Tuhan, berikanlah penghiburan

10/19/2007



----- Original Message -----

From: salisa

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Tuhan, berikanlah penghiburan

Semua keluarga Putera Kembara disini berkumpul karena punya anak special. Seperti juga saya, dengan Joshua. Tapi saya juga punya anak yang normal, sisternya Joshua, namanya Tiffany... selama ini saya selalu berharap kalau Tiffany itu normal. Somehow saya tahu, kalau ada yang ngak pas..

Tiffany, seorang gadis kecil yang manis, langsing dan tinggi untuk anak berumur 12 tahun. Ramah, sopan dan halus sekali perasaannya dan penampilannya, kulitnya, sinar matanya..juga lembut. Karena dia manis dan ramah, setahun yang lalu pernah dia di undang untuk ikut miss Preteen Arizona, tapi kemudian saya sadar ada yang ngak pas disana. Jadi saya kira yang beginian kurang cocok untuk Tiffany. Anak2 lain pintar bicara, memanipulasi kata2, udara persaingan sangat ketat diudara, sementara Tiffany ini tidak mengerti arti persaingan, tidak bisa memilih kata2 yang berbunga-bunga dan juga tidak bisa memilih-milih kata untuk situasi tertentu. Terlalu terbuka dan terlalu polos dan apa adanya.

Kali ini Tiffany mendapatkan undangan lagi untuk ikut ujian SAT. Ini ujian masuk perguruan tinggi dari Universitas yang kedokterannya nomor dua di Amerika, slightly dibawah sedikit dari Harvard kalau ngak mau dibilang dalam bidang kedokteran adalah top-nya Amerika. Sebagai orang tua, saya agak suprise juga. Saya tahu Tiffany selalu diatas rata2 tanpa dia banyak berusaha tapi saya juga tidak berharap macam2 karena Tiffany juga banyak kekurangannya. Selain dia malas.. nah kalau malas ini saya tidak bisa menyalahkan dia juga. Ini karena dulu saya bekerja mengurus usaha, jadi saya ngak ada waktu untuk Tiffany. Tiffany kadang2 harus cari makanan sendiri, dia ngak tahu konsep belajar karena tidak ada yang menemani. Jadi malas itu karena dia tidak biasa belajar. Setelah sekarang saya mengurus Joshua dan jauh dari usaha saya, saya sadar betapa banyak pengorbanan untuk bekerja terlalu keras di Amerika ini. Karena disini tidak seperti di Indonesia, anak bisa dikursuskan, diurus pembantu, orangtua, saudara atau tetangga. Di Amerika ini Tiffany tidak ada yang mengurus dan menemani, banyak homework yang saya harus kejar untuk memperbaiki apa yang sudah semoga belum jadi bubur.

Anyway, minggu kemarin itu saya baru mengantar Tiffany untuk mengambil ujian SAT, Karena Tiffany badannya tinggi langsing, sama tingginya dengan anak2 yang mau masuk college di Amerika ini padahal kalau di Indonesia dia bisa disebut baru tamat SD. Ngak ada yang terlalu memperhatikan, mereka kelihatannya heran saja kenapa ada ibu2 yang masih ikut2 anaknya ujian SAT. Ini khan karena Tiffany baru 12 tahun. Setelah selesai saya tanya Tiffany apakah susah testnya, Tiffany kelihatannya santai dan rileks, dia bilang tidak susah. Nah lho.. tapi menurut suami saya, Tiffany ini semuanya disebut gampang nanti tahu2 ngak bisa semua. ;o)) Ketika dia ditanya umurnya berapa karena tanda2 pengenal dan formulir Tiffany harus ada kode2 khusus yang tidak sama dengan anak2 lain, Tiffany bilang umurnya 12 tahun, seluruh peserta ujian sampai berseru;"WHAT!!!!" dan kemudian mereka bergumam-gumam. Saya tersenyum ketika Tiffany bilang reaksi mereka lucu sekali. Tidak terasa air mata saya berlinang-linang, saya tidak berharap apa2. Kalaupun Tiffany scorenya bagus dan bisa di terima di University umumnya di Amerika ini, tetapi untuk bisa terpilih oleh Universitas yang mengundangnya scorenya harus lebih tinggi lagi. yang pasti susah ya... karena mungkin banyak pelajaran yang belum diambil oleh Tiffany untuk bisa dapat score bagus. Yang jelas saya sudah cukup berbahagia sekedar Tiffany diundang test.

Beberapa hari kemudian, ada parent teacher conference. Tiffany, walaupun anak pindahan dari sekolah yang lebih rendah standardnya, tapi di sekolah ini dia kemudian di pindahkan kedalam kelas khusus. yang isinya cuma sekitar 20 anak dari 400 anak yang sama kelas 7.

Dalam pertemuan ini, gurunya menunjukkan kalau Tiffany bisa untuk semuanya mendapatkan straight A, tapi ada beberapa assignment yang missing, atau kerjaan yang tidak selesai dan tulisan yang tidak jelas atau tidak lengkap dia maunya buru2 saja. Intinya Tiffany tidak terlalu perhatian terhadap pelajaran sekolah. Kemudian walaupun Tiffany ramah, sopan dan baik, dia tidak trlalu bergaul dengan anak2 lain. Anak2 lain berkumpul, bergosip, dan kadang2 bekerjasama dan lainnya. Ada permasalahan dengan social skill-nya Tiffany. Akhirnya saya juga tahu, kalau ternyata tidak banyak, entah apakah ada yang lain yang menerima undangan untuk ikut ujian SAT dari University yang mengundang Tiffany disekolah ini. Kalau Arizona State University yang local, memang sudah ada beberapa yang diundang. Ternyata undangan ini sama sekali tidak bekerja sama dengan sekolahnya, melainkan dipilih secara nasional, persentasi kecil dari seluruh Amerika. Actually kalau benar2 Tiffany bisa terpilih akan merupakan surprise buat sekolah dan guru2nya Tiffany juga.

Selesai dari pertemuan orang tua ini, saya harus pergi untuk melihat tempat therapy Joshua yang baru.... selama perjalanan, air mata saya berlinang-linang... sampai saya tidak kuat kemudian saya cari tempat parkir disudut yang tidak ada orangnya. Airmata saya terus berlinang-linang disana.... setiap kali akhirnya ketemu orang baru, dan mereka kemudian menyebutkan mengenai social skill Tiffany, hati saya langsung sedih dan susah sekali... Saya kepengen sekali mendorong pergi yang satu ini, setelah semuanya hampir berjalan dengan baik.. Saya kira, setelah tahu adiknya Tiffany autistic, mungkin mereka akhirnya bisa melengkapi puzzle mengenai Tiffany. Setengah jam saya sendirian dengan mata basah, tapi life must go on. Dari saya tidak berharap apa2 dengan Ujian SAT yang diikuti Tiffany ini, saya sekarang sangat berharap..., Tuhan berikanlah saya hiburan... Tuhan berikan saya anak2 special untuk dibesarkan, biarkanlah sekalian mereka special supaya ada sesuatu yang bisa dibanggakan... sesuatu untuk ibu yang sudah lelah mengurus anak2 special ini. Sepanjang hari air mata saya bercucuran.. juga ketika sedang mengetik email ini.

Salam hangat,

Elisa

----- Original Message -----

From: Regina P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Tuhan, berikanlah penghiburan

Bu Elisa,

Aku nggak bisa berkata2 membacanya selain, you are blessed to have your children.

Tapi saya jadi was-was juga, jangan-jangan anakku yg satu yg kuanggap normal dan cerdas, tidak sama dgn anak2 lain pd umumnya. Saya seperti diingatkan agar seimbang dalam membagi kasih untuk semuanya, sehingga tidak ada satupun yg luput dari pengawasan kita.

Semoga Tuhan memberkati Ibu, Joshua, Tiffany dan keluarga.

Regina (mami Andio, Non verbal 4th, 4bl)

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] Fw: Tuhan, berikanlah penghiburan

Ibu Elisa,

Saya tahu perasaan "bangga dan gundah" sedang bercampur aduk di hati ibu.

Sering saya juga punya perasaan seperti yang ibu rasakan saat ini. Sering juga menangis seperti ibu dalam menghadapi kekurangan sekaligus kelebihan anak-anak saya. Tapi kemudian saya sadar bahwa tidak ada anak (manusia) yang sempurna di dunia ini.

Sekarang ini ibu patut bersyukur karena selain mengetahui kelebihan Tiffany yang luar biasa itu, ibu juga sudah mulai menyadari dan menerima bahwa ada sesuatu yang gak pas. Tinggal dicari cara bagaimana untuk menangani ketidak-pasan itu. Dengan mendorong pergi "kesadaran akan kekurangan Tiffany" itu, malah mungkin akan membuat keadaan tidak berjalan dengan baik. Ibu wajar bangga pada kelebihan Tiffany, tapi jangan lupa untuk menghilangkan harapan pribadi yang sering kita artikan sebagai "hiburan" bagi kita di tengah kelelahan dalam mengurus anak spesial.

Tetap utamakan "masa" kanak2 Tiffany dan biarkan dia berkembang secara wajar dan bahagia.

TUHAN kadang2 punya cara yang begitu istimewa untuk membuat kita selalu dekat denganNya. Sekarang saya mulai mengerti kenapa Tuhan memberikan anak spesial pada saya. Sebenarnya dalam menangani anak-anak yang kita cintai ini, Tuhan juga sedang "menangani" kita, umat yang sangat Dia cintai.

Doa saya buat Bu Elisa dan keluarga terutama Tiffany agar bisa menjalani keistimewaan dia dengan baik.

Salam,

Leny

----- Original Message -----

From: Jeffrey Dompas

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: Re: [Puterakembara] Tuhan, berikanlah penghiburan

In short, mungkin dalam memandang kehidupan, tepatnya dinamika kehidupan, kita berpegang pada fakta bahwa pada dasarnya kita adalah Citra dari pencipta kita oleh karena itu hati kita selalu diarahkan pada kebahagiaan kekal nanti. Sehingga kita mengalami kondisi yang tidak berbahagia ini kita protes dalam bentuk sesal, terkadang keputus-asaan. Namun kalau kita mau jujur dalam penilikan batin kita, kita akan melihat "tanda-tanda, signal, jejak langkah" Tuhan dalam kondisi seburuk apapun. Orang yang tidak beriman, akan mengatakan bahwa kita yang beriman sedang mencari 'candu" atau pembenaran atas penderitaan. Ya, itu hak mereka. Bahwa air mata kita berlinang dan bersedih, itu manusiawi tapi kalau kemudian ibu bisa melihat 'benang merah" dalam setiap peristiwa kehidupan yang kita alami, itu perlu disyukuri. Itu sekedar permenungan saya karena terbangun terlalu pagi dan

masih jet lag smile

JD

----- Original Message -----

From: Lukie D

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Fw: Tuhan, berikanlah penghiburan

Ibu, hati saya gerimis....

Susah digambarkan...

Lukie

----- Original Message -----

From: Mieke R

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Bu Elisa, Bu Regina

Bu Elisa, Bu Regina...



Sebelumnya maaf kalo kata2 saya nantinya barangkali akan ber"bunyi" terlalu menggurui... Tapi dari lubuk hati yang paling dalam saya turut bersimpati dengan apa yang baru ibu Elisa "temukan" dalam diri Tiffany. (kalo bu Lukie hatinya gerimis.... hati saya dah hujan deras.... nyaris banjir malah.... Untung sebelumnya saya dah bikinin "banjir kanal timur..." ;-)))) nyontek sutiyoso yang ga kelar2 proyeknya karena duitnya masuk kontong mulu... :;-)))))



Bu,.... Saya percaya ibu pasti tahu banget bahwa tiap anak diciptakan Unik dan Lengkap.... dengan segala Kelebihan dan Kekurangannya.... Karena kita selalu percaya bahwa Dia, Yang Empunya kehidupan ini.... adalah ARSITEK yang Agung... Dia tidak pernah GAGAL dalam menciptakan Manusia.... Bahkan ketika Dia menciptakan Anak Cacat sekalipun ... Dia sedang bekerja dengan cara yang Ajaib... untuk mem"bentuk" kita... orangtua2 yang "terpilih" untuk dititipi Anak special ini.... to be the best parent ever.... So, just take it as a Gift form GOD...



Tidak apa2 ibu... Menangis aja... take your time to let all of the "sad feelings" out of your heart. Kadang menangis membantu kita meringankan apa yang terasa begitu menyesakkan hati (Ini kata seorang sahabat...) After Shock time, ibu akan bisa "Menerima" dan mulai berdamai dengan keadaan... berdamai dengan kekurangan Tiffany. Maju terus bu, jangan berlama2 dalam fase ini... Segera gali terus kelebihan Tiffany, supaya yang nantinya akan sangat menonjol hanyalah kelebihannya saja, tanpa berusaha "mendepak" kekurangannya...

Sekedar sharing dikit.... Saya juga sama seperti Ibu.... terkaget2... shock begitu menerima kenyataan Aurel mild Autism...padahal saya berharap Tuhan memberikan saya sedikit "hadiah"/penghiburan setelah kehilangan 2 anak saya yang terdahulu...... plus masa2 hamilin Aurel yang penuh dengan "Night Mare" karena tiap 2 bulan saya terpaksa harus dirawat di RS karena bayinya mo "buru-buru" keluar... belum lagi saya harus menyuntik diri sendiri tiap 24 jam sekali (...saya ada virus TORCH bu, makanya dari 7x hamil hanya 3 yang survive...)

Aurel lahir prematur diusia 8 bln dgn berat hanya 2,4 kg... Paru2nya juga belum sempurna... sehingga dia juga rentan sakit terutama yang berhubungan dengan saluran pernafasan spt ISPA dsb... Bukankah sebagai manusia... Saya layak untuk mendapat sedikit hadiah dari Tuhan???..... tapi nyatanya tidak.... karena mungkin Tuhan berpikir belum saatnya.... saya masih perlu di "gojlog" lagi.... (Menerima kenyataan bahwa Aurel mild ASD aja dah merupakan "tamparan kecil" buat saya) saya malah harus menerima kenyataan bahwa Aurel paru2nya "bolong2" dan sampai sekarang masih menjalani pengobatan paru2, sehingga diusia 7 thn... berat badannya hanya 17thn... badannya lebih kecil dari Andre.....

Setelah usaha yang cukup melelahkan, akhirnya Aurel dinyatakan sembuh dari ASD... walaupun menurut saya masih ada beberapa kekurangan dalam dirinya.... Dia tidak percaya diri, masih suka ketakutan kalo ketemu orang baru, sembrono, suka lupa naruh barang, utamanya seragam olah raga (huh... ini yang bikin saya bangkrut..;-))), traumatik yang berlebihan dsb... (ini mungkin efek dari ketakutan saya selama hamil)

Saya pikir saya udah memetik hasil.... Apalagi ketika selama 2 tahun berturut2 Aurel menang lomba mewarnai Juara I Tingkat TK se-JABODETABEK, rasanya saya dah keluar sebagai pemenang... Tapi rupanya tidak.... Tuhan "belum" mengijinkan saya menikmati buahnya.... karena tahu2 Andre STEP.. dan mulailah perjalanan hidup saya yang layaknya seperti "Roller Coaster".... karena setiap ada kata yang bisa dia ucapin, "kereta" hati saya melambung ke langit ke 8... (eit... kebablasan.... katanya langit cuma sampe 7 yah???...ok, kalo gitu turun satu deh..)...

Tapi baru beberapa detik diatas, tahu2 saya langsung dihempaskan kebawah.... ketika saya harus menerima kenyataan Andre Autis... 5 bln kemudian saya tahu Andre epilepsi... trus Andre Ditolak disekolah... Andre Hernia...biji scrotumnya nyasar didalam perut... Andre alergy obat bius, ga bisa operasi dsb.... Kadang saya pun merasa... Aduh, kok nggak habis2 sich Tuhan.... Bukankah sudah saatnya sekarang saya dapat sedikit saja peng"hiburan"???

Tapi kemudian Tuhan menjawabnya dengan mengirimkan satu lagi anak special dengan kebutuhan yang berbeda.... Hiroshi... yang baru bisa merangkak ketika dia berusia 12 bln. Tapi satu hal yang saya AMINI... Kali ini Anak saya tidak Autis....(Amin....), hanya hypersensitive pada hampir semua jenis makanan yang ada dalam daftar Anak Autis...., tapi tidak Autis!!!

Sekarang, saya hanya belajar menjalani semua dengan sabar dan tegar (kayak Rosa.. ups, kenal ga bu ama Rosa ??? ;-)) .... belajar mengucap syukur... dan belajar menikmati kemustahilan... prinsip saya.... I will do my best... And let HIM do the REST....

Saya yakin ketika Ibu membaca Email ini... Ibu sudah jauh lebih tegar dari kemarin2 ketika pertama kali mendengar berita itu.... You have done your best.... Tinggal sedikitttttt lagi, Ibu pasti akan menerima berkat Tuhan.... Anak2 ibu menurut saya LUAR BIASA..... (saya aja pingin aurel cantik seperti yang ibu gambarkan ttg Tiffany...Pinter lagi... wuihhh.... bangganya...) So, saya tidak akan menasehati ibu untuk bersabar... Saya yakin Ibu dah lebih dari itu. Sekarang Ibu mungkin sedang dibentuk melalui Anak2 ibu, supaya setelah ini Ibu juga bisa menguatkan yang lain yang barangkali mengalami masalah seperti Ibu.... Apalagi orang sebaik Ibu biasanya dipakai Tuhan untuk jadi saluran berkatnya buat orang lain....

Tapi khan sebelum dipakai Tuhan... di "training" dulu kali... biar mahir dan bisa ngajarin yang lain lagi...

Hayo bu... semangat lagi yach.... Doa saya untuk Tiffany dan Josua.... Juga untuk Mama Papanya biar tambah tegar dan semangat dalam menggali "berkat terpendam" dalam diri masing2 anak Ibu. GBU all.

Big Hug for the kids,

Mieke R (mama Aurel, Andre, Hiroshi)

----- Original Message -----

From: fajar nugraha

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Tuhan, berikanlah penghiburan

dear ibu elisa...

Saya yakin... tidak ada air mata yang sia-sia.. Bu... tiap tetasan yang jatuh adalah untaian mutiara yang tiada ternilai harganya.. semakin banyak tetesan itu jatuh semakin banyak pula kita memiliki tabungan mutiara dalam hati dan jiwa kita..

Tuhan pasti tersenyum bangga melihat ibu, yang hingga detik ini tetap mencurahkan cinta kepada malaikat kecil yang dititipkan-Nya kepada ibu... ini adalah penghargaan terbesar bagi Tuhan...

Don't be sad mom... You are special mom...

Keep your smile... :-)

Salam hangat kami

Tutut

----- Original Message -----

From: lusiana

To: 'peduli-autis Puterakembara'

Subject: Re: [Puterakembara] Tuhan, berikanlah penghiburan

Sabar bu...

Anak saya yang no 1 juga mirip dengan Tiffany, di tambah rada2 slebor, cewek tapi gak terlalu peduli ama penampilan... baju seragam sekolah hilang, pakai sepatu olah raga talinya lepas dia gak tau.... Kemarin di test oleh psikolong ternyata menurut skala Wechler... potensial IQ 148, tapi yang terpakai cuman 134. dia punya masalah di vocabulary, logical thinking dan social skill. Sehingga diagnosa terakhir asperger...

Walau hati menduga tapi sempet kaget juga, cuman karena saya melihat itu tidak terlalu mengganggu kehidupan dia secara umum, yang bisa saya lakukan adalah mengisi bolong2nya itu ( di vocabulary, social skill dan logical thinking) dan memutuskan untuk tetap memperlakukan dia seperti anak biasa...

Toh dia gak terlalu terganggu dengan itu... Cuman memang jadi lebih teliti aja awasin dia... dan ajarin dia tentang segala macam kelicikan dan kemunafikan orang... (mau gak mau...) supaya dia gak terlalu polos... Sabar ajah Mbak...

Saya belajar dari Bu Leny untuk tidak melabel anak2 kita kecuali perlu... Inget khan anak Bu Leny juga dulu pernah di DX asperger, ternyata dalam perjalanannya gejala tersebut hilang sendiri smile

Saya turut berdoa untuk Tiffany, (kebetulan seumuran sama Gabby smile)

Salam,

Lusiana

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy