Upaya penyembuhan

07/24/2005

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik buat anak - anak kita, namun terkadang orang tua salah mengambil langkah.

Saya akan menceritakan pengalaman seorang ibu yang memiliki anak autis, si ibu sangat menginginkan sekali kesembuhan anaknya. Berbagai intervensi dilakukan sampai intervensi dukun juga dilakoninya.

Ibu ini sering pergi ke dukun meminta penyembuhan dan pulangnya diberi air yang sudah dijampi dan syarat - syarat lain yang juga menyita waktu seperti terapi yang dijalankan oleh anak - anak kita. Hanya ini yang jalankan ibu ini.

Anaknya diberi air jampi - jampi , dan memang setelah beberapa kali datang ke dukun ada perubahan terhadap anaknya yang tadinya pada saat terapi duduk diam di kursi sekarang meningkat duduk di piano, duduk di TV .

Cerita ini sebagai bahan refleksi saya dan rekan - rekan yang sedang dalam pencarian karunia kesembuhan untuk anak - anak kita.

Secara sadar atau tidak sadar , diantara kita yang pernah seperti ibu yang saya beritakan di atas . Upaya yang kita lakukan adalah hanyalah sebuah usaha yang harus kita pasrahkan kepada yang punya kehidupan. Biarlah yang punya kehidupan melaksanakan Tugasnya .

Salam,
Ibu MA. Jakarta
* * *

Betul, sedemikian besarnya tekad dan upaya orang tua untuk mencari kesembuhan bagi anak, sampai - sampai tidak dapat lagi membedakan antara yang masuk akal dan yang tidak. Ada juga yang bilang supaya anak bisa cepat bicara, lidahnya dikerok dengan cincin kawin orang tuanya.

Saya sendiri pernah dinasihati oleh orang tua , agar setiap mau berangkat shalat Jumat mengantongi daun sirih, dan nanti sepulangnya shalat Jumat daun sirih itu ditepuk- tepuk ke mulut anak saya.

Katanya agar dapat cepat berbicara. Repot sekali karena selain susah mencari daun sirih (apalagi syaratnya yg tulang daunnya simetris), dan tidak selalu saya bisa shalat Jumat di dekat rumah. Kalau saya kebetulan shalat Jumat di kantor, itu daun sirih seharian di simpan disaku saya, sudah jadi berbau lalu mesti di tepuk ke mulut anak saya pula.

Akhirnya saya ambil langkah yang pasti pasti saja. Setiap sehabis shalat, khususnya shalat Jumat, saya berdoa agar anak saya diberi kesembuhan dan diberikan yang terbaik untuknya. Dan menurut saya, ini lebih masuk akal, daripada saran yg pertama.

Salam,
Bapak HW. Jakarta

* * *

Yth. Ibu dan teman-teman,

Saya pernah mendengar cerita yang juga tidak kalah seru.

Salah seorang teman yang sekarang sudah di Australia cerita bahwa dia pernah menunggui sejenis burung tertentu dari jam dua sampai jam empat pagi untuk ditangkap dan diambil lidahnya lalu di usap di lidah anak-nya agar anaknya dapat bicara. Si burung baru bisa tertangkap setelah beberapa malam menunggu.

Demikian besar pembelaan dan pengorbanan orang tua untuk anaknya yah.

Salam,
Ibu AB. Jakarta

* * *

Kalau mau dihitung sudah berapa ahli terapi alternatif yang aku datangi demi anak-ku. Serasa dua tangan saya juga tidak cukup. Segala macam, lah. Tetapi bukankah berbalik lagi - garis tangan si anak dari Allah SWT, itu apa?

Berhubung memang harus ditangani secara khusus dengan penuh kasih, karenanya anak itu dititipkan kepada orang tua yang ‘khusus’ pula.

Aku sekarang merasa lebih santai dan enjoy dalam menghadapi anakku. Pasrah sambil bekerja keras, itulah kuncinya.

Salam,
Ibu DP. Jakarta

* * *

Yah , saya senang mendengar apa yang Ibu D. sharingkan.

Perjalanan panjang dari perjuangan kita juga membuat kita semakin BIJAKSANA untuk menjadi seorang Ibu.....

Salam,
Ibu MA. Jakarta

* * *

__

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy