Maverick - Kisah Seorang Ibu MENOLAK

Diagnosis Autisme atas putranya

09/29/2005

Judul: Maverick - Kisah Seorang Ibu MENOLAK Diagnosis Autisme atas putranya
Penulis : Cheri L. Florance Ph.D dan Marin Gazzaniga

Judul asli: Maverick Mind : A Mother's Story of Solving the Mystery of her Unreachable,Unteachable,
Silent Son
---------------------------------------------------------------------------------------

Sang penulis adalah tokoh Ibu di buku ini bernama Cheri L. Florance, Ph.D.
Beliau adalah seorang ahli patologi, asisten profesor ilmu penyakit jiwa, dan Direktur Klinis The Brain Clinic di Ohio State University College of Medicine and Public Health. Dalam menyusun bukunya dia dibantu oleh Marrin Gazzaniga, penulis yang tinggal di New York dan telah berkontribusi terhadap berbagai macam majalah nasional.

Dalam bukunya Cheri ingin menceritakan bahwa tiada perjuangan yang tanpa hasil, walaupun pada mulanya dia disebut gila karena yakin dapat menyembuhkan anaknya. Whitney, anak ke tiganya didiagnosa autis oleh seorang Dokter dan dia menolak diagnosis itu. Cheri yang seorang dokter dan berpengalaman sebagai terapis bicara berusaha membuktikan bahwa dokter tersebut keliru. Cheri berusaha dan berjuang sendiri membesarkan dan mendidik Whitney untuk keluar dari dunia autisnya.

Kemudian cerita bergulir bukan pada penolakannya, tapi pada perjuangannya untuk memahami bagaimana "kerja otak" anak autistik. Dalam perjuangannya, dia menemukan satu syndrome yang dia sebut sebagai "maverick" yang kemudian lebih dikenal dengan "Florance Syndrome" dimana kerja otak visual seseorang sangat tinggi tapi tidak dapat diproses oleh otak auditorynya. Akibatnya si anak akan kesulitan mengekspresikan segala sesuatu yang dilihatnya. Hal tersebutlah yang dapat menyebabkan tantrumnya anak autis, yang lebih merupakan manifestasi rasa frustrasi.

Lalu Cheri mencoba untuk melatih agar kerja otak auditory Whitney dapat berfungsi dengan baik. Kedua kakak Whitney juga sangat membantu dalam proses kesembuhan. Mereka turut berjuang membantu adiknya agar dapat masuk ke perguruan tinggi sekaligus bersosialisasi.

Kini Whitney, 18 tahun (yang tadinya bisu dan tuli) telah tumbuh menjadi remaja yang sehat dan bahagia berkat perjuangan ibu dan kakaknya.



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy