Sosialisasi autisme di-lingkungan sendiri

07/24/2005

Kemarin saya mengundang beberapa orang guru untuk mendengarkan presentasi mengenai Public Awareness ttg Autism Spectrum. Jadi bisa juga disebut Teacher’s Awareness deh. Hadir 10 orang guru dari 4 sekolah dan 1 terapis serta 5 orang ibu.

Presentasi- Ibu W. menarik sekali, karena di situ dapat dilihat melalui film yang diputar bahwa anaknya bisa berespon baik terhadap rangsangan yang diberikan dari mulai 0 - 16 bulan.

Setelah itu....mulai memutar pedal sepeda dan akhirnya membalikkan sepeda serta memutar rodanya. Juga teori-teori yang disampaikan bisa dimengerti oleh awam.

Yang tidak kalah menarik juga, pertanyaan seputar tingkah laku anak didik mereka serta pendapat yang disampaikan pihak guru dari sekolah lain sebagai masukan.

Beberapa kasus adalah anak saya dan mendapatkan solusi yang cukup tepat dari guru lain. Bisa jadi sumber inspirasi buat guru.

Sayang cepat berakhir di bagian tanya jawabnya karena sudah menjelang magrib.

Semoga hal seperti ini bisa dilaksanakan lagi dan disebar luaskan informasinya agar teman-teman lain yang mau mengikut sertakan guru di sekolahnya bisa ikutan menimba pengalaman juga.

Doakan saja yah.

Salam,
Ibu AB. Jakarta

* * *

Tulisan seperti ini, adalah reward saya di akhir hari yang sangat melelahkan seperti hari ini dimana saya terbaring demam sesudah kelelahan mengurus berbagai hal yang ujung-ujungnya adalah untuk anak-anakku di seluruh pelosok Indonesia yang menyandang autisme.

Satu langkah kecil, jauh lebih berarti daripada tidak melangkah sama sekali.

Salam,
Ibu DP. Jakarta

* * *

Karena cuma diminta ‘sharing’ ya bersedia aja, apalagi hanya kalangan terbatas. Sebelumnya saya memang diminta untuk ‘sharing’ di kantor tempat saya kerja dulu.

Mantan atasan saya punya 3 putera dan anak ke-2 (5 tahun) dan ke-3 (4 tahun) didiagnosa autis. Teman-teman kantor saya jadi ingin tahu sekali tentang autis, apalagi sebagian besar keluarga muda yang baru menikah atau baru punya anak balita.

Waktu itu peserta yang hadir sekitar 30-an, jadi saya terharu sekali dengan ‘rasa ingin tahu’ mereka, padahal saya seringkali melihat tidak semua orang tua anak autis punya rasa ingin tahu yang begitu tinggi.

Jadilah saya juga termotivasi membuat presentasi agak serius, dalam bentuk power point. Kebetulan juga saya punya rekaman Thomas dari lahir s/d 16 bulan, jadi saya gabung aja dengan pengetahuan yang saya bisa tangkap dari berbagai seminar, buku dan pengalaman pribadi.

Akhirnya, jadilah bahan presentasi yang tujuannya cuma sharing pengalaman dan sedikit pengenalan tentang autism, jadi tujuan awal cuma untuk meningkatkan “parent dan public awareness” (sosialisasi untuk orang tua dan masyarakat umum )

Hari itu kebetulan bisa dapat pinjaman LCD proyektor dari teman, jadi acaranya memang agak mendadak. Dan sebagian besar peserta adalah guru.

Jadi awalnya malah dia minta saya membuat semacam ‘autis center’ dan dia yang support dananya. Walah, saya tentu saja menolak, karena saya cuma ibu rumah tangga yang kebetulan punya anak ASD ‘lebih dulu’ dan background pendidikan akuntansi (sangat jauh dari dunia anak2 & psikologi) dengan pengetahuan dan keahlian yang tentu saja sangat minim.

Apalagi setelah 3 tahun 3 bulan saya menjadi peserta ‘marathon autism’ sambil membawa anak keluar dari dunia autis. Walau kemajuan anak selalu terlihat nyata, ternyata ‘garis finish’ belum terlihat dan terbayang jelas.

Sekarang saya full time di rumah, saya dan suami cuma berharap selalu punya ‘stamina dan iman’ untuk tetap dapat menjadi peserta ‘marathon’ sampai garis finish.

Pokoknya berusaha 100% dan percaya hasilnya ke Tuhan 100%.

Salam,
Ibu WK. Jakarta



__

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy