|
04/28/2004 ----- Original Message ----- From: dr. Sholichah (Ika) To: Sent: Tuesday, April 27, 2004 8:39 AM Subject: [Puterakembara] Sharing seminar vaksin YAI Dear All, Berikut sedikit sharing dari seminar vaksinasi tanggal 24 April kemarin yang diselenggarakan YAI. Baru sedikit nih. Yang lain sedang dalam proses pengetikan dan mau minta izin YAI, dr. Melly & dr. Hardiono untuk full hand outnya bisa disharing (Apa bisa dibantu, Bu Leny atau Bu Ita ? Sebab data email beliau-beliau hilang terhapus karena hardisk saya sempat rusak). Semoga tidak misinterpretasi karena memang baru sebagian informasi yang disampaikan. Dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A(K) Bagaimana imunisasi yang aman ? Beritahu dokter bila : - sedang sakit - mendapat pengobatan steroid, radiasi, imunoglobulin, transfusi darah - efek samping vaksinasi sebelumnya yang berat - alergi berat - mengalami penyakit yang menurunkan kekebalan : leukemia, AIDS - tinggal dengan seseorang yang mengalami penurunan kekebalan - hamil - ada keluarga yang mengalami autisme Pilihan vaksin : - BCG : thimerosal free - DPT & DT : yang diproduksi oleh BioFarma masih ada thimerosalnya 25 ug. Tetract Hib Aventis (gabungan DPT dengan Hib) masih ada thimerosal < 0,5 ug. DTPa Infanrix (Glaxo Smith Klaine/GSK) thimerosal free. Begitu juga dengan DTPa Tripacel Aventis thimerosal free. Harga sekitar 300-400 ribu - Polio : thimerosal free - Hepatitis : Engerix-B-nya Glaxo/GSK thimerosal free, sedangkan Euvax-nya Aventis trace 0,05 ug/dosis - Hib : Hiberix & Act Hib thimerosal free - Thiperix : thimerosal free - Varilrix : thimerosal free Untuk MMR : Menurut IDAI perlu tetap diberikan Menurut pendapat pribadi Dr. Hardiono : silakan tunda bila ada kekuatiran (bisa saja tunda sampai anak sudah bicara dan tidak ada gejala gangguan perkembangan lainnya) Dr. Melly Budhiman, SpKJ Memberikan vaksinasi seaman mungkin Beberapa hal yang harus diwaspadai : 1.. Vaksinasi sebaiknya dilakukan dalam keadaan anak sedang sehat 2.. Pilih vaksin yang tidak mengandung merkuri atau kandungan merkurinya sesedikit mungkin. 3.. Hati-hati bila salah seorang kakak atau saudara sepupu menderita gangguan ASD, ADHD, disleksia, gangguan perkembangan wicara, retardasi mental. Kemungkinan adanya faktor genetik kuat 4.. Hati-hati bila anak telah menunjukkan ciri-ciri abnormal sejak dini ( tak mau tatap mata, tak ada senyum sosial, menolak interaksi) ; catatan : mungkin bisa dilihat sejak usia 3 - 4 bulan ) 5.. Beberapa jenis vaksin seperti MMR adalah pilihan ortu. Ortu harus lebih bijaksana dalam memutuskan. Sementara sekian sharingnya. Semoga bermanfaat. Regards, Ika ----- Original Message ----- From: "iktiar" To: Sent: Tuesday, April 27, 2004 9:38 PM Subject: [Puterakembara] Re: Sharing seminar vaksin YAI Hi all Di akhir seminar Dr. Hardiono juga melemparkan pertanyaan " lebih banyak mana kadar mercuri yang terkandung pada vaksin dengan yang terdapat pada seekor IKAN LAUT BESAR" ada peserta yang dari lingkungan hidup (atau apa saya lupa) beliau menjawab bahwa kadar mercuri pada seekor ikan laut besar ternyata lebih banyak????????? Ngga ngasih Vaksin keanak tapi si EMAK jajan See Food melulu sama juga boong!!!!!!!! Untuk MMR Dr Melly B. dalam presentasinya juga mengungkap bahwa berdasarkan penelitian pada usus anak autis terdapat peradangan yang spesial yang konon disebabkan oleh kuman campak yang membuat peradangan di usus yang konon adalah dari pemberian vaksin MMR (pastiin anak sehat dulu deh baru MMR). Tapi bagaimanapun juga VAKSIN tetap perlu, ngga maukan anak kita bebas autis tapi sakit sakitan mlulu. PASTIIN ANAK KITA SEHAT 100% SEBELUM DIBERI VAKSIN NB : saya bukan dokter juga bukan ahli medis lainnya yang saya tulis diatas hanya sejauh yang saya tangkap dari hasil seminar. terimakasih. Salam, Iktiar ----- Original Message ----- From: "Edison" To: peduli-autis Sent: Saturday, May 01, 2004 6:11 PM Subject: [Puterakembara] dokter tdk kooperatif Dear All, Kira2 seminggu yg lalu, saya membawa anak saya ( umur 25hari) untuk control ke dokter anak di RS terkenal di Jkt. Dan sebelum disuntik dgn vaksin BCG, saya ceritakan kedokternya bhw anak saya yg plg gede Autis.... Kemudian saya tanya kedokternya tentunya dgn sopan, "Dok, apakah vaksin BCG mengandung thimerosal ? karena menurut buku yg pernah saya baca ( saya sebutkan judul bukunya "Children with Starving Brain" ) bhw vaksin yg mengandung thimerosal salah satunya dapat jadi pemicu autisme. Saya sangat kaget sekali apa kata dokternya, sambil marah2 dokternya bilang bhw vaksin tdk ada hubungannya dgn autis dan buku itu tidak bias dipertanggung jawabkan....trus dokternya bilang bhw vaksinansi sudah menjadi standar di IDAI,WHO dan bla...blaa..... saya jadi bingung dan sedikit kesal, sebagai consumer/pasien apakah saya tidak berhak utk bertanya ke dokternya? Rekan2 milis, kalau boleh mohon informasinya dimana yah kira-kira dokter/klinik yang menggunakan vaksin dengan thimerosal free? Salam, ----- Original Message ----- From: "Dyah P." To: peduli-autis Sent: Sunday, 02 May, 2004 00:02 Subject: [Puterakembara] RE: dokter tdk kooperatif Sekali lagi, kalau ketemu dokter yang tidak kooperatif begitu, tinggalin aja. Cari dokter yang ada hubungannya ama Yayasan Autisma. Ga' papa antri panjang dikit, daripada dimarahin pas kita cari kebenaran?? Ini resiko hidup di saat-saat awal perubahan. Jangan dimasukkan ke hati. Ini adalah bagian dari proses. Tinggal bagaimana kita mensikapinya saja. Salam, Ita ----- Original Message ----- From: "Stanley" To: peduli-autis Sent: Sunday, 02 May, 2004 07:58 Subject: Re: dokter tdk kooperatif Bapak Edison dan rekan-rekan milis, Berdasarkan penjelasan dari Yth. Dr. Hardiono D.P. dalam seminar tentang vaksinasi tempo hari, vaksin BCG dan Polio memang tidaklah mengandung Thimerosal. Jadi dalam kaitannya dengan thimerosal, kedua macam vaksin ini tidak bermasalah. Vaksin yang dipermasalahkan mengandung thimerosal adalah vaksin Hapatitis dan DPT serta DT. Pada saat ini vaksin Hapatitis, DPT dan DT yang diproduksi oleh beberapa produsen vaksin, sudah ada yang tidak mengandung thimerosal, meskipun yang diproduksi oleh produsen tertentu lainnya masih ada yang mengandung thimerosal. Hal ini juga sudah pernah dikemukakan oleh ibu Ika dalam postingnya tgl. 27 April lalu. Jenis Vaksi-vaksin tersebut di atas adalah yang secara nasional wajib diberikan kapada anak, ini berarti pemerintah menyediakan vaksin tersebut secara gratis melalui puskesmas (atau RS pemerintah). Kalau di RS swasta dan praktek dokter swasta, tentunya pasienlah yang membayar biaya vaksin. Begitu kalau saya tidak salah mengerti. Dalam seminar dikemukakan, seperti juga kata ibu kita Ita kemarin, vaksin yang diberikan gratis biasanya adalah yang diproduksi oleh Biofarma yang masih mengandung thimerosal. Jadi pada saat ini, kalau anak kita mau pemperoleh vaksin Hapatitis dan DPT yang tidak mengandung thimerosal, kita bisa menanyakan dan memintanya kepada dokter yang bersangkutan ( secara "baik-baik" tentunya), dengan tentunya kita bersedia menanggung biaya vaksinnya yang relatif lebih tinggi daripada yang mengandung thimerosal. Dr. Hardiono dalam topik yang berjudul "Manfaat Imunisasi – Bagaimana melakukan imunisasi yang baik", antara lain juga menjelaskan tentang berbagai macam penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Beberapa macam vaksin adalah wajib dan harus diberikan karena memang penting dan dapat mencegah penyakit yang berbahaya atau serius akibatnya, sedangkan berberapa macam vaksin lagi tidaklah wajib, tapi dianjurkan dan dianggap sangat perlu diberikan. Vaksin MMR tergolong vaksin yang tidak wajib. Orangtua bisa memilih memberikan vaksin MMR pada waktu anak berusia setahun lebih atau kalau ragu, bisa menundanya sampai anak sudah bisa ngomong atau sampai 3 tahun. Karena kalau sudah di atas tiga tahun baru kelihatan gejala seperti autis, itu sih bukan autis, demikian menurut beliau. Kalau pada vaksin Hepatitis dan DPT yang dipersoalkan adalah karena mengandung merkuri, maka pada vaksin MMR, yang dipersoalkan adalah karena berdasarkan penelitian Andrew Wakefield, ditemukan adanya peradangan usus yang sangat khas pada anak-anak dengan ASD, dan pada kebanyakan anak-anak ASD tersebut ditemukan pula RNA dari virus campak (measles) yang jenisnya sama dengan virus dari vaksin MMR. Hal ini dikemukakan oleh DR. Melly Budhiman yang dalam seminar itu membahas tentang "Kaitan Vaksinasi dan Autisme". Selanjutnya Dr. Melly (yang adalah juga dokter bagi anak saya, sekaligus Dosen saya sewaktu saya kuliah dulu) antara lain menjelaskan, timbulnya gejala autisme setelah vaksinasi MMR diperkirakan oleh krn virus campak menetap di usus dan membuat peradangan-peradangan. Pada anak-anak Ind. yg telah dilakukan proktoskopi dan didapatkan adanya peradangan usus, tidak semuanya pernah mendapatkan vaksinasi MMR. Kesimpulan: Peradangan di usus bisa disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, alergi dsb. Dr. Melly juga menjelaskan, ada banyak faktor pemicu autisme, baik itu yang timbul selama kehamilan maupun setelah anak lahir. Terpapar logam beracun(seperti Merkuri, Timbal Hitam) adalah salah satu (bukan satu-satunya) faktor pemicu. Timbulnya gejala autisme sangat kompleks dan tidak mungkin hanya mempunyai satu penyebab/pencetus saja. Dr Melly mengutip dari Jaquelyn McCandles: .....tak seorangpun percaya bahwa merkuri adalah satu-satunya pencetus lingkungan yang menyebabkan timbulnya gangguan ini(autisme maksudnya). Demikian sedikit sharing dari saya. Sebetulnya agak sulit bagi saya mengemukakan hal tentang vaksinasi ini karena ilmu kedokteran dan vaksin bukanlah bidang saya, saya sangat awam dalam hal vaksin ini. Takut keliru dan kalau saya menyampaikan isi seminar secara tidak lengkap, saya khawatir mungkin bisa timbul salah paham karena kurang jelas. Dalam seminar tsb. sih sebenarnya yg disampaikan oleh kedua dokter kita itu cukup lengkap, jelas, dapat menyampaikan persoalan vaksinasi dan autisme secara proposional, dan yang penting, cukup menenangkan/melegakan. Salam, Stanley B. (ayahnya Ansel, 4 thn. 5 bln.) Catatan Red:
|
|
|
Artikel sebelumnya: "Tips tentang Terapi Sensory Integration-Outdoor SI - dari Ibu Vonny, Terapis SI" Artikel berikutnya " Sensori Integrasi - Sejarah singkat dan ulasan mengenai apa itu SI dan masalahnya oleh Bapak Taufiq Hidayat" |