Mencukur anak autis

07/24/2005

Hari itu, saya berniat mau mengantar anak saya untuk ke Salon atau Barber-shop. Maklum rambutnya sudah gondrong dan dalam cuaca Jakarta yang panas sekali, kasihan jika di sekolahnya (play-group) sering merasa gerah dan panas di kepalanya.

Asal tahu saja, tidak semua Salon maupun Barber shop yang sanggup dan mau memotong rambut anak saya ini.

Mengapa? Setiap kali mau dicukur dan jika dengar gunting bekerja atau alat cukur listrik bekerja maka anak saya akan histeris dan meronta-ronta seperti orang ketakutan akan dianiaya.

Dan saya dengan sangat terpaksa harus memegang kepala, memeluk tubuhnya agar tidak bergerak selagi alat cukur itu bekerja.

Sungguh sukar sekali. Soalnya, anak saya ini kalau menolak akan menggunakan seluruh kekuatannya. Jadi walaupun masih kecil tetapi mempunyai tenaga yang luar biasa. Begitulah biasanya yang terjadi sampai jadi tontonan semua orang di situ. Dan Anak saya sekarang rambunya sudah hampir botak. Lucu sekali.

Saat itu sebelum saya minta memotong rambut Anak saya, saya minta duluan untuk memotong rambut saya yang memang juga agak panjang. Minimal dua bulan sekali saya harus potong rambut.

Selagi saya di ‘kerjai’ oleh tukang cukur, anak saya mundar mandir disekitar saya. Sambil nonton TV yang memang disediakan, juga sekali-kali ia mendekat dan memperhatikan ayahnya sedang di ‘upgrade’ rambutnya.

Setelah selesai, nah sekarang tiba giliran anak saya yang akan dicukur. Saya panggil anak saya tsb. lalu saya pangku seperti biasanya untuk mulai pencukuran. Dan ..... ternyata ia, dia duduk tenang dan menarik kain penutup tubuh dan tersenyum. Saya dan tukang cukur yang sudah siap-siap jika anak saya histeris dan meronta-ronta seperti biasanya, jadi terheran heran.

Ini bisa terjadi , karena anak saya telah melihat CONTOH. Jadi ia telah melihat contoh yang dilakukan orang terdekatnya, yaitu saya sebagai Ayah. Bukankah penderita autis adalah pencontoh paling baik ?!

Bapak WY. Jakarta

* * *

Dulu saya juga punya masalah yang sama, penyelesaiannya ternyata saat mandi. Anak saya suka sekali bermain air.

Sewaktu dia mandi, iseng-iseng saya cukur rambutnya. Ternyata anak saya masih asyik juga main air, jadilah akhirnya di cukur dan tidak mengganggu.

Semoga bermanfaat.
Bapak ES. Tuban, Jawa Timur

* * *


Ada banyak alat cukur yang praktis dijual di pasaran. Alat tersebut di gerakan oleh baterai (seperti alat cukur sorok) dan cukup aman karena ada sisir pengaman sekaligus pembatas panjang rambut . Anda bisa mencukur anak anda sewaktu tidur

Salam,
Bapak IW. Jakarta

* * *

Saya juga pernah punya pengalaman yang sama dengan murid saya. Dia juga takut bila rambutnya digunting, walau di salon mamanya sendiri.

Kebetulan, salah seorang teman terapis kami bisa menggunting rambut orang lain. Alhasil, rambutnya digunting oleh teman terapis saya. Manis lagi sikapnya.
Menurut saya, dari segi emosional murid saya sudah percaya dan dekat dengan teman saya, terus ditambah teman saya itu terapisnya, jadi otomatis patuh saja kalau disuruh.

Salam,
Sdri. JR. Jakarta



__

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy