Mengajarkan Anak Autis Shalat

07/30/2008



----- Original Message -----

From: Yudi S

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Fw: Sharing : Mengajarkan Anak Autis utk Shalat

Yth. Bapak/Ibu

Rekan Milis Puterakembara



Mohon sharing dengan Bapak / Ibu yang sudah pernah mengalami atau mendapatkan ilmu/pemahaman dari ahlinya (dari sisi agama maupun psikologis). Karena ternyata mengajarkan shalat kepada anak autis agak berbeda dengan anak non autis. Terutama dalam menanamkan ilmu tentang makna dari shalat tersebut (bukan sekedar melaksanakan saja).



Karena putra kami, Fiandi 9thn, tidak terasa semakin bertambah usianya. Kami sudah coba terapkan sedini mungkin (sebelum usia 7 tahun) untuk mengenalkan sekaligus menyuruh ikut shalat bersama kami. Sekarang ini, dia lebih sulit disuruh melaksanakan shalat dibandingkan sebelum usia 7 tahun tersebut.



Terimakasih atas sharingnya



Salam

Yudi

Papa Fiandi, 9thn



----- Original Message -----

From: Wina W

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fw: Sharing : Mengajarkan Anak Autis utk Shalat

Pak Yudi,

Memang mengajarkan shalat bukan hal yang mudah, kepada anak-anak normal saja tidak mudah apalagi kepada anak-anak spesial kita karena kita harus menjelaskan hal-hal yang abstrak misalnya mengenai keberadaan Tuhan.

Waktu saya mengajarkan agama kepada anak saya, Gilang hampir 10 tahun verbal, dimulai dengan contoh di rumah dan kalau ada kesempatan pergi ke mesjid sama-sama misalkan ketika shalat tarawih atau shalat ied Gilang diusahakan diajak ke mesjid maksudnya untuk memperkenalkan hal-hal yang

terkait dengan agama. Pengenalan agama kepada Gilang dimulai sejak perkembangan Gilang sudah lebih baik, ketika itu sekitar usia 5 tahun. Sebelumnya usia itu saya tidak memaksakan karena untuk hal-hal yang nyata saja banyak yang belum ngerti.

Untungnya waktu masuk SD, untuk murid-murid yang beragama islam dibiasakan ada shalat dzuhur berjama'ah yang merupakan bagian dari pelajaran agama. Di rumah saya tidak bisa memaksakan Gilang harus Shalat. Dengan bertambahnya usia dan dengan semakin berkembangnya kemampuan logika berpikirnya, Gilang semakin mengerti hal-hal yang abstrak. Disamping itu saya mendatangkan

juga guru ngaji ke rumah untuk membimbing agamanya (ngaji dan shalat).

Pada waktu bulan puasa tahun lalu, Gilang berhasil menjalankan puasa hampir

sebulan penuh. Alhamdulillah setelah diikutkan pesantren alam pada liburan bulan Juli lalu, semakin mudah saya menyuruh Gilang shalat lima waktu.

salam,

Wina

----- Original Message -----

From: Didin M

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fw: Sharing : Mengajarkan Anak Autis utk Shalat

Yth Bpk Yudi



sekedar sharing pak, anak saya adib 9 th autis, saat ini bisa saya titipkan di sekolah islam di semarang. Karena di sekolahnya ada pelajaran baca Al Quran dimulai dari Iqro, adib sekarang belajar iqro 3. Setiap azan berkumandang langsung ambil wudlu dan sholat dengan bacaan yang benar HANYA.....saya tau yang adib lakukan adalah rutinitas yang rata2 nyaman dilakukan oleh anak autis, apalagi kalo sholatnya jamaah...wah hepi bgt dia.., saya tau adib tidak faham apa arti bacaan dalam sholat tsb, karena memang pemahaman adib terganggu dan sangat sulit utk adib u memahami. Sayapun butuh waktu dan pertolongan ustadzah untuk faham betul ttg apa itu ibadah dan bacaan2nya. Mengenal Allah apalagi....apa arti saya sebagai ibu nya saja adib juga belum tentu faham, dan saya tidak memaksakan adib untuk bisa mendeskripsikan Allah yang tidak nampak oleh adib. Adib nampak nyaman melakukan ibadah sudah suatu yang membahagiakan. Subhanallah....saya hanya berdoa...semoga amalan adib diterima oleh Allah....

Seiring dengan kemajuan adib Insya Allah saya tetap ingin adib lambat laun mengerti apa saja yang dia lakukan dan ucapkan, tapi musti sabar....



salam

didin (mama adib)



----- Original Message -----

From: Fatih W

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fw: Sharing : Mengajarkan Anak Autis utk Shalat

Pak Yudi, Mba Didin,

Saya Mama Echa (7th)... Concern saya mirip dengan bapak dan ibu. Sebagai orang tua yang dititipin anak ber"kebutuhan khusus", maka pertama kita harus bersyukur, bahwa Alloh Memilih dan Menjadikan kita manusia yang layak mendapat kehormatan karena mampu Dititipi anak yang istimewa.

Begitu pula Alloh dengan sifat2nya yang Maha itu.. pasti Maha Mengerti, kekhawatiran kita dsb dsb dalam mengenalkan Tuhannya dan apa arti ibadah... Untuk itu ya kita niatkan dulu semua ibadah. Kitanya dulu aja dech, hasilnya biar Alloh Yang Maha Sempurna Pekerjaannya... Kita Cuma disuruh

berniat melakukan semua karena Alloh Yang Memberi, jadi tiap detik, event, kejadian pembelajaran dan mendidik anak hasilnya kita serahkan pada Alloh... dan Alloh Yang Maha Pemurah dalam Memberi, Alloh Yang Tidak Pernah Mengecewakan ... Pasti Alloh Menghadiahi hasil yang terbaik. Karena Dia Maha Tahu apa yang kita dan anak kita butuhkan dan Dia Yang Mencukupi juga.

Do our part. Bersungguh2 saja.

Mendidik sholat juga gitu... kita lakukan sungguh2 niatkan untuk anak bisa mengenal Alloh yang pada Alloh - lah Tempat Terbaik kita minta pertolongan, petunjuk dan bimbingan... sisanya... kita jalani kita

sukuri kita jadikan introspeksi dan kita usahakan lagi perbaikan. Gak usah dipikir hasilnya... tapi usaha kita harus "standard tinggi". Insya Alloh, Janji Alloh untuk kita yang berusaha Ditepati dengan CaraNya.

Kita yang kudu pintar2 mencari hikmah dan pesan dari Alloh.

Untuk Echa... iyah... saya fokus mengenalkan Alloh, menjalankan sholat, kadang up and down... satu masa tertentu dia sholat dengan doa lengkap, satu saat meniru ibu saya yang sholat sambil duduk, dan dia ikut sholat sambil duduk katanya karena kakinya sakit dsb dsb dsb.. (bikin ketawa

tapi mangkel...) Tapi ingat dech Alloh juga Menjanjikan dan Memberi Kemudahan untuk kita sholat kan? Pasti sih Alloh juga menerima apapun sifat sholat anak kita karena dia istimewa...

Tiap makhluk Alloh tahu cara dzikir (mengingat Alloh) bahkan daun-daun sekalipun, bintang, batu... semua ciptaan Nya... semua mereka tahu cara bersembahyang dengan cara masing2... Nah, hanya manusia normal dan yang berakal tapi nekat aja yang suka meleng...

Saya yakin anak2 kita yang istimewa pun punya jiwa tauhid koq. Tahu cara bersembahyang (yang hanya Alloh saja yang Tahu).

Pernah saya buktikan dech. Suatu kali Echa gak mau sholat. Trus saya tanya Echa gak takut Alloh Marah yach. Orang yang gak mau sholat diazab Alloh. Dikasih hukuman... Nah ehhhhhhhhhh belum saya lama ngomong, listrik satu kota mati!!! Masya Alloh... si Echa jadi merasa di azab...

(memang sih saya juga berdoa untuk Echa... ya Alloh gimana caranya saya mengenalkan keberadaan Mu pada Echa... Beri aku petunjuk caranya Ya Alloh biar aku bisa mengusahaakan dan dipermudah usahaku)...

Setelah itu ada tsunami di Aceh... trus ada gempa di Jogja (tempat kakek nenek nya)... Nah... disitu saya masukkan unsur bahwa alam itu ada Yang Menguasai... yaitu Alloh. Alloh Minta kita berbuat baik, kita harus takut dan merunduk dan harus rajin berterimakasih... supaya kita Disayange oleh Alloh...

Semoga berguna dech... usaha aja dulu... hasilnya... kembalikan pada Sang Penentu.

Cheers

Fitta



----- Original Message -----

From: Yudi S

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fw: Sharing : Mengajarkan Anak Autis utk Shalat

Yth. Mbak Wina, Mbak Fatti dan Mbak Didin

Terimakasih atas sharing-nya. Berarti apa yang saya rasakan dan lakukan hampir sama dengan yang dilakukan Mbak sekalian dan mungkin para orang tua ananda autis di dunia ini.

Semoga kami pun semakin yakin, semakin istiqomah dan semakin baik lagi mengajarkan putra putri kami mengenai agama. Karena merekalah satu-satunya yang akan mendoakan kita para orang tuanya.

Saya juga turut mendoakan agar lingkungan kami dapat lebih kondusif menerima keadaan Fiandi yang "someone different between us", sehingga dia bisa belajar lebih banyak lagi dari lingkungan dan masyarakatnya.

Salam

Yudi

Papa Fiandi



----- Original Message -----

From: Lukie D

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fw: Sharing : Mengajarkan Anak Autis utk Shalat

Saya juga lagi kepikiran...

Sholat kan 5 waktu sehari... Kalo setiap adzan kita menggandeng ananda untuk wudhu..., entah dia respond atau enggak, tapi kita selalu menyertakannya dalam ritual ini... Kalau sholat kita juga gandeng dia, kita sediakan sajadah, kita dandanin dia sholat (tertutup pusar s.d lutut, pakein peci - spy tersugesti).. Entah dia tirukan ato enggak tapi tetap saja lakukan. Kalo perlu, tutup ruang tempat sholat bareng2 dengan ananda. Besarkan volume doa, ini membantu konsentrasi. Kalo ternyata ia main-main ya sudah.....



Bayangkan kalo kita konsisten 5x dalam 1 hari... Wahhhhh kalah terapi... jam-jamnya tetap lagi! Diakhir sholat yah gak pakai didikte pasti mendoakan agar ananda dapat sholat dgn tepat waktu, serta khusuk... dan tentu saja menjadi anak yang sholeh... amin....



Di waktu lain, ajak lihat VCD sholat... trus kita pura2 niru dan ngajak ananda....



Berusaha dan berdoa...

Lukie

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy