CD PECS/COMPIC --> Visualisasi

08/29/2008



----- Original Message -----

From: fanny s

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] CD PECS / COMPIC

Teman2 milis, saya mo nanya..apa ada yg tau tempat yg menjual CD PECS di Indonesia?



Mohon bantuannya yah...



Terima kasih.



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] CD PECS /COMPIC

CD Pecs tidak dijual dimana-mana, karena 'kan musti beli di amrik sana.

Kalau mau, ada fotokopian gambar2nya, dalam bentuk kamus. Kamusnya bukan kamus PECS namanya, tapi kamus Mayer-Johnson (yang lalu dipakai untuk PECS). Eh, itu kalau yang dicari, gambar2nya lho ya. Bisa hubungi Yayasan Autisma Indonesia 797-1945 atau Mandiga 722-0153.

Kalau yang dicari adalah CD PELAKSANAAN metode itu, lebih gak ada lagi. Ada sih, di dalam komputer saya. Untuk keperluan workshop, kami di Mandiga bikin khusus role-play para guru, bagaimana mengerjakan PECS itu. Nah, itu gak dijual lah. Gak bakalan ngerti. Kan musti diajarin...

Proses pembelajaran bisa dilakukan dalam kelompok kecil. Sudah ada beberapa rekan milis melakukannya di Mandiga. Antara lain emaknya Rakhsan. Dia tuh, top banget. Sesudah bawa segambreng orang ke Mandiga untuk ikutan workshop kecil itu, dia terus2an imel aku untuk minta petunjuk selama pelaksanaan yang suka aja ada insiden atau macet. TOP deh.

Bukan promosi, bukan jualan. Sekedar mengarahkan supaya gak tersesat.

salam,

--dpó



----- Original Message -----

From: Dona M C

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] CD PECS / COMPIC

Dear bu fanny,

CD PECS biasanya tidak ada dijual di indonesia biasanya langsung beli ke amerika untuk PECS and COMPIC di australia, kalaupun ada di beberapa keluarga kemungkinan dari yayasan yang biasa anak mereka terapi tapi biasanya ini juga copy.

coba di website www.pecs.com atau www.compic.com untuk bisa beli online.

Dona



----- Original Message -----

From: Yuliana D

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] CD PECS

Bu Fanny,

Aku punya CD yang mirip dgn PECS, tapi bukan asli dari PECS. Kemarin sempet mau beli di amrik tapi pas diliat lagi, ternyata gambarnya bukan gambar org asli, tapi gambar biasa aja, jd kurang menarik buat jason. akhirnya saya nemu di australia, ada yg jual CD yg isinya gambar2 spt di PECS tapi pake foto org beneran.. tapi blm saya print juga, hehehe..

Saya merasa malahan (menurut saran dr Bu Hatra), mendingan kita pake gambar foto kita sendiri, akan lbh kuat pengaruhnya.. jd skrg saya mulai kumpulin foto spt mandi, pipis, pup, makan, dsb.. yg dasar2 dulu, trus print warna dan laminating, jadi deh.. jadi kita yg jadi artisnya.. hehehe..

Tapi kayaknya gak bisa di copy bu CDnya.. di protect, jadi gimana yah? mau link websitenya aja? ibu domisili mana?

Salam,

Yuli



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Penggunaan visualisasi (satu)

Sedikit sharing pengalaman.

Menggunakan foto memang bagus pada tingkat awal proses pembelajaran anak-anak kita, karena mereka langsung "tune-in" dengan "kita disuruh ngapain, sih?".

Tapi pada perkembangan selanjutnya, anak-anak kita harus juga diajarkan membaca simbol (sebelum akhirnya mengarah pada membaca tulisan nantinya).

Kenapa?

Supaya mereka tidak kaku.

Jangan lupa bahwa ciri khas individu autistik 'kan rigidity-nya itu.

Jadi jangan sampai mereka berfikir bahwa "kemeja" itu, adanya yang

kemeja kotak-kotak itu...tapi bahwa semua yang bentuknya dengan lengan-krah-kancing adalah apa yang disebut "kemeja"..terserah apa polanya. Jadi, simbol 'shirt' disini cocok betul... Atau, bahwa bola itu macem2, kursi itu macem2, pinsil macem2...gitu terus... Sampai ke pengertian bahwa kalau minum tuh gak harus pakai gelas kamu yang gambarnya Winnie the Pooh atau Elmo (please, deh) tapi

bisa minum pake sembarang gelas, tauk...

Maka dari itu, tahapannya yang benar adalah:

- benda 3 dimensi dalam ukuran sesungguhnya

- miniatur benda 3 dimensi

- foto

- gambar berwarna

- gambar linear tanpa warna

- tulisan

Kalau sudah sampai yang paling bawah, HUENAK TENAN...soalnya modal tinggal bawa kertas en alat tulis. Mau nerangin sesuatu tapi kalau secara lisan anak tampak gak langsung "ngeh"? Ya gak usah pusing cari gambar / foto / simbol...ambil aja pinsil, tulis deh situ.

Ddduuhhhh... I've gone through all those phases euy... Bener2 temennya bawang ...cabe deehhhh....

(Makasi ya, Ikhsan...sekarang ibu gak usah capek2 cari gambar lagi)

--dpó



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] penggunaan visualisasi (dua)

Menyambung topik sebelumnya tentang visualisasi.... ada sedikit sharing (lagi).

Beberapa hari terakhir 'kan aku menjadi "upik abu" sejati nih.

Nah, aku perhatikan, pada saat mandi, kok Ikhsan seperti yang "pasrah" dan "pasif" ya? Padahal rasanya dari dulu udah diajarin mandi sendiri, prosedur, urutan, dan sebagainya. Hm...mungkin selama ini dimandiin lagi? Ah, daripada nanya sama dia dan cuma dapet senyuman (mana dia mau ngaku??), mendingan aku lakukan sesuatu.

Jadi tadi pagi pas tuan besar masih tidur (bener2 besar, kalau yang ini), aku udah duduk di depan komputer. Aku bikin "VISUAL SCHEDULE" tentan cara mandi, sampai ke urutan bagian badan mana aja yang musti dikerjain supaya gak terlewat.

1. Urutan mandi (ini refreshing dari yang dulu udah dibikin ajah, ada di bukuku pertama.... Buat yang belum pernah baca buku aku yang pertama...RUGI ! --soalnya yang kedua minggu depan udah mau dicetak. Yiipppeeee).

2. Urutan bagian badan.

Ini yang baru. Jadi aku bikin, muka, terus badan beberapa copy, tapi dengan panah yang berbeda-beda menunjuk pada dada, punggung, bahu, leher, tangan, kaki. Maksudnya: untuk tiga kegiatan besar (memberi sabun, menyiram air, mengeringkan badan) aku maunya dia melalui urutan bagian badan itu.

Kenapa kok ribet? Aku perhatikan dia suka terlewat tuh, bagian2 badan tertentu. Standard

higiene gak terpenuhi dong???

3. Satu kertas berisikan tiga simbol besar (jangan pake foto dong! HOROR!):

pipis, pupup, FLUSH.

Kenapa? Huh.

Dia suka "lupa" flush kloset! Bete, 'kan???

Nah, semua itu sekarang sudah pakai simbol dengan tulisan di bawahnya. Jadi dia "diingatkan" dengan melihat ke poster2 itu di kamar mandi. Kalau dari pintu sih, poster2 itu gak kelihatan. Tapi kalau kita sudah masuk ke kamar mandi terus mau menutup pintu (sudah membalikkan badan_) maka poster itu akan kelihatan....

Yang aku lihat tadi, Ikhsan memperhatikan satu-per-satu gambar2 itu sewaktu aku mendampingi dia mandi. Setiap aku tunjuk gambar itu sambil bilang namanya (misal, "SIRAM DADA"), dia segera akan tunjuk gambar itu, terus mengerjakan perintah itu sendiri. Biasanya "prompt" aku akan makin lama makin menghilang....dan aku berharap dalam waktu dekat dia benar2 bisa mengrjakan semua sendiri (lagi) sesuai standard higiene yang bisa diterima ilmu kesehatan (ta'ela).

Naaahhhh...kalau udah kayak gini, udah anak segede gini, gak mungkin

dong pake foto?

--dpó



----- Original Message -----

From: Eveline H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] penggunaan visualisasi (dua)

Wah.... Hebat. Musti ditiru, musti, ini penting...

Thanks ya sharingnya Bu.

Eve

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy