Kapan TERAPI anak dihentikan?

02/01/2008



----- Original Message -----

From: Maria A

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Dear All,



Kita tidak bisa memungkiri bahwa terapi merupakan salah satu pengeluaran kita terbesar setiap bulannya. Namun kadang kita juga gak tau sampai kapan terapi ini bisa dihentikan, karena kalau dibilang untuk "keperluan anak" pasti ngomong pengeluaran rutin jangka panjang.

Namun ada juga dipikiran , mengapa semua ini kita lakukan ? apakah memang demi anak (sering juga kecewa dan tidak sedikit yang berkesimpulan terapi "gak nolong banyak" dibanding intervensi fisik (suplement , diet ,penanganan pencernaan, penghindaran alergi, jamur)).



Hampir saya sangat dilematis untuk memutuskan untuk menghentikan suatu bentuk terapi. Namun gak sedikit yang saya jalankan untuk hanya memenuhi "kata orang". Kelihatan ada juga keegoisan saya untuk menghilangkan rasa bersalah saya sebagai ortu , TAKUT dibilang tidak membuat upaya Maximal buat anak...Tapi apakah bentuk - bentuk Upaya maximal itu diperlukan oleh anak...



Saya pun pernah mengalami ini sebagai dilematis yang tak terpecahkan , perbedaan pendapat antara saya dan suami..dan sampai saya berkonsultasi dengan Ibu Ita . Memang tidak mudah memutuskan suatu terapi yang kita rasakan sebaiknya dihentikan...



Mungkin bisa sharing pengalaman para rekan, untuk memutuskan menghentikan TERAPI ( dalam arti bukan masalah keuangan atau gak bener nya terapis ). Tapi masalah yang berhubungan dengan kemajuan anak yang tercapai dan tidak tercapai karena pelaksanaan terapi...



Semoga sharing yang bermanfaat bisa membantu kita semua.



Maria

mom of madeleine

----- Original Message -----

From: Wina W

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Bu Maria,



Anak saya, Gilang, mengikuti terapi sejak usia 22 bulan dan terapi yang dilakukan mulai terapi perilaku, okupasi dibarengi dengan terapi wicara dan begitu terapi SI sudah mulai dikenal, Gilang juga mengikuti terapi SI apalagi saat itu masih sedikit sekali pusat terapi yang mempunyai sarana lengkap terapi SI. Malahan terapi SI dilakukan di pusat terapi yang berbeda dengan tempat terapi perilaku dan okupasi sehingga agak pontang-panting juga karena tempatnya berjauhan. Itu semua kami lakukan untuk memperoleh perkembangan yang optimal.



Setelah perkembangan Gilang membaik dan juga sudah mulai sekolah di SD, maka secara perlahan jam terapi dikurangi karena sebagian waktunya sudah habis untuk kegiatan sekolah. Semula jumlah jam terapi Gilang seminggu adalah 36 jam dan secara perlahan dikurangi seiring dengan perkembangan Gilang dan dialihkan dengan mengikuti les kumon, menggambar, fotografi, gitar dan berenang. Les tambahan sebagai pengganti terapi yang kami pilih tetap masih terkait untuk perbaikan perkembanganya, sebagai contoh : les gitar dan gambar diberikan untuk memperbaiki motorik tangannya, berenang untuk memperbaiki koordinasi dan konsentrasinya, kumon untuk memperbaiki kemampuan matematiknya dan fotografi untuk hobi karena Gilang menyukai aktifitas fotografi dan senang difoto.



Sejak kelas 2 SD terapi hanya dilakukan seminggu sekali selama 2 jam dan akhirnya terapi dihentikan pada saat Gilang duduk di SD kelas 4, perbaikan perilaku dan kekurangan dari sisi akademik diperbaiki oleh guru Student Support Center (SSC) di sekolah seminggu 2 kali setelah jam sekolah, sekali pertemuan sekitar 30 menit dan yang diperbaiki adalah motorik tangan dan kemampuan menulisnya, matematika dan juga perilaku-perilaku yang masih kelihatan "aneh".



Jadi berdasarkan pengalaman saya, keputusan menghentikan terapi tergantung pengamatan orang tua dan juga terapisnya tergantung kemajuan anak.



salam,

Wina



----- Original Message -----

From: Eveline H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Dear Bu Maria, maksud pertanyaan mau ke mana nih? smile

Kalau pengalaman saya, biasanya berhenti justru karena alasan keuangan atau

terapis tdk cocok. Atau krn kita gak ngerti betul (misal brain gym, Glen Doman). -- Lah, jadi ngga menjawab dong ya? Kecuali utk alternatif. Coba 2 macam alternatif tapi tidak cocok & malah

traumatik utk kami semua.

TERAPI : Awalnya cuma ABA -- bahkan doa pun yg rutin aja

Tidak secara khusus utk dia, kasian bgt ya?

ABA dipakai pertama karena sama sekali gak ngerti arti kata yg sederhana

(spt : ambil, koran), jadi ceritanya utk membangun konsep-lah. Suatu masa

dia (si ABA) menjadi kurang efektif.

Lalu diet & rotasi (kalau anak skrg sih ini wajib duluan yah?)

Lalu bionergotherapy (smcm tenaga dalam) dg Rm. Somar -- hasil kurang

maksimal (tenang sehari pulang dr situ, sesudahnya hiperaktif lagi) + berat

di ongkos (per kedatangan 100 ribu? hanya utk 5 menit).

Lalu suplemen, SI, dll... Rasanya semua berguna..

Yang ada bukannya berhenti tuh, Bu. Malah makin panjang daftar

terapi/kegiatan smile

Ini sy copy paste aja dari catatan. Mungkin bisa berguna juga utk yg baru

bergabung.

----------------------------------------------------------------------

Terapi/Kegiatan untuk Gerard (14 th--) s/d 23 Agt 2007

---------------------------------------------------------------------

-1. DOA, Bacakan Alkitab, Kebangunan Rohani (khusus yg ini, boleh percaya

boleh tdk, setelah kami ortu lebih rajin, baru2 ini dinyatakan sehat dari

gangguan jantung (dulu bocor), tanpa treatment khusus. Juga anak arahnya

"maju" -- ya kadang ada mundurnya, tapi gradien (kecenderungan) grafik naik.

-2. Rotasi Makanan terutama yg Ber-Phenol

-3. Diet CFGFSF & Bebas Pengawet,Perasa,Pewarna:

Glutten Free, Casein Free, Tanpa perasa, pewarna, MSG, pengembang, pengawet, dll yg buatan, Sugar Free

-4. Supplement (ini musti ke Dr! Keperluan tiap anak beda)

-5. Kegiatan Rumah Tangga: angkat jemuran, bantu masak, belajar bikin kue, sapu halaman, dll yg kemarin.

-6. Melukis/Menggambar (di sanggar dkt rumah, msh di-prompt berat oleh

emaknya)

-7. Self Help Skills (yg ini rada berat, setelah bertahun-tahun belajar,

akhrinya mulai bisa skrg, sdh setua ini).

-8. Sex Education (belum, tapi hrs, krn mulai tertarik liat dada)

-9. Budi Pekerti, Sopan Santun, Toleransi, Etiket :

Ke Panti Asuhan

Sopan santun di tempat ibadah

Sopan santun di rumah orang

Sopan santun di jalan raya

Sopan santun di rumah makan, mall, dll

Antri di bank, kantor pos, ATM, dll

-10. Outing/jalan-jalan (paling doyan)

-11. Musik (keyboard tapi kurang suka + rencana drum)

-12. Bernyanyi (ngikutin kita atau kaset, bukan les khusus boo...)

-13. Menari (lagi sy paksa utk goyangin badannya, kayak remaja lagi dugem

gitu...)

-14. Baca, Tulis, Hitung (yg ini biar ortu sudah give up, teruuusss dijalankan)

-15. ABA / Lovaas (dulu sekali selama +/- 6 thn)

-16. Brain Gym/ Glenn Doman (ini terus terang gak ngerti krn cuma modal baca buku, bukan ke ahli langsung -- masalah biaya)

-17. Senam Pagi Indonesia (gerakan seingatnya), jumping hop, sit up, push up, bljr badminton + rencana basket + rencana karate; banyak rencana nih... pdhal baru bisa serve badminton doang!)

-18. Pijat (oleh tukang pijat refleksi biasa, dulu 1 x seminggu, sekarang 1 x sebulan, mslh biaya)

-19. Sensory Integration (terbentur biaya, jadi jarang pergi ke Dr. nya):

Bersepeda

Trampolin, bear hug, dll hug... smile

Sandwich

Hiking, jalan, lari (pagi/sore)

Renang, jalan di kolam renang

Motorik Halus

Dll (trmsk PR menekan-nekan geraham, langit2, dll)

-20. Jemur di bawah matahari wajib 1 jam pagi + 1 jam sore (sambil jalan, badminton, sepeda, senam)

----- Original Message -----

From: Maria A

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Ya, memang suatu kali kita memutuskan untuk berhenti dari suatu terapi yang tidak ada /ada kemajuan dari anak , saya lihat sharing bu Win dan Bu eve ...kelihatannya walaupun berhenti (terpaksa / memang diputuskan berhenti), tapi selalu diberikan lagi entah apa saja kegiatannya baik ekskul maupun art activity. Intinya sih memang "GAK BERHENTI " juga. Cuma memang diubah bentuknya .



Tapi yang pasti dari sharing Wina , dikurangi bertahap ....



Ada lagi yang mau sharing .........



maria

----- Original Message -----

From: Dyah P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Kesimpulan Maria benar.



Memang sebaiknya ada kegiatan terstruktur untuk anak, meski sudah tidak terapi lagi.

Terapi dihentikan, bisa juga karena dirasakan 'kebutuhan sudah berbeda' karena pematangan anak. Sudah jadi remaja, misalnya.



Tanpa kegiatan terstruktur, kita sebagai manusia akan bingung. Leha-leha seharian, gak ada yang ditunggu, gak ada tugas, itu sangat tidak menyenangkan. Coba aja Anda sekalian liburan terus menerus selama 3 bulan. Pasti gak betah.



Ikhsan jelas sudah tidak ada terapi lagi. Sudah "tuwa" dong.

Tapi 'kan teteup aja ada kegiatan terstruktur yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dia di berbagai bidang.



Kalau soal peningkatan pemahaman, menurut saya, tidak ada batas akhir. Di atas langit, masih ada langit

salam,

--dp—

----- Original Message -----

From: Taufiq H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Dear Ibu Maria

saya bingung mau sharing dari sisi apa ya.. :-)

kalau dari sisi keluarga memang Rahman (sepupu saya, autisme 15 tahun) sejak umur 8.5 tahun tidak terapi diluar, namun dicover dengan aktifitas terapi di rumah oleh keluarga.

kalau dari sisi terapis atau profesi saya, mungkin orientasi terapi di suatu pusat terapi lebih diarahkan pada pendekatan rumah, sehingga ada "shared responsibilities" antara pusat terapi dengan rumah dalam perkembangan anak. jadi keberadaan pusat terapi selain memberikan pelyanan terpi juga sebagai evaluator bagi pelaksanaan program yang dilakukan dirumah.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: Detty

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Ibu Maria & Bpk. Taufik,



Hanya sedikit ide. Saya baru saja menjadi anggota milis ini, mungkin lebih baik saya beri latar belakang perkembangan anak saya. Ini saya tulis dalam pesan perkenalan :

Nama saya Detty Aziz. Kami tinggal di West Chester, Pennsylvania. Anak saya Ardhika 9 tahun (hampir 10)menderita autism dengan diagnosa PDD NOS (Pervasive Developmental Disorder-Non Otherwise Specified). Kami mengetahui masalah Ardhika semenjak dia berumur 2 1/2 tahun. Saya tertarik untuk mendengar pengalaman2 dan bertukan pendapat dengan rekan milis yang lain mengenai autisme di masa remaja dan masalah autisme lain secara umum. Pada saat mulai diketahui masalahnya Ardhika tidak berbicara kecuali beberapa patah kata. Sejak itu therapy terus dilakukan, disekolah maupun diluar sekolah. Tk & SD dilalui Ardhika di sekolah khusus dengan bantuan Autistic Support Program, (diluar rayon), dan dimulai kelas 2, Ardhika sudah kembali ke sekolah di rayon awal, dengan tetap mendapat bantuan dari sekolah dengan istilah Itenerant support (prinsipnya minimal support). Selain perkembangan itu, kami masih banyak mengalami tantangan2 lain sesuai dengan perkembangan umurnya dan kedewasaannya dan konsekwensinya dalam hal expectation sosialnya.

Nah... saat ini saya rasakan sekali hasil dari therapy2 yang dilakukan kepada Ardhika. Untuk kami disini, para orang tua dengan masalah autis ini, memang banyak sekali halangannya, terutama mengenai biaya. Walaupun sudah mulai banyak bantuan dilakukan pemerintah negara bagian (Pennsylvania) untuk masalah ini, tetap masalah biaya adalah yang utama. Kalau saya intip masalah2 lainnya yang saya lihat adalah keterbatasan service dan waktu. Mengenai kapan dihentikan...... agak sulit langsung bisa dijawab, karena memang sementara ini semua mencoba berbagai cara untuk mendapatkan therapy.

Saya lihat juga faktor "tidak ada perubahan", "tidak ada perkembangan", banyak sekali malah, tapi sementara ini kelihatannya strategy utama adalah terus dilakukan therapy karena faktor waktu (window of opportunity) dan strategy penanganan dini adalah jalan utama (Early Intervention is the way to go). Memang orang tua banyak masih meraba & bertanya seperti Ibu Maria... sampai kapan?? begitupun saya. Yang bisa saya kerjakan saat ini terus terang adalah maju terus, sementara masih ada biaya dan masih ada waktu. Walaupun lambat... sangat lambat... untuk Ardhika perkembangan itu ada.



Ada sedikit ilustrasi mengenai Ardhika yang saya pakai sebagai pegangan (untuk mempertebal kepercayaan diri saya sendiri). Ardhika pada umur 2 tahun tidak bisa berbicara, tapi sudah bisa menghitung s/d 100, mengenal & menghapal angka2, semua yang berhubungan dengan angka menjadi obsesi untuk Ardhika. Dengan ketidaktahuan saya, saya bangga dan senang sekali sehingga lupa bahwa sebetulnya banyak sekali yang tidak dilakukan (terutama dalam hal berbicara) oleh Ardhika dibandingkan dgn anak seumurnya dulu. Selain itu, semua tanda2 autisme sebetulnya sudah telihat sejak awal. Pada umur 2 1/2 tahun Ardhika mulai therapy (OT, Special Instruction, Speech, Social Skills dsb.). Setelah melalui proses itu... sdikit demi sedikit saya lihat obsesi itu hilang, malah juga seolah olah kemampuan "matematisnya" tidak sehebat dulu... sepertinya semuanya menjadi lebih seimbang... tapi perkembangan itu sangat lambat sekali, hampir tidak terlihat perbedaannya. Setelah beberapa bulan, malah mungkin satu tahun baru saya perhatikan hasil dan perbedaannya. Nah... ilustrasi itu membuat saya sedikit yakin bahwa bukan hanya perkembangan saja tapi jelas terlihat ada PERUBAHAN keseimbangan antara kemampuan (mungkin sebenarnya bukan kemampuan, tetapi OBSESI) matematis nya dengan kemampuan bahasa & komunikasi. Karena banyak hal baru yang Ardhika geluti dalam masalah bahasa, obsesinya berkurang. Saya lihat faktor positifnya adalah KESEIMBANGAN. Saya sendiri sangat awam dalam hal ini, jadi analisa hanya saya buat berdasakan logika saja. Seiring dengan pengalaman pada umur 2 ini, saya mengalami lagi hal yang hampir sama pada saat TK. Prinsipnya sama, hanya di TK, Ardhika sudah bisa menghitung perkalian sangat komplex, tanpa bisa melakukan tambahan ringan, apalagi perkalian. Misalnya, Ardhika tahu berapa detik dalam 37 menit, tapi tidak tahu 6 + 6, atau 6 dikali2. Jawaban masalah biasanya diberikan oleh Ardhika dalam waktu kurang dari sepulh detik... sangat cepat sekali, dan saya tidak tahu bagaimana dia bisa menghitung secepat itu. Sedikit demi sedikit..... lagi2 kemapuan matematis yang sedikit aneh ini berkurang malah mungkin hilang, dan Ardhika sekarang (kelas 4) mengitung seperti biasa saja, typical dengan anak2 lain. Mungkin dia sedikit lebih cepat dari teman2nya, tapi memakai teori yang sama dengan teman2nya. Kelihatan sekali bahwa Ardhika berusaha menjawab dengan menghitung dulu untuk mendapatkan hasil.. bukan seperti dahulu, langsung menjawab. Hal ini sudah diramalkan oleh therapist nya waktu Ardhika memulai TK, bahwa setelah anak itu tahu bagaimana berfikir secara typical (standard, atau normal) pelan2 strategy berfikirnya akan berubah.. lebih kearah standard typical.

Nah... walaupun sederhana.... tapi 2 hal diatas adalah bukti yang saya selama ini pegang bahwa perkembangan konkrit ada, walaupun lambat, malah kelihatan fungsi berfikir (saya tidak tahu istilah ilmiahnya) BISA BERUBAH, karena memang frustrasi kalau tidak ada yang kita pegang sebagai patokan keberhasilan,... saya mengerti sekali itu.

Ini pengalaman pribadi saya yang mungkin sedikit keluar jalur, tapi saya harap membantu.

Detty

----- Original Message -----

From: Maria A

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Salam kenal Detty,



Aku lagi juga mikirin ..APAKAH sebenarnya pada ANAK AUTIS pada saat diagnosa autis malah yang diperlukan BUKAN TERAPI yang digenjot dulu. TAPI intervensi biomedical /fisik , penanganan gangguan metabolisma nya dulu.



Karena kalau mau kita genjot terapi diusia 2 tahun sudah 40 jam /minggu atau dah kayak Karyawan deh.... dimana KONDISI fisiknya masih amburadul....

Bagaimana mau mengintervensi dengan suatu bentuk TERAPI yang padat tapi fisik masih belum baik. Nah sekarang , para medis dan ahli khan lebih ke arah penanganan moderate ..dijalanin dua- duanya , dan disebut intervensi TERPADU (kata ahlinya loh...). tapi apakah TEORI INI benar??? Pengalaman yang menjawab.....



Jadi selain Memberhentikan , kita juga mesti lihat MANFAAT dan tepatnya terapi untuk dia Saya belajar dari KESALAHAN saya juga...banyak kesalahan yang saya perbuat disini..makannya saya memerlukan sharing dari ortu.



----- Original Message -----

From: Budi OT

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan? FROM BUDI SOLO

Dear Bu Detty,

It's sound interesting case to me Bu. Kita melihat banyak kasus anak dengan kebutuhan khusus memang banyak sekali celah yang harus ditambal agar lubang (saya menganalogikan lubang adalah masalah) yang ada lama-lama bisa tertutup dan anak bisa mandiri seperti anak yang lain.

Nah sebagai orang tua setelah konsul dan periksa sana-sini khan kita ngerti problem anak secara jelas. Tinggal dimana lubang yang paling besar (yg paling banyak mengganggu anak baik dari segi kelangsungan hidup atau secara fungsional. Sementara lobang yang lain juga harus ditutup.

Nah besar kecilnya lobang (masalah) itu tidak sama bu. Ada lubang yang bisa ditutup dengan cepat ada yang perlu memakan waktu lambat. Kadang-kadang ada lobang (masalah) yang tidak bisa ditutup sama sekali tetapi anak bisanya hanya melakukan aktifitas fungsional untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya anak autis dengan retardasi mental yang parah tidak mungkin bisa sekolah atau melakukan aktifitas fungsionalnya dengan baik sehingga beberapa aktifitas self care nya harus dibantu.

Untuk mengetahui program telah berhasil apa engga atau kapan bisa dihentikan bisa digunakan dengan assessment yang komprehensif baik dengan instrument standar ataupun dengan assessment non formal/ non standar. Dari situ bisa dilihat anak masuk di rentang perkembangan usia berapa tahun kemampuan fungsionalnya baik dari aspek fisik, mental maupun sosial/emosional.

Banyak anak yang saya periksa memiliki problem yang sangat bervariasi. Verbalnya bagusnya minta ampun tapi motorik halusnya jelek sekali. Ada yang motorik kasar dan halusnya bagus tetapi kemampuan berpikir abstraknya lemah. Ada yang sudah bagus motorik dan verbalnya tetapi kemampuan interaksi sosialnya lemah.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa untuk mendidik ketrampilan sosial untuk

anak dengan kebutuhan khusus memakan waktu cukup panjang dan melelahkan

disamping juga tergantung dari kecerdasan yang dimiliki faktor pola asuh, lingkungan dimana anak tinggal serta pola aktifitas anak, rentang pergaulan sosial sangat menentukan keberhasilan ketrampilan ini.

Demikian Bu Detty tanggapan saya semoga membantu yang penting NEVER GIVE

UP BU SEMANGAT UNTUK BUAH HATI KITA TERCINTA

All the best to you,

Budi, MSc.OT – di Solo

----- Original Message -----

From: Detty

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan? KPD: BUDI SOLO

Setuju sekali Pak Budi. Assesment itu penting sekali seperti Pak Budi sarankan. Kalau tidak salah assesment dilaksankan oleh school distric (sekolah) untuk anak2 special needs seperti ini setiap 2 tahun. Itupun pasti tergantung dengan keperluannya. Untuk 3 tahun pertama assessment dilakukan setiap tahun , baru tahun ini kami tidak dianjurkan untuk dilakukan assesment, mereka mencadangkannya untuk tahun depan.

Dalam contoh soal anak saya, hasil assesment ini, memang ada beberapa hal yang harus kita (orang tua) putuskan sendiri apakah setuju apa tidak dengan sekolah. Kita diperbolehkan untuk mendebat assesment, seperti biasa kalau berurusan dengan pemerintah ada birokrasi, hasilnya bisa disetujui mereka atau tidak, tergantung. Setelah itu, kalau upaya sudah exhausted dengan pemerintah/sekolah, dan kita belum puas, kita mencari2 lagi jalan keluar melalui therapy swasta dll. Tapi kalau masalah nya serius selama ini yang saya pantau kelihatannya bisa didiskusikan dengan pemerintah/sekolah, dan banyak kasus mereka ubah assesment nya. Biasanya... yang "kena" istilahnya adalah, para penderita high functioning dimana sekolah kadang2 terlau cepat memutuskan tidak perlunya therapy extensive, karena para high penderita high functioning biasanya bisa mengikuti pelajaran dsb. Sekolah2 yang "kurang" canggih dengan keperdulian dalam masalah ini akan mengkotak2an anak dengan sangat kaku, bisa mengikuti pelajaran atau tidak, dan semua diukur dari situ. Tidak dilihat lebih jauh lagi. Di daerah saya sendiri (dalam satu school district), ada terdaftar 8 sekolah dasar, dalan 10 tahun terakhir hanya satu yang jelas mempunyai program khusus bantuan untuk Autism, Tahun kemarin jumlah itu menjadi dua sekolah. Nah pada saat anak kita dikategorikan TIDAK PERLU lagi mendapat bantuan program khusus, ya merupakan pekerjaan rumah kita untuk mencari tahu apakah benar atau tidak, meminta bantuan pihak ilmiah (developmental specialist, psychologist dll) untuk mem-back-up analisa itu. Jika pihak2 yang kita minta pendapat berfikirin berdeda dengan pemerintah, ya kita perjuangkan untuk tetap mendapat bantuan. Nah disini tantangannya... pekerjaan rumah ini yang kadang2 membuat kita bingung dan frustrasi, karena faktor waktu, biaya dan kredibilitas pihak ilmiah itu sendiri.

Jadi memang betul Pak Budi, masalah dan keperluan adalah unik unutk masing2

penderita, tidak ada yang persis sama, sehingga jalannya pun berbeda2.

Mudah2an pak Budi, semangat kita terus ada, siapa lagi.

terima kasih

Detty

----- Original Message -----

From: Taufiq H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Terimakasih atas masukannya bu Detty...:-)

saat membaca pengalaman ibu, saya jadi juga teringat dengan sepupu saya yang memiliki hal yang "serupa namun tak sama", dari umur 4 tahun komputer adalah hal yang bisa dikatakan ia bisa dan sangat tertarik atau obsesif, semua hal yang terkait dengan komputer ia lahap hingga bisa. hal ini berlangsung cukup lama sampai ia duduk di kelas 5 diusia 12 tahun. walau sekrang masih, namun intensitas jauh berkurang dibandingkan dulu.

saya setuju dengan istilah ibu, KESEIMBANGAN...:-) karena diawal terapi yang dilakukan bertujuan untuk membangun dasar atau landasan yang kuat dan stabil. semakin tinggi building blocknya semakin beragam hal yang akan akan ditemui dan dipelajari. dengan keseimbangan saya melihat beragam pilihan yang juga meningkatkan beberapa hal lainnya.

memang kalau hanya mematok pada skala keberhasilan usaha pada skala apa-apa saja yang telah dicapai dan apa yang belum, tidak tertutup kemungkinan memang dapat menyebabkan frustasi. namun kalau ditambahkan unsur proses yang akan dilalui untuk mencapai keberhasilan. kita (terapis dan orang tua) bisa menformulasikan suatu strategi yang dilakukan secara terstruktur, tahap demi tahap. jadi selain berusaha mencapai suatu keberhasilan kita juga dapat memanage harapan untuk mencapai keberhasilan.

terima kasih atas sharingnya dan mengangkat pengalaman ibu ke pada saya khususnya dan teman-teman milis... :-)

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: Maria A

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Dear All,



Kalau di lihat dari sharing pak Taufik dan pak Budi , memang kita juga perlu punya energi lebih untuk para ortu untuk tidak berfokus pada HASIL , tapi pada proses. Sehingga point ini juga penting untuk menjadikan pertimbangan dalam menjawab pertanyaan KAPAN TERAPI ITU DIHENTIKAN???



Namun , kembali lagi pembahasan mengenai fokus pada perbaikan fisik dahulu ,baru genjot di terapi ..apakah teori itu benar atau salah???

Karena kalau untuk jadi bahan diskusi ( komentar ya...mungkin maria salah nih)..

Kalau TERAPI itu kita menangani AKIBAT dari efek - efek tubuh.. Kalau perbaikan fisik itu menangani SEBAB....Kalau sebabnya belum ditangani ..akibat tetap terus terjadi...????



Kemudian, pernah aku baca tulisan seorang Prof ahli Syaraf khusus OTAK anak , yang memang dia bilang ..apabila suatu AKIBAT mengakibatkan anak lemah misal dia tidak dapat menggunakan otak KANAN...(karena memang ada gangguan otak )kadang kesalahannya bahwa ortu /terapis memaksakan "MELATIH otak kanan". Bukan melatih OTAK kiri, kalau yang lemah atau dah gak bisa ...KITA harus meningkatkan fungsi yang kuat lebih kuat bukan menaikan yang lemah (karena gak begitu teorinya) . kembali lagi Terapi untuk fungsi kehidupan anak ke depan..Mungkin dia akan LEBIH UNGGUL bila dilatih fungsi yang kuat ,dibanding maksa melatih fungsi yang lemah ...

Nah dari teori ini ...makanya memaksakan program terapi kepada ANAK dan hasilnya gak maju- maju mungkin juga salah . Karena kita bukan fokus pada membuat anak bisa meMaximalkan apa yang lebih , tapi malah membuat anak menderita dengan melatih yang memang dah gak bakal bisa.



ya, itu sekedar pemikiran berbeda aja..mungkin ada yang menangapi ...



Seperti Madeleine , memang sekarang saya amati ..oleh terapi okupasinya ..sudah latihan nulis dah 1 tahun ..Ya, tapi ya tetap aja gak kelihatan fantastic kemajuannya, ada sih majunya. Aku jadi berfikir ...memang dia lemah dipergelangan tangan ..Lalu ada gak nulis system touching aja (alat). Tanpa memaksa lagi dia menulis. Karena memang pergelangannya gak kuat - kuat. ( akibat ) .



Demikian mohon tangapan...



MARIA

mama madeleine

----- Original Message -----

From: Said M

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Dear All Member's,

Alhamdulillah tahun 2007 sekarang di Doha mau berakhir, di Indo sudah dua jam yang lalu. Kalau boleh saya berbagi sedikit mengenai anak saya yang tercinta Said Muqaffa (Habib) sekarang dia sudah berumur 10 tahun 10 bulan. Kemarin malam jam 20 30 waktu Doha dan jam 00 30 waktu Indo tiba2 Hp saya berdering saya tahu biasanya dari istri saya, saya sangat terharu dan kagum mendengar yang berbicara adalah anak saya Habib. Saya sangat bersyukur dia sudah bisa menayakan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan situasi pada saat itu. Masya Allah puji syukur saya pada Allah betapa gembiranya saya dengan kemajuan yang dialami oleh anak saya. Saya juga mencoba balik bertanya abang Habib kapan ultah, trus dia menjawab tanggal 11 feb 2008. Trus saya lanjutkan dengan pertanyaan abang Habib mau hadiah ultahnya apa nanti, terus dia jawab abang Habib mau tape yang ada video kecil. Dan saya berjanji pada dia nanti kalau abang ke Doha akan Waled belikan.

Rekan2 miliss yang baik sampai saat ini anak saya habib masih mengikuti terapi walaupun didaerah karena anak saya saat ini tinggal ama istri dan adiknya di Langsa Aceh Timur. Insya Allah April nanti saya mau konsul kejakarta sama dr MB. Saya juga ingin menanyakan ama beliau apa anak saya harus diterapi dijakarta atau bisa diteruskan di Langsa. Saya juga ada rencana mau memindahkan sekolahnya ke Jakarta kalau mungkin. Karena dia sampai sekarang sekolah SD di Langsa. Saya pernah dapat info dari istri saya bahwa ada sekolah bagus dijakarta untuk anak2 SN yaitu Lazuardi International Islamic School.

Rekan2 milis yang budiman saya tidak pernah berhenti berusaha dan berdo'a kemudian dibarengi kesabaran yang tinggi. Saya yakin dibalik semua ujian pasti ada hikmahnya. Untuk itu saya pribadi menerima dengan lapang dada apapun yabg telah dianugrahkan oleh Yang Maha Kuasa.

Akhirul kalam marilah kita bersama-sama berusaha dan memanjatkan do'a demi anak-anak kita semua "Selamat Tahun Baru Smoga Ditahun 2008 Kita Lebih Baik dari Tahun 2007"

Warm Regard's

Waled Habib

----- Original Message -----

From: Lukie D

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Subject ini menarik buat saya...

Sebelum kita membahas lebih lanjut, mungkin kita perlu menyelaraskan ide awal dulu.. Apa yang kita maksud dengan TERAPI ??



Buat saya pribadi, TERAPI adalah BELAJAR.

Proses belajar tidak saja terjadi pada saat-saat tertentu, tetapi sepanjang hari selama kita hidup. Pada contoh-contoh kisah "penemuan-penemuan penting dunia" (Archimedes, Einstein, Thomas A Edison) kodisi "KLIK" .... "EUREKA" justru terjadi saat mereka santai... (andai saya bisa menjelaskan dengan lebih jelas menurut buku apa.... lupa saya seh).



Kondisi paham/KLIK harus bermodal proses "belajar" yang terus menerus dan sering diluar kesadaran kita, even saat kita tidur! Otak, tidak pernah istirahat!



Siapakah yang kita sebut TERAPIS ?? Seseorang yang dengan sengaja mendampingi seseorang belajar. Semakin tinggi frekuensi enggagement dan terstruktur materinya (gak perlu seperti diktat kuliahan lah), semakin baik. Penguatan sinyal-sinyal dilakukan setiap saat, gak cuman dengan duduk manis di ruang kelas. Mengaktifkan semua indera/sensori dalam melakukan proses belajar (mengamati, menyentuh, mencium, mendengar, bergerak dll). Semua orang disekitar kita yang membuat kita mampu menarik kesimpulan akan sesuatu hal dan membuat kita menjadi lebih kaya ilmu adalah GURU/TERAPIS.



Kalo sudah gitu kembali pada pertanyaan "Kapan Terapi dihentikan" ??

Wahhhh ya gak lah - learning is lifetime activity or you are not a living person anymore.

Finance bukan alasan untuk menghentikan terapi. Karena banyak alternatif kegiatan yang bisa dilakukan tanpa dukungan dana khusus. Yang kita perlukan sebagai orangtua adalah keberanian, ketangguhan, kemauan belajar, konsistensi sekaligus kepasrahan. Waktu juga bukan merupakan kendala, karena kita bisa melakukan "terapi" secara lebih REAL jika kita melakukan aktifitas hidup sehari-hari pararel dengan proses mengajar anak. Justru anak belajar dengan contoh..., visual, bukannya menurut sang master pendidikan Ki Hadjar Dewantoro "ing ngarso sung tulado, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani" ?

Pendidikan bukan hanya milik orang berada.....pendidikan adalah HAK semua orang, dengan cara pandang diatas. Be proses oriented (as mbakyu Ita said in her book - Warna-Warni Kehidupan), dan kembali.... Otak tidak pernah tidur, jadi gunakan untuk hal-hal yang positif dan suatu saat hasil dari perulangan 100000000 kali itu tiba2 menjadi KLIK....

Biarkan Allah memutuskan hasilnya, Apa yang kita kerjakan adalah berusaha dan BERHARAP. That's what life is all about.

Dan mbak Detty di Pensylvania... sungguh suatu kebetulan, baca ajah Buku Mbakyu Ita tentang autistic ABG - remaja Warna-warni kehidupan......

Ikhsan tetap belajar walaupun dia sudah tidak masuk range usia sekolah MANDIGA.... Mungkin itu akan membantu pemahaman akan konsep belajar/terapi.



Saya sering dapat pertanyaan spt ini "Ismail sudah gak terapi lagi bu ?"

Hmmmm apa maksudnya yah ? Kalo sama lembaga khusus emang gak. Tapi itu tidak membuat saya berhenti mengajar Ismail khan ?

Tapi perasaan seperti ini gak hanya terjadi pada ibu saja... , termasuk saya. Kelelahan, wonder when it's going to be ended menyinggahi semua parent anak-anak special. Forum ini untuk menguatkan dan mengingatkan. Terimakasih mbakyu Mods... :-)



Akhirnya : Selamat Tahun Baru 2008,

Keep hoping and fighting to bring out the best of our kids,



Salaam,

Lukie

----- Original Message -----

From: Linda H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kapan TERAPI anak dihentikan?

Bagus sekali penjelasan bu Lukie...

Saya setuju terapi = belajar, jadi proses belajar tidak hanya di tempat

terapi saja, tetapi di rumah dan di mana saja ...

Rgs,

Linda



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy