Dimas emosi sama ibu

01/07/2008

----- Original Message -----

From: "haryanto”

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Dear All,

Akhir-akhir ini Dimas suka menanyakan kata2 yang dia anggap nggak wajar yang dia dengar dari lagu. Seperti lagu mimpi nya Anggun, reff nya : Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi. Terlelap dalam lautan emosi. Dia tanyain satu per satu. Saya bingung juga loh waktu dia tanya ; melambung itu apa. Kalo saya jawab melambung :

terbang, keliatan aneh karena kata dibelakangnya ada kata terbang juga. Saya jawab melambung : meloncat naik. Trus dia juga tanya emosi itu apa ? Emosi itu artinya marah.

Hari Jum'at kemarin udah jam 7 malam ibunya belum pulang, Dimas bilang : Dimas emosi sama ibu. " Kenapa emosi Dimas ?" tanya saya.

" Sudah malam ibu belum pulang Dimas emosi. " jawab dia.

Saya pengin ketawa campur haru . Ternyata dia pengin bergaya pake bahasa yang lain untuk mengungkapkan bahwa dia marah.

Cukup lumayan perkembangan Dimas, meskipun kadang menjengkelkan karena buntutnya pasti ada maunya. Seperti pas tanggal 14 Feb, bangun tidur dia langsung bilang: Bapak Anto selamat hari Valentine. Nanti sore beli es krim Campina gambar hati.

Salam,

Haryanto

----- Original Message -----

From: "Siswanto"

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Pak Haryanto,

Saya juga seringkali kerepotan meladeni pertanyaan anak saya (Farras, 5 th). Dia suka sekali yang namanya benda berputar, seperti kompressor AC, Kipas/Blower, Kompressor angin (yg ada dibengkel), Machine pemarut kelapa dll. Dia juga suka dengan lampu merkuri dijalanan yang terang benderang.

Yang dia tanya adalah: ayah, kenapa kompressor AC nya mati? saya jawab:

Nak kompressornya mati karena AC-nya juga dimatikan. Anak saya nanya lagi?

kenapa AC-nya dimatikan? saya jawab, karena AC-nya tidak dipakai lagi.

Pertanyaan berikutnya, Kenapa AC-nya tidak dipakai? jawaban saya: Kan

udaranya tidak panas, jadi AC tidak dinyalakan. pertanyaan berikutnya,

"kenapa udaranya tidak panas? dst......... pertanyaan tiada henti lah.......

sampai saya hampir kehilangan jawaban.

Saya kadang jengkel/kesel tapi jauh dilubuk hati saya berharap semoga ini adalah bagian dari hal positif dari anak saya, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Jadi saya harus menerangkan semuanya sampai dia mengerti atau mungkin sampai anak saya tidak ada pertanyaan lagi.

Yah..... suka duka dan harap cemas bagi orang tua dari anak special need memang akan selalu ada........... smoga kita semua diberi jalan & kekuatan untuk selalu membimbingnya.

Barangkali ada yang punya pengalaman sama dengan saya, mohon sharing-nya.

salam

Siswanto (ayah Farras, autis 5 th)

----- Original Message -----

From: "Dyah Puspita"

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] anak bisa bertanya ?? Ooohh....

Duh, berbahagialah bapak-bapak karena putra-putranya mampu bertanya...

Saya mimpi-mimpi mau potong kuping eh..salah...potong tumpeng deng, kalau sampai buah-hatiku si Monas bisa bertanya tentang berbagai hal kepada saya.

So...pertanyaan2 itu adalah bagian yang sangat positif dari proses perkembangan manusia. Syukurilah. Jangan pernah jengkel. Tapi selalu cari akal untuk menjawab dengan informasi yang berguna. Kalau lagi 'males' atau 'jengkel' apalagi 'capek' dan 'sebel'...inget sama saya deh (juga sama berjuta orang lain yang bernasih seperti saya di dunia ini)... Nanti pasti capeknya hilang!

salam,

Ita-nya Ikhsan (16 tahun, autis, nonverbal...)

----- Original Message -----

From: “Eveline”

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Aduh, ini 2 cerita yg sungguh bikin iri...

Saya dalam mimpi pun belum pernah mendengar G bertanya jawab seperti ini.

Walau berharap-harap, biarlah malam ini mimpi ngobrol dgn G....

Tapi anak tetangga saya (yg normal, NT) juga begitu koq. Kata ibunya :

sampai pegel menjawab... (Btw, NT singkatan dari normal tendency ya? Suka latah nulis NT, tapi gak tau artinya.)

Lagu si Anggun itu memang enak didengar ya ...

"Melambung" kenapa nggak pakai contoh bola aja?

"Emosi" kan nggak selalu marah ya?

Salam,

Eveline

----- Original Message -----

From: Rosita

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Bu Eve,

NT adalah kepanjangan dari Neuro Typical sebutan untuk anak yang katanya normal.

salam,

Rossie

----- Original Message -----

From: "DH"

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Pak Siswanto,

Ha ha ha ha sama dengan si Janice (almost 4 yrs nih) juga.

Janice sering banget tanya kenapa. Udah dijelasin panjang lebar trus dia tanya kenapa, trus lanjut lagi kenapa, wele wele... tapi saya juga berusaha berpikiran positif lah. Semoga ini bagian dari perkembangan yang baik hehehehe

Regards

David Ho

----- Original Message -----

From: "Cisca"

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Selamat ya Pak Har, pak David Pak Siswanto !

Bisa nanya apa kenapa dengan inisiatif sendiri itu suatu progress besar lho.

Saya aja masih menunggu hari "H" nya tiba kapan anakku akan tanya2 saya macem2. Saya sedih kalau liat ortu yg ngomel (malah nyubit atau ngeplak ) anaknya yg banyak nanya2 terus ... kalau saja mereka merasakan bagaimana punya anak yg nggak bisa nanya2...

Just share floortime tips yg saya baca -blm praktekin soalnya anakku belum bisa bertanya apa kenapa - Ortu jangan pikir bahwa mereka selalu harus tahu segala jawaban, sebaiknya memposisikan diri sebagai fasilitator, jadi kalau sudah 2-3 rentet pertanyaan, atau kalau mengulang pertanyaan2 yg sama lagi, variasikan jawaban ortu, buat dia surprise, karena anak ASD biasanya kaku, mereka udah mengandalkan 'pasti dijawab' oleh ortu, maka ortu mesti sering2 buat variasi supaya 'kekakuan' mereka berkurang. Juga selalu berusaha menjawab dengan pertanyaan lagi yg sifatnya 'open question' alias pertanyaan yg nggak bisa dijawab dengan ya/tidak thok, tp harus mikir, harus pakai alasan - apapun alsannnya bener salah logika nggak jadi masalah (bukan cari benar salah) yg penting interaktif dulu, nanti sesuai perkembangan kognitif & kematangan emosi baru diurusi 'content' nya alias mutu 'isi' pembicaraannya

Bbrp contoh jawaban 'open' dari ortunya misal:

- wah mama juga nggak tau ya kenapa begitu. Menurut kamu kenapa ya ?

- o ya, aku juga baru tahu kalau seperti itu ya. Hmm kira2 kenapa ya?

Menurut kamu kenapa?

- Kamu liat/dengar dimana ? coba ceritakan apa yg kamu liat/ dengar, aku belum jelas/ belum mengerti.

- wah.. siapa ya yang tahu kenapa begitu? Mau coba tanya papa ? atau mau coba cari di buku (ensiklopedia) ? --> bisa dilanjut dengan assignement, nyari arti kata di ensiklopedia (bisa cari ensiklopedia bergambar buat anak2 yg murah meriah, jangan yg serius dulu)

- kayaknya tadi kamu udah tanya, apa coba jawaban mama, ingat nggak?

- aha.. kemarin kita kan sudah bicarakan kenapa begitu. Coba sekarang kamu yg ceritakan kempabli / beritahu mama/ adik dll.

- nggak tahu ah. Coba kamu cari tahu sendiri, nanti kasih tahu mama jawabannya apa. (bisa kasih petunjuk kemana)

- wah nggak tau juga ya kenapa. Hmm kira2 bu guru tahu nggak ya? Mau kamu tanya bu guru besok? (bisa melatih memori, 'pr' buat besok, stlh pulang bis review dia suruh ceritakan kembali jawabannya dst)

Bisa juga dibuat jadi aktifitas 'percobaan', suruh menyelidiki/membuktikan sendiri kenapa sesuatu begitu (kalau berhub dgn science, bisa buat science kit yg simple2, misal, kenapa boal ngapung di air etc).

By the way, istilah emosi di indonesia sering dipersempit artinya jadi sekedar marah, padahal marah itu hanya salah satunya lho. Ada banyak buku2 yg menggambarkan berbagai ekspresi emosi alias perasaan, biasanya gambar wajah2 senang, sedih, marah, bosan dll, mungkin bisa dipakai untuk menerangkan & mengajak anak memahami/ merasakan macam2 emosi. Misalnya dia lagi nonton kesukaan dia, bisa kita labelkan, bahwa itulah yg namanya perasa senang.

Selamat sekali lagi ya pak, progres Dimas ruarr biasa, moga2 anak saya nyusul bisa cepat nanya2.

Salam,

Cisca

----- Original Message -----

From: "DH"

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Tips2 yang sangat bagus Bu Cisca. Thanks yah.

Regards

David Ho

----- Original Message -----

From: Lusila

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Bu Cisca , thanks tip's nya. Ada yang menggelitik nich, saya sering kali mencoba pakai pertanyaan terbuka tapi jarang banget dapat jawaban. Akhirnya saya balik lagi ke pertanyaan tertutup lagi. Seharusnya gimana ya kalau mentok?

Regards

Lusila

----- Original Message -----

From: "Cisca"

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas emosi sama ibu.

Bu Lusila,

Kayaknya sama dengan cara mengenalkan apapun yg baru, butuh sabuarrrr, konsisten & persisten dari kita, soalnya anak2 ASD kan cenderng kaku, susah merubah habit. Jangan give up kalau belum 1000x nyoba dengan 1001 cara utk 1 hal he he he itu motto saya.

Jadi inget kalo jaman sekolah dulu dari kebiasaan ujian multiple choice, lalu pas kuliah dapat esay melulu, banyak 'pelajar bintang' pun jeblog, abis ga kebiasaan bernalar, beragumen & 'ngecap' he he he...

Kalo multiple choice kan 'nyaman', selalu ada jawaban, kalo essay kan mesti mikir. Jadi yah rasanya sama deh, awal2 pasti anak 'jeblog' dulu, lama2 makin dia penasaran (karena kita nggak sediakan 'multiple choice'nya lagi, pasti dia berusaha juga... jangan divonis mentok dulu ah... paling awal2 karena hal baru dia butuh 'procesing time' & waktu penyesuaian yg lebih lama, jadi kita jangan desak, santai aja, biar anak nggak merasa under pressure. Next time coba lagi, coba lagi terussss.. hang in there!

Salam,

Cisca

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy