Kemampuan Bicara Anak umur 8 tahun

05/18/2008



----- Original Message -----

From: Herwin Bharata

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Kemampuan bicara anak umur 8 tahun

Dear All,



Mohon bantuan para terapis, bapak dan ibu diputerakembara.



Saya ingin tau, kemampuan bicara ideal yang harusnya sudah dimiliki oleh anak normal diusia 8 (delapan) tahun. contohnya: sudah harus bisa menceritakan kejadian yang dialami anak tsb selama disekolah, sudah harus tau sekian ratus vocabulary dst.



Salam Hangat

Herwin Bharata



----- Original Message -----

From: lani setyadi

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara anak umur 8 tahun

Sepertinya ada satu jenis tes IQ yang mengetes kemampuan ekspresif bahasa.

Jadi dari situ bisa ketahuan seberapa jauh anak kita tertinggal (atau malah ke maju an?) dan bisa diberikan saran apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki ketinggalan. Saya lupa nama tesnya. Ada satu tes yang Naufal ditanya "Apa sih kebaya itu?' (itu yang untuk anak umur 8thn.) Hehe ... anakku jawabnya "yang dipintu hotel itu lho ..." hehehe

lani



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara anak umur 8 tahun

Gampang.

Pak Herwin ke SD di sekitar rumah atau di sekitar kantor, terus ke kelas 2 atau ke kelas 3 disitu, duduk di depan kelasnya atau ngintip pas waktu mereka istirahat.

Nah. Dapet deh...



Saya lebih suka pakai kriteria itu, soalnya apa yang di textbook seringkali berdasarkan penelitian atau pengamatan tahun kuda sehingga kurang sesuai dengan waktu sekarang ataupun kultur yang berlaku.



Gak musti ke SD sih. Kalau mau ke pesta ulangtahun juga boleh, atau ke tempat les, atau ke sanggar, atau ke playground...



Nah. Selamat mengamati ya.

(Aku bisa mengikuti 'bahasa gaul' juga karena bergaul dengan anak-anak muda, kok....bukan dari baca-buku atau download internet....be there with them, nah, itu dia)



salam hangat juga... (kemarin sih, di Manado, salam dingin!)



--dpó



----- Original Message -----

From: Emil Habli Hasan Naim

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara anak umur 8 tahun

Pak Herwin,

Saya sempat ketik ulang mengenai yang ditanyakan Bapak. Saya kirimkan via japri saja ya.

Best Regards,

Emil Habli Hasan Naim

----- Original Message -----

From: Linda Lim

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Kemampuan bicara 8 tahun vs komunikasi dinamis

Dear all,

Ikutan nimbrung...

Sepertinya beberapa hr yl ada rekan milis yang menanyakan masalah patokan kemampuan bicara anak usia 8th. Saya sependapat dengan bu Ita, untuk mengetahui kemampuan anak bicara usia 8 tahun sebaiknya duduk di antara anak-anak itu. Apa yang akan kita dapatkan? Bahwa anak-anak tersebut KOMUNIKASI nya (saya lebih suka memakai istilah komunikasi ketimbang bicara) DINAMIS sekali.

Sebenarnya tanpa kita sadari, komunikasi itu dibedakan menjadi 2, yaitu

DINAMIS dan STATIS, komunikasi kita sehari-hari lebih banyak dinamisnya ketimbang statis. Apa bedanya?

Komunikasi Dinamis atau Experience Sharing communication (berbagi pengalaman), merupakan produk dari apa yang kita pikirkan (thinking) dan rasakan (feeling) yang berhubungan dengan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh partner kita.

Komunikasi Statis, disebut juga instrumental communication adalah tentang menggunakan orang lain sebagai "alat/instrument" untuk mendapatkan kebutuhan kita terpenuhi, mengharapkan respon tertentu (responnya sudah dapat diduga).

Contoh: Apa kabar? jawabnya kalau nggak "baik ya kurang baik", Siapa

namamu?, Di mana rumahmu? Aku minta kue dsb.

Komunikasi manusia (human communication) sifatnya dinamis, manusia dapat

mengbandingkan, meng-kontras dan mengintegrasikan pengalaman-pengalamannya

yang beragam dan subjective.

Berikut ciri-ciri Komunikasi yang dinamis:

1. Multi-Channel - komunikasi terjadi secara simultan, baik secara verbal

dan non verbal - terdiri dari banyak unsur yaitu: kata-kata, ekspresi wajah,

gerakan tubuh, prosody (prosody adalah aspek non-wicara dari komunikasi

secara vokal, yang memberikan informasi penting tentang bagaimana kita

mengartikan pesan, misalnya kata "Ah" bisa memiliki arti/pesan yang

berbeda-beda, tergantung dari bagaimana pengucapannya. Elemen prosody:

penekanan pada suku kata/kata, perubahan intonasi, perubahan volume, jeda,

kecepatan).

2. Proses yang terjadi secara terus-menerus - orang-orang yang sedang

berkomunikasi, berganti-ganti menjadi "penerima" dan "pengirim" pesan

3. Hanya sebagian yang bisa diprediksi (kita tidak tahu lawan bicara kita

bakal mengatakan apa)

4. Tidak sempurna - tidak ada komunikasi yang sempurna, apa yang kita

ucapkan mungkin akan menyebabkan pemahaman yang berbeda, menyinggung

perasaaan dst.

5. Sifatnya ringkih (fragile) - dapat menyebabkan break down, salah

persepsi, oleh karenanya selama kita melakukan komunikasi, kita terus

memantau reaksi lawan bicara kita, jika ternyata apa yang kita ucapkan

menyinggung, membuat marah atau menimbulkan salah persepsi, kita akan

berusaha memperbaikinya (Monitoring & Repairing).

Ternyata komunikasi itu sangat kompleks ya? Coba kita review apakah komunikasi anak-anak kita sudah mengandung 5 unsur komunikasi dinamis tersebut? Jika sudah, maka sudah tidak masalah lagi.

Berapa banyaknya kata yang sudah dimiliki (vocabulary), tidak menjamin anak dapat melakukan komunikasi secara dinamis. Sebelum saya paham mengenai komunikasi dinamis, saya selalu bertanya-tanya, kenapa anak saya vocabnya sudah buanyak sekalil, reseptif sudah ok, ekspresif juga ok tetapi kog masih tetap tidak bisa berkomunikasi dengan teman sebayanya, dan komunikasinya

masih dianggap aneh oleh teman-temannya. Jawabannya ada di atas, ternyata komunikasi dia sifatnya masih statis/instrumental.

Itulah mengapa, kebanyakan anak-anak autistik, yang High Function dan Asperger sekalipun masih saja terasa kurang kemampuan komunikasi dinamisnya.

Regards,

Linda



----- Original Message -----

From: Herwin Bharata

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara 8 tahun vs komunikasi dinamis

Dear Ibu Linda,

Saya yang minta informasi mengenai kemampuan bicara anak umur 8 tahun.

Dapat masukan yang sangat bagus neh mengenai komunikasi statis dan dinamis,

thanks utk sharingnya...juga pak emil untuk tabelnya, bu dyah dan yang lain.

Terima kasih

Herwin Bharata



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara 8 tahun vs komunikasi dinamis

Linda,

BRAVO!



Kalo punya literatur tentang komunikasi ini, aku mau dong. Mungkin bisa buat penelitian kecil2an.



Muah!

--dp--



----- Original Message -----

From: Eveline Hutahaean

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara 8 tahun vs komunikasi dinamis

DUH, BAGUS sekali, Bu Linda.

Bener ya, jumlah vocab belum menjamin komunikasi yg baik.

Masih ada yg namanya intonasi, volume, jeda, kecepatan, persepsi (yg bisa sama bisa beda), kekurang/atau kemampuan kita memprediksi lawan bicara, lalu juga monitoring & repairing -- yang menyebabkan komunikasi menjadi dinamis.

Lah, kita aja masih belajar terus ternyata.

(Suka gak sadar kalo orang udah bosen denger big grin)



----- Original Message -----

From: JJ Mom

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara 8 tahun vs komunikasi dinamis

Betul sekali, anak saya usia 5 tahun 9 bulan, baru saja dievaluasi oleh sekolah terapinya, dengan CELF 4th edition, vocabnya diatas usianya yaitu sekitar usia 7 tahun. Tapi penggunaannya masih terbatas sekali, walaupun dia bisa berinteraksi dengan temen2 sekelasnya, yang dimana saya pikir, karena temen2 sudah terbiasa dengan dia. smile

Salam,

jjmom



----- Original Message -----

From: tuti kurniasih

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara 8 tahun vs komunikasi dinamis

Dear, Ibu Linda.



Saya tertarik dengan apa yang Ibu tulis tentang komunikasi Dinamis dan Statis, kebetulan pekerjaan saya sebagai seorang terapis wicara pada salah satu pusat terapi di Jakarta. kalau boleh saya tahu Ibu punya referensi tentang hal tersebut? Terimakasih banyak.



Tuti Kurniasih, A.Md.TW, S.Psi.



----- Original Message -----

From: Tika

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara vs komunikasi dinamis

Dear rekan2,



Saya mao sharing sedikit mengenai kemampuan bicara or komunikasi, tapi maaf kali ini tidak menyangkut tentang anak2 SN.



Saya mempunyai anak gadis 3 orang, Karina 12 thn, Nadhira 11 thn dan Salma 4 thn 10 bln (DS). nah yang ingin saya sharing di sini mengenai anak saya Karina.

Sejak dia bisa dan lancar berkomunikasi hingga usianya kini 12 thn, dia jarang sekali berkomunikasi. Kalo tidak dilontarkan pertanyaan dia bisa seharian tidak berbicara, walaupun disekolah dia termasuk 10 besar. Sekarang ini dia kelas 1 SMP, anaknya pendiam dan tertutup sekali....bahkan saya sebagai ibunya terkadang sampe mengelus dada gimana caranya agar anak ini mau terbuka terhadap saya. Tiap kali ada hal2 yang dia tidak suka biaasanya dia diam juga malah terkadang menitikan air mata pertanda dia tidak suka. Jadi kalo saya liat dia super diam atau berwajah murung berarti dia lagi ada masalah cuma itu sign nya diam or super diam...... kalo sudah super diam gitu saya susah sekali mengorek apa yg menjadi permasalahnnya. Perlu waktu 2 or 3 hari baru saya bisa tau permasalahannya......

Sementara anak saya Nadhira, sangat komunikatif, bawel dan agresif sekali...tidak ada masalah dengan dia karena dia terbuka, suka menceritakan kejadian2 disekolah tanpa saya lontarkan pertanyaan. Oya Karina & Nadhira ini ikut full day school, dari jam 7 hingga jam 16.00



Gimana ya rekan2, mungkin ada diantara rekan2 dimilis ini yang dapat memberikan masukan bagaimana cara menghadapi dan mengatasi problem saya tersebut.



Terima kasih atas masukannya.



Salam hangat,

Tika



----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara vs komunikasi dinamis

Tidak semua orang memang mampu mengungkapkan diri secara lisan.

Sudah dicoba untuk meminta dia menuliskan apa yang kurang berkenan?

Kalau tulisan, bisa direka-reka, dihapus.

Atau, diketik di komputer.

Semacam 'diary' gitu...



Pengalaman saya, banyak anak remaja bisa lebih komunikatif kalau 'tidak berhadapan' atau 'tidak melihat' ekspresi wajah yang diajak komunikasi.

Siapa tahu?



selamat mencoba.



--dp--



----- Original Message -----

From: Yuliati P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara vs komunikasi dinamis

Ibu Tika,

Kalau pengalaman saya dengan anak kedua saya Chika umur 7 tahun - pernah tidak mau sekolah, diem saja dirumah dan kalau ditanya juga ndak mau ngomong, cuma keluar air mata.

Saya berbicara dengan orang-orang terdekat dia (termasuk guru disekolah,guru lesnya, temen2nya dan bahkan ibu2 dari temennya disekolah yang tiap hari anter jemput anaknya) disini saya dapet beberapa masukan dan informasi dari mereka; "Mengapa anak saya kok diam dan Murung" bahkan ngambek!

Setelah jadi detektif anak saya sendiri, saya deketin Chika tapi saya ndak langsung tegor, bicara dengan perumpamaan sampai akhirnya dia mau cerita.

Cara yang lainnya yang juga sudah saya lakukan ..saya nulis surat ke anak saya, ternyata dia seneng sekali dapet surat dari ibunya dan langsung membalas, yang pasti ya tidak langsung menyinggung ke permasalahan karena pernah to the point ke pokok bahasan dia ndak suka. Selain surat, sekarang saya belikan buku diary , setiap hari adik boleh tulis apa saja disitu, boleh bikin gambar, trus nanti malem cerita ya ke ibu sebelum tidur.

Saya juga sempet panik lho waktu itu sampai telpon ke teman2,&saudara2. Bahkan saya sempet merasa begini "Kok anakku yang normal kok lebih susah diajak bicara"

Alhamdulillah, sekarang dia sudah mulai terbuka. Selamat mencoba ya bu.

Thanks - Yuli (mama Yunan)



----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis@puterakembara.org

Sent: Wednesday, December 19, 2007 12:54 PM

Subject: Re: [Puterakembara] Kemampuan bicara vs komunikasi dinamis

Pendapat pribadi yah...



Kalau menurut saya sih... coba jadi sahabat terdekatnya Karina.

Bukan sebagai mamanya, tapi sahabatnya. Jadi lebih meluangkan waktu berdua dengan karina, sering cerita pengalaman pribadi dengan Karina. Sering minta pendapat, dan saran dari Karina...



Anak yang tertutup menurut saya sih karena tidak percaya sama orang lain... Mangkanya diam aja...



Ini aja masukan dari saya. Semoga membantu



Regards

DH

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy