|
04/15/2004 -----Original Message----- From: Vonny S Sent: Friday, April 09, 2004 11:09 PM To: peduli-autis Subject: [Puterakembara] Re: Terapis, label dll---> Out door SI Sebenarnya terapi SI itu tidak sekedar masuk keluar terowongan, lompat di trampolin atau berayun, tapi yang dilihat adalah bagaimana reaksi anak pada saat dia menerima input tersebut. apabila anak sudah mulai bosan, terapis harus kreatif untuk meningkatkan kesulitan dengan cara menambah tantangan. anak 'kan selalu berkembang apalagi anak dengan ASD, minggu ini begini, minggu depan mungkin akan muncul perilaku lain. Kalau kita tidak menambah rintangan/tantangan maka kemampuan anak tidak akan berkembang. Untuk meningkatkan kesulitan pada saat terapi, ada baiknya selalu mendiskusikannya dengan terapis misalnya kalau si anak sudah pandai naik tangga melalui cerobong, coba beri rintangan, sambil membawa bola, berbagai macam tektur, kemudian naik ke tangga, sampai di atas tangga, anak harus melempar bola ke keranjang kemudian merosot ke bawah. Dari satu jenis kegiatan ini saja sudah dapat dianalisa: 1. bagaimana reaksi anak pada saat membawa bola dengan berbagai macam tekstur, apakah dia nyamat dengan membawa bola dengan tekstur kasar? halus? (input taktil ?kulit) 2. bagaimana cara anak bawa Bola? apakah Kevin punya cara tertentu untuk membawa bola kecil?besar? (kemampuan Praksis dan problem solving) 3. Lempar bola ke keranjang. (melihat koordinasi visual motor dan koordinasi 2 tangan) 4. naik tangga-melempar-merosot (memberikan input2 yang sangat penting di terapi SI yaitu input proprioseptif dan vestibular) Kalau anak suka dengan outdoor activity, agar acara outdoor dapat diberikan secara rutin, karena terapi SI akan dapat optimal bila ditunjang dengan outdoor activity yang rutin.tapi yang harus diingat: lokasi dan tantangan selalu ditambah dan diubah, karena kalau hanya menerima tantangan yang sama, lokasi yang sama, maka kemampuan anak tidak bertambah dan yang pasti anak akan...CEPAT BOSAN. Tentang ayunan dari ban bekas. Kita harus melihat kebutuhan anak. Jangan hanya dengar "Katanya" karena ayunan adalah sumber input vestibular terbesar (salah satu input penting dalam terapi SI). kalau terlalu banyak memberikan ayunan tanpa memperhatikan kebutuhan anak, maka akan fatal akibatnya. sebaiknya selalu konsultasikan dengan terapis mengenai hal ini. Kalau diijinkan, yang perlu diperhatikan, pada saat anak mendapat input ayun, adalah 1.reaksi wajah, mata, perubahan perilaku (misalnya jadi tegang/relaks, keluar keringat/nyaman-nyaman saja) 2. input jangan terlalu banyak (overload) 3. kalau input terlalu banyak, bagaimana cara menguranginya (konsultasikan dengan terapis) Demikian semoga keterangan ini, dapat membantu rekans sekalian. salam, Vonny |
|
|
Artikel sebelumnya: " Merubah Pola Pikir - oleh Donna Williams- Setiap saat kita dapat menentukan pilihan untuk merubah pola pikir apakah kita akan tetap dengan pola pikir yang positif atau pola pikir yang negatif" Artikel berikutnya "Sharing seminar YAI - Amankah Vaksinasi?- Simak Ringkasan dari Seminar Vaksinasi tanggal 24 April 2004 yang diselenggarakan Yayasan Autisme Indonesia" |