Jamur Candida

10/19/2007

----- Original Message -----

From: Makmur

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Jamur candida

Dear netter

Setelah beberapa kali diskusi dengan bu Leny, bu Evita dan bu Rossie, maka pada tanggal 25 Januari yang lalu, Fikri (PDD-NOS 24 th) memeriksakan dirinya ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya di Karang menjangan 18, untuk melihat jamur dengan kultur melalui faecesnya. Ternyata ia positif candida pseudotropicalis Kemanakah langkah yang tepat yang harus saya ambil?

Ke psikiater atau ke ahli biomedics, atau ke mana ?

Mohon sharing

Terima kasih,

Makmur

----- Original Message -----

From: salisa@

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Ke biomed dokter pak.. agak ruwet kalau ada candidanya.

Sementara itu jangan makan manis2 atau yang banyak tepung2an.

Anaknya juga tetap di therapy entah itu sendiri atau pakai therapist.

Salam hangat,

Elisa

----- Original Message -----

From: Makmur

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Terima kasih bu Elisa

Jadi lebih cocok ke biomed ya..baik saya akan cari kontak.

Sementara itu si anak juga harus diet gula dan tepung ? apa itu yang dimaksud dengan GFCF ?

Terima kasih

Makmur

----- Original Message -----

From: salisa

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Pak Makmur,

Sekalian di tambahkan keterangan ya..

Tepung2an itu maksud saya adalah carbohydrate. Dalam urusan Candida ini, adalah segala macam carbohydrate jadi bukan karena diet Gluten Free saja. Semua carb yang mengandung simple sugar. Kentang, singkong, ubian, terigu, sagu dll. Diet ini bukan berarti tidak dimakan sama sekali tetapi di kurangi dan banyak diganti dengan makanan2 yang low carb, ayam, kacang2an.. jumlahnya tergantung dari kesehatan masing2. Tapi memang kalau ada candidanya, ada bagian tersendiri yang mengharuskan untuk makan makanan yang gluten free. Bukan karena allergy saja.

Tambahan lagi, jangan makan makanan yang mengandung yeast. Seperti jamur, kalau di Indonesia itu roti tawar itu khan di ferment, juga saya ingat pernah di ingatkan mengenai tempe, tape.

Sekali lagi, hindari makan gula. Baik dari gula dapur, madu, korma, maple syrup, corn syrup, kalau di Indonesia mungkin mungkin termasuk gula jawa. Juga harus di hindari gula2 yang tersembunyi dengan membaca label hati2:

The hidden sugars to watch for include: sucrose, fructose, maltose, lactose, glycogen, glucose, mannitol, sorbitol, galactose, monosaccharides, polysaccharides.

Hati2 dengan buah2an juga.. karena mengandung natural sugar yang juga mensupport tumbuhnya yeast. Apalagi yang kalengan, beku, dan dikeringkan. Kalau kita disini biasa makan kalengan, beku atau kering sih.. Dengan sendirinya hati2 dengan juice. Juga orange dan orange juice Orange adalah jeruk kuning, seperti sunkist. Jeruk berbeda-beda jenisnya, yang jeruk nipis (lime) dan jeruk peres yang kuning (lemon), boleh. Juga jenis2 melon, seperti cantaloupe. Saya ngak bisa terjemahin karena saya ngak tahu nama buah melon yang kita biasa makan di Indonesia. Mungkin ada teman2 yang bisa membantu.

Susah memang diet-nya kalau sudah sampai ada Candida.

Salam hangat,

Elisa

----- Original Message -----

From: Bobby

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Bu Elisa,

kalau madu dan gula jawa gak boleh juga ya?anak saya setiap hari minum madu...trus kalau makan kue biasanya yg terbuat dari gula jawa..... gak boleh ya bu?

trims

----- Original Message -----

From: salisa

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Daripada gula putih, madu dan gula jawa bisa dijadikan pengganti.

Tapi kalau sedang ada candida-nya, sebaiknya semuanya yang manis2 di kurangi dulu.

Salam hangat,

Elisa

----- Original Message -----

From: Makmur

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Bu Elisa

Terima kasih bu atas sharing yang mendetail.

Saya sedang befikir apa ada efek sampingnya, karena tanpa diet dan dengan makanan yang banyak, ia masih kurus ( 45 kg, 160 cm) juga apa ia bisa disiplin ? Karena ia makan dimana-mana, di kampus, di lab, dst. Tapi saya yakin pasti ada jalan keluarnya..

Sekali lagi terima kasih,

Makmur

----- Original Message -----

From: salisa

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Pak Makmur,

Anak saya juga kurus sekali.. Sudah susah makannya, makanannya juga susah.

Untuk diet GFCF-nya saya hati2 sekali, untuk yang lain2nya ya susah..

Nanti mau makan apa lagi...

Yang jelas kalau bisa konsisten dilaksanakan ya bisa lebih cepat sembuh, kalau dikasih makanannya ya jamurnya tambah subur. Tapi kalau anak kita susah makan, nanti sakit yang lain lagi. Inilah yang termasuk yang namanya Vicious Cycle, ibaratnya lingkaran setan. Semuanya akhirnya berpulang pada orangtua masing2, untuk dipertimbangkan sebaik-baiknya sesuai dengan kondisi.

Selain diet juga dibarengi dengan obat2annya. Tapi susah ada shortcut dengan obat2an saja, dalam arti jamurnya malah bisa bertambah kebal kalau memang dibuat subur. Sebaiknya konsultasi dengan dokter.

Salam hangat,

Elisa

----- Original Message -----

From: Makmur

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Jamur candida

Bu Elisa

Beberapa kali saya memang membaca tentang lingkaran setan itu, tapi baru dari bu elisa saya tahu maksud kata-kata tsb :-(

Dengan pengetahuan itu saya memperoleh banyak cerita tentang scd (special carbohydrate diet) dst...dan bagaimana memotong lingkarannya...

Ah memang jalan panjang dan memang betul-betul latihan sabar buat orang tua dan keluarga Saya akan hati-hati menempuh jalan ini, karena banyak hal yang harus dipertimbangkan.

Terima kasih bu, dan jangan bosen sharing dengan saya...

Salam,

Makmur

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis@puterakembara.org

Subject: [Puterakembara] Fw: Jamur candida

Pak Makmur,

Kalau tidak salah, bukan bapak pernah ke Dr. Sasanti? Setahu saya beliau salah satu dokter biomed di Surabaya. Coba ajah konsul dengan beliau, dengan membawa hasil lab dan juga Fikri nya. Karena Fikri itu sudah dewasa, mungkin penanganannya agak berbeda dengan anak-anak.

Mudah-mudahan penemuan jamur candida ini bisa jadi titik terang bagi perbaikan perilaku Fikri.

Salam,

Leny

Disclaimer:

Untuk keterangan yang lebih jelas, silahkan menghubungi dokter anda atau dokter yang menangani masalah Autisme. (Moderator)

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy