SENSORI INTEGRASI

05/24/2005

Sejarah SENSORI INTEGRASI dan OKUPASI TERAPI (OT)
Oleh Bapak Taufiq Hidayat

Istilah Sensori Integrasi (SI) diterbitkan kepada publik pertama kali tahun 1976 oleh Jean Ayres Phd OTR tentang intervensi metode SI dan peran OT dalam metode tersebut.

Eleanor Clark Slagle merupakan salah satu pioneer dalam pengembangan ilmu OT, bersama dengan Adolf Meyer, William Rush Dutton mereka mengembangkan istilah occupation yang memiliki andil besar dalam
kehidupan manusia saat ini.

Okupasi Terapi merupakan disiplin ilmu kesehatan bukan disiplin medis, karena menitik beratkan pada efek dari permasalahan kesehatan yang dihadapi terhadap aktifitas keseharian yang merupakan fenomena yang unik dan bukan merupakan fenomena medis.

Diabad ke-17 seorang filsuf dan ilmuwan prancis "Rene Docrates" meyakini bahwa pikiran (mind) dan tubuh harus dilihat secara terpisah. Dahulu penanganan terhadap manusia dilakukan seperti mesin, yang dapat dipisahkan lagi dipasang kembali jika struktur dan fungsinya secara ilmiah dapat dipahami.

Occupation didefinisikan sebagai aktifitas yang familiar dan dilakukan manusia secara rutin. Yang diklasifikasikan dalam beberapa bagian; bekerja/produktifitas, bermain, leisure (aktifitas waktu luang) dan self care (mempertahankan keberadaan dirinya dalam lingkungan sosial).

Okupasi terapi memandang manusia sebagai sosok yang kompleks dan dinamik. Permasalahan kesehatan akan mempengaruhi kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam hubungannya dengan lingkungan.

Ayres mengembangkan teori SI untuk menjelaskan masalah penginterpretasian sensasi dari tubuh dan lingkungan serta kesulitan pada aktifitas akademik dan motor learning dalam memenuhi tuntutan lingkungan yang mempengaruhi manusia untuk melakukan occupation.

Sampai saat ini teori ini terus dikembangkan oleh para pakar OT dalam memberikan pelayanan terapi SI, cukup banyak tokoh yang membantu dalam pengembangan ilmu OT yang berkaitan dengan metode SI ; wilbarger (sensory defensiveness), Otter, Reichter dan Frick (MORE), Williams dan Shellenberger (alert program), dan banyak lagi lainnya. Semua berkat dedikasi dan kerja keras Jean Ayres (18 juli 1920 19 Desember 1988).

Sensori Integrasi adalah......

Setiap detik, menit dan jam tak terhitung berapa banyak informasi sensori yang masuk kedalam tubuh manusia. Tidak hanya dari telinga dan mata, tapi dari seluruh bagian tubuh. Sensori tersebut memberikan
informasi tentang kondisi fisik tubuh dan lingkungan di sekitar.

Otak berperan sebagai polisi lalu lintas yang mengatur jalur informasi yang masuk dan mengaturnya dengan cara yang tepat. Otak juga menggunakan informasi tersebut untuk menentukan respon terhadap perubahan lingkungan.

Saat seorang anak duduk diatas ayunan, ia akan tahu keberadaan posisi tubuhnya saat duduk, jika terlalu maju kedepan ia akan berhenti sebentar untuk membetulkan posisi duduknya. Jika ayunan bergerak terlalu cepat ia akan mengurangi kecepatan ayunannya dan jika dirasa kurang ia akan menggunakan kakinya untuk mengayunkan badannya dibantu dengan kemampuan dirinya menjaga postur tubuh terhadap perubahan kecepatan tersebut.

Dalam hal ini informasi sensori sebagai "makanan bagi otak" yang menyediakan energi dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengarahkan tubuh (body)dan pikiran (mind). Tanpa kemampuan prosesing yang cukup untuk mengorganize sensori semua hal tersebut tidak dapat dicerna sebagai makanan bagi otak.

Saat sedang mengupas suatu buah dengan jari, mata merasakan sedikit perih saat kulitnya terbuka dan hidung mencium aroma yang khas dan kulit dan persendian tangan merasakan sesuatu yang empuk-berair dari dalam buah itu, dan saat mulut memakannya ada rasa manis-manis asam. Bagaimana anda dapat mengetahui jika buah tersebut adalah jeruk??? Dan apa yang membuat jari dan 10 tangan bekerja bersamaan???. Semua informasi sensori dari jeruk dan sensasi yang tubuh rasakan semuanya terpadu (terintegrasi) dalam satu tempat di otak. Dengan pengintegrasian ini memungkinkan otak untuk mendefinisikan buah tersebut adalah jeruk.

Sensori integrasi termulai saat janin berada dalam kandungan, yang merasakan gerakan sang ibu dan pada saatnya ia akan bergerak didalam janin. Pada seorang bayi jika mendapat sentuhan di area sekitar bibir dan mulut ia akan menggerakan kepalanya kearah sumber sentuhan yang akhirnya ia menyusu pada sang ibu, saat ia menangis suara merdu sang ibu serta ayunan ringan saat dalam pelukan membuatnya dapat tenang kembali. Apa yang menyebabkan proses tersebut terjadi???

Respon terhadap perubahan (respon adaptif) lingkungan memiliki tujuan dan terarah terhadap pengalaman sensori yang terjadi. Masa kanak-kanak adalah masa untuk bermain dan belajar, keduanya tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Dengan itu akan tertantang untuk mengeksplorasi
lingkungan dan menguasai kemampuan tertentu yang didapatnya dari lingkungan. Pada saat yang sama juga otak terus berkembang dan mengatur dirinya.

Saat kebutuhan akan pengintegrasian sensori berjalan sejajar dengan tuntutan lingkungan. Seorang anak dapat merespon secara efisien, kreatif dan memuaskan pada saat-saat menyenangkan dalam bermain. Kata "menyenangkan" adalah kata kunci dalam sensori integrasi, yang memiliki andil besar saat bermain.

Manusia cenderung menikmati sesuatu hal yang menciptakan perkembangan pada otak. Sesuatu yang natural jika sang anak mencari informasi sensori yang membantu otak untuk berkembang. Merupakan suatu alasan mengapa anak senang diangkat keatas, berayun, dipeluk, memanjat, berlari, melompat. Mereka bergerak karena merupakan kebutuhan akan makanan bagi otaknya.

Masalah Sensori Integrasi

Arti kata "masalah" dapat diartikan juga kurang berfungsi. Yang artinya otak memiliki kesulitan untuk melakukan fungsinya secara efisien sebagai mestinya. Kata "sensori" berarti terjadi inefisiensi kemampuan otak dalam memproses informasi dari sistem sensori. Yang menyebabkan kesulitan bagi sang individu untuk mengetahui keberadaan dirinya dan hubungannya dengan lingkungan.

Seperti kota yang memiliki sarana dan prasarana fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Jika salah satu bagian memiliki masalah akan mempengaruhi kehidupan masyarakatnya. Saat terjadi fenomena alam gempa bumi semua fasilitas yang menunjang kelangsungan hidup masyarakat dan merusak tatanan yang selama ini dibangun.

Dengan permasalahan SI, anak mengalami kesulitan untuk menguasai kemampuan tertentu, yang menghambatnya untuk bereksplorasi, kreatif dan mengorganize dirinya saat berada di lingkungan.

Perilaku defensive membuat anak merasa sangat berhati-hati untuk menerima informasi sensori. Dunia seakan menakutkan, karena kesulitan untuk dapat memproses semua sensori yang diterima tubuhnya. Mekanisme protektif lebih dominan dibandingkan mekanisme diskriminatif.

Suatu hal yang lumrah jika tubuh bereaksi terhadap sesuatu pengalaman sensori yang asing atau dianggap membahayakan bagi dirinya (mekanisme protektif). Saat sedang menyetir mobil dimalam hari akan menjadi saat-saat yang menegangkan jika seseorang menggedor-gedor kaca pintu. Rasa takut dan kebingungan membuat panik dan bingung harus berbuat apa. Selang beberapa lama perlahan tubuh mulai mampu bereaksi untuk mengenali sosok orang yang menggedor kaca tersebut dan perlahan mengenali suaranya (mekanisme diskriminatif). Ternyata adalah suami/istri anda yang mengatakan dompet anda tertinggal di meja makan. :-))

Seiring dengan proses perkembangan kedua mekanisme tersebut berjalan secara selaras. memudahkan tubuh untuk merespon dan otak untuk mengatur jalannya pemrosesan sensori, sehingga anak dapat terus belajar dan mengembangkan dirinya.

Perilaku mencari stimulasi sensori tertentu membuat anak kesulitan untuk melakukan proses belajar karena kesibukannya mendapatkan informasi sensori sebagai "makanan otak" namun tidak seimbang
porsinya.

Okupasi Terapi dengan melakukan metode Sensori Integrasi membantu untuk menjelaskan permasalahan untuk melakukan aktifitas yang berhubungan dengan permasalahan sensori yang dimunculkan dengan
melihat juga aset dan limitasi yang dimiliki. Sehingga terformulasikan strategi penanganan yang sesuai dengan keunikan anak sebagai suatu individu.

Salam,
Taufiq Hidayat


Referensi:

  • Christiansen. C. H, Baum. C. M "Occupational Therapy, Enabling
    Function and Well-Being 2nd edition", (1997), Slack.
  • Ayres. J, "Sensory Integration and the child, 2nd edition", (1979), WPS
  • Kramer. P, Hinojosa. J, (1999), "Frames of Refference for Pediatric
    Occupational Theraphy, 2nd edition", Lippincott and Wilkins .
  • Fisher. A. G, Murray. E. A, Bundy A.C., "Sensory Integration, theory
    and practice" (1991), F. A. Davis.
  • Lane. S. J, Murray. E. A, Bundy A.C., "Sensory Integration, theory
    and practice2nd edition" (2002), F. A. Davis.
  • Yack. E, Sutton. S, Aquilla. P, "Building Bridge Though Sensori
    Integration 2nd edition" (2002), Sensory Recources
  • Kranowitz. C. S, "The Out of Sync Child, recognizingand coping with
    sensory integration dysfunction", (1998), A. Skylight.
  • Article from S.I Focus magazine, Spring and Winter 2004 edition.

< a href="http://puterakembara.org/archives10/jurnal10.shtml">

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy