Konsistensi dalam Mendidik Anak

09/06/2008



----- Original Message -----

From: maria a

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Sharing pengalaman perjalanan UNIK dengan Madeleine...

Dear All,

Setelah satu minggu pergi , punya pengalaman yang unik dengan Madeleine, yang aku rasa masih memerlukan penanganan yang lebih efektif . Tapi aku juga gak tahu, bagaimana mengatasinya ?

*Yang pertama*

Saat di airport , dia mau beli suatu barang yang dia suka (karena ada di iklan) , Madeleine sangat agresif dan maksa benar terlihat dia tidak dapat mengendalikan emosinya untuk bersabar saja mendapatkan barang yang dia suka. Untuk menghindar NGAMUK yang berkepanjangan dengan terpaksa kami meluluskan keinginannya dan membayar barang yang dia mau beli. Namun , ternyata barang yang sama itu ada juga dijual dibeberapa TOKO, dan dia juga mau MEM*BORONG* semua barang - barang dari toko yang satu ke toko yang lain......sikap obsesif ini tentunya menganggu karena kami sebagai orang tua GAK tahu BAGAIMANA menanganinya selain mencari jalan pintas ..memenuhi nya...Karena di tempat UMUM dan gak mungkin juga kami harus berhadapan dengan TANTRUM yang bisa 2 jam menangis tak henti.Ya, dengan tarikan nafas dan sabar aja untuk tidak bertengkar dengan pasangan dan tidak marah dan tahan emosi sudah suatu keberhasilan orang tua yang luar biasa

lah.

Mungkin ada orang tua yang mengalami hal sama seperti kami dan telah berhasil keluar dari masalah seperti ini ???? please sharing

*Yang kedua:*

Ketika harus mengunakan seat belt di pesawat , madeleine menolak . Walaupun berbagai cara jitu telah kita coba dari memberikan pre info kepada dia secara sederhana sebelum pergi, sebelum boarding, dibujuk dengan barang kesukaan, dialihkn perhatianya, ditegasin.

Karena kami 4 x ganti pesawat, kami gak putus asa mencoba ....tapi ya..tetap saja akhirnya kita yang kalah.. ,bahkan terakhir dia malah ada kalanya dia yang mengatur kami untuk juga tidak memakai seat belt...Sulit memang menghadapi yang kalau kita paksa malah dia TANTRUM ( kita berpikir jauh juga karena di ruang publik) . Tak sering juga saya menjelaskan kepada pramugari bahwa Madeleine is so special ....sehingga dia dapat dispensasi ..Tapi khan gak bisa begini terus ????

Mungkin ada orang tua yang mengalami hal sama seperti kami dan telah berhasil keluar dari masalah seperti ini , please sharing ?*

Ya, kalau dari dua masalah di atas , kami merasa masih banyak yang perlu kami tangani dengan sabar, bukan hanya 2 masalah diatas tapi juga KEKOMPAKAN dalam keluarga, dimana tidak jarang juga kami jadi bersitengang dengan pasangan, adik nya madeleine, madeleine, dan melawan rasa MALU di ruang publik dan rasa kawatir yang berlebihan akan penilaian orang lain .... Mungkin masih juga saya banyak belajar......penanganan anak autis dan penanganan diri kita sendiri pada saat dilema.

Smoga banyak rekan yang membantu memberikan pendapat, dan mungkin juga hal ini dialami oleh para ortu ...TAPI satu HAL ..AKU hanya PRINSIP bahwa tetap akan berusaha terus membawa madeleine ke ruang publik, seberapapun sulitnya masalah yang harus aku hadapin, karena itu juga sebagai bentuk penerimaan aku akan anugrah ALLAH ....

Jadi jangan tinggalkan anak autis di RUMAH karena keterbatasan yang dia miliki.....berjuang lah untuk mengajarkannya ....

Thanks atas semua sharing, nasehat untuk kami yang pasti sangat bermanfaat untuk memperjuangkan anak autis di ruang publik.

MARIA

(mama dari madeleiene 7 tahun, autis)



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] KASUS MADELEINE.....(menjawab teriakan Maria)

Parents,

Memang konsisten di tempat umum itu SYUSYAH luar biasa. Tapi lebih susah lagi nasib kita sekeluarga kalo anak gak dibiasakan untuk MENURUT dan PATUH pada apa kata kita. Mumpung Madeleine masih 7 tahun, badan belum setinggi Monas, dan juga belum berat-berat amat...kita harus coba dari sekarang supaya ke depannya kita tidak punya masalah yang sama. Bisa, kok... (daripada terus kalian KAPOK lalu anak tidak diajak kemana-mana??? Kasihan, dong?)

1. Mulai dari bepergian ke tempat yang "mudah ditangani" dulu. Misal, ke mall yang banyak "godaan"-nya. Sebelum berangkat, udah janjian dong si papi en mami...jadi gak berantem di depan umum (apalagi di depan anak !). Janjian tentang apa? Tentang apa yang bakal diberikan dan tidak. Pegang teguh kesepakatan tersebut! So...even if this beautiful daughter mengamuk, kalian berdua sudah tahu apa yang akan dilakukan.

Saran saya kalau dia mengamuk? Angkat, bawa ke mobil, pulang. Lebih bagus lagi kalau DIA PULANG SENDIRI (ditemani pengasuh?), dan kalian sekeluarga meneruskan acara menyenangkan di mall.

Pembelajaran? Kamu mengamuk? RUGI ! Pasti ada konsekuensi tidak menyenangkan.

(Jangan lupa...sebelum berangkat pakai SOCIAL STORY dengan gambar..Setiap dia "akan" berulah, kembalilah ke social story dia untuk mengingatkan. Tidak berhasil? TIdak mau patuh? Jatuhlah konsekuensi...)

2. Seatbelt pesawat? Sehari-hari sudah biasa pakai seatbelt belum? Ini WAJIB AJAR.

Saya dulu sama Ikhsan aturannya gampang. Mau duduk depan sama Ibu? Pakai sabuk. Gak mau? TURUN. Ibu mau pergi. No way out. Apa? Mula2 nurut, tapi lalu di tengah jalan buka sabuk? Ibu balik kanan, kita pulang. Gitu aja kok repot! (hehe).

Ikhsan tahu betul, Ibu means what she says...and she will say what she means. Tapi pengetahuan itu diperoleh dengan upaya yang keras luar biasa lho.. Jangan salah!

Kita tidak bisa menunggu sampai berangkat ke luar kota / keluar negeri baru mengajarkan hal-hal ini dong. Semua hal diatas kan sebetulnya prinsip dasar dalam kehidupan. Ada aturan yang TIDAK BISA DILANGGAR, whatever the situation is, whoever you are, wherever - whenever. Titik.

Kalau sebelumnya tidak diterapkan, lalu TIBA-TIBA aja dituntut dari anak, ya gak mungkinlah.. Harus dibina bertahap, tapi terus menerus.

Bisa? PASTI BISA.

Have confidence in yourselves.

Pembelajaran trip kemarin....Maria & Agus harus lebih yakin dalam menerapkan aturan sehari-hari. Sering-sering ajak anak untuk ke tempat umum, dengan tujuan satu: ikuti aturan. Gak ada tawar menawar atau negosiasi. Bikin target aja. Bulan ini mau kemana aja (tiga tempat?), terus aturannya apa aja? Sekalian aja adiknya Madeleine juga dapat pembelajaran yang sama. Sekali dayung dua pulau terlampaui.

Tapi ingat. Aturan harus jelas (tidak bermakna ganda), diterapkan dalam setiap kesempatan oleh siapa saja. Sebaiknya pada saat sedang berusaha menegakkan aturan seperti ini, kita juga jangan pakai target apa-apa selain ngajarin itu. Misal, ke mall. Kita juga jangan sambil target belanja, makan, benerin handphone, potong rambut, atau apa lah. Kita targetnya adalah ngajarin anak bahwa dia harus ini, atau itu. (Misal, kamu tunggu ibu potong rambut dulu, nanti baru kita beli buku. Atau...hari ini boleh ke mall, tapi tidak beli apa-apa. Hayoo..pernah, gak??)

Saya pribadi belum pernah bawa Ikhsan naik pesawat. Tapi saya yakin, bahwa kalau tiba saatnya (ngumpulin duit dulu, dong), dia tidak akan bermasalah memakai seatbelt atau menunggu atau berbelanja. Masalahnya pasti "cemas dengan suara pesawat" dan "terlalu excited karena pengalaman baru" dan "tidak mau pipis di toilet sempit" dan "tidak mau makan makanan pesawat" dan "tidak mau menginap". Banyak ya? Ho'oh. Makanya belum dibawa naik pesawat! Rugi ! Hehehe...

So, Maria...lunas, ya? Hope this helps.

--dpó



----- Original Message -----

From: Yuliana D

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] KASUS MADELEINE.....(menjawab teriakan Maria)

Bu Ita,

Sekedar nimbrung sambil bingung, nah lho???

Saya sll beranggapan bhw Jason, 4th tll muda utk memahami konsekuensi spt kl dia nakal, kita tinggal, dia plg sendiri sama susternya, apa mungkin dia bs memahami konsep konsekuensi di usia demikian?

Dulu yg sll saya takutkan adalah bhw jason bs trauma, trus dia bs benci ama saya kl saya kerasin dgn disiplin. Buktinya skrg aja dia lbh ok ke daddynya, krn kebykan saya yg jd bad cop-nya.

Dan memang kesulitan yg plg byk saya alami adalah membuat aturan yg jelas dan tdk bermakna ganda, trus gmn mempertahankannya dgn vit T dan K. kdg sulitt bgt bu, tp blh gak sambil mencoba dan belajar, kita take it one step at a time, maksudnya, kita liat2 situasi, kl memang gak memungkinkan utk diteruskan pembelajarannya, kita stop dulu, istilahnya we pick the battle. Atau malah salah begini bu? bingung yah? saya jg bingung...

contohnya nih bu, soal seatbelt, kl memang jarak msh deket, kita bs balik lg, lha kl di puncak? kumaha atuh?

Saya setuju dgn prinsip bu Ita, BISA? pasti bisa, asal ada keyakinan dan pikiran positif, memang sulit sih.. So, Maria, ayooo belajar, pasti bisa deh!!! contohnya AIT jason, akhirnya bs kan?

Saya belajar bhw Jason kayaknya bs "sense" kl kt ragu2 atau kl kita gak bener2 mean it, jd dia gak akan nurut. Jd skrg saya hrs tegarkan diri dulu, yakinkan diri dulu, baru maju ke dia. Memang kdg kompromi sulit dgn suami, kebykan dia yg nyerah duluan, malah saya blg kl mau nyerah, jgn keliatan atau tercium oleh jason. sami mawon kl gt. betul gak bu?

Jd nambahin PR bu Ita nih.. hayoooooooo

Salam,

Yuli (mama Jason)



----- Original Message -----

From: intan r

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] KASUS MADELEINE.....(menjawab teriakan Maria)

yah Bu Ita....sebenarnya yang lunas bukan cuma Mbak Maria tp segambreng yg nebeng...contohnya aja saya...ngaku nih...sambil baca posting Ibu sambil juga belajar so,many thanks ya Bu Ita for your advice.

Mbak Maria sorry ya saya bukannya kasih solusi malahan nebeng. Mdh2an Madeleine bisa lebih banyak belajar lagi ya...

Be Blessed.

rgds,

intan



----- Original Message -----

From: Eveline H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] KASUS MADELEINE.....(menjawab teriakan Maria)

Waduh Bu... ini bagus sekali. Walau mungkin susah utk konsisten... sy juga mau coba...



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] pick the battle?? (lanjutan kasus Madeleine)

Pick the battle?

Ini nama pengganti, atau alias, dari INKONSISTENSI. Jadi, kadang ibu konsisten, kadang ibu tidak tega, kadang* ibu larang kamu, kadang ibu kasihan...

Usia 4 tahun, bukan anak kecil lagi. Sudah saatnya disiplin masuk, meski mungkin tidak sama dengan cara saya mendisiplinkan Monas, atau ibu Maria mendisiplinkan Madeleine. Tapi soal apa yang boleh dan tidak (misal, pipis sembarangan, lempar barang) ya sudah musti diajarkan dong.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, memulai pembelajaran "HARUS PAKAI SEATBELT" ya mulai dari porsi kecil dong. Masa nunggu pergi ke puncak baru dikerjain? Kan aku udah bilang, pas pembelajaran, pilih tempat yang "controlable" dan "manageable". Kalo sudah tok-cer, baru kita bisa dengan PEDE pergi ke Puncak tanpa khawatir, karena anak sudah belajar dari pengalaman sehari-hari bahwa ibu sangat konsisten dan akan balik kanan grak pulang kalo di tengah jalan bertingkah. (kata kuncinya= sudah belajar dari pengalaman sehari-hari, dan orangtua sudah bersikap konsisten).

Tidak ada istilah "ancaman kosong" lho ya dalam pembelajaran seperti ini.

You say what you mean, you mean what you say.

Btw, thanks to Maria yang sudah begitu jujur mengungkapkan permasalahan sehingga banyak orang bisa ambil manfaat dari pengalamannya. Means a lot to all of us (including me).

salam,

--dpó



----- Original Message -----

From: Yuliana D

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] pick the battle?? (lanjutan kasus Madeleine)

Waduuhhhh... tambah puyeng deh aq... Jd pick the battle ini gak boleh donk bu???

Aduh vit T dan K nya bener2 minim nih... contohnya aja kmrn diajak belanja, Jason mau dorong2 trolley, lg seneng2nya suruh dia latihan dorong trolley, hehehe... trus dia lewat lorong mainan, agak kelewat dikit, trus mundur, ngintip2 dulu, liat mainan motor, saya blg gak boleh, kita kan mau belanja, dia tetep kekeh, akhirnya ditarik paksa utk jalan... tp akibatnya dia gak mau dorong troley, yah tujuan gak tercapai nih, jd gmn donk? stlh jalan agak lama, saya blg, kita belanja dulu, nanti kl udah selesai baru kita beli mainannya... nah lho? salah yah bu? abis gak tegaan jg, bagi saya kl memang bs saya kompromiin yah saya lakukan, meski berarti saya melanggar kata2 saya sblmnya, merubah keputusan saya (blh gak sih kita merubah keputusan kita?).

Yg saya pikirkan waktu kmrn itu, saya mau dia latihan dgn trolley and I would like to hv some fun in shopping, jd kompensasi beli mainan yah ok2 aja. memang sih, kl kayak gt shrsnya saya gak blh bilang gak mau beli dr awal yah? abis terlanjur ngomong, gmn donk? Stlh itu dia mau belanja, ambil2in brg mskin troley. stlh selesai mau ke kasir pun dia gak ribut lg mau beli mainan, malah saya pikir, eit td mami

janji nih, ya udah saya suruh suster pergi ke lorong mainan utk ambil mainan

yg dia mau beli td. tampangnya lgs deh hepi berbinar2... huuuu...

Kl kayak bgt gmn donk bu, solusinya?

kl utk pipis, skrg saya mulai menerapkan sistem ibu tiri, dia disuruh ngepel, meski hati separuh2 liatnya, tp tetep ditegain...

Spt waktu Mike dtg dulu, Jason kekeh minta ditemenin oleh Mike pdhal Mike lg ngobrol ama saya, trus dia ngamuk2 gak mau terapi, dan Mike sdh blg gak mau msk ke dlm sana. Akhirnya Mike blg ke saya, kita temenin dia di dlm sambil ngobrol, Jason naik2 ke pangkuan dia tp dia gak mau pegang jason. Trus Mike

blg kl gini we pick the battle, kita turutin dia, tp 10 menit terakhir kita walk out, sesi berikutnya nambah jd 15 menit. akhirnya di sesi yg ketiga dr situ jason gak maksa lg minta ditemenin... nah kl kayak gini blh gak? jd bingung euyyy...

Kayaknya kita perlu bener2 kursus utk jd ortu nih.. ribet euyyyy...

Trims yah bu Seleb... hahaha.. bu Ita maksudnya..

Salam,

Yuli (mama Jason)



----- Original Message -----

From: intan r

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] pick the battle

Saya jadi kepikiran tentang vitamin k sebab selama ini saya merasa paling ngertiin anak tp ternyata setelah baca postingnya Mbak Yuliana Dewi sebagai kelanjutan dari masalah Mbak Maria,saya baru ngeh bhw ternyata cara suamiku selama ini yg aku anggap terlampau keras pd Pindo adalah justru cara yg lebih tepat yaaah setdknya dibandingin saya gitu.



Selama ini saya sering sebel kalau lihat suami terlalu keras maksudnya dia selalu tega gitu mendisiplinkan Pindo misalnya makan harus di meja makan sementara saya kadang2 gak tega kalau Pindo maunya makan sambil baca di ruang tv. Terus kalau habis baca koran atau majalah harus Pindo beresin sendiri sementara saya dgn 'baik hati' bantuin beresin...biar cepet pikir saya.. oh my God ternyata aku yg sok tau ya...



Dus Mbak Maria dan Mbak Yuliana Dewi memang kayaknya kita ini masih harus banyak mengkonsumsi vitamin K ini ya....atau istilahnya Mbak Maria di up grade.



Bu Ita sekali lagi saya juga menghaturkan terimakasih karena sdh memberi advice yg sebenarnya sdh sering diberikan tapi dasar sayanya aja ngakunya paling sayang tapi

kadang-kadang malahan keseringan inkonsisten dgn aturan main...



Be Blessed.

intan



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] pick the battle?? (lanjutan kasus Madeleine)

Komentarnya gampang banget.

Contoh bahwa "picking the battle" bukan cara yang bijak:

1. Pengemudi harus pakai seatbelt...eh, kalo hari-hari tertentu gak papa deh..kan tergantung baju yang dipakai...takut kusut

2. Anak kecil harus tidur jam 8, besok biar gak ngantuk...eh, kalo lagi mau diajak ibunya dugem gak papa deh...biarin lah sekali-sekali ngantuk di sekolah...paling juga gak ulangan (mudah0mudahan)

3. Bayar tagihan harus jam 10....eh....gak ah bulan ini mau foya-foya dulu. Apa? Diputus listriknya? Duh, kurang ajar! Memangnya kenapa sih kalo kali ini aku telat. Cuma aku doang, kan? (hehehe...sapa bilang???)

4. Di milis ini gak boleh jualan...eh....kecuali kalo ibu A, ibu B, bapak Z sama keluarga X deh. Gak, gak bakalan ada yang marah... Kan cuma mereka aja yang boleh... Yang lain gak boleh...

Mau contoh lebih banyak lagi?

Singkat kata, ini negara kita berantakan juga karena inkonsistensi aturan. Kadang begini, kadang begitu. Buat yang rakyat kecil gini, buat yang banyak duit gitu.

Judulnya? temennya bawang = cabe deeeehhhh.... Atau singkong diragiin

= tape deeehhhh....

Up to you, parents. But if your children turn out into spoiled brats in the future, don't blame anybody else except yourselves.

salam,

--dp--

(penjual vitamin K dan suplemen T yang juga masih suka musti minum supaya gak lengah)



----- Original Message -----

From: Wina W

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] pick the battle?? (lanjutan kasus Madeleine)

Saya mempunyai pengalaman yang sama waktu Gilang belum seperti sekarang.

Kasus 1 : di Supermarket

Saat itu kami sedang berbelanja di Carrefour dan seperti biasa kalau melihat mainan Gilang akan memaksa untuk membeli mainan yang dia suka. Saya dan dan suami sudah sepakat kalau Gilang memaksa untuk membeli mainan maka kami tidak akan meluluskan perminttannya. Kami sudah siap-siap kalaupun nangis2 tetap tidak akan dipenuhi permintaannya.

Meskipun sudah diingatkan bahwa kita ke carrefour bukan untuk membeli mainan tetap saja keukeuh Gilang mau beli mainan dan mainan tersebut tetap dibawa dan dimasukkan ke dalam troley. Sambil jalan saya bilang "meskipun mainan itu dibawa, mama dan ayah tidak akan membayarnya di kasir" eh.. dia terus nangis kencang, saya tetap tidak tergoda meskipun ada rasa malu di depan umum. Saya hanya bilang "malu dong..udah besar kok..masih nangis2".

Sesampainya di kasir saya langsung bilang ke kasir bahwa mainan yang dibawa Gilang tidak jadi dibeli. Gilang tetap nangis2, saya dan suami tetap enggak mau menurutin kemauannya dan setelah selesai pembayaran langsung jalan keluar dan meskipun masih terisak-isak Gilang akhirnya nurut juga dan mau diajak pulang.

Sekarang Gilang jauh lebih nurut dan sudah tidak memaksakan lagi kehendaknya

membeli mainan.

Kasus 2 : Membiasakan bangun pagi

Waktu itu Gilang kelas 1 SD dan masuk sekolah jam 7.20 sementara jarak rumah dengan sekolah Gilang lumayan jauh (kalimalang-cilandak), agar semua tidak terlambat maka disepakati bahwa berangkat dari rumah jam 5.30.

Suatu hari Gilang susah sekali dibangunkan dan rewel tidak mau mandi, dibujuk-bujuk tidak juga luluh dipaksa malah nangis kencang-kencang. Akhirnya karena sudah terlambat, saya bilang "Mama dan Ayah tidak bisa menunggu karena sudah kesiangan, maka Gilang enggak usah sekolah saja biar nanti gurunya memberikan cap "terlambat". Eh.. bukannya cepat-cepat mandi malah tambah kencang nangisnya. ya.. sudah akhirnya saya dan suami tetap berangkat duluan dan meninggalkan Gilang di rumah. Di tengah perjalanan, Gilang telpon saya agar balik lagi ke rumah jemput dia karena ingin sekolah, saya katakan bahwa tidak mungkin balik ke rumah karena sudah siang, dia tetap nangis-nangis di telp akhirnya telpon saya matikan meskipun dia berusaha terus telpon saya.

Saya telpon ke gurunya terus terang bahwa hari ini Gilang tidak masuk sekolah karena sedang diberikan "shock therapy" agar bisa menghargai waktu dan berangkat pagi-pagi.

sore hari sesampainya di rumah, Gilang minta ma'af dan janji tidak melakukan

hal itu lagi.

Sekarang meskipun masih agak leled, tapi sudah jauh lebih baik dan berangkat

dari rumah sudah tepat waktu malahan dia selalu datang paling awal ke sekolah dibandingkan teman-temannya.

Dari pengalaman saya tersebut, kuncinya adalah konsisten, tegas dan tentunya tahan rasa malu di depan umum.

salam,

Wina (mamanya Gilang)



----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] pick the battle?? (lanjutan kasus Madeleine)

Bravo Bu Wina, hebat banget deh!!!

Salah satu kunci keberhasilan juga karena suami dan istri se iya se kata

(betul gak tuh tulisnya hehehe), intinya suami dan istri bersatu.

Kalau saya rada susah yah, istri nggak tegaan sih. hiks...

Regards

David H



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] pick the battle?? (lanjutan kasus Madeleine)

Alaaa...nyalahin istri.

Kayaknya DH sendiri juga suka gak tega sama Janice, ah.

Setali tiga dollar kok!

--dpó



----- Original Message -----

From: maria a

To: peduli-autisc Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] KASUS MADELEINE.....(menjawab teriakanMaria)

Thanks .....banget buat semua.

Smoga ini bermanfaat buat kita semua , dan aku mulai menyusun rencana berpergian dengan target ..mengajar pake seatbelt....sama tegas . Karena setelah diskusi juga dengan mbaknya Madeleine , dia bilang ..kalau gak ada MAMA , madeleine mudah dibilang tidak...; Juga kemarin ketemu kakakku dan curhat masalah ini..Dia agak kaget , karena pernah bawa Madeleine ke Mall Klp Gading dan waktu Madeleine mau Fanta , tapi kakakku larang ..it is ok , dia mau nurut ....dan minum air putih. Jadi memang mungkin di AKU yang harus banyak diup grade ...to be a good and wose mom...thanks all.

MARIA

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy