Bullying, sudah jadi cerita hidup kami

02/08/2008



----- Original Message -----

From: amarylis shofia

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Saya tidak tau lagi bagaimana cara mengungkapkan isi hati saya , yg pasti sedih luar biasa,hancur,dan rasanya putus asa ya denger cerita seperti ini berulang2 dan berulang lagi.. Kejadian ini barusan juga terjadi dan terjadi lg pada anak saya aris (kediri), saya tinggal di ruko lantai 2, lantai bawah apotik, ya namanya anak autis, kadang aris suka meniru ucapan yg saya sendiri bingung dr mana asalnya, kadang suka bilang "kurang ajar" sudah saya latih bolak balik aris tidak boleh bicara seperti itu, tp sometime terucap aja..waktu dia lg mandi sendiri,saya kebetulan dengar..sambil sabunan dia bilang "kurang ajar"..duh..ternyata anak ini tidak tau arti kata "kurang ajar"..dia hanya meniru..

Malam itu saya lagi mencuci piring, aris main ke latai bawah, seperti biasanya, sudah lama dia tidak pernah berulah kok, dia sekarang sudah jauh lebih tenang lah..tapi malam itu aris baru saja saya belikan hp mainan gambar POWER RANGER impian dia dr bulan lalu..aris senang..sekali! semua orang dia foo pake hp mainan kebanggaan nya, nah waktu dia turun kebawah mungkin konsumen apotik lg sakit, tapi aris malah foto-foto pakai hp mainan nya,orang itu tidak senang,aris ya namanya anak autis..dikasih tau malah dorong, orang itu marah,dan aris malah nambahin dengan kata2 mutiara "kurang ajar".. ditempeleng lah aris..sambil menangis dia naik kembali ke lantai 2.. saya tidak melihat langsung kejadian itu..saya kemudian ditelpon pegawai apotik lantai satu ..dan mengatakan "tolong punya anak dijaga jgn sampai mengganggu client apotik kami, aris baru aja ditempeleng client kami" dan saya terbengong2 gak tau harus bilang apa..menurut anggota puterakembara salah siapa??

Kalau jawabnya salah ibunya:

saya tidak mungkin tiap detik harus mengawasi aris.

Perlu diketahui tempat tinggal aris adalah warnet dan sangat tidak mungkin saya kunci pintunya supaya aris tidak keluar. saya tidak mungkin ngajari aris bicara kasar, dan saya sudah sangat berusaha agar aris tidak mungucapkan kata sakti tersebut..tapi entah lah..



salah Aris kah?

Aris juga tidak tau arti kata2 yg dia ucapkan.

Memisahkan aris dari dunia luar yang selalu bersih ya sulit (ini lah real word) kejam,siapa yg lemah ya tertindas.

Salah bapak client apotik?

Aris seperti anak normal kl belum kenal, mungkin bapak itu lagi kumat "TURUN BEROK nya"jadi emosi..

Tapi saya kecewa sekali, dan sangat merasa kecolongan pada saat kejadian saya tidak dapat mendampingi aris...kl saya ada disitu saat itu saya akan menjelaskan dengan sopan bahwa kondisi anak saya terbatas, plus gamparan balik buat bapak itu..ya terserah saudara menilai seperti apa, saya tetap manusia biasa,ibu dari seorang anak autis yg hanya mengikuti naluri keibuannya untuk melindungi anak semata wayang nya yg punya kekurangan..so buat bapak & ibu anak autis..bersiap lah karna ini bukan jadi cerita bullying yg terakhir..

mamanya aris(autis,8th)/KEDIRI

----- Original Message -----

From: Yuke

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Dear Mama Aris,

Saya turut prihatin, bersabarlah karena kita harus bekerja keras untuk menjelaskan keadaan anak kita ke masyarakat.

Salam Yuke

----- Original Message -----

From: maria A

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Saya turut prihatin,

kalau ditanya salah siapa ...Saya tetap bilang salah Client Apotik.

Kemarahan dan kekesalan dapat diutarakan dengan TIDAK BERBUAT KASAR.

Bullying dengan anak autis atau dengan siapapun adalah perbuatan tidak beradab sebagai manusia.

Yang masalah adalah bukan karena setiap orang harus tahu apa itu AUTIS, bagaimana ANAK AUTIS..tapi yang masalah adalah bagaimana psikologi seorang dalam mengatasi tekanan -tekanan dalam kehidupan.

Kampanye Stop bullying , itu dimulai bukan lagi dengan konteks sulit diterapkan dalam masyarakat. TAPI , mari kita galangkan dengan Stop Bullying dalam rumah tangga kita dalam keluarga kita dulu. Bullying bukan hanya memukul tapi lebih banyak dan lebih berbahaya bullying MENTAL anak. Memberi hukuman yang berlebihan, kekerasan kecil mencubit, pukul pantat, mengancam anak untuk meuruti kehendak kita. Dan kalau mau jujur ..Bullying masih sering dilakukan dalam KELUARGA...

Maria

mama madeleine

----- Original Message -----

From: Rosita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Dear Mama Aris,

Turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Aris.

Maaf apakah petugas di Apotik lantai I tidak tahu kalau Aris autis? mengingat ibu dan Aris tinggal di Lt II. Seandainya tahu minimal dia bisa menjelaskan kondisi Aris sewaktu ibu tidak ada,sehingga si Bapak yang beli obat di Apotik bisa menahan diri untuk tidak menempeleng Aris.

Memang tugas kita masih berat untuk menyebarkan Autism Awareness, semoga Aris tidak trauma ataupun mengingat kejadian itu dan semoga ibu selalu diberikan kesabaran oleh Allah SWT, amien.

----- Original Message -----

From: ricky L

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Mama Aris

Turut menyesal atas tindakan clien apotik tersebut, semoga saja tidak terulang pada siapapun dan dalam bentuk apapun.

salam

ri-q

----- Original Message -----

From: Lulut

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Jadi ikut sedih ya bacanya, ibu tenang aja, percaya sama yang Diatas, anggap aja sakit itu akan membuat anak jadi kuat. Kalau saya jadi ibu, mungkin kalau msh ada itu bapak, saya ajak ngomong sopan2, biar aja dia nyesel sendiri dan malu ati, kok kelakuannya kaya setan, sama anak kecil aja kaya gitu... tp berhubung semua sdh lewat, ya sabar aja.



Anak saya lebih heboh, dari mulutnya bisa keluar kata yang lebih gawat2, sampe ancur muka saya, malu banget... tp syukurnya anak itu dijaga 24 jam, jadi jarang kecolongan, tp sekali dua tetap aja ada, nenek2 dulu mau mukul anak saya, tp berhub saya disebelahnya, jadi dia agak menahan diri.



Emang hidup kita apes kok bu... jangan sedih, pasti nanti dikasih kebahagiaan juga kok sama yang Diatas. Yang penting usap2 pipi si Arif, biar sakitnya segera hilang, kan ada kasih sayang dr mamanya. Sabar ya..



rgds,

Lulut

----- Original Message -----

From: Megasari

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Dear mama aris,

Saya juga sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Aris.

Jadi saya mo cerita juga nih kejadian2 yang dialami anak saya Fatur. Sama seperti Aris, anak saya juga banyak kejadian pahit, diantaranya :

1. Dikatain "Gila" sama anak2 kecil hingga SMP di lingkungan rumah. Aduh rasanya sedih sekali hati saya. Lalu saya panggil semua anak2 tersebut dan saya suruh minta maaf pada anak saya, tapi konsekuensinya anak2 lingkungan rumah saya pada benci sama saya kelihatannya.

2. Ditampar sama Tukang Bakso yang suka lewat di Komplek, karena dia meludahi tukang bakso itu. Karena waktu itu dia lagi suka main ludah. Jadi semua orang yang ada didekatnya selalu diludahi.

3. Ingin ditampar juga sama ibu yang anaknya dijambak rambutnya sama Fatur saat berenang. Untungnya saya ada dekat Fatur, jadi saya bilang saja pada ibu itu bahwa anak saya Autis, dan ibu itu langsung mengerti.

Begitulah sedikit kejadian yang dialami anak saya, memang kita sebagai orang tua harus sabar dan juga memang benar apa kata Mbak Rossie , tugas kita masih berat untuk menyebarkan Autism Awareness. Mungkin kalau semua orang sudah mengerti apa itu "Autis" kejadian2 tersebut diatas tidak perlu terjadi.

Tks

Mega

----- Original Message -----

From: Milan

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Kalau disuruh secara jujur mengatakan siapa yang salah saya akan menjawab: Ibunya Aris (baca orang tuanya/ wali/ yang bertanggung jawab mengawasi Aris). Alasannya adalah hanya Ibunya tersebut yang tahu kondisi mental dari Aris tsb. Secara normatif kita tidak bisa memaksa lingkungan disekitar kita untuk memaklumi kondisi dan perilaku anak autis .



Solusi-nya: Hindari anak autis berinteraksi dengan lingkungan sosial tanpa pengawasan (baca sendirian) kemudian berusaha mengenalkan kondisi anak autis seperti apa adanya di lingkungan terdekat (maksudnya kalau anak tsb kelepas mereka bisa menginformasikan segera ke keluarganya).



Sampai kapan pengawasan dan usaha menyadarkan lingkungan tsb?.......ya sampai hayat dikandung badan (kita -kan orang tua terpilih).



Salam.

Yang ikut prihatin dengan kejadian bullying.

Milan

----- Original Message -----

From: mia

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Saya sedih banget bacanya Bu... Tapi Ibu jangan berkecil hati deh...

Percayalah Tuhan selalu ada di sisi kita...

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Prihatin sekali saya dengan kejadian ini...

Tapi saya pribadi mungkin tidak akan berlama-lama berpikir, ini salah siapa...tapi saya akan habiskan energi saya untuk fokus pada "bagaimana mencegah agar kejadian ini tidak terulang" (paling tidak, diminimalkan kemungkinan terjadinya).

Kenapa?

Karena kondisi autisme Aris tidak dengan segera bisa kita hapus.

Karena tempat tinggal Aris memang rentan terhadap kejadian seperti ini.

Karena orangtua Aris tidak mungkin 24 jam 7 hari dalam seminggu mengawasi perilaku Aris.

Karena banyak sekali orang di luar sana yang belum paham betapa sulitnya mengatur perilaku putra-putri tercinta kita.

Karena kita tidak mau anak kita menjadi bulan-bulanan orang lain karena keadaannya.

Solusi.

Itu yang harus dipikirkan sekarang....

salam,

dyahpuspita

----- Original Message -----

From: SAID M

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Bu Aris yang baik,



Ndak tepat rasanya kalau kita cari penyalahan atau pembenaran dalam kasus yang tentunya setiap ortu yang mempunyai anak SN. Kami juga merasakan sperti yang ibu rasakan munkin dalam kasus2 yang berbeda. Menurut saya jalan yang terbaik adalah kita harus selalu mengetahui segala tindakan apa yang dilakukan oleh anak kita. Kita harus bersabar dan tawakal. Terus berusaha dan berdoa jangan pernah putus asa.



Waled Habib

----- Original Message -----

From: M Yassir

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Ikut prihatin Bu...

Banyak sekali hal ini terjadi pada anak spesial needs kita seperti juga yg sering kami alami ...



Percayalah Bu...Masih banyak yg sayang sama kita dan anak-2 kita

Tuhan juga pasti sayang dan melindungi kita...



Sabar ya Bu...



Best regards

M Yassir

(ayahanda Fajar autis 10 th)

----- Original Message -----

From: Emil

To: Milis PK

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Saya ikut prihatin Bu dengan apa yang dialami Ibu dan ananda Aris.

Anak kita yang normal saja bisa bikin kita marah habis-habisan kalau ada yang namparin anak kita, apalagi anak SN kita yang kitanya jungkir-balik dan berdarah-darah menangani dan membantunya keluar dari keterbatasannya. Murkaaa...!



Tapi... katanya Aa' Gym, marah sama sekali tidak akan menyelesaikan permasalahan. Kalau dengan marah permasalahan selesai, kita jor-joran marah agar masalah segera berlalu. Tapi faktanya kalau kita marah, dunia menjadi sempit, musuh menjadi bertambah, aura panas menyebar ke sekeliling kita dan energi kita terkuras habis. Capek deh...!



Ada kata bijak yang pernah saya terima dan menarik untuk dijadikan pegangan dalam menyikapi masalah:

Mencari kambing hitam tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan, bahkan berpotensi menambah permasalah.

Carilah 'APA YANG SALAH' dengan demikian kita dapat belajar darinya.

Tindak-tanduk, ucapan dan pemikiran seseorang adalah cermin dari informasi dan pemahaman yang ada di kepala seseorang. Kalau ingin merubah response masyarakat terhadap anak SN, ubah pemikirannya agar memaklumi dan berempati terhadap anak SN.

Kalau boleh saya usul, lepaskan energi negatif yang menyesakkan dada Ibu dengan memaafkan diri sendiri, Aris, pelanggan apotik yang menempeleng Aris dan siapapun yang menyebabkan hati kita terluka. Setelah reda dan pikiran mulai jernih kembali, kita mulai melihat 'Apa yang Salah' dengan kejadian waktu itu.



Saya coba mulai dengan harapan bisa dilengkapi oleh para pakar yang budiman dan rekan milis lainnya yang sangat peduli dengan semua anak SN.



Apa yang Salah?

1. Aris berada di tempat umum tanpa pengawasan.

2. Aris gemar melontarkan kata 'kurang ajar' dengan atau tanpa alasan yang jelas.

3. Petugas apotik dan orang-orang yang berada di seputaran kediaman Ibu tidak tahu dan kenal dengan Aris yang menyandang autis. (ini dugaan saya saja, mohon maaf kalau tidak tepat)

4. Pelanggan yang menampar Aris tidak tahu mengenai kondisi Aris, bahkan sangat boleh jadi sama sekali belum aware dengan autis.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

1. Usahakan Aris selalu berada dalam pengawasan seseorang, apalagi di tempat umum. Kalau tidak mungkin setiap saat diawasi, khususnya saat berada di rumah, tutup akses menuju ke luar rumah agar Aris tidak dapat keluar rumah sendirian. Misalnya buat pintu berkunci di awal akses ke tangga ruang bawah ruko. Simpan kuncinya di tempat yang tidak terjangkau oleh Aris.

2. Masukkan dalam program terapinya Aris untuk menghilangkan kebiasaan ini. Diskusikan dengan terapisnya apa yang harus dilakukan untuk itu.

3. Lakukan kampanye kecil-kecilan ke orang-orang yang potensi sering berada di seputaran rumah Ibu. Kenalkan Aris dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bina hubungan baik dan akrab dengan mereka agar mereka bisa berempati dengan Aris. Kalau sudah terjalin hubungan yang baik, saya yakin mereka akan dengan senang hati menjelaskan pada pelanggan apotik kalau ada tingkahnya yang 'unik' serta membantu menuntun Aris kembali ke rumah.

4. Galang upaya bersama para ortu dengan anak SN dan simpatisan lain untuk melakukan kampanye autisme. Kalau diperkenankan oleh penyelenggara, gandakan flyer kampanye autisme yang ada. Kalau mau sedikit repot tapi tidak akan di-complain pihak manapun, bikin sendiri flyer-nya. Cukup banyak informasi di internet bisa dijadikan referensi. Gandakan pakai mesin stensil, lebih murah dan bisa berwarna.

Silahkan rekan milis lain menambahkan dan mengoreksi bila keliru. Kejadian ini sangat berpotensi terjadi pada anak kita juga.

BULLYING - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Best Regards,

Emil

----- Original Message -----

From: augustina

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Two tumbs up buat Pak Emil...........

Mama Aris, apa yang dialami Aris kurang lebih pernah kita semua alami. Mungkin jenis kejadian dan reaksi orang lain bisa sama bisa juga beda. Satu hal yang selalu saya ingin katakan bagi semua Orang Tua yang memiliki anak SN bukan hanya autis tapi juga anak-anak SN lainnya (tuna netra, tuna wicara, tuna laras, tuna grahita, tuna-tuna lainnya bahkan sampai anak yang gifted dengan segala kelebihannya).

Selamat.

Kita adalah orang-orang pilihan Allah

yang telah dibekali segudang kesabaran dan sekantong besarrrrrrrr kata maaf.

Untuk kita mampu dan sanggup membesar anak-anak titipanNya,

bukan hanya anak-anak yang biasa tetapi juga anak-anak yang spesial.

Yakinlah dan jangan putus berusaha dan berdoa penuh harap pada Yang Maha Kuasa "Semoga kita semua mampu membuat anak-anak kita lebih tahan terhadap berbagai cobaan hidup di masa datang kelak". Sehingga mereka akan mampu memberikan rasa bangga yang berbeda pada kita, karena mereka telah membuat kitapun merasa istimewa.

Salam,

Anna (Mama Adam)

----- Original Message -----

From: Yuliati P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Wah, makyess rasanya.................kata-kata yang bapak Emil tulis, kembali mengingatkan Saya untuk lebih bersabar dan tawakal, tidak hanya karena mempunyai anak SN tetapi juga dalam menghadapi semua masalah yang ada dan harus dihadapi.

Salam Yuli

----- Original Message -----

From: Lulut

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Waduh pa Emil, petuahnya udah spt ustadz/psikolog atau apa nih...

Kapan2 kalu ada masalah tanya pa Emil lagi ah...

----- Original Message -----

From: Ronny G

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Bu Amarylis, sorry kalau rada personal

Amaryllis itu nama genus untuk kembang lily, salah satu kembang terindah di

dunia. Nama yang indah, Bu! Semoga hari-hari Aris menjadi seindah nama Ibunya.

Bekerja dan Berdoa.

Salam,

Ronny

----- Original Message -----

From: Lily S

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

Saya ikut sedih juga, Bu. Betapa minimnya informasi mengenai anak-anak ini di negeri kita, dan betapa rendahnya toleransi orang terhadap sesamanya yang kebetulan berbeda. Doa saya untuk Ibu & Aris selalu.

----- Original Message -----

From: Nyaiisah

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

To: Mama Aris



Saya sangat terpukul juga mendengar cerita ibu dan saya bisa merasakan bagaimana seandainya adit yang mengalami hal demikian. Saya juga pernah mengalami hal serupa bu hanya kondisinya yang berbeda yang perlu kita lakukan hanya sabar...sabar...dan sabar, sabar yang tidak boleh ada batasnya.



Salam

Isha tantenya Adit

----- Original Message -----

From: amarylis

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

sebenarnya sejak pertama kali saya pindah ke ruko ini saya sudah mensosialisasikan kepada orang2 di sekitar ruko saya bahwa anak autis, jadi saya minta maaf betul bukan saya sombong kadang bagi orang yg tidak tau saya kelihatan terlalu memprotek anak saya, takutnya mereka tersinggung kok anaknya tidak boleh main dengan anak saya, boleh..tapi memang sangat diawasi. Namanya juga ruko,samping kanan kiri kan ada penjual sate & nasi goreng..dan segala contoh kasus yg sudah terjadi pd aris sebelumnya, dan dari pengalaman itu makanya saya agak memprotek anak saya. Memang malam itu saya sedang masak persediaan makanan untuk seminggu..jadi saya tidak terlalu repot tinggal masak sayur selesai (g penting bgt ya..supaya lebih jelas saja sih).

Saya juga bingung dengan aris, kl kata2 jelek gampang...bgt nempel diotaknya.pusing juga sih..dl waktu TK malah sering meludah ikut2 temannya.Sekarang aris sekolah di MI, saya tidak mau curiga siapa yg ngajarin ngomong kasar seperti itu..karna percuma masing2 pasti tidak mau mengaku dong(yang lemah yg terinjak), tapi saya sudah bersungguh2 mengajari aris untuk tidak mengatakan kata2 mutiara tersebut..

yah mungkin saya kurang bekerja keras dalam memperjuangkan aris ,dan kurang usaha juga untuk ukuran anak autis..tapi saya pikir2..bullying ini tidak hanya terjadi pada anak autis saja sihh, kejam memang & inilah hidup (yang lemah yang terinjak)..

jadi mari para orang tua anak special needs galang kekuatan pikiran dan tenaga ebesar besarnya, kl menurut anda sudah maximal,beluummm bu..ayo lebih maxsimal...untuk anak kita..

----- Original Message -----

From: Emil

To: Milis PK

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Bagus tuh Bu... sering-sering bercengkrama dengan komunitas sekitar rumah bersama Aris agar orang-orang sekeliling makin ber-empati dengan Aris dan Ibu. Insya Allah kalau sudah begitu, Aris akan jadi anak bersama tuh karena mereka care dan support untuk kemajuan Aris.



Para pakar yang budiman dan ortu, Bisa share bagaimana cara yang tepat untuk menghilangkan kebiasaan nyeplos kata-kata kurang baik dari anak SN kita?

Bantuin Mamanya Aris ya...! Saya belum pernah tau mengenai kasus seperti ini, jadi ngga bisa share apa-apa.

Best Regards,

Emil H

----- Original Message -----

From: Cita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Halo, mau ikutan kasih pendapat ni...saya cita, ibu dari puteri yg berumur 3 thn, tiap hari dari senin sampai sabtu saya kerja di klinik anak-anak SN. Mmh anak saya meki tdk SN, pernah ada periode suka berkata-kata yg jelek, Mis: "Bloon, nakal, kurang ajar, dsb..." biasanya berkata-kata seperti itu kalo "dilarang" dan itu biasanya diucapkan pada orang dewasa termasuk ibunya. Terus terang saya sangat down sekali ketika itu, karna pastilah orang2 yg denger kata-kata itu tdk suka dgn reaksi yg bermacam-macam (mereka menyebut anak sy nakal,atau pandangan sinis ke sy, dll). So, buat mama aris anak-anak biasa jg ternyata bisa seperti ini. trus apa yg saya lakukan?????

awalnya saya "marah" sama anak sy (alya), tp kemarahan saya "percuma" dan hanya menguatkan kalo kata-kata itu memang kata-kata "jelek".Saya yakin semua anak-anak baik anak biasa maupun SN adalah anak-anak polos yg hatinya masih bersih. tdk ada niat, pikiran yg "jahat", mereka PASTI TDK MENGERTI APA YG DIKATAKAN DAN DILAKUKANNYA, sekali lagi mereka hanya anak-anak.

selanjutnya saya observasi dari mana kata-kata tersebut bisa keluar dari mulut anak 3 thn.... dan TERNYATA.....kata-kata itu didapat karena meniru dari SINETRON TELEVISI. (sy baru ngeh... anak sy sering nongkrong di depan tv, kadang sama pembantu, tantenya or mertua sy ketika sy tdk di rumah). Akhirnya saya pastikan anak sy menonton TV seminimal mungkin. (jd inget mata kuliah dulu ttg efek media massa, background pendidikan saya dari fak komunikasi di UNPAD, ada teori yg namanya jarum Hipodermik). Akhirnya sekarang, kata-kata tersebut menghilang dengan sendirinya. Mohon rekan semua jgn bilang " ya anak situ kan "normal" .... beda sama anak SN"

mungkin ada benarnya juga ttg "beda" tapi yg ingin saya share adalah TOLONG......jgn isi kepala anak-anak kita terlepas dari normal or not dgn hal-hal yg negatif (ini bisa dari TELEVISI atau...... jgn2 tanpa kita sadari kita sebagai ortu tanpa sengaja pernah mengucapkan kata-kata yg tdk baik, dan kita harus pastikan anak-anak kita berada dalam lingkungan Visual&auditory yg aman).

semoga berkenan

thx

----- Original Message -----

From: augustina

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying - BISA JADI CERITA MASA LALU KITA

Ini mah terjadi juga sama anak-anak kita yang gak SN.

Itulah pentingnya kit aperjuangkan acara yang bermutu untuk anak-anak ditayangkan di TV bukan melulu sinetron siang-siang pula saat jamnya anak-anak nonton.

Betul khan.......?

----- Original Message -----

From: amarylis

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] bullying,sudah jadi cerita hidup kami

terimakasih atas dukungannya...

**

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy