Sharing tentang anak

07/14/2007

----- Original Message -----

From: Yuliana

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Sharing

Saya baru mengetahui bahwa anak saya, Jason Maynard (3 thn 9 bulan), menderita Autis sejak September 2006. Saya pernah bertemu dengan Ibu Ita dan beliau yang pertama kali mendiagnosa Jason menderita Autis. Memang setelah itu, saya sempat menangis terus terusan karena terpukul oleh kenyataan bahwa anak semata wayang saya, menderita Autis. Apalagi perkembangan motorik Jason cukup normal, cukup cepat dalam memasang puzzle, dan secara sekilas terlihat bertingkah laku seperti anak normal. Hanya tidak bisa bicara (hanya ngoceh dalam bahasa planet), jarang respons jika dipanggil dan limited eye contact.

Saya sempat menolak kenyataan tersebut dan menangis setiap kali teringat pada akan jadi apa Jason nanti (apakah dia akan bisa mandiri sendiri atau malah menjadi beban orang lain, bagaimana dia bisa menghidupi diri dia sendiri kalau kita sudah tiada). Setelah 2 bulan, mencari jawaban (yang tentu saja ingin saya dengar, bahwa anak saya tidak menderita Autis), saya terbentur pada kenyataan yang sama sampai suatu saat salah satu dokter menyarankan saya agar berhenti mencari label untuk anak saya, dan mulai mencoba untuk menghadapinya dan mencoba sekuat tenaga agar jason bisa berfungsi senormal mungkin, paling tidak bisa verbal (bicara) dan mandiri semampunya. Saya akhirnya bisa menerima kenyataan ini dengan lapang dada sehingga lebih mudah menjalani pencarian saya untuk kesembuhan Jason.

Sekarang Jason sudah melakukan terapi biomedis dan berbagai terapi lainnya. Mulai sudah ada perkembangan, akan tetapi belum ada perkembangan verbalnya.

Mudah mudahan saya bisa sharing informasi dengan bergabung dengan milis ini...

Terima kasih..

Regards,

Yuli

----- Original Message -----

From: Augustina

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing

Saya juga baru bergabung dalam milis ini.

Apa yang ibu Yuli lakukan sudah benar. Saya juga pernah mengalami apa yang ibu alami, tapi saran dokter juga ada benarnya. Sekarang selagi kita mampu dan masih hidup mendampingi anak kita, kita harus bangkit dari ratapan kita dan mencari jalan keluar terbaik bagi anak kita. Percayalah bahwa Tuhan Maha Adil, dia tidak akan menitipkan anak yang seperti ini pada kita kalau kita tidak dipersiapkannya untuk mampu memperjuangkan hidup anak-anak kita.

Saya tadinya cuma ingin dua anak saja ketika saya mendapati anak pertama saya laki-laki dan yang kedua perempuan, tetapi ketika Adam anak pertama saya didiagnosa autism dengan berbagai masalah yang menyertainya saya jadi kasihan pada putri kedua kami, Dara. Kelak kalau kita orang tuanya sudah tiada Dara akan sendirian mengurus kakaknya. Bersyukur kalau Adam segera pulih tetapi kalau tidak, tentu Dara terbebani sendirian. Untuk itulah kami mohon Tuhan memberikan kami adik untuk Adam dan Dara, dan Tuhan Yang Maha Baik memberikan kami dua orang lagi anak laki-laki Dimas dan Ananda. Rumah kami jadi lebih ramai dan ceria. Kehadiran mereka sangat membantu mengembalikan kami dari keterpurukan perasaan kami.

Bila Jason satu-satunya putra ibu sabarlah, segala sesuatu ada waktunya Bu Yuli. Adam sudah menjalani terapi selama hampir delapan tahun. Kemajuannya memang agak lambat, tapi di usianya yang 9 tahun sekarang, Adam sudah duduk di kelas 2 sekolah umum/reguler yang belum memiliki program pendidikan inklusi. Kita memang harus berusaha terus semampu kita, dan bersyukur saat ini banyak pilihan dan jalan keluar bagi kita untuk meminimalisir kekurangan anak kita dan memaksimalkan apa yang dimilikinya.

Semoga Ibu dikuatkan Tuhan terus. Bersabarlah Bu...............

Salam,

Augustina

----- Original Message -----

From: Yuliana

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing

Dear Ibu Augustine,

Terima kasih atas nasihat ibu... Saya setuju sekali dengan Ibu bahwa semua pasti ada waktu dan jalan keluarnya. Saya memang mencoba untuk bersabar dan mengingatkan diri saya bahwa suatu saat penantian saya akan berakhir pada saat Jason mulai bisa bicara, dan semua cobaan berat akan terhapus pada saat Jason memanggil orangtuanya (sampai sekarang Jason belum memanggil Mama dan Papa). Saya mencoba berpikir positif bahwa sesuatu yang sulit didapat akan terasa lebih manis buahnya, lebih berasa hasilnya. Itulah yang membedakan Jason dengan anak anak yang lain, mungkin Tuhan punya caranya sendiri agar kami lebih meng-appreciate apa yang kami punya. Jadi pada saat Jason bisa melakukan sesuatu, itu seperti merasakan keajaiban, rasanya bangga dan bahagia sekali. So, its worth waiting for.

Saya sering mengingatkan teman teman saya, yang kadang kala karena terlalu terbawa arus rutinitas hidup, sehingga tidak terlalu memperhatikan dan menghargai apa yang mereka dapatkan dari anak anak mereka yang normal. Jadi kalau anak bisa melakukan sesuatu, yah itu normal2 saja, bukan sesuatu yang patut untuk dibanggakan (mungkin dibanggakan pada saat awal tapi time spannya beda). Padahal mereka seharusnya bersyukur atas anugrah itu, dan menikmatinya selagi bisa.

Eh kok jadi ngelantur yah???

Ngomong ngomong, saya kemaren ngobrol dengan Ibu Maria, menyangkut keputusan

saya dan suami bahwa kami tidak mau punya anak lagi selain Jason. Ini berlawanan dengan Ibu Agustine yang malah pingin punya anak lebih banyak lagi. Memang ini menjadi perdebatan yang gak ada habisnya. Orang orang di sekitar kami menyarankan kami untuk memberi jason adik. Tapi saya takut, secara finansial kami tidak bisa lagi memberikan yang terbaik untuk Jason, sekarang saja biayanya sudah cukup melambung. Terlebih lagi, usia suami yang sudah melebihi 40 tahun, menjadikan kami tidak secure secara finansial. Mengenai anak tambahan agar bisa membantu kakaknya, apakah malah menjadikan hal itu tidak adil buat adiknya? Bahwa kita sebagai orang tuanya meminta mereka untuk membantu kakaknya, dan menjadikan itu sebagai beban mereka di kemudian hari??? Itu kalau mereka bersedia, memang terkesan skeptis, tapi dari banyak yg saya lihat, banyak juga adik kakak yang tidak bisa saling support di saat dewasa, apalagi kalau sudah berumah tangga (eh kok mikirnya kejauhan yah :-)). Saya ada dengar cerita bahwa anak lain yg normal malah

cenderung iri hati karena kakaknya diperlakukan berbeda. Bagaimana dengan

keluarga Ibu??

Thanks...

Salam,

Yuli

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing

Bu Yuli,

Apakah Jason mengerti perintah dan bisa mengekspresikan keinginannya?

Biasa anak sebelum bicara, melewati tahap bicara bahasa planet ini.

Selain terapi biomedis, terapi apalagi?

Biasa untuk verbal, dilakukan terapi wicara, dan juga SI untuk oral motornya.

Regards

David

----- Original Message -----

From: Yuliana

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing

Pak David,

Dulu Jason tidak mengerti perintah tanpa gesture ataupun body language. Tapi

sekarang sudah banyak ada kemajuan, sudah bisa mengerti perintah sederhana

yang kami tekankan ke dia, seperti buka-tutup, duduk, tunggu, tidy up

barang2 dia, meminta sesuatu, dsb.

Sekarang kami melakukan terapi biomedis, terapi wicara (seminggu 3 jam), SI

(seminggu 3 jam), edukasi (seminggu 4 jam), dan baru minggu depan akan saya

ikutkan untuk terapi musik (seminggu 1/2 jam) karena jason suka sekali

dengan musik dan dancing. Jason juga ikut kelas melukis seminggu sekali.

Barusan saya kembali dari terapi wicara, dan menurut terapisnya, jason sudah

mulai berusaha ngomong tp katanya dr otaknya belom nyampe ke mulutnya. Gak

ngerti deh saya.

Tapi hari ini saya cukup bahagia, karena Jason mau melihat ke arah saya

dengan kontak mata yang cukup lama sambil tertawa dan saya melihat binar

tawa di matanya. Meskipun hanya satu dua kali, selebihnya banyak malas2an

dan sibuk dengan pikirannya sendiri (space out kali yah).

Rencananya saya mau ikutkan AIT 2-3 bulan lagi.

Mungkin dari Pak David ada saran, apa lagi yang bisa saya lakukan agar maksimal?

Thanks.

Regards,

Yuliana

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing

Halo Bu Yuliana, wah ini mah intervensi nya udah canggih2 banget, nggak ada

rekomendasi apa2 lagi deh.he he he

Regards

David

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy