Anak autis bisa bekerja??

01/06/2008



----- Original Message -----

From: lani (Semarang)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] anak autis bekerja ? NO....

Dear teman-teman,

Beberapa saat yang lalu saya bertemu dengan teman-teman dari jogjakarta yang bersemangat mencoba mencari jalur kerjasama di pabrik-pabrik, agar anak-anak dapat bekerja di sana ..... Pertanyaannya, apa bener kita mau mengirim anak-anak kita ke dunia luar begitu saja ....

Masih terbayang di benak saya tentang anak-anak autis yang mengalami pelecehan di sekolah oleh guru di sekolah. Sediiiiih rasanya tiap kali membayangkan apakah dunia akan begitu kejam pada anak-anak ini. Padahal, sekolah untuk anak-anak khusus ini harusnya menjadi tempat teraman untuk mereka hidup dan berkembang. Apalagi bekerja di pabrik gitu loooooh. Gimana kalo anak kita di kasih narkoba? gimana kalau diboongin, belum lain-lain. Untuk itu, saya dan bu didin sepakat menciptakan masa depan untuk anak-anak tercinta. (soulmate dalam ngurus anak, hehehe.... kita pake jalur yang sama dalam milis ini nih.)

Saat ini kami bikin yayasan di semarang. Yayasan ini terutama adalah akan menjadi dunia kecil bagi anak-anak, Naufal dan Adib untuk merangkai masa depan, dan juga mungkin untuk anak-anak lain. Dengan mengurus anak-anak yang bergangguan, kami keep focus dalam mengurus dan mencari solusi untuk masa depan anak ini. Kalaupun kami tenggelam dalam kesibukan, ya tetap berada bersama anak-anak ini. Autisma sudah menjadi dunia kami (para ibu dan bapak). Kenapa nggak kita sekalian benar-benar hidup dan hidup dengan benar di dalamnya? (jadi jangan hidup ngga matipun segan ... hehehe....).

Akhirnya cerita kehidupan bersama anak-anak dalam yayasan pun mulai terangkai. Naufal sangat menikmati porsinya sebagai "tetua" dalam kelompok anak-anak yang terapi di yayasan. Jadi, di kelas klasik, dia banyak mengambil peran sebagai "kakak" yang sabar dan telaten hehehe.... Komentarnya yang selalu menggelitik adalah: Bu may ... bagaimana perkembangan Ichsan, hehehe ...

Kami juga mengembangkan unit usaha budi daya lele dan percetakkan yang perlahan-lahan anak ini akan dilibatkan (tentu saja dalam bagian yang aman dan sesuai dengan kemampuannnya). Panen lele sangat menyenangkan lho ...hehehe...

Adib rajin mengambilkan saya minum, setiap kali saya datang ke kantor. Adib menikmati kegiatan itu, dan saya tertolooooong sekali lho dengan kebaikan adib ini! Kalo ga ada yang ingetin, 1 hari saya bisa gak minum (aneh, kok saya jarang haus ya?) Padahal mudah sakit saluran kemih nih ....

Kami sudah menyiapkan lahan untuk terus mengembangkan visi dan misi kami. Tentu saja saudara-saudara, teman senasib, dan orang-orang yang benar-benar mau perduli akan menjadi penolong mereka. Beberapa orang berpikir, bahwa anak-anak ini kelak akan "menyusahkan" saudaranya, karena kakak/adiknya harus terus "momong". Kalau saya tidak mau berpikir seperti itu. Setiap orang mempunyai hati nurani, dan mempunyai kerinduan untuk berbuat baik ..... dan semua itu dapat diarahkan untuk berbuat baik pada lingkup terdekat dahulu. Supaya nggak ngerepotin, maka kita sebagai orang tua harus menyiapkan sistem dari sekarang, sehingga adil untuk semua anak mendapat kehidupannya masing-masing, dan tetap terus saling mengasihi.

Ada sebuah iklan di luar negeri, tentang seorang anak remaja dengan pakaian tentara menggendong seorang anak lain yang lebih kecil di punggungnya... Saat orang bersimpati betapa berat beban yang dia pikul, anak itu menjawab "he's ain't heavy, he's my brother .... dia tidak berat, dia saudaraku....).

Saya berharap para orang tua jangan berputus asa apapun keadaan anak kita. Paling tidak dengan bu Didin, pengasuh anak khusus ini menjadi perjalanan yang penuh semangat dan masa depan. Semoga bisa jadi pertimbangan untuk orang tua yang lain. tetap semangat!!!!

Salam hangat,

mama naufal

----- Original Message -----

From: HPU (Bekasi)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] anak autis bekerja ? NO....

Dear All,

Kalo pergi ke Solo, sempatkan mampir ke toko roti Queen di dekat pasar besar Solo. Perhatikan kasirnya yang anak laki2. Pertamanya saya dengar suaranya kok ada yang tidak asing di telinga saya. Suaranya kok intonasinya kayak Dimas. Setelah saya tanya mamanya, ternyata anak tersebut autis. Saya jadi punya harapan bahwa suatu saat anak saya bisa seperti itu anak sudah bersyukur sekali. Memang dia nggak kerja ikut orang. Itu toko punya mamanya, tapi sudah bagus loh anak tersebut bisa mandiri paling tidak dibantu sama saudaranya yang lain.

Jadi saya nggak kecil hati bagaimana besoknya Dimas.

Salam,

Haryanto ( Bapake Dimas autis 6 thn besok Juni)

----- Original Message -----

From: Leny Marijani (Australia)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja (Fw: anak autis bekerja ?NO....)

Betul Pak Haryanto, jangan berkecil hati apalagi Dimas pintar begitu.

Saya sering kali sharing, bahwa di Australia, setiap anak/orang disabled itu harus diperlakukan sama seperti anak/orang normal lainnya. Ini yang selalu menjadi inspirasi bagi saya dan suami untuk berjuang menciptakan hal yang sama di Indonesia. Jadi sebelum kita bermimpi ingin membuat anak-anak kita bisa bekerja kelak, sekarang ini kita harus berjuang untuk Autism Awareness dulu. Jadi "keluar" kita berjuang untuk membuat masyarakat bisa menerima keunikan anak spesial, "kedalam" kita harus mendidik anak masing-masing agar dapat mandiri dan berkarya.

Di Australia ada cukup banyak perusahaan yang dengan senang hati mau menerima anak-anak berkebutuhan khusus terutama anak autis yang ternyata kalau sudah punya satu keahlian, bisa focus dan mengagumkan.

Di bawah ini adalah website satu perusahaan komponen elektronik yang pegawainya hampir semuanya adalah orang-orang ASD. Lokasinya dekat dengan rumah saya, dan beberapa orang ASD yang jadi pegawainya juga kami tahu.

Kalau ada waktu, silahkan lihat2 http://www.cns.org.au/about.htm

Semoga bisa menjadi inspirasi terutama bagi orang tua yang kebetulan bisnisman dan ingin mulai menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak spesial kita kelak.

Salam,

Leny

----- Original Message -----

From: fajar nugraha (Yogyakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Sent: Monday, August 20, 2007 11:31 AM

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja (Fw: anak autis bekerja?NO....)

Nimbrung ya bu Leny..

Ada sedikit hasil pembicaraan saya sama Mrs. Paloma (Spanyol) kebetulan orang tuanya dulu termasuk special need.. setelah dewasa susah payah menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.. punya pekerja.. so long time ago.. akhirnya mendapat perhatian juga dari pemerintah spanyol.. singkat kata.. perusahaan yang didirikannya (ayah mrs. paloma) sebagian karyawannya adalah special need..

some times diadakan pengamatan (penelitian tentang etos kerja) dari seluruh karyawan yang ada (antara karyawan biasa dan luar biasa).. yang menakjubkan ternyata hasil produksi dari 2 golongan tadi anak special-lah yang memiliki tingkat etos kerja yang tinggi, et list.. jumlah produksi yang dihasilkan setiap harinya meningkat.. dalam rate 30 % perbulan...! setelah dianalisa ternyata karyawan yang special need tidak pernah melakukan korupsi waktu, tidak lelet-lelet (ogah-ogahan).. sedang karyawan yang biasa.. he he kebalikannya kan?...

Ya.. semoga next time kita dapat merealisasikan keinginan ini.. ada perusahaan atau lapangan kerja khusus untuk anak2 kita.. saya yakin jika itu dari sekarang kita mulai tidak menutup kemungkinan .. 10 tahun lagi puterakembara bisa buat company?... why not?

salam

tutut

----- Original Message -----

From: Arief H (Tokyo, Jepang)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja (Fw: anak autis bekerja?NO....)

Bu Leny terima kasih informasinya...hal ini juga yang membesarkan hati kami, kelak anak kami Akbar menjadi dewasa..harapan kami tentunya dia bisa mandiri...saya sependapat dengan cerita pak haryanto dengan contoh usaha roti keluarga di Solo.... hal ini memberi semangat buat kami untuk semakin giat menabung dan mulai merintis usaha untuk masa depan akbar, dimas dan berjuta2 anak sptnya...

Semoga Alloh SWT yang maha mengetahui memberikan kemudahan segala usaha

dan urusan kita....amin

Wass

Arief H

Tokyo

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja (Fw: anak autis bekerja? NO....)

Kayaknya long-long-long time ago saya juga pernah berkisah tentang 'khayalan' saya tentang diciptakannya lapangan-lapangan kerja untuk anak-anak kita ini deh..

Malahan gara-gara berkhayal itu saya berpikir tentang 'pola' pendidikan yang sebaiknya ditempuh orangtua, supaya gak kesana kemari gak kejuntrungan (thanks to the splendid curriculum of DepDikNas kita yang tercinta...maaf, maaf):

1. anak belajar basic academic skills (baca-tulis-hitung) terserah lewat lembaga apa (bisa sekolah reguler, sekolah mainstream, sekolah inklusi, sekolah khusus, SLB, homeschooling, terapi atau whatever)

2. anak belajar berbagai pengetahuan umum

3. anak belajar KEMANDIRIAN dalam mengurus diri sendiri

4. anak belajar SIKAP KERJA yang positif --- baca instruksi, bekerja sendiri, patuh, paham konsep bekerja dulu baru dapat imbalan, paham sekuens dsb..

5. anak meningkatkan ketrampilan tangan

6. anak digali potensi bakat dan minatnya....

Nah, lalu orangtua mulai lirik-lirik atas dasar 'perkiraan' bakat & minat anak...bidang usaha apa yaaaa yang cocok ???

Misal,

- anak seneng rapi-rapi, seneng setrika/cuci pakaian ---- laundry ?

- anak seneng goreng2, masak2 ---- catering ?

- anak seneng prakarya ---- handycraft, toko pernak-pernik, kerja sama dg butik ?

- anak seneng melukis, musik, menjahit, bersih-bersih ...

Kalau sudah ketemu...apa yaaa yang belum dikuasai anak untuk bisa bekerja di bidang usaha itu ?? Ketrampilan2 itu yang dipelajari di masa-masa antara 'sesudah anak menguasai basic skills' dan 'sebelum masa dewasa'....

So...siapa yang mau mulai ??

salam,

Ita-nya Ikhsan (16 tahun, euy!)

----- Original Message -----

From: Eveline H (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Ow... I like this one very much....

Berarti anakku mungkin akan usaha laundry atau catering aja deh...

[Bu Ita wrote :

- anak seneng rapi-rapi, seneng setrika/cuci pakaian ---- laundry ?

- anak seneng goreng2, masak2 ---- catering ?]

----- Original Message -----

From: Acieta A (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Kalo gitu Neo jadi apa ya... sukanya bersenandung (ngomong belum bisa tapi bisa nyanyi beberapa lagu walo Cuma sebaris) dan main alat musik (apa aja yang lagi mood). Sekarang malah lagi suka disko, tiap ada lagu "Lets Dance Together"-nya Melly feat. BBB langsung ambil posisi di depan kaca sambil joget2 niruin gerakan2 yang ada di video klip (saya sama ayahnya suka kagum, kok dia inget aja ekspresi dan gerakan tangan saat bait2 tertentu walau narinya masih suka2)...

Cieta (Ibu Neo, hampir 3 tahun)

----- Original Message -----

From: fajar nugraha (Yogyakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

whatever yang muncul dari anak-anak kita tidak boleh luput dari pengamatan, karena kita tidak tahu... setelah 10 tahun kebiasaan itu akan menjadi sebuah aktivitas yang luar biasa dan mengundang decak kagum every one... :-)

The Moment on gives close attention to anything, even a blade of grass, it becames a mysterious, awesome, indescribably magnificent world in it self...

Aldo Leopold

salam

tutut

----- Original Message -----

From: Hirim P (Inggris)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Hello semua...ikutan nimbrung ah...iya anakku Axel juga suka banget nyetrika dan nontonin aku masak...sesekali ikutan ngegoreng...wah kalau merhatiin aku masak sungguh-sungguh banget ngeliatnya jadinya aku masak juga bener2 supaya yang terekam sama dia benar2 cara memasak yang baik ( soal rasa ya belakangan ha..ha)... jadi bisa buka catering dan laundry ya...ntar kita buka usaha bareng yok Bu Eve untuk anak-anak kita..he..he......

saya pernah tanya-tanya soal masa depan Axel ke Community nurse-nya Axel, Diana Stewart, gimana kira-kira nanti kalau Axel sudah besar (sekarang sih sebenarnya udah besar banget badannya , maksudnya kalau sudah selesai sekolah-nya kira2 umur 18 tahun) dan tak terlalu significant kemajuannya... biasanya anak normal kan selesai Sixth form (semacam SMA disini ) ya usia antara 17-18 tahun lalu ambil A level atau college.. Nah kalau anak2 SN kata Diana terserah kepada orang tuanya atau dilihat kemampuan anaknya juga..kalau bisa terus ke jenjang yang lebih tinggi ya berhak melanjutkan ke College atau ke Uni dan pada tahap ini orang tua diwajibkan juga bayar biaya pendidikan (kalau yang sampai di SMA masih gratis)..

kebanyakan orang tua yang tak mampu biasanya ya memutuskan menganjurkan anaknya bekerja (biasanya perusahaan disini menerima penyandang cacat asal dinilai mampu melakukan pekerjaan yang akan diberikan) atau ya tinggal di rumah saja toh bisa mengclaim DLA (disabilty living allowance) – santunan uang dari pemerintah untuk penyandang cacat).

Jadi nanti pas Axel umur 14 tahun sudah bisa diputuskan apakah dia mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau tidak...biasanya kita sebagai orang tua dipanggil dan semua kemajuan Axel ditinjau ulang..

Kalau membayangkan sampai tahap ini rasanya saya takut banget menghadapi masa depan Axel tapi ya setiap hari bagi saya dijalanin saja selalu ingat dengan perkataan yang menguatkan "Kasih Tuhan tak berkesudahan...tak habis-habisnya Rahmatnya... selalu baru tiap hari ..kasih setia Tuhan"

Gambaran kesana sudah ada tapi ya tak ada kepastian.. kita hanya bisa melihat sebatas yang bisa dilihat mata sedangkan Tuhan telah mengetahui jauh ke depan bahkan sampai kita nanti mati...jadi kesimpulannya sambil menghadapi hari-hari ini ya terus saja mengikuti jalan yang sudah ditetapkan oleh si Empunya masa depan...

O ya sekedar tambahan kebetulan Ibu pemilik rumah yang kami beli dan tempati sekarang ini anaknya yang kedua (tapi sudah meninggal di usia 45 tahun) adalah autis - meninggal bukan karena dia autis tapi karena serangan jantung- sampai diusia 45 tahun itu dia tetap tidak bisa bicara...waktu kita peninjauan rumah begitu dia lihat axel dia langsung tahu axel itu autis...dia cerita setelah anaknya selesai dari sekolah umum diberikan pekerjaan di sekolahnya itu ya bantu-bantu membersihkan sekolah/ memvacum karpet..atau menolong membuatkan teh/ menyediakan makanan, cuci piring dll pokoknya yang dia mampu lakukan selama sekolah berlangsung...pagi dijemput dari rumah dan pulangnya juga diantar- pakai bus dari council...dikasih gaji bulanan juga katanya...jadi sampai dia meninggal dia tetap sibuk-lah di hari-hari biasa...saya terharu juga dengan cerita ibu itu... dan juga kepada anak ibu itu (alm) yang bisa memberikan kontribusi yang kelihatannya sederhana tapi besar manfaatnya untuk sekolahnya...(daripada cuma mengclaim benefit aja ya...)

dari cerita ibu itu saya mendapatkan sesuatu yang bisa saya terapkan ke axel dari sekarang untuk masa depannya....karena axel sendiri sepertinya kalau untuk belajar huruf atau berhitung termasuk susah ya jadi saya ajarkan dia kepandaian yang mungkin kelak akan bisa membantu dia bisa bekerja ya contoh kecilnya setiap kali saya melakukan pekerjaan rumah saya libatkan dia mengerjakan pekerjaan bersama-sama...hitung-hitung sambil mengawasi axel juga ya sekalian dia belajar, makanya dia itu ngekor melulu kalau saya masak, saya beresin rumah, nyetrika ( wah axel kalau melipat kain yang disetrika rapih banget habis berulang-ulang disetrikanya pokoknya perfect habis he..he...mamanya justru nyetrika seadanya soalnya pekerjaan ini yang paling tak kusukai..he..he...)...

Nah itu dulu cerita dari saya

salam

Hirim (Mamanya Axel, autis 9 tahun)

----- Original Message -----

From: Eveline H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Wah, sama dong ya...? Itu anak2 karena melihat contoh nyata mama / papanya sih... Anak saya sekarang malah kerajinan; masak, jemuran belum kering pun sudah diangkat? Jadi repot menjemur lagi.

Duh sama juga, anakku susah huruf & angka (aneh bener2 aneh, sudah sekian tahun belajar huruf & angka gak masuk2 juga, masuk sebentar, keluar lagi). Biarinlah, mungkin ntar istrinya yg hitungin & bacain...? (Kalo ada yg mau).

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Tuuhhh kkkaaaaannnn....berarti bisa dong?

Hayo, hayo, hayo...

Semangat dong, ibu-bapak sekalian...

Jangan menetapkan TARGET KEBERHASILAN di aspek akademis atau bicara

aja dong.. Itu mah, basi !

Kalau anak 'tertib', 'paham aturan' dan menyukai sesuatu (minat) bukan tidak mungkin dia dilatih ketrampilan tertentu yang membuat hari-harinya berwarna dan ia BANGGA pada dirinya sendiri...

salam,

--dp--

(yg juga belum berhenti ngajarin ketrampilan euy)

----- Original Message -----

From: Eveline H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - mbak Tutut

Ini bagus sekali :

[Tutut wrote : some times diadakan pengamatan (penelitian tentang etos kerja) dari seluruh karyawan yang ada (antara karyawan biasa dan luar biasa).. yang menakjubkan ternyata hasil produksi dari 2 golongan tadi anak special-lah yang memiliki tingkat etos kerja yang tinggi, et list.. jumlah produksi yang dihasilkan setiap harinya meningkat.. dalam rate 30 % perbulan...!

setelah dianalisa ternyata karyawan yang special need tidak pernah melakukan

korupsi waktu, tidak lelet-lelet (ogah-ogahan).. sedang karyawan yang biasa.. he he kebalikannya kan?...]

----- Original Message -----

From: Elisa (Amerika)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja (Fw: anak autis bekerja ?NO....)

Dear rekan2 milis.

Di Amerika juga ada perusahaan2 yang bersedia menerima disabled people macam2). Bahkan ada organisasi2 swasta yang bersifat non profit, yang membantu untuk melatih dan menyalurkan untuk bekerja pada perusahaan2.

Hal ini didukung dengan adanya undang2 yang namanya "Equal Employment Opportunity (EEO) Laws" Salah satu isinya adalah:

Title I and Title V of the Americans with Disabilities Act of 1990 (ADA), which prohibit employment discrimination against qualified individuals with disabilities in the private sector, and in state and local governments;

Kalau memang individu tersebut qualified untuk pekerjaannya, maka diberikan kesempatan terlepas dari perbedaannya. Semoga suatu hari di Indonesia juga ada UU ini ya, atau semakin berkembang autism awarenessnya, juga awareness untuk penderita cacat lainnya.

Salam hangat, Elisa

----- Original Message -----

From: Arlina (Osaka, Jepang)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Bu Hirim,

Senang ya dengar Axel bisa nyetrika dan bantu masak. Nyeterika itu termasuk task yang cukup susah untuk diajarkan ke anak SN, pernah saya coba ajarkan, tapi takut resiko bahayanya daripada keterampilannya, akhirnya saya beli strikaan mainan untuk mereka main2 sambil belajar.

Kemarin juga waktu goreng tempe (walaupun tinggal di LN, kita tetap konsumsi makanan tradisionil kita, karena saat ini tempe lagi boom di Jepang, berdasarkan hasil riset tempe cukup bagus untuk wanita yang menopause karena banyak mengandung isoflavone) eh si Marin juga bantu ikut goreng, pertama saya takut dia kena minyak panas, tapi ternyata dia cukup ahli bisa mengangat tempe yang sudah goreng dari wajan dengan baik. Euy senang juga lihatnya.

Memang kalau mau anak autis bisa bekerja, saya rasa sebagai orang tua harus memulainya mengajarkan pekerjaan rumah tangga secara bertahap, walaupun hasilnya tidak memuaskan, tapi ingat semua orang itu belajar dari NOL. Jadi orang tua mesti sabar.

salam,

arlina

----- Original Message -----

From: Ida Siti Widarsih (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja (Fw: anak autisbekerja? NO....)

Saya juga sedang " berkhayal melambung tinggi " nih .

"berkhayal " punya mini market , dan Ariq yg menjadi kepala tokonya ( he he

he )... secara kalau Ariq mau jajan saya selalu kasih catatan kecil barang apa aja yg harus dia ambil ( baru 6 macam barang ), saya perhatikan , Ariq dengan seksama akan memilah satu persatu barang di etalase dan kalau ketemu yg sesuai dengan catatan pasti teriak " ini dia " langsung simpan di keranjang.....cuma kalo gak ketemu barangnya kelihatan deh binun nya. smile

Dan akhir 2 ini dia sering bergaya seperti pembaca berita di TV. dia ambil koran, duduk manis, tangan di atas meja langsung ngomong : “inilah Ariq news .........bla bla bla " dia baca koran , he he he fenomena baruuu. harus di kembangkan ya bu, siapa tahu.....(menghayal lagiiiiiii)

salam

Ida ( bunda Ariq 4 tahun 11 bulan, Sisy 2 tahun 4 bulan )

----- Original Message -----

From: Duma (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Sejak punya anak autis cara pandang saya terhadap pendidikan dan masa depan anak emang jadi sedikit beda, bukan berarti saya ngga pengen anak saya sekolah yang tinggi tapi ternyata ketrampilan amat sangat diperlukan. Anak saya Jogi akhirnya ketahuan kalau bakatnya di music besar sekali, awalnya saya ikutkan kursus piano saja disekolah yang penting dia bisa duduk konsentrasi ngikutin. Tapi ternyata lumayan dia bisa "ngerti" not balok. Guru musicnya selalu memuji-muji dia karena dia selalu dapat A+ tanpa ada bantuan dari siapapun mengalahkan anak normal dikelasnya. Dia bisa baca not kemudian melagukannya, saya baru sadar setelah dia sering sekali membuka buku lagu gereja berbahasa batak kemudian menyanyikannya padahal saya saja belum tentu bisa lagu itu. Jadi saya pengen arahkan dia serius di musik saja.

Rencananya saya pengen masukin Jogi ke YPM di Manggarai, adakah bapak atau ibu yang punya info apakah mereka menerima anak special need untuk kursus disana? Kalau ada boleh di share ke saya.

TIA,

d.u.m.a (Jogi's mum)

----- Original Message -----

From: Hirim P (Inggris)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Ibu Duma, baca cerita ibu saya jadi ingat pernah nonton TV channel 5 disini ada anak autis di inggris ya..autis dan buta lagi....aduh lupa namanya kayaknya Derek ya...jenius banget dalam bermain piano..anehnya dia tidak bisa menghitung angka sampai sepuluh tapi permainan pianonya luar biasa...sekali dengar lagu baru dia langsung bisa memainkan...mungkin karena dia buta juga jadi peka sekali terhadap perbedaan di setiap nada yang dikeluarkan piano..gambarannya sepertinya setiap nada mempunyai warna yang berbeda...dia sering mengadakan konser..dan di acara itu dia diduetkan dalam satu konser di amerika dengan anak berusia 9 tahun namanya Rex (kalau nggak salah ya) dan Rex juga autis...bayangkan bu 2 anak autis bermain piano di satu konser besar di amerika..kalau Rex karena masih muda usianya jadi masih suka mood-mood-an kalau mau main piano.., sempat tegang juga ketika akan tampil bersama Rex kelihatan masih agak setengah hati beda dengan Derek yang sudah dewasa tapi akhirnya acara konsernya berjalan dengan baik...mudah-mudahan nanti Jogi bisa seperti itu ya bu Duma.....amin..

Dalam hati saya sering berharap juga sih mudah-mudahan axel bisa main piano juga tanpa diajarin (menanti keajaiban ceritanya he..he..) karena di rumah papa dan abangnya, Kevin, bisa main piano (saya juga bisa sih cuma untuk konsumsi diri sendiri ha..ha..) dia senang mendengar dan memperhatikan juga...sekali-kali dia ikutan juga tapi cuma nyentuh2 aja..sembarangan memainkannya...Papanya juga bisa main gitar, Axel senang banget gitar tapi sekarang dia cuma bisa meniru2 gaya papanya bermain gitar..genjreng-genjreng aja..berisik sih tapi lucu juga.....Axel seneng juga nonton DVD-nya Queen...tiada hari tanpa lagu Queen di rumah...sampai dibela-belain beli DVD di taruh dikamarnya supaya dia nggak terganggu dan tidak mengganggu kita juga he..he...habis dikit2 minta diputerin dvd itu ..berulang-ulang terus...pas lagi kita lagi asyik2 nonton yang lain dia dateng bawa DVD itu sambil bilang 'please' . suka nggak tega tapi kalau terus-terusan keberatan juga he..he..jadi ya dibeliin deh TV-DVD untuk dia sendiri supaya pas dia lagi pengen langsung dia pasang sendiri di kamarnya..... aduh kalau ngikutin gaya menyanyinya Fredy mercury persis banget sambil nenteng2 gitarnya di depan kaca lagi..ha..ha..lucu ngelihatnya....

segitu dulu ceritanyaGood luck ya Bu Duma untuk sekolah musiknya Jogi...

Salam

Hirim

----- Original Message -----

From: Tami P (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Ibu2 cantik,



Rakhsan juga senenggg banget di dapur. Apalagi motong2. Berhubung masih 6 tahun dan non verbal, dia masih taraf mengamati tapi fokus banget deh. Boleh mencoba tapi masih dipegangin sama pengasuhnya. Dia selalu memberi "ilustrasi suara" pas motong2. Bunyinya "Eeeeeenggggg"terus. Mungkin ini masuk stimming sih....tapi kayaknya bisa jadi modal. Katanya kalau melakukan sesuatu yang disenangi biasanya cepat bisa kan? Insya Allah.



BTW, gimana kalau kita janjian nih, orang2 tua mulai sekarang memperhatikan/ engamati minat anak2 itu, terus kalau sampai besar (late teens) konsisten di area itu, kita, orangtua, yang anak2nya punya minat yang sama buat tempat workshop gitu. Urunan/kerja bakti. Jadi, yang suka masak kita buat "dapur-resto-toko?"Kita bisa minta info/contoh dari rekan2milis yang tinggal di luar negeri.Mau nggak???Tapi bagaimana mengorganisirnya ya???Just a thought.

Salam,

Tami (AzkaRakhsanRara)

----- Original Message -----

From: Eveline H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Hayu, tapi janjiannya utk melihat sejauh mana anak kita maju.... pokoknya utk lebih memperhatikan minat anak kita & memajukannya. Kalau "dapur-resto-toko" gak usah lah dari luar negeri segala, kebetulan di Bdg banyak... Malah bersaing. Dan salah satu ada di lokasi rmh opa G (sederhana sih, pengunjungnya pun hanya 1-2 gelintir, usahanya pun bukan punya beliau tapi punya kakaknya, tapi dapur/rmh punya Opa).

----- Original Message -----

From: Arief H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Boleh juga nih idenya ibu2...nanti kami buka franchisenya di BSD ya..he..he..he...

Arief H

tokyo

----- Original Message -----

From: Tami P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Maksud saya, kita bisa minta info tentang sistem penangan anak2 SN yang bekerja di sebuah perusahaan atau mungkin negara tsb sudah membuat semacam sistem dalam bentuk sebuah workshop (resto,bengkel, craft shop, etc)di mana mayoritas yang berperan adalah anak2 SN. Kalau penerapannya sih tetap disesuaikan dengan kondisi lokal. Seperti Info dari Bu Leny tentang perusahaan elektronik itu....benar2 inspiring.



O ya, sebenarnya kalau ada orang2 tua yang mau memulai sekarang karena putra/i nya sudah siap dan membutuhkan, bisa saja loh mulai bergabung dan mengerjakan ide itu. Ini kan "omongan" orang tua yang anaknya masih tergolong kecil. Tapi sharing ke kita ya....sama2 belajar dan saling mendukung.



Tami (AzkaRakhsanRara)

----- Original Message -----

From: Arlina

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Bu Tami,

Seandainya Rakhsan senang di dapur dan motong2, boleh juga tuh diajarin motong kentang dan wortel dengan pakai pisau yang tidak bahaya (saya tidak tahu apakah di Indonesia ada jual pisau untuk anak2 yang tidak bahaya, kalau di Jepang ada pisau dari ceramic yang biasanya dipakai untuk anak2, pisau tersebut bisa potong dengan baik dan tidak bahaya) Kalau tidak ada pisau yang safe, mungkin bisa diajarin mengupas kulit bawang bombay, petik sayur seperti kangkung etc, mungkin Rakhsan akan senang melakukannya plus sekalian latihan keterampilan tangannya.

salam,

arlina

----- Original Message -----

From: Tami P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja - Bu Hirim

Bu,

Terima kasih buat idenya....siiiiippp:}Omong2, pisau yang ibu ceritakan menarik juga deh. Mata pisaunya dari ceramic?Ih...lucu ya. Saya paling senang sama gadget begitu. Yang saya punya pisau plastik (termasuk mata pisaunya) terus kalau dipakai menekan/memotong bisa bunyi dan bergetar (dengan baterai).Tapi tidak bisa memotong barang betulan (untuk memotong buah2an plastik yang sudah dipisahkan dengan velcro) Saya nyesel juga cuma beli 1 (soalnya waktu masih dibungkus tidak tahu seperti apa). Terus lupa beli di mana. Error deh...

----- Original Message -----

From: augustina k (Jakarta)

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak autis BISA bekerja

Saya setuju anak-anak kita nantinya bisa jadi orang luar biasa lha wong sekarang orang tuanya aja udah luaaaaaaaaaaaaar biasa kerja keras buat menjadikannya orang besar. Saya jadi ingat film matrix yang Neo-nya bisa nonton beberapa televisi sekaligus dan menjadi orang besar di dunia maya. Masak sih anak kita gak bisa jadi orang yang berguna nantinya. Apapun itu sesuai kelebihan dan kekhususannya.

Percaya deh Tuhan kasih anak-anak kita kelebihan yang nanti pasti ada gunanya buat masyarakatnya. Amiennnn….

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy