Anakku ditampar orang di Mall

08/15/2008



----- Original Message -----

From: Yunus F

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Assalaamualaikum Wr. Wb.

Mudah-mudahan ini pengalaman buat anak saya yang terakhir kali dan

jangan sampai dialami rekan-rekan yang lain.

Sehari sebelum ulang tahun anak kami Arif yang ke 10 (dulu namanya

Alief) mendorong anak kecil di tempat permaianan anak-anak di Mall di

Mataram. Hal ini sebelumnya selalu kami jaga agar tidak terjadi. Namun

karena sedikit lengah, kebetulan ibunya yang bawa dan sedikir lengah,

maka kekawatiran ini terjadi.

Arif mendorong anak kecil itu karena Arif ingin main mainan tsb. Secara

reflek bapak anak ybs menampar wajah anak kami yang sempat bengong

didepan istri saya.

Sambil meneteskan air mata istri saya langsung minta maaf atas kejadian

itu dan menjelaskan ttg kondisi Arif yang sebenarnya. Alhamdulillah ini

tidak terjadi di depan bapaknya Arif.

Ybs, setelah menyadari kondisi anak kami yang sebenarnya langsung

memegang pipi anak saya sambil minta maaf berulang kali dan Insya Allah

dengan tulus.

Mudah-mudahan ini tidak akan terjadi lagi dan jadi pelajaran buat kita

semua bila bawa anak kita yang special ini di keramaian agar selalu

pasang mata dan telinga.

Salam,

Yunus



----- Original Message -----

From: Regina P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Pak Yunus,

saya sedih sekali membacanya.

Kenapa ya Bapak itu harus juga menampar anak2.. Anak orang lain lagi.

Mudah2an nggak ada lagi yg mengalami kejadian ini..

aduh.. maafin sih maafin.. tapi anaknya udah keburu ditampar..

Arif sih mungkin nggak ngerasain sakit (seperti layaknya anak2 autis yg

tahan sakit.. mungkin), tapi hati ortunya ini lo... sakiiiiiiitttt...

Sabar ya Pak

Regina- Mami Andio



----- Original Message -----

From: Wiwin Windyarini

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang



Aduh Pak, saya gak bisa ngebayangin kalau ini terjadi sama Nanda dan

dihadapan saya pula. Bisa langsung panjang nih taring dan keluar 2 tanduk di

kepala. Untung istri Bapak sabar ya...pasti latihan sabarnya kenceng banget

tuh...GBU.

Ngingetin saya juga nih untuk tambah latihan sabarnya lagi.

GBU,

Wiwin



----- Original Message -----

From: Kusumawardani, S

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang



Duh pak kok saya jadi emosi ya bacanya.

Mau itu ke anak normal kek, anak special needs kek rasanya kita sbg

orang tua nggak berhak main tangan deh. Baik ke anak sdr atau ke anak

orang.

Untung istri bapak sabar ya. Kalo saya waduuuh bisa pecah perang dunia

ke 3!

Maaf ya jadi ikutan galak bacanya big grin

Regards,

Sinta



----- Original Message -----

From: Mieke Randa

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Oh My God,...

Tega amat sich pak orang itu main tampar aja... ga mikir dulu ini anak orang

yang mo dia tampar... coba kalo anak dia yang nakal, trus ada orangtua yang

refleks nampar dia balik... pasti ga terima dong... Apalagi ini anak SN...

Duh, rasanhya saya pingin ikutan men"ceramahi" bapak itu agar tidak "ringan

tangan" sama siapa aja... Mo anak Normal, Mo Anak Autis... dia tidak punya

hak berbuat begitu. Sebellllll...

ikut prihatin yach pak... Yang sabar....

salam,

mieke (mommynya Andre Aurel and hiroshi)



----- Original Message -----

From: Regina,F

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Saya rasa kita sebagai orang beriman , Tunjukkanlah bahwa kekarasan tidak perlu dibalas dengan kekerasan, toh akhirnya orang yang menampar anak kecil itu akan lebih malu lagi, yang tidak akan bisa dia lupakan seumur hidupnya...... itu lebih menyiksa hidupnya... dan dia merasa hatinya lebih kerdil .dari anak kecil tsb yang ditamparnya......... khan ada ayat yang mengatakan "Kasihilah musuhmu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri......................."

Amin.............................

GBU,

Mamanya Arya



----- Original Message -----

From: Yudi S

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Dear Milis

Kejadian serupa pernah saya alami, tapi bukan kepada Fiandi (8 thn autis),

tapi kepada adiknya (Diva 4thn, normal) yang mengadu "dipukul" oleh Bapak

temannya. Katanya sih gara-gara mengejek temannya itu "jelek".

Memang kejadian itu tidak di depan mata saya, tapi dengan aduan tersebut

saya datangi rumahnya. Kebetulan Bapaknya tersebut sudah berangkat kerja,

yang ada ibunya. Saya berusaha menahan emosi dan bertanya secara baik-baik

untuk mengklarifikasikan apakah aduan anak saya itu benar atau tidak. Secara

langsung si Ibunya itu bercerita kronologisnya. Secara lisan memang tidak

mengatakan dipukul, tapi secara peragaannya (karena dia bercerita sambil

memperagakan apa yang "kira-kira" dilakukan suaminya tercinta) saya

menyimpulkan aduan anak saya tersebut benar. Maka pecahlah emosi saya, dan

saya marahi ibunya itu sambil mengatakan bahwa saya sendiri sebagai bapaknya

tidak pernah memukul anak saya apalagi anak orang lain. Saya pun berpikiran,

marahin ibunya sama saja dengan marahin bapaknya.

Yang saya sesalkan, sebetulnya apabila dia minta maaf, sebenarnya masalah

sudah selesai pada saat itu. Tapi yang membuat kesal adalah dia justru

mengatakan bahwa anak saya kan tidak ada luka atau lecet. Yang kami

permasalahkan bukan luka atau lecetnya, tapi di benak anak saya tersebut

sudah tertanam trauma. Bahkan sekarang dia tidak mau lagi main ke rumah

temannya itu.

Akhirnya saya berpikiran bahwa masalah saya anggap selesai saja dengan saya

menegur dan memarahi ibunya itu dan menyuruh si ibu agar disampaikan kepada

suaminya tidak mengulangi perilaku seperti itu di lain waktu.

Sekarang pun kalau bertemu bapaknya itu, boro-boro ada kata maaf dari

mulutnya. Sehingga saya berkesimpulan percuma menghadapi orang yang tidak

punya rasio normal seperti orang begitu. Jadi saya pun tidak memperpanjang

masalah ini lagi. Buang-buang energi. Kalo ketemu ya... cuex bebex aja dan

saya pun sudah tidak punya rasa respect lagi sama sekali

Salam

Yudi (Papa Fiandi)



----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Wah mana boleh main tampar anak orang lain? Padahal Arif cuman dorong kan?

kalau berani lawan bapaknya jgn beraninya tampar anak kecil, sungguh

memalukan. Mau sejuta maaf jg nggak cukup. Memangnya kalau ternyata Arif bukan anak SN, layak ditampar karena hanya mendorong?

Sayang Pak Yunus nggak ditempat, harusnya balas ditampar tuh bapak2 dan

habis itu Pak Yunus minta maaf aja, sama kan?

Saya saja yang sangat2 paling nggak terima kalau anak saya di bully anak

lain, nggak mungkin nampar anak orang lain yang mendorong anak saya.

Yah yang sudah lewat yah lewat deh. Sabar2 saja yah Pak Yunus. Tuh bapak2

pasti dapat balasan kog.

Regards

David H



----- Original Message -----

From: reda reda

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Dear pak yunus ,

Sabar aja yah pak.Mungkin ini adalah suatu ujian dari keimanan kita kepeda tuhan.Tuhan mempercayakan arif kepada bapak untuk dilindungi dan disayangi, dan saya juga yakin bahwa bapak adalah orang tua yang baik yg dapat menerima segala anugerah Tuhan yg dititipkan kepada bapak terutama Arif. Mungkin cobaan yg terjadi pada anak bapak tidak seberapa jika yang terjadi dengan adik saya yang bernama Rival Renaldi.

Jujur saja keluarga saya memang sangat miskin, jangankan untuk diterapis untuk makan kami saja, kami tak punya uang.Hinaan dan cemoohan dari tetangga seakan-akan telah kebal bagi telinga kami.Kadang Adik saya menjadi bahan tertawaan bagi orang-orang.Mata mereka selalu miris jika melihat kondisi adik saya bukannya kasihan.

Kondisi adik saya memang parah.Ia tidak bisa bicara di umurnya yang ke delapan tahun ini.Namun sesekali ia membeo.Dia juga tidak dapat membuang air kecil ataupun besar pada tempat yang benar ( buang air dimana-mana ).Hal itu tidak membuat saya sedih ataupun minder mempunyai adik seperti itu.Justru saya semakin sayang padanya.Mudah-mudahan setelah bapak mendengar cerita saya ini bapak tdk bersedih lagi.Sebaiknya kita selalu berada didekatnya.Karena mungkin seperti anak autis yang lainnya adik saya tidak mempunyai teman barang satupun karena autis yang dideritanya.

Akhir kata semoga rahmat dan ketabahan selalu diberikan kepada kita.Amiiiiieeennn......

Salam,

Reda



----- Original Message -----

From: jennie cita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Sedihnya....

Itulah memang saat2 yang selalu membuat saya juga sedih kadang juga menangis kalau melihat perlakuan orang2 terhadap2 anak kami.

Maaf saya memang jarang ikut komentar, biasanya saya hanya membaca2 saja...tapi kejadian yang memimpa anak Pak Yunus...benar membuat saya menangis...jangan di tampar, saya juga pernah merasa sangat sedih sekali saat mengantar anak saya Panji untuk terapi...saat itu disana ada Ibunya yang sedang mengantar anaknya juga terapi ( tetapi mungkin hanya untuk cara berkonsentrasi belajar saja) dan saat itu Ibu itu membawa anaknya yang lain (adiknya yg sedang terapi). Saat itu Panji saya lihat menghampiri anak tersebut..., tetapi ibunya seperti ketakukan sekali saat anak saya Panji mendekati anaknya ( pdahal badannya anaknya dan umurnya lebih besar dibanding anak saya Panji), lalu saya bilang ke ibunya ...cuma mau main aja bu...dan ternyata Panji cuma mau lihat gambar Power Ranger di kaos anak itu...( astagfirullah...saya benar sedih ...begitu ditakutkan kah anak saya...?)

Itu yang membuat saya juga lebih hati2 kalau jalan2 keluar, pasti saya akan selalu minta kakak dan abangnya panji untuk selalu sama2 menjaga dan mengawasi....hanya untuk menghindari jika terjadi hal2 yang tidak diinginkan.

Semoga mereka2 mengerti ya....bahwa anak autis tidak seperti yang mereka bayangkan dan juga mungkin mereka harus menyadari bagaimana jika hal ini terjadi pada anak mereka..

Jennie ( Mama Panji )



----- Original Message -----

From: Muhamad Yassir

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Pak Yunus dan keluarga kami ikut prihatin.

Tapi percayalah Bapak tidak sendiri ...kita-2 yg punya spesial pasti ada yg pernah mengalami hal itu meski mungkin tdk sampai ditampar.



Percayalah Pak...Kesabaran dan Ketekunan adalah Kunci menghadapi semua ini....



Wassalam

M Yassir (Ayah Fajar autis 9 thn)



----- Original Message -----

From: Regina P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Aduh,

Ternyata banyak sekali orang aneh di sekitar kita ya...

Kalo kaya gini angan2 saya waktu kecil suka muncul. Ambil panah terus itu

bapak dipanah... ciiiut.... aaacchhh....(udah nggak bisa komentar lain

denger cerita ini..)



----- Original Message -----

From: Lusila Retno U

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Pak Yunus,

Wah... Bapak-bapak itu memang perlu ' dididik' . Tapi benar memang kita

sebaiknya tidak menampar, tapi orang itu memang perlu perlu diingatkan.

Pengalaman saya, anak saya Ian ( waktu itu umur 5 th) waktu bel pulang

lari dan menabarak seorang anak kecil . Pengasuh Ian langsung menolong

anak itu dan mengingatkan Ian untuk minta maaf. Ian sudah minta maaf

tapi ibunya marah kepada pengasuh Ian ' Gimana sich punya anak gak

dijaga!' sambil memukul pantat Ian. Pengasuh Ian juga sudah minta maaf

tapi si Ibu itu diam aja.

Untung disitu banyak ibu-ibu lain yang lagi jemput anaknya dan ikut

membela anak saya. Saya yg mendengar ceritanya saja rasanya sedih

banget. Pasti Mama Arif yang melihat sedih banget...

Lain lagi kemarin di Mall MTA ketika lagi lihat-lihat mainan spiderman

tiba-tiba Ian mengambil mainan dari anak kecil di sebelahnya. Kontan

anak itu langsung menggigit tangannya sampai berbekas gigi smua.

Kebetulan saya sedang bayar dan tidak melihat ... Benar kata bapak kita

tidak boleh lengah menjaga mereka dikeramaian...

Thks

Rgds

lusi



----- Original Message -----

From: Sisca

To: 'peduli-autis Puterakembara'

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Wah bapak Yunus orang yang sabar,

Kalau saya, kalau dengan kata-kata, atau pola tingkah yang

Yang tidak mengenakan biasanya saya hanya mencoba meluruskan.

Seperti Bu Mieke, cuek saja di omelin yang tidak benar oleh ibu bawel .

hanya memang tetap saya luruskan, nyampe apa enggak sama pemahaman orang

itu, ya.....harapan saya jika suatu saat pas ada kasus seperti itu

lagi,orang tersebut tidak asal bertindak atau berpikir atau berbicara

menurut persepsinya sendiri yang bisa menyakitkan hati orang lain .

Tapi saya akan bertindak lain kalau sampai menampar.Urusannya bisa

panjang itu.

Waktu anak saya dicubit gurunya di TK, saya tunggu kejadian tersebut

empat kali, empat kali guru tersebut cubit, walau anak saya tidak pernah

ngadu, tapi saya bisa lihat dari bekas cubitan yg biru, saya klarifikasi

ke guru, setelah ada pengakuan guru dengan berbagai macam pembenar, saya

& suami minta rapat dengan Kepala sekolah & guru tersebut.Panjang

urusannya kan.Apa lagi menampar.

Sungguh pak Yunus orang yang paling sabar.

God Bless You

Sisca



----- Original Message -----

From: Edy Renaldy

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Pak Yunus

Yang saya alami, anak saya yg jadi kambing hitam (anak saya bukan kambing

pastinya) dari orangtua yg anaknya autis juga. Jadi kalau ada keributan atau

hal-hal aneh yg terjadi pasti anak saya yg disalahkan oleh itu ortu.

Tapi kita sabar saja (kita itu saya, istri dan baby sitternya, tapi lebih

banyak baby sitternya yg menghadapi, kalau pulang sekolah pasti ngadu).

Lama-lama semua ortu akhirnya tahu kalau yg buat keributan itu bukan anak

saya tapi anak dia.

Mungkin dia takut anaknya yg autis juga dan lebih hiper dari anak saya

dikeluarkan dari sekolah TK tsb, yg membuat dia seperti itu, dan saya tau

orangnya dan saya doakan semoga dia tidak seperti itu ke anak penyandang

autis yang lain.

Curhat juga nih, padahal kejadiannya 3 atau 4 tahun yg lalu sih, itu yang

membuat saya lebih sadar dan sabar terhadap anak penyandang autis.

Wassalam

Edy Renaldy (babaknya Fadel 9th, kls 2 SD, Autis)



----- Original Message -----

From: meily badriati

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Pak Yunus,

Sabar ya pak.......saya hanya bisa bicara ini dan kata sabar ini juga

diperuntukkan ke saya.....Anak-anak kita akan makin besar. Karena

makin besar, orang tidak akan peduli apalagi tanya-tanya lebih dulu...

Tingkah laku anak kita --yang makin besar ini-- akan dianggap

'annoying'.... dan kita orangtua harus siap-siap mental menghadapi hal

ini.

Tambahan lagi...mudah-mudahan kampanye autisme awareness kemarin akan

membuat masyarakat kenal dan paham ciri-ciri anak autisme dan sehingga

akhirnya bisa menerima keadaan anak-anak kita.

Dan pastinya usaha awareness ini bukan hanya sampai disini...harus ada

usaha-usaha lanjutan yang tersistematis sehingga masyarakat tidak

lupa. Jadi kita harus bikin program autisme awareness lanjutan....

Salam,

Meily (Ibunda dari Nuha yang kadang suka pukul kepala temannya kalau

mau kenalan)



----- Original Message -----

From: Fatih Wirfiyata

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Ass Wr Wb...

Saya mama Echa (aspy-kata bu Ita dulu), temen pak Yunus juga nich...

anggota pasif, tapi menikmati banget posting ini dah... suka saya

forward cerita suka duka dan harapan untuk memotivasi diri... ke temen2

laen untuk menyemangati.

Tempat kami kerja dan tinggal adalah di tambang nun jauh di sumbawa

(tempat bu Ita berapa kali site visit juga, yang saya juga bawa anak

saya - Echa dulu 3 th sekarang 7 th ke Mandiga -numpang pasang

iklan-)... (inget gak bu Ita... Echa yang bilang kipas angin dan

teman2nya dipanggil heli)

Kejadian sama Arif juga sering terjadi di Echa.

- Ditampar di bandara gara2 lari2-an di gang

- mama nya disamperin 2 bapak2... yang dengan murkanya menuding2 muka

saya bilang " ibu sadar gak sih anaknya kurang ajar banget... tolong

dong bu dididik dengan baik..."... Echa-nya ditarik dengan tangan

satunya

- di kasih "jab" sama petugas penjaga lapangan badminton di sporthall

gara2 bersepeda sama kakanya disono

- di protes sama ibu2 temen sekelasnya minta Echa yang ada di kelas

reguler untuk dipindah ke 'kelas khusus' saja... membahayakan karena

suka mencengkeram, mukul dsb

Kalo diinget2... pedih juga sih... (koq ndilalah nya setiap kejadian

bapak nya was not around gitu... untunglah... bisa2 baku hantam)...

Tapi jadi bahan senyum... Echa-Echa... hebat juga yach.. umur 7 tahun

eh... lawannya bapak2 dan ibu2...

Temen2nya sekelas malah cepet ngelupain dan gak kapok tuh main ma

Echa... Lucu yach... Gimana manusia bisa tumbuh dewasa dan menjadi lebih keji

terhadap sesama dan malah pada mahluk yang lebih kecil...

Bener kata Bu Ita... yang autis itu anaknya apa yang gedhe???

Echa? Sekarang kelas 1 di Buin Batu, yang sebentar lagi merger ma

international school. Di tempat kami, sekolah Cuma playgroup sampe SMP ajah.

Berkat Pak Yunus, SN mendapat perhatian di sekolah kami.

Sekarang kami punya 1 guru conselor (gak Cuma autis), 2 terapis...

dimana kelas2 lower grade dan beberapa kelas upper grade guru kelas ada

2... jadi bisa nebeng shadowing.

SN di tempat kami yang non verbal 1, yang lagi diterapi dari non-ke

verbal 1, yang verbal bisa mulai dari masih terapi intensive sampe

ringan, ada 3... lumayan yach...

smile

Sekilas info dah

Wass Wr Wb

Fitta Sumarah



----- Original Message -----

From: endah setyobudhi

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

Waalaikum Salam Wr.Wb



Pak Firdaus sekeluarga,



Kami turut prihatin, smoga bapak ibu ssekeluarga diberi tambahan kesabaran dan ketabahan dari Allah SWT.

Semoga anak bapak ibu juga slalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.



Salam Kenal,

endah S



----- Original Message -----

From: yuyun

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anakku di tampar Orang

P Yunus,

ikut prihatin juga. Saya mau sharing pengalaman anak saya Hanif (SN 8th), sampai saat ini kalo main keluar rumah, HARUS didampingi pengasuhnya. Kalo kita ke mall alhamdulillah Hanif relatif tenang dan nurutin perintah2 saya. Masalah justru di kompleks. Kompleks kami banyak anak2 kecil. Kami belum genap 2 th tinggal di komplek. Sebelumnya kami tinggal di pemukiman biasa dan tetangga2 kami pd waktu itu welcome (tepatnya memaklumi kondisi hanif). Ke"slonong"annya mungkin dianggap masih dalam taraf wajar. Tp pas kami pindah ke kompleks, dari awal saya

mulai over protective. Betul kata bu Ita, kita harus mengarahkan perilakunya sebelum keluar rumah. Setelah kenalan dg tetangga kiri kanan dan kasih info bahwa hanif SN, beberapa tetangga mulai memaklumi. Hanif pun saya doktrin, sebelum masuk rumah orang harus kasih salam, ketok2 pintu. Alhamdulillah dia nurut. Masalah "slonong boy" teratasi, masalah baru muncul. Anak2 tetangga yg mulai tau hanif "beda" mulai membedakan hanif pula. Dari nyuekin (krn kalo diajak ngobrol, hanifnya sering ga

"ngeh"), sampai perlakuan kasar (dorong2, pukul2 perut, dipepetin ke pagar/tembok). Kejadian ini dilakukan oleh anak yg jauh lebih kecil ukuran badannya, jadi hanifnya cuma ketawa-ketawa saja, mungkin menurutnya dia lagi diajak main, atau malah kegelian? (hihihi...) Pd saat2 spt itu saya pelan2 negur anak2 itu. Saya pikir namanya jg anak kecil. Tp tiap kesempatan, hanif jd bulan2an. Akhirnya ketika mulai deket kelompok "si berat", hanif saya alihkan ke tempat lain. Jalan2 keliling komplek atau naik sepeda (sepedanya besar, tapi dikasih roda samping yg kecil, hehehe..)

Suatu sore ada sekelompok anak (SD kelas 1-2) bermain di gundukan pasir. Hanif mendekat. Saya awasi dari kejauhan saja, dan anak2 itu tidak tau kalo saya mengawasi hanif. Spt biasa hanif dicuekin. Lama2 hanif "sepertinya" bergabung bermain pasir. Tp tiba2, sebagian dari mereka mengucuri kepala hanif dg pasir, dan menendang-nendang hanif! Wah, saya langsung teriak dan mendekat. Saya tegur keras anak2 itu, ga peduli mereka ngadu ke orangtuanya. Bener2 deh, hampir ada STPDN jilid ke-10 (hahaha..)

Sejak itu Hanif memang tidak pernah kami biarkan main sendiri. Sekali lagi, saya sependapat dg Bu Ita, kita tidak bisa mengharapkan masyarakat mau menerima anak2 kita apa adanya. Kita memang wajib mengarahkan anak2 kita semaksimal mungkin agar bisa diterima masyarakat. Saya yakin kita berusaha utk itu tp pencapaian tiap anak mungkin berbeda2 ya, tergantung situasi/kondisi mereka. Semoga Tuhan selalu melindungi anak2 kita dari kejahatan apapun bentuknya, amin..

Yuyun

Mamanya Hanif



----- Original Message -----

From: maria ardiwinata

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Fwd: Anakku di tampar Orang

Hi, sharing ..lain lagi yang aku alami

Waktu kami lagi rekreasi di Kuningan ,Cirebon ,Madeleine juga melakukan hal

yang sama. Pada saat berenang , ada anak kecil yang gak mau nyebur ke kolam ....

Trus dia sih gak dorong kencang, tapi dia bimbing anak ( 3tahun )itu nyebur

ke kolam Trus anak itu nangis ...

Mamanya marah - marah ....ke madeleine Aku ada di situ, bagaimana juga aku bisa TAHAN ,karena kejadian sangat CEPAT Sebenarnya juga kalau anak kecil itu juga khan harus dibimbing ,paling gak ada teman/susternya khan)

Jadi aku sih diam saja tidak minta maaf , karena menurut ku dia juga salah

karena anak kecil juga gak ditemenin Dan yang aku bisa pastikan , tidak terluka ..karena wong hanya dibimbing aja...

Aku cuma liatin aja itu mama nya anak itu.trus.maki - maki sampai 30 menit,

trus nyolek madeleine sampai bilang .>De JANGAN DORONG - DORONG ya..tapi si Madeleine 'CUEK "AJA sih...ya, aku cuek juga....cuma liat aja Tapi kalau dia "PUKUL" itu lain masalahnya..... PASTI URUSAN ..hehee......

Selama masih mulut...gak apa - apa, kalau anak sama anak ya gak apa -

apa...Tapi kalau ortu lawan ANAK...ya, gak bisa dong Tapi juga pertanyaan ...kita kadang sulit tahan anak kita ,karena KEJADIANNYA Sangat CEPAT...

Secepat MENYAMBAR AYAM dari piring Anak bu nadia..waktu gathering...

Jadi ya susah juga sih .....emang mesti mengalami.Tapi ya itu ,kalau di TEMPELENG pasti URUSAN deh...

Kalau cuma mulut ,kita balas mulut ....

Kalau di tempeleng , ya terpaksa di SOMASI ya Pa??????

hiks..hikss..............

Maria

mama madeleine



----- Original Message -----

From: arief_toy

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fwd: Anakku di tampar Orang

He....he...he.... saya juga jd teringat kisah yg sama dg mama

madeleine.....lokasinya juga dikolam renang.....

Padahal robby anak saya itu sdh saya ajakin renang sejak dr umur 4 th,tp

kejadian dia mendorong terjadi diusia 7 th. kejadiannya juga tiba2 dan dalam hitungan detik anak yg didorong sudah tercebur dan selang berapa detik bapaknya yg ada dipinggiran juga langsung nyebur.......mengangkat anaknya, anaknya nangis

berat.....bapaknya marah2 ke robby,tp tidak menampar dan saya hanya bisa

terbengong2 (kebetulan lg didalam kolam renang,senderan dipinggir.....)

Sejak saat itu saya kapok membawa robby berenang.....,setelah absen kl.

1,5 th.....kejadian ke-2 saya ajak lg berenang tp saya pilih kolam renang

yg paling sepi....dan ada.....eh.....hasilnya baru 1/2 jam berenang dg

adiknya ....tiba2 semua org teriak dan saya lihat robby sdh tenggelam

(mengambang tepatnya.....) ditengah kolam...., setelah ditarik

alhamdullilah dia bisa bernapas kembali setelah memuntahkan banyak air dr

perutnya yg sudah menggelembung.......wuih serem dan sejak saat itu saya

trauma........

Saran saya bagi yg punya anak autis,hyper,dll.....Hindari jauh2 anak anda

dr kolam renang....walaupun sudah waspada tp kadang dlm hitungan detik

saat kita lengah bisa terjadi apa saja......karena mereka ini kayaknya"gak

takut(tdk tahu) dg bahaya" n cocoknya sih ikutan fear

factor.....he....he..... wakaakakk...

Papanya robby.



----- Original Message -----

From: Acieta Arbi

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fwd: Anakku di tampar Orang

Susah juga, Pak... kalau harus menjauhkan anak kita dari kolam renang. Karena

salah satu PR Terapi SI adalah berjalan di kolam renang yang tingginya sedada

anak untuk belajar mengenai keseimbangan. Menurut saya yang paling tepat

adalah awasi anak, jangan pernah lengah... Apalagi anak kita belum tau

mengenai bahaya...

Cieta (Ibu Neo, 3 tahun 2 bulan)



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy