Bahasa Inggris untuk anak autis?

07/24/2005

Sebelumnya saya berterima kasih sekali karena telah diterima dengan baik sebagai anggota milis Puterakembara ini. Saya adalah mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris di sebuah PTN di Yogyakarta.

Saat ini, saya semester 10 dan berniat untuk mengadakan penelitian terhadap anak autisme, dengan pokok bahasan English for autism. Saya memandang bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan pengajaran, termasuk Bahasa Inggris.

Meskipun menurut dosen saya tidak (belum) ada manfaat yang cukup signifikan terhadap anak-anak autisme untuk belajar bahasa Inggris, akan tetapi saya lebih menekankan pada sejauh mana anak autisme dapat menerima materi apa pun.

Tidak terkecuali matematika ataupun bahasa Inggris. Karena, saya rasa bukan terletak pada manfaat atau tidaknya pengajaran ini, akan tetapi lebih dari bahwa setiap anak akan mampu dan berhak menerima materi apapun, asal ada tanggung jawab dari pendidik itu sendiri.

Saya kira cukup sekian perkenalan awalnya. Saya sangat berharap untuk mendapatkan keuntungan dari milis ini guna menunjang penelitian saya.

Sekian dan terima kasih.

Sdri. NF. (Mahasiswi), Yogyakarta

* * *

Rekan Milis,

Maaf kalau lancang.

“Saya rasa bukan terletak pada manfaat atau tidaknya pengajaran ini, akan tetapi lebih dari bahwa setiap anak akan mampu dan berhak menerima materi apapun, asal ada tanggung jawab dari pendidik itu sendiri.”
1. Kalau mengajarkan sesuatu, sebaiknya hal yang segera terasa manfaatnya bagi si anak autis dan lingkungannya. Bila tidak, anak ini bisa dianggap tidak maju-maju.

2. Anak memang berhak menerima materi apapun juga. Masalahnya, anak belum sampai pada kematangan untuk ‘memilih’ mana yang paling sesuai untuk dia saat ini.

3. Semua ilmu memang tergantung dari tanggung jawab pendidiknya.

Perlu untuk anda ketahui dulu anak autis itu seperti apa? Silahkan dipelajari dulu “keunikan” mereka, baru deh kita bisa bicara lebih banyak mengenai penelitian anda.

Salam,
Ibu DP. Jakarta

* * *

Halo semuanya,

Kalau boleh saya ikut nimbrung sharing tentang penelitian “English for autism”.

Pertama saya sangat setuju bahwa anak autisme itu unik, jadi permasalahannya bukan kepada “manfaat atau tidaknya bahasa Inggris untuk anak autisme”, tapi kapan anak-anak autis mempelajari bahasa inggris, tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing anak-anak, lalu bagaimana pengaruh pembelajaran bahasa inggris itu sendiri bagi anak-anak autisme.

Saya juga pernah mengalami kasus seperti yang diceritakan oleh ibu TPD dan Ibu DN, bahwa beberapa anak penyandang autisme yang verbal sangat senang dengan pembelajaran bahasa Inggris, serta memiliki spell yang oke banget.

Dan, terkadang beberapa orang tua anak penyandang autisme juga memilih untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah Bilingual (dengan tentunya alasan masing-masing orang tua, dan kemampuan anak yang sudah dievaluasi sekolah yang kemudian diterima oleh sekolah ybs.)

Jika memang sungguh-sungguh tertarik meneliti lebih lanjut tentang english for autism, kenapa tidaqk mencoba dulu pertama meneliti “pengaruh perkembangan anak autisme yang sekolah di bilingual.
Karakteristik subjek:
1. Misalkan umur 4 - 7 tahun or else
2. Bisa verbal (khususnya bahasa Indonesia)
3. Bersekolah di sekolah bilingual (serta karakteristik lainnya yang bisa digolongkan sesuai dengan karakter subjek penelitian dalam hal ini anak autisme, dan tujuan penelitian) Kemudian mengambil kelompok pembanding, anak autis yang berbahasa Indonesia tetapi tetap diterapi dan disekolahkan di sekolah yang berbahasa Indonesia saja.

Lalu, dikontrol variabel bebasnya seminim mungkin, kemudian diamati apakah ada pengaruh atau tidaknya dengan belajar disekolah bilingual (yang menggunakan bahasa inggris) bagi anak penyandang autis?

Memang butuh kerja keras dan kerja sama dengan orang tua atau pusat terapi tertentu. Mudah mudahan bermanfaat.

Best Regards,
Sdri. JR. Jakarta

* * *

Mungkin benar ..…..

Anak-ku aku masukkan ke sekolah bilingual. Alasan pertamanya karena komposisi murid dan gurunya baik.

Kedua tidak terlalu jauh dari rumah dan kantorku sehingga aku bisa antar dan dia tidak terlalu lelah di jalan.

Ketiga supaya satu lokasi dengan adiknya, jadi adiknya bisa “ikut menjaga” dia.

Awalnya aku pikir aduh... apa dia bisa mengikuti? berbicara bahasa Indonesia saja belum benar bagaimana bisa berbahasa Inggris?

Eh... ternyata dia jadi lebih rajin berbicara sekarang. Malahan kalau giliran belajar spelling / dictation... (menurut gurunya) dikelas dia paling pintar karena ingatannya (hafalan) luar biasa, anak normal-pun tidak sebagus dia......tapi kalau sudah giliran pelajaran mengarang.... dapat membuat 3 kalimat saja sudah bersyukur.

Ibu DN. Jakarta

* * *


Anak teman saya, dulu sulit sekali berbicara. Dia memasukkan anaknya ke playgroup dekat rumahnya yang kebetulan bilingual. Eh ternyata anaknya justru dapat mengungkapkan kemauannya dengan bahasa Inggris.

Menurut gurunya, mungkin karena dalam bahasa inggris pengucapannya lebih simple / pendek. Misalnya untuk angka 10 dia cukup mengucapkan “ten” (satu suku kata) tidak harus bilang se-pu-luh (tiga suka kata). Demikian juga untuk kata-kata yang lain, umumnya lebih pendek pengucapannya seperti : want (1 suku kata), sedangkan suka (2 suku kata), shoes : se-pa-tu, hand : ta-ngan, book : bu-ku, dll.


Alhasil.. justru sekarang ibunya yang sibuk bahkan sampai kursus bahasa inggris. Memang tidak semua anak begitu. Ada juga lho yang “membutuhkan” bahasa Inggris.

Salam,
Ibu TPD. Bogor

* * *


__

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy