Keponakanku Sayang…

02/06/2008



----- Original Message -----

From: Isha

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Keponakanku Sayang

Ass.....

Dear semua yang telah dipercaya Allah SWT untuk dititipkan anak yang SPECIAL



Awal aku menulis mata ini sudah terasa perih tapi aku berusaha untuk menahan karena aku masih di kantor. Nama ku Isha aku anggota baru milis ini. Aku bingung akan memulai dari mana menceritakan keponakan aku, namanya Aditya Cahyana umurnya 13th sekarang dia kelas IV di Madrasah Assa'adiyah Attahiriyah (sekolah reguler).

Kalau melihat kebelakang ada rasa menyesal dalam hati ku dan keluarga, kenapa Adit tidak diperiksa kedokter mengenai kondisi dia sedari usianya masih 2 / 3 tanuh. Tapi itu semua telah berlalu dan aku menanamkan satu pemikiran tidak ada yang terlambat. Sewaktu Adit kecil memang tidak ada kontak mata, kalau dipanggil tidak menatap mata sampai sekarang pun kontak matanya sangat terbatas.

Adit masuk sekolah umur 5th TK tapi disekolah dia tidak mau belajar bahkan membuat benang kusutpun tidak mau kala itu kita hanya berfikir ya....wajar namanya juga anak-anak.

Adit sangat dekat dengan ayahnya suatu hari ayahnya meninggal dunia dia tidak mau sekolah lagi,ayahnya lebih sabar ketimbang ibunya. Setelah itu Adit berhenti sekolah selama 2th selama itu kami hanya berobat pengobatan alternatif (refleksi) krn waktu balita Adit klw nangis nga keluar air mata setelah berobat baru bisa,sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan pengobatan tersebut.Dari situ kami mendapat keterangan kalau Adit sebernarnya hanya merasa kehilangan satu sosok yang begitu dekat dengan dia. Kami pernah menanyakan pada ibu guru TK dan tempat kami berobat apa Adit kena Autis mereka mengatakan tidak dan kami lega sekali pada saat itu, memang, kesalahan kami tidak pernah memeriksa kondisi perkembangan Adit kedokter.



Beberapa minggu yang lalu saya buka internet saya melihat web ini saya membaca ciri2 anak autis dan saya melihat ada kesamaan prilakunya dengan Adit seperti dia suka membeo,lebih senang sendiri dll. Setelah itu saya memberitahukan hal tsb pada kakak saya dan Adit akan dibawa kedokter.



Memang belum terbukti Adit Autis tapi dari cerita2 yang saya baca ko mirip2 prilaku Adit. Saya ingin menanyakan beberapa hal

1. Ada batas usia dalam permulaan melakukan terapi?

2. Sudah terlambat / belum untuk memulai melakukan terapi?

3. Seberapa besar kemungkinan anak autis bisa sembuh mengingat keponakan saya yang terlambat melakukan terapi

4. Apakah anak Autis bisa sekolah di sekolah umum



Terimakasih banyak atas semua informasi yang diberikan, saya hanya bisa berdoa untuk semua dan kelurga saya semoga kita senantiasa diberikan ketabahan &kekuatan dari Allah SWT. Allah telah mengistimewakan kita seperti halnya Allah telah memberikan anak yang istimewa kepada kita.



Wassalam

Isha tantenya Adit 13th

----- Original Message -----

From: Miko

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Keponakanku Sayang

Dear Tante nya adit...

Sedih sekali saya dengar ayah Adit sudah tidak ada dan Aditnya menurut cerita Ibu sangat terpukul saya gak bisa membayangkan bagaiman perasaan Adit. Mengenai diagnose kalau bisa coba didapatkan dari professional di bidang nya yang nama namanya banyak beredar di Milis ini ataupun webpage lain utk mendapatkan info akurat di daerah tempat tinggal Adit.

Kalau menurut saya terapi itu gak ada batasan waktu nya selama tujuan utama kita adalah utk membantu menemukan system yg benar benar sistematis utk membantu keterbatasan keterbatasan yang dialami anak anak kita melalui kelebihan di sisi lain yg ada secara maksimal. Karena seiring pertumbuhan anak anak baik yg normal dan special akan menemukan keterbatasan tsb. Hanya anak anak special kita memerlukan perhatian lebih dan cara yang lebih sistematis utk mengusahakannya.

Tidak pernah ada kata terlambat. Harus selalu berharap akan adanya keajaiban di dunia ini. Kalau tidak ada harapan maka semangat kita juga akan pupus seiring waktu. Selain berharap dengan terapi yang terutama adalah berharap ke Tuhan sebagai kuasa yang lebih besar dari pikiran manusia. Dia sanggup meng-ADA kan keajaiban.

Kalau menurut saya kata SEMBUH itu relative yah.. mungkin utk anak special lebih tepat memakai kata beradaptasi atau menyesuaikan diri karena memang mereka special.. bisa saja di sisi tertentu mereka lebih tapi utk hal hal yang menurut kita biasa (spt norma social, dll) mereka agak kurang, akan tetapi kita bisa focus pada kelebihan tsb utk kemandirian mereka di masa mendatang dan utk hal yang kurang bisa kita berikan pengertian secara bertahap sehingga mereka bisa beradaptasi.

Sekolah Umum?? Jawabannya adalah ya dan tidak.. bisa ya selama anak kita bisa beradaptasi (fit in) sehingga bisa berkembang dalam system pendidikan sekolah umum.. kalau tidak berkembang utk apa dipaksakan? Lebih baik cari cara lain seperti home schooling atau lainnya sehingga kita benar benar tau perkembangannya memang benar benar kea rah yang lebih baik. Ataupun mungkin minat si anak ada di bidang seni atau hal hal lain yang lebih spesisfik ada baiknya lebih focus ke sana saja. Toh sekarang banyak sekali sarjana sarjana kita yang masih nganggur.

Sekian pendapat saya... Para pakar lain di milis ini saya rasa bisa lebih memberikan saran yg terbaik..

Rgrds/miko

----- Original Message -----

From: Yuliati P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Keponakanku Sayang

Ibu Isha,

1. semakin cepat semakin baik untuk memulai terapi dan yang pasti disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak dan kemampuan diri kita.

2. lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, tapi akan lebih efisien kalau ibu konsultasikan dengan ahlinya dimana keponakan ibu berdomisili. Bahkan dimilis ini juga banyak pakar yang sangat-sangat bisa membantu.

3.Sembuh? menurut yang saya baca dan saya denger dari beberapa ahli ya bu, autis ini bukan penyakit yang setelah minum obat langsung bisa sembuh. Secara umum untuk anak-anak SN perlu beberapa terapi untuk mengatasi kekurangannya dan ibu bisa berkonsultasi ke bagian rehab medik/tumbuh kembang anak di RS terdekat dimana ibu berdomisili untuk mendapatkan keterangan yang lebih gamblang. Karena saya bukan ahli disini , anak saya juga autis dan sudah berumur 11,5 tahun (laki-laki)

4. untuk bersekolah - tergantung dari kondisi anak dan kondisi sekolah, apakah sekolah tersebut bisa menerima anak SN atau tidak. yang pasti sebelum kita memasukkan ke sekolah tersebut, kita harus bilang terus terang tentang kondisi anak kita agar tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari.

Salam,

Yuli (Mama Yunan)

----- Original Message -----

From: Nuryani

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Keponakanku Sayang

Dear Isha,

perkenalkan saya Mama Kelvin, anggota baru juga di milis ini. (Jadi tolong dikoreksi bila jawabannya salah ya rekan2 milis)



1. Ada batas usia dalam permulaan melakukan terapi?

Sedini mungkin terapi hasilnya akan semakin baik. Tapi menurut literatur usia 2-3 th adalah golden periodnya, karena pada umur tersebut perkembangan otak paling maksimal, selanjutnya akan melambat. Juga pada saat itu anak masih mudah diatur dan belum ada pemahaman yang salah. Tapi tidak ada kata terlambat. Terapi pasti akan berguna mengoptimalkan apa yang dapat dicapai si anak.

2. Sudah terlambat / belum untuk memulai melakukan terapi?

Oh...ini sudah dijawab neh diatas, tidak ada kata terlambat buat mereka kok :>



3. Seberapa besar kemungkinan anak autis bisa sembuh mengingat keponakan saya yang terlambat melakukan terapi. Well, sayang sekali, autisme tidak akan sembuh. Seperti kata terapis anak saya, autis itu seperti warna rambut, kalo orang barat warna rambutnya kuning, ya kuning........

Tetapi literatur bilang, "kesembuhan" (dalam tanda kutip) bukannya tidak mungkin, diilustrasikan : bebek, kalo rupanya seperti bebek, keluar suara seperti bebek, ya pastilah itu bebek. Artinya bisa kok individu autisme "normal" (dalam tanda kutip neh), walaupun ada aneh2nya dikit..



4. Apakah anak Autis bisa sekolah di sekolah umum.

Kalo yang ini, setau saya (lagi2 dari literatur yah..) sekolah umum, tergantung tiap anak :

1. Kalo anak itu Asperger (biasanya tidak ada keterlambatan dalam bahasa) bisa sekolah umum.

2. Kalo ASD (autism spectrum disorder) yang high functioning : bisa juga.

3. Kalo ASD yang low functioning : biasanya ngak...tetapi perkembangan tiap anak lain2...banyak yang waktu kecilnya didiagnosis ini ternyata dewasanya dianggap Asperger. Anak normal yang sekolah umum toh belum tentu sukses kan. Yang penting sih gimana agar anak bisa mandiri dan menghidupi diri sendiri bila kita2 nanti sudah tidak ada,gitu loh..menurut pendapat saya...tolong koreksi ya teman2 milis



Semoga Adit mendapat penanganan yang terbaik



regards

Mama kelvin (ASD,3.2th)

----- Original Message -----

From: Isha

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Keponakanku Sayang

Terimakasih pak Miko dan rekan lain,

sekarang saya benar-benar mengeluarkan air mata karena kantor sudah sepi,tapi air mata saya air mata bahagia karena saya membaca email pa miko. Adit memang sering sekali menguji kesabaran kita sekeluarga kadang tiba2 dia ngambek ga ada sebab atau membeo sendiri,tapi itu dalakukan Adit kalau dia ada dirumah kalau disekolah dia cenderung aga pendiam dan kurang bersosialisasi selain itu dia juga sangat terbatas dalam aktifitas motorik.



Saat ini adit sekolah di sekolah reguler sejauh ini ibu gurunya bilang kalau dia bisa mengikuti pelajaran, ibu gurunya juga sudah memahami keadaan adit. Adit tidak nakal asalkan temannya tidak memulai menakali dia. Dia memiliki daya ingat yang cukup bagus terbukti dia masih ingat kalau sebelum ayahnya meninggal dia sering diajak naik motor keliling2 bahkan dia masih ingat jalan yang kita lalui sewaktu akan berziarah kemakam ayahnya yang ada di Sukabumi, dia bilang "inikan jalan mau kekampung abah haji" sewaktu kita tanya dia ko adit tau dia bilang "waktu itu pernah diajak sama bapak waktu bapak adit belum meniggal"



Adit suka musik kebetulan dirumah ada gitar sekarang dia suka belajar main gitar mudah2an dengan itu dia jadi bisa mengurangi membeo kalau sedang sendirian. Setiap hari adit berangkat sekolah diantar tapi kalau pulang dia sendiri sekolahnya memang tidak jauh kira2 500m dari rumah jadi dia cukup jalan kaki.



Dulu adit punya emosi yang tidak bisa dikontrol seperti 2kaca meja dipecahkan,2kaca jendela dipecahkan bahkan saya pernah dilempar vas bunga dari tanah liat sampai berdarah,dengan temannya yang nakalpun dia selalu membalas tapi alhamdulillah sedikit demi sedikit emosinya berkurang sekarang kalau marah bisa diberitau



Aduh masih mau cerita banyak tapi lampu dikantor katanya mau dimatikan jadi terimakasih sekali lagi untuk pa Miko.......



Wasalam

Tantenya Adit

----- Original Message -----

From: Miko

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Keponakanku Sayang

Sama-sama Bu..

semua orang tua dan orang dekat yang dikaruniai anak special pasti pernah mengalami dan melewati fase yg Ibu alami jadi kurang lebihnya kami bisa mengerti.. cucurkan air mata sambil berdoa Bu sampai puas.. dan maju terus utk mencari yang terbaik buat anak anak kita…

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy