Kapan Antibiotik diperlukan??

07/14/2007

----- Original Message -----

From: Wiwin W

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Antibiotik

Dear rekan,

Mohon sharingnya mengenai antibiotik. Dulu pernah dibahas mengenai hal ini di milis ini dan seingat saya bahwa kalau gak perlu- perlu amat, antibiotik gak usah diberikan (walaupun itu diresepkan oleh dokter).

Nanda sering panas tinggi (sampai 39, ..) karena flu dan tiap kali ke dokter pasti diresepkan antibiotik. Saya sering tidak berikan antibiotiknya dan hanya mamberikan obat penurun panasnya saja. Hal ini saya lakukan sembunyi - sembunyi dari suami saya dan ternyata gak apa - apa tuh. Panasnya turun dan pileknya nya sembuh dalam jangka waktu 2 - 3hari. Pertanyaan saya, apakah yang saya lakukan ini benar? kadang saya feeling guilty karena udah bohong sama suami tapi hati kecil saya bilang bahwa untuk sakit yang segitu belum perlu antibiotik (kan kalau keseringan pakai antibiotik bisa malah kebal virus nya). Tiap kali panas tinggi, diperiksa darahnya dan terbukti tidak ada apa-apa dari hasil tes darah. O iya, Nanda kalau mau pilek, bau sekali nafasnya. Pernah saya bawa ke THT tapi ketemu antibiotik lagi dan waktu itu saya gak puas dengan penjelasan dokternya. Kalau mau periksa THT apa harus nunggu sakit dulu ya?

Makasih sebelumnya atas bantuannya.

Salam,

Wiwin

----- Original Message -----

From: Adjeng P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Iya bu, kalo ga perlu2 amat antibiotik jangan diberikan atau jangan minta ke dokternya. Kecuali saat saat anak saya kena penyakit gondongan, cacar air atau yang pake panas tinggi banget (karena ini infeksi). anak saya kalo abis makan antibiotik oleh dr.MB harus minum pro bio gold, abis kalo ga minum pro bio gold wah ... jadi kacau dan konsentrasi turun banget. Disamping itu, kalo diperiksa faecesnya, kelihatan kalo bakteri baik ikut mati.

Ke dokter THT ga perlu nunggu anak sakit, saya udah jalani pemeriksaan 6

bulanan.

Mudah2an berkenan.

AP

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Bu Wiwin,

karena saya bukan dokter jd saya sharing pengalaman aja yah.

Sama dengan Bu Wiwin , saya dan istri berusaha semaksimal mungkin tidak menggunakan antibiotik. Biasa kalau panas pun saya tahan nggak kasih antibiotik, hanya obat penurun panas. berdasarkan dokter yang megang Janice, kalau panas coba dilihat sampai max. 4 hari, kalau sudah lewat 4 hr harus diambil tindakan. (minum antibiotik)

Sudah cukup lama saya nggak berikan antibiotik ke Janice (2thn kira2) walaupun dia panas badannya. Dan sampai saat ini baik2 saja. Apalagi kalau menurut ibu, panasnya cepat turun dan flu nya sembuh dalam waktu 2-3 hari. Kalau Janice batuk, pilek, bisa sampai 3 minggu baru sembuh, dan panasnya 3-4 hari baru turun.

Menurut saya sih sebisa mungkin tidak menggunakan antibiotik, tapi......

kalau memang kondisinya harus, yah harus. Antibiotik memang sangat ampuh dalam memberantas bakteri, tapi juga mengganggu keseimbangan bakteri dalam perut.

Tapi kalau panas badan tinggi, jangan lupa untuk di kompress dengan handuk basah, atau kompres dengan ice pack. Lap muka dengan handuk air hangat (bukan air panas), dan minum air sebanyak mungkin. Yang paling ditakutkan pada anak2 yang demam adalah dehidrasi, karena banyak cairan dalam tubuh menguap pada waktu panas badan tinggi.

Regards

David

----- Original Message -----

From: Yuliana

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Bu Wiwin,

Saya setuju dengan pak David. Jangan terlalu sering diberi antibiotik. Justru menurut buku Children with Starving Brain, anak anak autis sering terpapar oleh antibiotik, yang menyebabkan ketidakseimbangan flora dalam tubuh, karena antibitok juga membunuh flora baik. Kira2 demikian deh, gak tll inget persisnya juga. Mohon maaf kalau salah.

Dalam kasus Jason, dulu hampir tiap bulan (makanya saya suka bilang penyakit bulanan Jason, tiap akhir bulan), pasti batuk pilek. Dulu waktu masih umur 1thnan, lumayan parah karena sering sekali dan sembuhnya bisa 1-2 minggu, kadang sampai parah muntah2 karena banyak dahak, hidung tersumbat, batuk2. Tp memang Jason jarang disertai panas.

Pengalaman saya, meskipun Jason gak panas, tiap kali ke dokter, pasti dikasih antibiotik. Jd lama kelamaan, saya jd takut ke dokter. Biasanya saya obati secara alami saja, saya juga ada pakai obat tradisional cina pada awalnya. Kl sampe parah sekali, baru dikasih Actived. Trus kalau panas, saya kasih tempra. Kecuali panasnya tinggi gak turun2, baru saya bawa ke dokter.

Thn lalu, saya mencoba Madu manuka organik dengan antibiotik alami dlm dosis

kecil. Setelah 3 bln, imun tubuh jason makin membaik. Masih ada batuk kadang pilek, tp gak sampe parah. Jd cuma maks 1 minggu. Kadang2 gak jd pilek, cuma meler aja hidungnya. Ini berlangsung sampai sekarang. madu juga cukup bagus buat mengobati panas dalam. jason juga suka bau nafasnya/mulutnya. Jd menurut org tua sih, itu krn panas dalam. Jadi saya kasih madu 2 kali kalo lg sakit, dan minum air banyak2. Makan buah yg adem2, seperti pear, dan makan obat tradisional cina buat ademin badan. Cuma sekarang saya gak berani sembarangan ngasih obat cina lagi, karena banyak yg palsu juga, dan gak tau kontradiksinya dengan supplement yg Jason konsumsi sekarang ini.

Tapi, kalau anak yg jamurnya tinggi dan diet gula/manis, maka madu juga bisa dijadikan pantangan. saya sempat stop madu hampir 3 minggu, yg ada pup nya malah kacau balau, panas dalam bgt. Akhirnya saya kasih balik aja deh madunya. Juga plus Vit C.

Saya percaya bahwa anak2 autis banyak yg imun tubuhnya kurang bagus, sehingga bisa menyebabkan banyak komplikasi dan kekurangan nutrisi di otak. Jd dengan penyakit rutin batuk pilek, jg bisa dijadikan pertanda si anak imun tubuhnya kurang bagus. Jd harus difokuskan agar imun tubuhnya bagus dulu, baru bisa menyembuhkan anak dr dalam secara alami. Yg plg penting adalah, banyak minum air dan makan buah.

Sekian info dari saya. Semoga berguna.

Thanks,

Yuli (mama Jason)

----- Original Message -----

From: Indah T

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Dear all,

Saya juga sangat hati-hati pakai antibiotik. Kalau panas saya kasih Sanmol aja plus badan dibalurin bawang merah. Kalau batuk saya kasih air seduhan racikan bawang putih plus madu. Kayaknya, sejak nggak saya kasih antibiotik, justru daya tahan tubuh Filan lebih bagus. Oya, kadang saya kasih vitamin dan VCO juga, terutama kalau cuaca lagi begini. Tapi, awal Januari kemaarin, Filan terpaksa minum antibiotik dari dokter gigi waktu giginya lepas pas jatuh di aspal, untuk mencegah

infeksi.

Salam,

Indah

----- Original Message -----

From: Lili P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Dear all,

Mau ikut nimbrung dongs...... Udah lama saya nggak ikutan chat di milis karena baru aja cuti melahirkan. Kalo saya biasanya kalo pas anak sakit di kasih antibiotik nggak saya kasih ke anaknya tapi saya bilang terus terang ke dokternya kalo saya kasih anak saya suplement (natural) yang saya kasih dobel dari porsi biasanya n dari dokternya sendiri nggak masalah tuh oke...oke... Aja karena dia tau suplement yang saya kasih pure natural n tidak ada campuran kimia sedikit pun mulai dari proses penanaman hingga jadi tablet saya nggak berani sebut mereknya ntar dikira promosi kalau ingin tahu boleh lewat japri aja

Salam

Lili

----- Original Message -----

From: Indri A

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Antibiotik? Kan ada DAUN SIRIH?

Khasiatnya hampir sama dan tanpa efek samping.

Kemarin ini saya kena ISPA. Awalnya di kantor sekitar jam 9 pagi tiba2 saya demam. Ditidurin bentar sambil minum vit.C enggak turun2 juga, malah tambah tinggi. akhirnya karna takut ada apa2 (mana lagi jaman fluburung dan DBD lagi..) saya pulang diantar teman. Rencananya mau ke dokter sorenya, saat itu jam 15.00. Begitu sampai rumah, oleh ibu saya langsung disuruh minum rebusan daun sirih campur kunyit. Segelas kecil, kira2 200ml. Lalu tidur sebentar nunggu waktu ke dokter.

Eh begitu bangun kok demamnya sudah jauh berkurang (sekitar jam 19) Akhirnya malam itu kita gak jadi ke dokter. Hebat 'kan khasiat daun sirih? Tapi besoknya kita tetap ke dokter karena masih lemes dan hanya disuntik Neurobion. Seandainya malam itu kita ke dokter pasti dikasihnya antibiotik juga.

Sekadar sharing pengalaman khasiat daun sirih.

----- Original Message -----

From: Mieke R

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Sebelumnya maaf yach.... seperti biasa... saya selalu jadi "the last" person yang kasih komentar... tapi moga2 belum mubasir yach....

----------------------------------

Fabian...

Thank's banget Artikel tentang AB-nya menarik sekali.... Saya dulu sering berdebat dengan dokter2 anak yang setiap kali sakit pasti ngasih Antibiotik... kadang dengan dosis yang tinggi... barangkali dengan asumsi bahwa kami para Ibu2 yang awam mengenai obat2an ini tahunya pokoknya anaknya langsung sembuh... berarti obatnya "Tokcer"... yang berarti Dokternya Pinter... Cocok ama anak.... yang berujung pada apalagi kalo bukan repeated customer alias kunjungan bersambung...hehehe...



Beruntung bahwa pada akhirnya saya ketemu "sparing partner" yang cocok.... yang sangat terbuka untuk diajak berdebat mengenai ini... dan ternyata beliau juga se"perguruan" alias sependapat dengan dokter2 lain yang berpendapat AB kalo tidak penting banget.... Tidak perlu...



Bu Wiwin.....Saya baru saja melewati apa yang Ibu sekarang alami... jadi tahu banget gimana rasanya kalo bingung soal anak kita....

beberapa minggu belakangan ini Seisi rumah saya.... mulai dari Hiroshi, Andre, Aurel, Papanya anak2, sampai Pengasuh2nya, beserta supir... secara bersamaan terserang virus Flu yang sangat berat.... Ciri2nya Batuk disertai pilek berat, Suhu badan diatas 39... (Aurel malah sampai 40,4).... Mual..kadang disertai muntah juga.... juga nyeri sendi..(badannya terasa pegal2 semua..)....



Kebayang khan Repotnya kayak Apa... Belum harus ngejagain Andre biar panasnya ga sampe 38,5 karena diatas itu Andre Step.... Waktu suhunya dah 38.8, saya masukin stesolid aja ke Duburnya untuk menghindari step.

Puji Tuhan... (duh... Tuhan itu emang baikkk banget yach...) saya sampai saat Mereka semua Pulih... saya tetap diberkati dengan kesehatan yang cukup baik... padahal rasanya lelah juga karena harus merangkap sebagai dokter, suster, pengasuh, terapis dan Sopir.... I really thank God for giving me health...



Ok, Kembali ke... Laptop... eh, maksud saya soal AB... selama mereka sakit.... Dokter Anak hanya memberikan :

1. Obat batuk pileknya Racikan yang isinya (kalo ga salah) Bisolvon tab (batuk)

Avil/ Homoclomin (Anti alergi... memberi efek ngantuk pada anak biar ga rewel)

Equal granule.. (untuk Andre tanpa Equal, karena dia alergi pemanis buatan... (bikin hyper) so untuk Andre diganti madu... atau dicampur langsung pada obat panasnya... (Dumin)

2. Analgetik/panas... (golongan parasetamol..) Tempra/Dumin untuk menaikkan ambang batas nyeri... sehingga si anak tidak terlalu menderita.....

3. Immunos (atau stimuno atau imboost untuk penambah daya tahan tubuh...)

4. Isprinol (Anti radang... tapi bukan golongan AB... untuk membunuh Virus... (seperti pada artikel P Fabian) VIRUS TIDAK MATI DENGAN ANTIBIOTIK...tapi isprinol cukup recomended untuk anti virus

Lebih dari 3 hari karna anak2 saya masih panas terus... (panasnya On..Off, On Off...) terutama Andre... susah sekali minum obat... maklum obatnya tidak pake pemanis... saya cobain pahitnya minta ampunnn pantes aja andre muntah terus tiap dikasih... akhirnya saya akali dengan dicampur Madu yang diencerkan... (karena kalo asli, terlalu manis, Andre bisa kayak baling2 helikopter, muter trus..)..



Setelah lebih dari 3 hari, panas tidak turun, Dokter minta anak2 dibawa lagi ke RS biar dicheck, takutnya demam berdarah... Aurel yang tampak paling lemah dari mereka ber3 (suhunya sampe 40,4)... Andre malah sama sekali tidak tampak sakit.... masih lari sana-sini, padahal pipi dan bibirnya merah banget (cherry red lips and ceeks) kayak di make up karena suhu tubuhnya 38,3... Hiroshi Kadang lemes, kadang hyper.... (apalagi kalo papasan ama abangnya... kayak Anjing Ama kucing....hehehe... ups, sorry kok kebablasan curhat sich.)

Dokter menyarankan Aurel saja yang periksa lab DL (darah lengkap) plus CRT (gambaran darah tepi)... yang menunjukkan ada tidaknya sel2 muda dalam darah yang bisa mengarahkan ke DBD atau Infeksi Lainnya.... kalo positif, kemungkinan besar semua pasti sama... Tapi karena dari pemeriksaan fisik dokter menyimpulkan Anak2 terserang Virus Flu variant baru yang cukup berat....( tapi bukan flu burung), so, dokter tetap tidak meresepkan AB... hanya menyarankan tetap teruskan obatnya... Utamanya Isprinol, jalan terus... Asupan gizinya diperhatikan... banyak minum dsb...

Khusus Andre, karena Andre teserang bakteri streptococcus (katanya lho...) di area respiratory-nya (saluran pernafasan kali yach...) so Andre dikasih AB golongan cephalosporin... minumnya sekali sehari selama 5hari... (saya lupa namanya apa..Zhitromax atau apa yach).... ntar kalo ada yang nanya saya cari lagi filenya dech.... Soalnya ini pun lama baru nemu (nyari di buku dulu... trus "brain storming" lagi... kandungannya bisa bikin andre hyper ga... diare ga.... karena Riwayat Alergy Andre pada beberapa obat Antibiotik....(Andre Alergy Velocef (diare), Augmentin (sakau), CLaneksi (konstipasi/sembelit sampai 7 hari tdk pup).... (Kasus yang sama, sampai sekarang belum ketemu Obat BIUS yang cocok untuk Andre karena dia ternyata ALERGY semua GOL. ETER.. (kandungan obat bius..) Operasinya otomastis tertunda terus.... Berat badannya makin menurun... nafsu makan berkurang... Tapi yach.... There's Always a hope for those who believe... saya tetap yakin kok... pasti ada jalan

keluar....)

Anak2 pulihnya sekitar 2 minggu... Andre lebih malah... karena dia tidak bisa mengeluarkan dahak, sementara obatnya kebanyakan di muntahin..... Terapy tambahan saya fisioterapi sendiri dirumah.. Kebetulan anak2 saya problemnya alergy jadi sering banget batuk pilek.... Dokter menyarankan beli aja alatnya... obatnya beli ama distributor... so kalo anak sakit, ga perlu kasih obat.... langsung diuap aja, biasanya kalo belum parah langsung diuap... 5x aja langsung sembuh... tidak perlu minum obat... jadi organ2 dalamnya tidak makin terganggu... kasian khan kecil2 udah digenjot pake obat terus.... ntar gedenya gimana ???

Aduh... dah kepanjangan yach... maap... maap... (duh kebiasaan dech...)

Semoga bisa membantu.... dan semoga Nanda Cepat sembuh ya bu Win...

Salam,

Mieke (ngantuk nich... belum tidur dari semalem... lagi "berantem" ama andre....;-))

----- Original Message -----

From: Mieke R

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Mbak Indri...Cuma mo nambahin......

Selain daun sirihnya.... Kunyinya juga mengandung Antibiotika yang alami dan sangat aman buat tubuh...

Aurel sering saya kasih parutan kunyit campur Jeruk nipis campur Madu kalo batuk tanpa panas... kalo ngeluh lehernya ga enak, kumur2 pake rebusan Daun sirih... kalo lagi berani suka ditelan... tapi kadang dibuang....ga tahan baunya katanya....

sekedar nambahin aja....

Salam,

Mieke

----- Original Message -----

From: Ira P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

bu Mieke,

Semoga sekeluarga cepet sembuh ya....

Sekedar mengingatkan, karena dulu bu Mieke sebut2 Andre alergi obat... Itu obat2 antibiotik yang dia alergi dibikin list-nya, terus bawa ke sparing partner nya. Moga2 ketemu zat aktifnya yang bikin alergi, setau saya Velocef, Augmentin, Claneksi itu semua nama dagangnya. Coba refer ke email pak Fabian juga ttg antibiotik itu (narrow vs broad spectrum, golongan2 antibiotik)

Ira

----- Original Message -----

From: Fabian

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Antibiotik

Tulisan tentang ANTIBIOTIK (AB) di bawah, ditulis Dr. Purnamawati Sp A, seorang dokter spesialis anak dan pengasuh milis kesehatan. Semoga bermanfaat.



Antibiotik? Siapa Takut? Mungkin begitulah kira2 pikiran kebanyakan pasien

Indonesia ketika diberi resep oleh dokternya ketika berobat…karena sudah

seringnya diberi AB, kita langsung aja meminumnya tanpa mempertanyakan

dahulu apakah benar kita perlu AB? Lalu kapan sih kita perlu dan kapan tidak?

Summary ini membahas dengan singkat apa itu AB dan beberapa topik yang

berhubungan…..

Apa itu AB?

AB ditemukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1929 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. AB ada yang merupakan

1. produk alami,

2. semi sintetik, berasal dari alam dibuat dengan beberapa

perubahan agar lebih kuat, mengurangi efek samping atau untuk memperluas

jenis bakteri yang dapat dibunuh,

3. full sintetik.

Jenis AB:

1. Narrow spectrum, berguna untuk membunuh jenis2 bakteri secara spesifik. Mungkin kalau di militer bisa disamakan dengan sniper, menembak 1 target dengan tepat. AB yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin (augmentin, surpas, bactrim, septrim).

2. Broad spectrum, membunuh semua jenis bakteri didalam tubuh, atau bisa disamakan dengan bom nuklir. Dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi AB jenis ini, karena more toxic dan juga membunuh jenis bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. AB yang termasuk kategori ini adalah

cephalosporin (cefspan, cefat, keflex, velosef, duricef, etc.).

Bakteri

Bakteri berdasarkan sifat fisiknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu gram positif (+) dan gram negatif (-). Infeksi dibagian atas difragma (dada) umumnya disebabkan oleh bakteri gram (+) sedangkan infeksi dibagian bawah difragma disebabkan oleh bakteri gram (-). Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh gram (+) lebih mudah dilawan. Didalam tubuh kita banyak sekali terdapat bakteri, bahkan salah

satu kandungan ASI adalah bakteri. Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah “jahat”. Manfaat bakteri diusus kita adalah:

Info Kesehatan 28 Maret 2007

1. bakteri mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

2. memproduksi vitamin B & K.

3. memperbaiki sel dinding usus yang tua dan sudah rusak.

4. merangsang gerak usus sehingga kita tidak mudah muntah (konstipasi).

5. menghambat berkembang biaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung

mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.

Sekarang kita tahu manfaatnya, jadi jangan lagi minum AB tanpa alasan yang jelas, karena hal ini akan membunuh bakteri yang baik tersebut.

Virus

Walaupun sesama mikro-organisme, virus ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Mereka berkembang biak dengan mengunakan sel tubuh kita, jadi virus akan mati bila berada diluar tubuh. Catatan penting: virus tidak dapat dibunuh oleh obat dan AB sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita, salah satunya adalah dengan demam. Demam merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk membasmi virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi. Jadi apabila anak/anda mengalami demam, sebaiknya tidak diobati apabila suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi.

When AB doesn’t work?

Menurut penelitian, ada 3 kondisi yang umumnya diterapi dengan AB, yaitu

1. Demam, 2. Radang tenggorokan, 3. Diare. Padahal, sebenarnya, penggunaan AB untuk kondisi diatas tidaklah tepat dan tidak berguna. Dibawah ini petunjuk kapan AB tidak bekerja:

1. Colds & Flu

2. Batuk atau bronchitis

3. Radang tenggorokan

4. Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan AB.

Info Kesehatan 28 Maret 2007

5. Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan AB.

Penggunaan AB tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.

When do we need AB?

Dibawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi dan membutuhkan terapi AB:

1. Infeksi saluran kemih

2. Sebagian infeksi telinga tengah atau biasa disebut otitis media

3. Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari minggu, sakit kepala,

pembengkakan di daerah wajah)

4. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini)

How do I know this is bacterial infection?

Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukankultur yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi. Contohnya apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, lab. mengambil sample urin dan kemudian dikultur, setelah beberapa hari akan ketahuan bila ada infeksi bakteri berikut jenisnya.

Efek Negatif AB

Dibawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi AB;

1. Gangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efek samping yang paling sering terjadi.

2. Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan nafas, dll.

3. Demam (drug fever). AB yang dapat menimbulkan demam bactrim, septrim, sefalsporoin & eritromisin.

4. Gangguan darah. Beberapa AB dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol.

Info Kesehatan 28 Maret 2007

5. Kelainan hati. AB yang paling sering menimbulkan efek ini adalah obat TB seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).

6. Gangguan fungsi ginjal. Golongan AB yang bisa menimbulkan efek ini adalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena), Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit ginjal, harus hati2 mengkonsumsi AB.

Pemakaian AB tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu terhadap kita dan lingkungan sekitar, contohnya:

1. Irrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai “superinfection”.

2. Pemberian AB yang berlebihan akan menyebabkan bakteri2 yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistance terhadap AB, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan AB yang ringan, apabila ABnya digunakan dengan

irrational, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis AB yang lebih kuat. Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama kelamaan, apabila pemakaian AB yang irrational ini terus berlanjut, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis

AB yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum AB ditemukan, dimana infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik.

Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit. The less you

consume AB, the less frequent you get sick.

Inappropriate AB Use

Berjuta2 resep ditulis yang mencantumkan AB untuk infeksi virus, padahal kita semua tahu AB tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3 alasan mengapa apparopriate use of AB ini terjadi, yaitu:

1. Diagnostic uncertainty.

2. Time pressure.

3. Patient Demand.”People don’t want to miss work or they have a sick child who

kept the family up all night and they’re willing to try anything that might work”. It’s

Info Kesehatan 28 Maret 2007 easier for the physician to give AB than to explain why it might be better not to use it.

Benar, seringkali kitapun sebagai pasien juga berperan didalam AB irrational use ini. Sudah terbentuk persepsi didalam pasien Indonesia, dimana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu harus membawa resep. Malah akan aneh kalau kita tidak pulang dengan membawa resep. Hal ini

justru mendorong dokter untuk meresepkan AB ketika tidak diperlukan.

Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita hilangkan.

How Can We Help?

1. Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan; Apa penyebab penyakitnya? bukan apa obatnya.

2. Jangan sedikit-sedikit minta dokter untuk meresepkan AB. Jangan

mengkonsumsi AB untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau radang tenggorokan.

Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tsb. tanya dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan AB.

3. Tidak mempergunakan Desinfektan dirumah, cukup dengan air dan sabun.

Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis, pemakaian steroid jangka panjang, dll.).

Battle of the Bugs: Fighting AB Resistance

Masalah bakteri yang kebal terhadap AB (AB resistance) ini telah menjadi masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran mencanangkan perang terhadap AB resistance ini.

Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian AB yang rasional,

yaitu:

1. Kurangi pemakaian AB, jangan menggunakan AB untuk infeksi virus.

2. Gunakan AB hanya bila benar2 diperlukan dan mulailah dengan AB yang ringan atau narrow spectrum.

3. Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau sinus) yang memang perlu AB, gunakan AB yang bekerja terhadap bakteri gram (+). Info Kesehatan 28 Maret 2007

4. Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi dibawah diafrgma, seperti infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia, meningitis bakteri) pilih AB yang juga membunuh kuman gram (+).

5. Hindari pemakaian lebih dari satu AB, kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.

6. Hindarkan pemakaian salep AB, kecuali untuk infeksi mata.

Bila anda memperoleh terapi AB, pertanyakanlah hal2 berikut:

1. Why do I need AB?

2. Apa yang dilakukan AB?

3. Apa efek sampingnya?

4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?

5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau sesudah makan?

6. Bagaimana bila AB ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?

7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau makanan, dll.

Final Message

Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan yang smart and critical. So, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dasar ilmu kesehatan para pembaca.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menentang pemakaian AB. Sebaliknya kita harus mengetahui bagaimana pemakaian AB yang benar dan tepat karena justru AB yang irrational akan menyebabkan AB menjadi impotent atau kehilangan manfaatnya. Antibiotics save lives, therefore we also have to save Antibiotics.

***

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy