hidayat"

Artikel berikutnya "Aktifitas berat (heavy work) pada Anak- Ternyata Aktifitas berat dapat membantu memaksimalkan prilaku dan kemampuan atensi anak. Berikut berita selengkapnya oleh Bapak Taufiq Hidayat"




| english version | Kontak Kami | search|

Valid HTML version 4.01

Sejak Januari 2000 - April 2008 situs ini telah dikunjungi: 661138 -pengunjung
Interaksi anda dengan situs ini mengikuti Site Policy kami

Puterakembara 2000-2008