Sekolah atau tidak??

01/26/2008

----- Original Message -----

From: Annie

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Hi semua,

boleh minta pendapatnya ga ?

Anak saya Justin nih baru bulan Oktober ini 4 tahun, dan sekarang masih di nursery SPH. Problemnya dia speech delay dan ADHD, yah autis juga ada meskipun sedikit. Saya lagi bingung mau terus sekolah atau terapi aja dulu ya biar bisa ngomong? Kalau disekolahin kan TK udah belajar nulis dan baca, tapi kalau Justin tidak sekolah, katanya nanti malah dia semakin kurang sosialisasinya... jadi baiknya gimana ya ???

Thks atas bantuannya,

Annie (Justin's mom)

----- Original Message -----

From: Emil H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Pengalaman dengan anak saya Ibrahim, awalnya dia full therapy. Setelah mulai verbal dan mulai banyak mengerti bahasa dan sebagiannya sudah mulai bisa diucapkan dengan versi yang mulai bisa dimengerti umum, saya ikutkan sekolah. Tapi dalam sepekan hanya 2 hari, sisanya 4 hari theraphy. Yang 2 hari di sekolah pun saya bicarakan dengan gurunya agar hari bersekolah adalah hari dimana jadwal aktivitas anak TK sekelasnya banyak kegiatan di luar kelas (Ibrahim waktu itu masih sulit duduk tenang sehingga tidak efektif untuk ikut sekolah).

Sekarang Ibrahim sudah mulai bisa duduk tenang dan mengikuti pelajaran di dalam kelas. Saya sedang pertimbangkan untuk menaikkan jumlah hari sekolahnya dan mengurangi therapy. Tapi di rumah tetap saya handle 2 jam sehari, kalau tidak lembur, tidak ada rapat sosial, tdk..., tdk...

(kapan mentherapy-nya donk...???). He... dengan saya di rumah setidaknya saya usahakan 2 x 2 jam dalam sepekan. Idealnya sih 4 jam therapy formal di meja sehari katanya bu Evi Sabir yang kasi program untuk Ibrahim. So... idealnya tiap malam kudu 2 jam dengan saya. Jatah istri untuk mencheck dan melatih diluar session therapy, jadi at any time bisa dilakukan.

Mudah-mudahan membantu.

Emil H

----- Original Message -----

From: Stno

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Dear ibu2,

Saya juga punya pertanyaan yang sama nichh.. gimana ya?

Anak saya Ziddan sekarang 4 th. Rencananya July ini saya akan masukan ke TK umum ( udah nge-daftar dan bayar uang pangkal segala) Selama ini dia di Therapy dengan system ABA, selama hampir 1 th. Dan hasilnya verbalnya sudah sangat meningkat..sudah bisa bertanya, yang simple..seperti "Mana kakak ?" atau "Mana Bola Ziddan?" atau "Mana Mobil Merah?", dll.

Selama ini di Therapy, 6 x seminggu selama 2 jam. Saya Memutuskan untuk mencoba memasukan dia ke TK karena beberapa alasan:

- Di TK yang akan kita masuki ini, juga sudah pernah menangani anak yang autistic, waktu masuk, kemampuanya,hampir mirim dengan Ziddan sekarang, dan setelah 2 tahun di TK, dia bisa mengikuti semua kegiatan yang ada, dan sekarang dia bisa masuk di SD yang termasuk (unggulan/favorit)

Kebetulan dia dari TK sama an dengan Kakak nya Ziddan ( Rafly, 6 th. )

- Selama ini, kita di Tempat therapy, ada kegiatan outbond, dimana semua anak di kumpulkan,totalnya sekitar 12 anak. Yang sehari-hari, gak bertemu,karena jam belajarnya berlainan. Hanya saat Outbond session aja, mereka bertemu semua, yang jadi masalah buat Ziddan, dia nggak mau

main,sama temen-temen dari therapy nya ini..karena,secara umum, hampir 90% kemampuan verbalnya mereka kurang.. Sementara kalo di rumah, Ziddan, sudah terbiasa, main dengan anak-anak sebaya nya , walaupun tidak bisa 100% mengikuti..ya kalo temennya larii..dia ikut lari, kalo temennya sembunyi, dia juga ikut sembunyi.. Hanya dia belum bisa membedakan sesuatu yang milik orang lain..jadi kalo udah mau, dia akan minta /rebut/ambil adja,,,walaupun yang punya..sampe nangis-nangis...dan kita selalu ingatkan untuk mengatakan "Pinjam", dianya mau ngomong..cuman kalo udah di ingetin....

Dari sini lah..saya dan mamanya ziddan, berpikir gimana agar dia bisa punya kesempatan lebih banyak untuk bersosialisasi dengan temen sebayanya.. Makanya kita kan masukan dia ke TK Umum.... Dan tentu, akan mengurangi jam di therapy jadi 3 X seminggu adja...

So, ada yang punya pengalaman..pls. advise nya... Dan tentu do'a nya, biar cita-cita ini berhasill..

Wassalam

Stn, papanya Ziddan 4 th. Mataram.

----- Original Message -----

From: Didin

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Untuk papanya Zidan,

Mau sharing nehhhh.....anak saya adib (9th) saat ini kelas 2 SD. Sejak usia 4 th saya sekolahkan di TK umum dengan pertimbangan untuk generalisasi dan sosialisasi. Saat itu Adib sudah bisa duduk tenang, sudah dilatih TK2an dengan anak normal pokoknya 6 bln terakhir progammernya fokus untuk

mempersiapkan adib masuk sekolah termasuk menyiapkan terapis untuk pendamping. Waktu itu Progammernya ( bu Lani ) belum merekomendasikan utk sekolah karena adib dianggap masih kurang mampu untuk sosialisasi dan komunikasi sederhana ( standar anak normal), SAYANYA NGOTOT....

Akhirnya program ke sekolah betul2 dibuat fokus....SOSIALISASI....dan cuma boleh sekolah 1 jam.....TAPI..... ga selancar yang saya bayangkan....Adib suka dorong2 temennya....(ga bisa nyolek )kalo pas jam main sibuk lari kesana kemari...karena temen2nya main yang bervariasi....kalo dikelas suka

ngrebut apapun....(padahal program "minta" di tempat terapi dah ok), ngantri cuci tangan juga dengan tantrum...palagi kalo ngantrenya lama... AKHIRNYA......Adib dihentikan sekolahnya....selama 1 tahun saya nurut...rut....ama progammer...sosialisasi kita bikin dari kelompok kecil ampe besar.....berkunjung ke TK....seminggu 2x. Semuanya lancar ampe adib kelas 1 SD, nilai selalu diatas rata2, terapis dah nungguin diluar kelas...TAPI..... naik kelas 2SD....MASALAH mulai timbul.....lagi.....pelajaran sekolah mulai keteteran.....terutama bahasa (arab, jawa,indo,inggris), akhirnya kita pangkas jam sekolahnya adib, dia cm ikut pelajaran yang mampu dia ikuti....kalo yang susah dia belajar sendiri ama terapisnya kebanyakan sih ngerjain OT.

Jauhhhh dilubuk hati saya...masih berharap adib bisa sekolah umum ....(pengen punya Oscar juga ...huwaaa......) tapi saat ini saya sedang persiapkan adib untuk homeschooling ....nanti mulai ambil les kumon...les music....basket...tenis....Paling tidak nanti kelas 4 saya sudah bisa

memilih yang terbaik untuk adib...SEMOGA....(semoga Bu Lani belum Bete ama saya...he...he...he...)

demikian sharingnya pak.....apapun kalo untuk anak...pasti berhasil.....SEMOGA....

Salam hangat,

didin (mama adib)

----- Original Message -----

From: JJ Mom

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Dear Pak Stn,

Menurut pengalaman saya terhadap anak saya (sekrang 5 tahun 2 bulan).

Sewaktu anak saya berumur 4 tahun kurang 3 bulan, saya masukkan ke TK umum siangnya (paginya di TK special autis=Early Intervention Program), tapi dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 1 jam sehari. Karena maksudnya saya adalah bersosialiasi aja, maka anak saya itu dalam waktu sejam di TK

umum itu hanya mendapatkan:

- snack time

- music and movement

- playtime (outdoor n indoor)

Jadinya total NDAK ADA AKADEMIKnya. Selama setahun begitulah kerjaan anak saya, enak2an dianya di sekolah TK tersebut. hehehe..

Tapi begitu liburan panjang akhir tahun lalu, saat dia usia 5 tahun kurang 3 bulan, saya masukkan dia FULL 3 jam , tapi dijelasin ke si anak terlebih dahulu, kalo sekrang dia udah 3 jam. Hasilnya, OK bagi anak saya, OK bagi gurunya juga. Guru juga berperan sangat penting. Biar semahal apapun,

sebagus apapun kurikulumnya, kalo Gurunya ndak cocok, ya sama aja. Pilihlah sekolah yang bukan favorite dan muridnya dikit, sekolah TK anak saya cuma 8 anak aja sekelas.

Berhubung, saya ini homemaker, jadi anak saya ajarin akademik di rumah. Dulu di TK special autisnya itu juga tidak mengajarkan akademik. Jadi di TK special autis itu anak saya belajar:

- self regulation

- independent work

- turn taking

Kami berdomisili di Singapore, nggak tahu di Indonesia ada TK special autis yang melakukan Early Intervention Program. Yang paling susah bagi anak autis adalah berfungsi di dalam group. Sebaiknya dimulai dengan group kecil, 1 peer, baru 2 peers, baru 4 peers. Kalo mau anak belajar 1:1, ini mah gampang bagi anak autis. The biggest challenge adalah di group, dimana si anak harus juga memperhatikan temennya/groupnya. Juga banyaknya distraksi, apa si anak bisa engage-disengage-engage?

Apa yang Bapak pikir preskill yang perlu dipelajari oleh Ziddan untuk masuk TK, Bapak ajarkan ke doi, contohnya yang barang orang maen samber, belum tentu sianak tidak tahu pemilikan, mungkin saja si anak belum tahu meminta izin/meminjam.. Ini anak bisa diajarin untuk meminta permisi kalo mau

minjam. Ini bisa dilakukan dengan role play dan modelling. Mulanya apa yang mo dipinjam si anak, langsung aja dikasih! Begitu si anak mengerti konsep pinjam, nah.. si anak disabo, doi minta, kita tak mo kasih, bisa dia ngerti, kalo biar dia sudah minta izin pinjam, belum tentu bisa selalu dapet. That's

life...smile

Readiness si anak.. untuk mengetahui readiness si anak, konon ada assessment akan readiness untuk sekolah, tetapi saran saya, untuk mengetahui readiness anak, sebaiknya ortu duduk di dalam kelas/intip dari luar kelas selama beberapa kali. Saya pikir sangat baik untuk mengetahui realiti keadaan anak

kita, terus kita bisa mengajarkan apa dibutuhkan oleh sianak. Feedback dari guru juga penting sekali.

Soal readiness, buat putri saya yang hampir berusia 4 tahun, belum ready sih ya untuk sekolah TK umum, bahkan belum ready untuk terapi dalam group.

Paling2 1 peer aja, ini pun peernya dicuekin habis... hehehe....

Semoga berkenan.

Salam,

jjmom

----- Original Message -----

From: Joko

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Selamat Pagi Bp Stn,

Bapak harus sabar hal itu sudah terjadi pada anak saya rama, tapi dengan kesabar sy sebagai ortu pelan2 sy ajarin hal-hal sehari2 yang ada di rumah. unutk bisa berkomunikasi. Mudah2 Ziddan Insyaallah diakan bisa membaca dan menulis sendiri. tapi si Rama sll terapi. unutk sokolah umum belum ada yang mau terima. itu aja kendalah. motorik uda bagus. bahkan dia suka baget bahasa jerman, inggris dam matematika. ada TVE edukasi itu yg di tonton setiap hari.

Ok pak.

Salam,

Ayah Jaka di Bontang kaltim

----- Original Message -----

From: Stn

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Waduh.. Makasih banyak share nya buat Mamanya Adib, JJ Mom, and all.

Iya..iyaa... Jadi gitu ya buu...

Mudah-mudahan..ziddan juga bisa ada perkembangan yang baik nantinya.. Saat ini, dia sudah bisa menyannyi, Naik kereta Api tut.tut.. sampai yachh 80% abis..dan bener..dan lagu lain..yachh.. putus-ptus.. Terus dia, juga udah hawal semua Abjad, terutama kalo huruf Besar.

Malah lebih cepet dari Kakaknya yang mau masuk SD. Kita tunjukan huruf..apapun..secara acak dia akan sebut dengan cepat dan bener, demikian juga dengan angka. Kalo suruh hafal..angka, dia sudah bisa sampai 30.

Do'ain ya bu..

Salam

Papanya Zidan..

----- Original Message -----

From: Annie

To: peduli autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sekolah atau engga ??

Terima kasih banyak ya atas masukannya.

Memang kita semua harus sabar ya dengan perkembangan anak kita dan lingkungannya. masalahnya ga semua sekolah mau terima dengan keadaan anak kita seperti itu. anak saya di nursery SPH malah disuruh ngulang lagi di nursery atau pindah karena guru TK-nya merasa dia belum siap. Waktu saya tanya2 ke sekolah2 lain, rata2 ga mau terima kalau anak autis. Speech delay masih diterima, tapi begitu denger autis langsung deh pada "no way" padahal belum liat anaknya.

Jadinya saya memutuskan dia terapi terus sampai lancar bicara baru sekolah lagi. Daripada dia nanti juga stress di sekolah.

Rgds,

Annie

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy