Sekolah untuk penyandang autisme

07/20/2005

Saya punya anak umur 6 tahun laki laki, hingga sekarang belum cakap bicara. Saya ingin mencari sekolah di Jakarta, khusus anak anak autis.

Mungkin ada teman teman yang mengetahui dimana lokasinya, terima kasih atas kabarnya,

Regards,,
Bapak A. Jakarta

* * *

Hallo Pak A,

Kalau boleh saya sumbang saran, sebaiknya anak Bapak coba dimasukan ke sekolah reguler saja, jika memang anak Bapak sudah mulai bisa patuh dan mempunyai keterampilan meniru yang baik. Biasanya, anak-anak penyandang autisme yang sudah pandai meniru, akan belajar meniru dari lingkungannya.

Dengan bersekolah di sekolah reguler, anak penyandang autisme akan meniru teman-teman sebayanya di sekolah.

Mungkin, pada awalnya Bapak harus saling terbuka dengan pihak sekolah hingga pihak sekolah pun akan membantu Bapak dan anak Bapak. Biasanya, ada juga beberapa sekolah reguler yang menerima anak penyandang autisme.


Salam,
Sdri. JR, Jakarta

* * *

Dengan segala hormat,

Apakah seorang individu autistik bisa atau tidak masuk sekolah reguler, sangat tergantung pada berbagai faktor; antara lain: kemampuan anak mengikuti instruksi, pemahaman anak terhadap stimulus lingkungannya, kepatuhan anak terhadap aturan, kemampuan anak menahan diri dalam mengekspresikan emosi, kemampuan anak mengemukakan keinginan secara baik, dan masih banyak lagi ...

Alangkah bijaksana-nya bila putera bapak di evaluasi secara seksama untuk mencari tahu kelebihan dan kekurangannya, serta memprediksi bagaimana partisipasi putera bapak di lingkungan sekolah ; apakah reguler, khusus atau luar biasa.

Ibu DP. Jakarta
* * *

Benar ... jangan karena kita kepingin dia masuk sekolah reguler hanya karena kita ingin mereka belajar menjadi “normal” padahal anak kita sama sekali tidak nyaman, malahan di sekolah dianggap mahluk aneh dari ruang angkasa :

Ibu DN. Jakarta
* * *
Bapak hubungi pihak sekolah, datangi dan perhatikan. Lalu Bapak bayangkan apakah putera bapak akan bisa berbaur dan berpartisipasi aktif di lingkungan sekolah tersebut. Kurang bijaksana rasanya, bila anak masuk lingkungan tertentu, tetapi hanya menjadi ‘anak bawang’ atau ‘pelengkap’ saja.

Jangan lupa, kita semua sebagai orang tua individu autistik ingin agar anak bisa mandiri di kemudian hari. Tapi.. tujuan tersebut tidak selalu harus tercapai melalui sekolah reguler, bukan?

Ibu DP. Jakarta
* * *
Setuju!, buat saya juga yang penting untuk saat ini bagaimana dia bisa mandiri dan kitalah yang harus mengupayakannya dengan memilih sekolah yang tepat (reguler atau khusus).

Ibu DN. Jakarta
* * *

Di sekolah reguler, persoalannya bukan sekedar berbaur dan kesempatan meniru, tetapi mengikuti pelajaran dari Departemen Pendidikan Nasional. Nah lho... sudah siapkah anak?

Ibu DP. Jakarta
* * *
Ini yang paling saya takutkan ketika akan menyekolahkan anak saya di sekolah umum. dengan kurikulum dari Departemen Pendidikan Nasional. Saya tidak ingin anak saya belajar malahan jadi tambah bingung atau stress karena mempelajari hal-hal yang tidak “perlu”.

Ibu DN, Jakarta

* * *


__

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy