Montessori dan autisme

07/24/2005

Mohon saran-nya, beberapa hari yang lalu saya diajak teman saya ke sebuah Montessori workshop di Jakarta. Disana juga ada pameran barang-barang Montessori dan educative play set.

Pamerannya sangat menarik dan ketika saya melihat barang-barangya, saya berfikir sepertinya sangat cocok untuk dipakai sebagai alat terapi. Karena setiap alat Montessori mengandung konsep pendidikan yang sangat jelas dan tidak rancu. Selain daripada itu juga harganya sangat terjangkau dan semua adalah produksi dalam negri.

Pada saat itu, penjual-nya kebetulan seorang yang sangat mengerti tentang Montessori. Dan ketika saya tanyakan apakah semua alat Montessori ini bisa dipakai untuk alat pengajaran anak Autis, dia mengatakan bahwa dasar pertama pengajaran Montessori berangkat dari anak-anak retardasi mental dan diterapkan kepada anak normal, teryata bisa dan hasilnya sangat memuaskan. Kebetulan saya ingin merokemendasikan alat tersebut kepada teman saya yang berencana ingin melakukan home schooling untuk anaknya.

Bagaimana pendapat rekan-rekan sekalian, apakah ada yang tahu hubungan antara Montessori dan autis.

Selain daripada itu apakah alat-alat Montessori dapat dipakai juga untuk media terapi anak autis?.

Mohon sarannya, terima Kasih
Ibu LT. Jakarta

* * *

Kebanyakan anak autis belajar lebih mudah bila mereka bisa melihat atau memanipulasi sesuatu yang sedang mereka pelajari (visual learner atau kinesthetic atau hands-on learner).

Mereka kesulitan memahami konsep abstrak. Montessori, adalah pelopor pendidikan balita, dan beliau sangat mendasarkan proses belajar mengajar pada ‘pengalaman’. Dasar pemikirannya adalah anak lebih mudah memahami sesuatu yang mereka alami.

Kaitannya jelas sekali, bahwa penyandang autis akan dapat mempelajari berbagai konsep abstrak melalui manipulasi dan visualisasi; sementara Montessori memiliki berbagai peralatan yang mendasarkan diri pada manipulasi dan visualisasi (pengalaman).

Selama saya mengelola sekolah khusus anak autis, saya belajar dari anak-anak, bahwa mereka lebih mudah paham bila kita mengganti-ganti tampilan bahan pelajaran, dan mereka tidak harus diberikan SATU jenis metode.

Mau metode Montessori, Teacch, ABA, play therapy, atau apa-pun namanya, bila dapat menjawab kebutuhan mereka; they do enjoy learning as long as the method is enjoyable.

Kalau ada katalog dari negeri seberang, mungkin bisa diikuti ide-nya dengan cara membuatnya sendiri dari bahan yang mudah diperoleh di sekitar kita. Murah meriah, tapi tepat guna.

Salam,
Ibu DP. Jakarta

* * *



__


Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy