Refleksi 2006 (Iqbal)

01/16/2007

----- Original Message -----

From: YA

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Terima kasih Ibu Leny,

Selamat Tahun Baru! dan selamat buat milis Putrakembara.

Milis Putrakembara ini sangat membantu sekali buat kita para orang tua yang mempunyai anak spesial. Khususnya buat saya walaupun tidak aktif sekali, tetapi saya suka mengkopi artikel2 yang menarik dari bapak2 dan ibu2 kirimkan, untuk saya kliping dan banyak manfaatnya yang dapat diaplikasikan kepada anak saya Iqbal.

Saya mau cerita tentang perkembangan Iqbal, dengan telah berakhirnya tahun 2006 dan masuk tahun 2007, begitu pula bertambahnya umur Iqbal persis tanggal 26 Desember 2006 Iqbal berumur 4,5 tahun. Sambil menulis ini saya menitikkan air mata sehingga tulisan ini mau di stop saja. Tapi akhirnya saya dapat meneruskan tulisan ini karena saya ingin curhat tentang perkembangan Iqbal. Sedih sekali rasanya hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, perkembangan Iqbal sudah banyak namun belum mencapai maksimal. Saya sering menangis memperhatikan keadaannya sedangkan dia sendiri merasa tidak ada yang salah pada dirinya. Dia menikmati saja kesendiriannya dan ketawa sendiri sedangkan kita orangtuanya menangis meratapi perkembangannya. Gimana nanti kalau dia sudah besar, sebentar lagi harusnya sudah sekolah apakah dia bisa?, apakah sekolah umum mau menerimanya, apakah Iqbal nanti bisa bicara. Orang yang tidak mengerti kalau lihat Iqbal dikiranya bisu, pernah ada pertanyaan orang apakah Iqbal bisu?. Rasanya hati ini benar-benar tertusuk jarum pedih sekali. Tapi tentu kita tidak boleh larut dalam kesedihan itu, dengan berbagi mudah-mudahan dapat mengurangi beban bathin. ini semua sudah jalan Allah jadi harus kita jalani saja. Akhirnya saya berkesimpulan, bagaimana jadinya ajalah dan nikmati saja apalagi Iqbal sangat menyenangkan dan menghibur saya kalau sudah capek pulang dari kantor.

Keadaan Iqbal saat Ini

Yang sudah bisa:

Baru bisa mengucapkan kata2 A kalau disuruh, dan kadang belum disuruh sudah bilang A karena ada maunya yang diminta, supaya dikasih dia buru2 mengucapkan A, Sekali-sekali biasa I. Vokal I sehari-hari dia ucapkan sebagai ocehan saja.

Mengucapkan mama atau kata-kata lain hanya sebagai bubling saja, dan kalau

disuruh mengucapkan mama tidak mau.

Sudah bisa membuka sepatu dan kaos kaki kemudian kaos kaki dimasukkan ke

dalam sepatu

Sudah bisa makai sandal sendiri, kalau dia mau keluar langsung nyari sandal dan mengambil tangan saya untuk minta tolong bukakan pintu, terus lari ke warung untuk jajan beli susu atau permen. Larinya kencang sekali dan tenaga Iqbal amat kuat

Sudah bisa makan sendiri dan mengambil minum sendiri di despenser

Sudah bisa memilah-milah makan yang dia sukai, tanpa dicicipi terlebih dahulu dia lihat dan cium kalau dia suka langsung diambil kalau tidak suka dia langsung pergi meninggalkan makanan tersebut

Sudah bisa ngambil mentega di kulkas dan memberikan ke tangan mamanya untuk memasak telur di kompor.

Sudah tidak minum susu pakai dot, tetapi karena sudah kenal susu instan jadi tidak suka lagi sama susu biasa

Makan sayur mau, makan buah tidak suka sama sekali Senang bernyanyi-nyanyi kecil dengan kata lai-lai-la, ng,ng

Sudah bisa buka celana sendiri kalau mau pipis atau buang air besar, dan kadang-kadang sudah pipis aau berak duluan, baru buka celana

Sudah bisa masang puzzle, menyamakan, meniru perintah, nyoret-nyoret

Sering minta digendong dan dipeluk. Kalu mau tidur dia nyender kepada

mamanya atau ke perut.

Senang memanjat dan tidak takut dengan ketinggian

Senang bemain dengan bantal dan guling, dua bantal dan dua guling buat

gulat dan seperti orang kegemasan

Senang berenang walaupun belum bisa

Senang menumpahkan air diember walaupun penuh dia bisa mengangkatnya untuk

ditumpahlan airnya.

Sudah pintar berpangku tangan sambil begaya

Yang belum bisa

Belum bisa bicara

Belum bisa ke kamar mandi sendiri untuk buang air (hanya kadang-kadang bisa), ke kamar mandi sendiri. bisa untuk mengambil sikat gigi atau odol, atau sabun untuk stiming. Kalau pergi jauh terpaksa pakai pempers

Stiming-nya makin parah sehingga telapak tangannya kasar

Kuku kaki Iqbal kuning dan kasar seperti gores-gores, kuku tangan tidak, saya takut nantinya menular ke kuku tangan.

Iqbal belum pernah periksa darah, habis biayanya mahal.

Tidak bisa diam dan senang melompat-lompat di atas tempat tidur

Belum bisa meniup lilin

Makan masih tidak bisa dengan lauk yang keras, daging atau ikan harus disuir kecil-kecil, kalau tidak akan dilepehin.

Mengerti perintah:

Buka celana, baju

Tutup dan buka

Ambil

Taroh/Letakkan

Dll.

Iqbal tidak makan obat lagi, sekarang terapi ABA di rumah 3 x dalam seminggu. Umur 3,5 tahun ikut play group selama 6 bulan, karena Iqbal belum bisa ngomong dan tidak bisa diam, pas kenaikan kelas tidak diteruskan lagi. Masih suka gigit benda-benda keras dan suka menyikat-nyikat gigi dengan benda yang ada geriginya dan kadang-kadang dipukul-pukulkan pada giginya. Iqbal masih sering muntah kalau habis makan. Dan kalau melihat orang makan dan dia tidak suka dengan makanan itu maka dia akan ue-ue seperti orang lagi ngidam

Saya berpikir, kalau Iqbal sudah umur 5 th, Juni 2007 apakah dia sudah bisa sekolah ya? Sedih bangat rasanya. Saya hanya menunggu petunjuk dari Allah saja sambil berusaha mudah-mudahan ada perubahan yang drastis dari Iqbal.

Amin. Mohon doa teman-teman semuanya.

Salam

Mama Iqbal, 4 Januari 2007

----- Original Message -----

From: DH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Hai Bu YA, saya hanya ingin kasih saran aja, setelah membaca tulisan ibu, saya kog merasa Igbal lebih membutuh kan terapi SI dibanding ABA. Maaf yah bukan sok pintar, ini hanya menurut perasaan saya saja.

melihat banyak kelemahan di mulutnya (oral), mungkin perlu dilakukan banyak

terapi oral. Saya mengatakan demikian karena:

1. Belum bisa meniup lilin.

2. Makan masih harus dipotong kecil kecil.

3. Suka menyikat gigi dengan benda2 bergerigi, dan dipukul-pukul ke gigi.

untuk masalah telapak tangan kasar, memangnya stimmingnya bagaimana bu? bisa

jadi itu masalah sensory juga. Saya sih nggak bisa memberikan saran apa2 saja yang harus dilakukan, mungkin terapis yang bisa.

Soal stimming makin parah, harus dicari tahu penyebabnya, apakah karena makanan? Saya lihat Igbal bebas sekali makan makanan apapun. Setahu saya, bagi anak2 yang suka stimming, diperlukan diet GFCF. Karena kemungkinan gluten dan casein itulah yang mempengaruhi otak sehingga si anak suka stimming. (maaf yah ini cuman pemahaman saya sendiri, kalau salah tolong rekan lain koreksi)

Jadi, kalau saya yang di posisi ibu, mungkin yang saya lakukan adalah:

1. Secepatnya diet GFCF dan lihat hasilnya dalam 1 minggu, terutama dalam hal stimmingnya.

2. Terapi SI. Jujur saja, terapi SI yang betul2 bagus, tidak begitu banyak, jadi harus cermat memilihnya. Bahkan ada tempat yang sangat bonafit dengan fasilitas keren banget, tapi terapis nya loyo2, Percuma saja kalau begitu.

Ok deh kira2 gitu aja, semoga membantu.

Regards

Dav

----- Original Message -----

From: JJ Mom

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Dear Mama Iqbal, saya membaca sharing Ibu ini lebih kurang sama dengan keadaan putri saya (3 tahun 4 bulan), tetapi putri saya sudah jago meniup, meniup apa saja. Mula2 Ibu berikan pluit yang panjang lurus yang ngga perlu tenaga besar untuk meniup. Soal makanan.., juga ada kesamaan, tetapi sekarang putri saya sudah mulai makan banyak hal yang biasanya dia tidak mau makan, mungkin sensitivitasnya berkurang setelah saya melakukan oral brushing dengan infadent (kalau Ibu mau bisa saya kirimkan per japri)--> ini saya bawa putri saya ke speech therapist terus dikasih metode brushing ini.

Kalau senang memanjat, kata ahli OT itu adalah masalah proprioceptive, terus dianjurkan--> biarin aja, dan dikasihkan up side down--> jika anaknya mau.

Soal sekolah--> ini buat saya sedikit 'tarik nafas', saat ini sekolah2 baru buka, maksudku sekolah reguler, di blok saya banyak anak2 seusia putriku, mereka sudah pake tas ke sekolah tingkatan TK nursery, sementara putriku masih lompat2 di rumah. Orang selalu stare ke kita ber-3 (Ja, Jo and the mom) kalau kita keluar, terus saya 'GLARE' balik, bukan stare balik lho, GLARE.. GLARE.. Hahaha... Buat sementara... saya ngga banyak mikirin soal sekolah reguler, wong mau cari 'sekolah khusus autis' yang 'bisa' menerima anakku atau yang 'cocok' dengan anakku, juga harus 'cocok' dengan pemikiran aku... sudah syusyah banget. razz

Salam,

jjmom

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Supaya gak jadi keriting atau ubanan sebelum waktunya, tolong beberapa hal ini dipertimbangkan:

1. jangan jadikan 'bicara' sebagai target, karena kemampuan ini akan muncul dengan sendirinya begitu anak sudah siap...yang lebih penting untuk diperoleh adalah 'pemahaman' dan 'kepatuhan'... bisa omong tapi gak ngerti apa yg diomongin atau gak bisa diatur, sama aja bohong...

2. jangan panik dengan umur bila dikaitkan dengan usia masuk sekolah.

Percuma masuk sekolah (reguler, terutama) kalau anak tidak bisa berpartisipasi aktif. Orangtua stres, anak stres, guru stres, bubar semua, wes-ewes-ewes... Lebih baik siapkan anak dulu, baru masukkan ke sekolah yang sesuai. Gak penting apakah reguler, khusus atau SLB, selama anak memperoleh pendidikan sesuai kemampuannya.

3. saya perhatikan, anak ini mendapatkan latihan tanpa vitamin K. Ehm, maaf lahir batin, biarpun tahun sudah berganti, saya tetap kekeuh euy dengan gebyar vitamin K (=konsistensi). Contoh: kalau mau anak bisa menahan pipis/pupup, jangan dipakaikan pampers. Hal ini tidak memberikan ia kesadaran untuk menahan diri atau belajar konsekuensi karena ia kadang bisa seenaknya dan it's okay. Kalau bocor (ngompol) seharusnya ada 'ganjaran'-nya dalam bentuk mengepel bekas ompolnya atau hal lain yang 'bikin dia repot'... In the meantime, secara periodik anak harus dibawa ke toilet untuk buang air kecil (atau besar). Upayakan sedapat mungkin untuk membawanya 'sebelum' jadwal dia buang air tersebut... Ini akan makan waktu dan tenaga, tapi lebih baik daripada tidak dilatih sama sekali. Mosok mau sih, sampai dewasa begini terus? Amit-amit jabang bayi, dong!

4. Makan tidak bisa dengan lauk keras, apakah konsisten untuk semua jenis makanan atau hanya daging2an saja? Krupuk atau cemilan kripik, bisa gak? Kalau bisa, berarti judulnya "tidak mau" dan bukan "tidak bisa". Tapi kalau tidak bisa secara konsisten pada semua jenis makanan keras, sudah waktunya konsultasi pada dokter rehab medik karena jangan2 ada masalah pada organ oral motor

5. Stimming seringkali berkaitan dengan 'kesibukan' anak. Biasanya kalau anak sibuk dengan kegiatan yang menyita perhatiannya, stimming berkurang. Sebaliknya kalau ia luntang-lantung, ya stimmingnya heboh. Atau dia stres, stimming juga bisa heboh. Anakku yang setinggi monas masih seperti itu. SIbuk, berkurang. Bengong, heboh....

Syukuri nikmatNya yang terwujud dalam bentuk perbaikan, meski rasanya hanya setitik air di tengah gurun pasir. Upayakan perbaikan dalam hal-hal yang sangat mengganggu fungsi kualitas hidup anak dan keluarga. Dalam halnya Iqbal = toileting,

kepatuhan, komunikasi dan pemahaman.

semoga bermanfaat.

maap, maap,maap...panjang yak?

salam,

Ita-nya Ikhsan....

----- Original Message -----

From: ISW

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Dear mama Iqbal,

Ariq juga pernah kesulitan untuk meniup, saran dari rekan milis PK waktu itu di coba kasih mainan peluit juga beberapa mainan yg di tiup. hasilnya ?

sekarang dia gak bisa lihat lilin nyala mau nya tiup lilin terus he he he.

juga pada saat mandi kami mengajaknya main sembur sembur an air dari mulut

( biar aman pake air matang yaaa )....sambil bermain , sambil belajar....cepat sekali bisanya lhooo.

Semoga bermanfaat.

Salam

Ida ( bunda Ariq 4 thn 9 bulan + Sisy 2 thn 2 bln )

----- Original Message -----

From: Yan

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing mama Iqbal

Dear Ibu Your,

Saya mau menanggapi sharing ibu, kebetulan ada beberapa point yang pada ketika itu (umur 3.5 tahun) anak saya (Zahran) belum bisa.

........> Mengucapkan mama atau kata-kata lain hanya sebagai bubling saja,

dan kalau disuruh mengucapkan mama tidak mau.

.... Kasus pada Zahran, saya buat photo seluruh anggota keluarga yang ada di

rumah (pas photo ukuran 4X6, jangan seluruh badan), kemudian minta Zahran

menyamakan photo tsb dengan orang-nya, dengan perintah "Samakan", setelah

Zahran mampu menyamakan photo dan orang-nya, barulah diberi label mama,

papa, adek ...., mbak ...., nenek, oma, opa, dll. Dengan perlakuan yang konsisten, Zahran dari yang non-verbal akhirnya dapat memahami konsep ini membutuhkan waktu 3 minggu.

........ > Sudah bisa ngambil mentega di kulkas dan memberikan ke tangan

mamanya untuk memasak telur di kompor.

.......Untuk hal ini bagaimana kalau dibuatkan kompik telur, berupa gambar mentega dan telur. Jadi begitu Iqbal ambil mentega, Ibu segera sodorkan gambar kompik telur sambil berbicara "oh, Iqbal mau telur". Ini dilakukan secara konsisten dan dapat digunakan untuk hal-hal lain. Kalo Ibu tidak punya buku kompiknya, Ibu buat saja sendiri gambar untuk benda2 tersebut dan dituliskan nama bendanya di bawah gambar.

........> Sudah bisa buka celana sendiri kalau mau pipis atau buang air

besar, dan

> kadang-kadang sudah pipis aau berak duluan, baru buka celana .......Kazus pada Zahran, setiap 1/2 jam ditunjukan gambar anak pipis dikloset dan Zahran dibawa ke toilet, sambil kita bilang pipis di toilet. Setelah dia lebih paham bahwa pipis dan pup itu harus ditoilet. Baru ditambahkan gambar urutan pipis. Contohnya :

Gambar 1: pergi ke toilet

Gambar 2 : nyalakan lampu toilet/kamar mandi

Gambar 3 : buka/turunkan celana

Gambar 4 : buka tutup kloset

Gambar 5 : pipis

Gambar 6 : pakai celana

Gambar 7 : siram air / flush

Gambar 8 : tutup kloset

Gambar 9 : matikan lampu toilet/kamar mandi

Gambar 10 : keluar dari toilet

Gambar-gambar tsb ada yang jual tapi mungkin tidak sedetil kalo kita buat

sendiri. Kalo saya buat sendiri Bu, pake kakak sepupu Zahran sebagai model.

......> Sudah bisa masang puzzle, menyamakan, meniru perintah, nyoret-nyoret .....Pada kasus anak saya, untuk corat-coret agak ribet prosesnya Bu. Karena motorik halusnya jelek sekali, saya mulai dari memasang jepit jemuran untuk menguatkan jarinya, kemudian saya latih dia untuk menusuk-nusuk pensil di busa stereofoam, setelah jari dan tangannya lebih kuat, baru Zahran disuruh meniru garis, segiempat (pertama kali dengan bantuan titik-titik segi empat, jadi hanya menyambungkan garis dari titik ke titik tsb. Ibu bisa beli buku di gramedia untuk latihan menyambungkan titik-titik.)

......> Senang berenang walaupun belum bisa

... Kasus Zahran, dia saya ikutkan les renang dengan pelatih biasa yang saya

pilih karena sabar sekali dan dekat rumah saya. Bapak pelatih ini tidak memakai teori-teori yang ribet, tapi langsung dia arahkan anak saya memakai gerakan langsung. Alhamdulillah, pada pertemuan yang ke-5 kalinya, Zahran sudah dapat berenang (tangan gaya dada, kaki gaya asal saja, tapi kepala sudah naik-turun seperti orang berenang biasa dan sudah mampu tanpa bantuan apapun berenang di bagian panjang kolam renangnya. Saya sampai terpesona dan terharu sekali pada ketika itu, tenyata saya selama ini under-estimate kemampuan anak. Ibu Ita.... makasih ya Bu, pernah kasih advice bhw kalo untuk renang sebaiknya diberikan sedini mungkin.)

........>Senang menumpahkan air diember walaupun penuh dia bisa mengangkatnya untuk ditumpahkan airnya.

....... Bagaimana kalo Ibu melatih Iqbal untuk menyiram tanaman, dimulai dari ambil ember kosong, isi ember dengan air dan mengambil air diember dengan gayung untuk menyiram tanaman.

.......> Stiming-nya makin parah sehingga telapak tangannya kasar

........Saya setuju dengan pendapat Bapak David, karena Zahran harus diet CFGF kalo enggak wah.... stimmingnya parah banget deh. Selain itu saya pasangkan sarung tangan pada ketika Zahran stimming bertepuk tangan sampai kapalan semua tangannya. Lumayan agak mengurangi stimming tepuk tangan dan mencabuti kulit. Tapi tetap aja memang Zahran harus selalu disibukkan dengan berbagai kegiatan.

.........> Belum bisa meniup lilin

......Menurut terapis wicara yang pegang anak saya, tiup lilin itu menuntut kemampuan oral motor mulut yang tinggi. Jadi Zahran, pertama kali disuruh meniup robekan kertas yang ditaro diatas telapak tangan, jadi secara visual dia bisa lihat bahwa hasil tiupannya bisa membuat kertas tsb terbang melayang.

Wah, jadi panjang banget yah. Maaf ya. Mudah-mudahan sharing saya bisa berguna untuk Ibu.

Salam,

Yan (mama Zahran)

----- Original Message -----

From: Ros P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Dear bu Netty,

Benar kata bu Ita untuk tidak menjadikan kemampuan bicara sebagai target karena Dhani juga bisa bicara di usia 5.3th setelah melewati proses terapi yang panjang hampir 3 tahunan, untuk Oral motor bisa dilakukan kapan saja tidak perlu menunggu jadwal terapi, ibu bisa membeli sedotan flamengo/crazy straw, macam-macam peluit misal peluit yang biasa dipakai pramuka atau peluit khusus seperti lip whistle, bird whistle yang bisa dibeli di www.infoterapi.com (di situs ini juga menjual perak-pernik oral motor) Ibu juga bisa membiasakan Iqbal untuk minum dengan menggunakan sedotan mudah-mudah dengan latihan secara terus-menerus dan konsisten Iqbal akan bisa meniup, Dhani juga setelah latihan oral motor yang lama baru bisa meniup peluit dan meniup lilin barulah dia bisa mengucapkan huruf-huruf vokal seperti A,I,U,E,O dengan konsisten.

Oh ya oral motor ini juga bisa digabung dengan terapi ABA seperti yang dilakukan oleh Dhani karena Dhani Homeschooling jadi dalam satu sesi bisa dilakukan Oral motor,OT dan ABA.

hope this helps,

salam,

Ross

----- Original Message -----

From: PDS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Dear mama Iqbal...

Umur iqbal hampir sama dgn fawwaz ya..?saya juga agak"ngeri" kalo ngeliat anak lain yang sama menyandang autis "lebih baik perkembangannya"di banding anak saya.... manusiawi ya bu..

Sebenernya menurut pengamatan saya potensi mereka sama hanya beda pada pengasahan potensinya aja... Saya punya ponakan (anak sepupu saya..autis..genetic ya? :-)) pada usia hampir sama dengan anak saya saat ini sudah bisa berhitung sempoa..pinter sekali!...udah bisa ngetawain foto culunnya waktu dia kecil...ngomong udah lancar... usut punya usut...ayahnya setiap pulang kerja...sabar sekali selalu ngajak anaknya main..ato mencarikan sesuatu yg menarik...padahal sang ayah pekerja biasa yg rumahnya di citayam dan bekerja di gn.sahari jkt naek motor tiap hari tapi msh bisa juga nyempetin waktu.....dan ibunya juga seorang pekerja biasa yg juga bekerja jauh di pluit..(kebayang capeknya yaa...)



Anak saya pada umur yg sama belum bisa melakukan hal itu..i'm wondering...apa anak saya lebih bodoh dari ponakan saya..??hati kecil tidak terima...saya coba atur strategi...suami saya ( yang jauh lebih sabar dari saya)..mencoba pendekatan yg sama...setiap pulang kerja...dia bercerita...mengajari menggambar..dan saya meng-assist untuk mengasah kemampuan lainnya.. hasilnya..ternyata tdk sia2...bener kata2 bu ita...consistent is a must!

what i want to say is...iqbal bisa mengejar ketertinggalannya...please bu..be optimist!!

Doa kita pasti terkabul....tuhan sudah menjanjikan itu...syukuri setiap perkembangan kecil yang terjadi...

saya juga punya kecemasan yg sama..juni nanti anak saya sudah 5 tahun...yah...saya mau masukkin TK A aja deh...walau kemampuan akademis mungkin dia bisa ikutin..tapi behaviournya itu masih blom bisa di kendalikan sepenuhnya..masih sering menarik diri di kelas.



makannya juga banyak..walau pemilih sekali..dia hanya mau ayam kampung yang masih segar tidak boleh ada bau anyir dsb..makanan dari taste dan aromanya harus enak...selain itu saya cuma bisa kombinasikan dengan udang dan tahu aja..di tambah jus wortel ato alpukat krn dia ga suka sayur...plus susu...

hasilnya..yaaa berat badannya segitu2 aja..hehehee....(udah capek bikin menu..larinya kemana ya?)

hal lainnya kurang lebih sama anak saya sampe sekarang ga bisa meludah malahan...

habis ke dokter gigi..di suruh kumur2 sm dokter malahan di telen air kumurnya...ya ampun..itukan air mentah!



sekedar sharing ya mama iqbal.....karena anak kita seumur...semoga ada manfaatnya

salam

mama Fawwaz

----- Original Message -----

From: lusia

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Refleksi Iqbal 2006

Bu Netty,

Tidak banyak yang bisa saya katakan, kecuali bahwa Rencana Tuhan kita tidak pernah tahu... apalagi masa depan. Cuma pesan saya jangan give up ya bu...

Dan coba focus ke kebaikan2 dan kemajuan2 Iqbal, sehingga Ibu terhiburkan. Yang dia belum bisa itu karena masih belum atau dia akan menjadi bisa tapi dengan cara yang lain bukan yang kita mau. Tidak bisa bicara atau bisu bukan berarti tidak dapat berfungsi dengan normal dimasyarakat bu...

Jangan putus asa ya bu...

Saya percaya ke depannya Iqbal pasti berkembang lebih baik dari sekarang...

Dan suatu hari nanti Ibu bisa tersenyum sambil melihat e-mail Ibu hari ini dan bersyukur atas kemajuan2 yang telah dialami Iqbal saat itu dibandingkan dengan kondisinya di Tahun 2006.

Been There Done That.. Now I'm smiling..

Soal Down saya rasa kita semua juga alami kok bu.. Itu manusiawi, yang

penting jangan larut dalam perasaan down itu.

Seperti kata tokoh dalam buku di "tuesday with morrie" "Every morning I

let myself cried to mourn for myself but then I detach myself from that sadness..."

menangisi diri sendiri sah-sah aja kok bu... Asal gak berkepanjangan hehehe...

Semangat ya bu... kita jelang 2007 dengan semangat baru.. Ingat Ibu tidak sendirian, kami selalu mendukung Ibu smile

Salam,

Lusi (mami Gavin Autis 7,5 tahun)

----- Original Message -----

From: YA

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Sharing mama Iqbal

Ternyata saya tidak sendiri dan banyak solusi yang diberikan oleh ibu Diah, ibu Ida, ibu Rossie, ibu Titi Zahida, JJMom, bapak David Ho, ibu Yanti, Ibu Lusi. Ibu Evelin, dll. Sharing dari Bapak dan Ibu untuk Iqbal ini saya kumpulkan jadi satu dan saya buat jadi arsip untuk referensi.

Ibu Yanti, terima kasih atas sharing ibu, mudah-mudahan Iqbal bisa sepintar Zahran.

1. Saya baru saja dapat buku kompik dan saya akan meniru apa yang yang telah ibu terapkan pada Zahran, seperti masak telor, pipis, dll. Saya jadi ingat udah lama mau membuat foto Iqbal lagi pipis tapi lupa-lupa terus beli film, nanti akan saya coba.

2. Contoh Gambar urutan pipis nya apik sekali, boleh nggak bu saya pinjam

klisenya untuk dicetak atau ibu tolong cetakin dan saya tinggal bayar sama

ibu Yanti.

3. Diet Iqbal memang agak mengendor (akan saya perhatikan lagi dietnya)

Bu Lusi terima kasih atas dorongan semangat yang ibu berikan, memang benar

Tuhan memberikan rencana lain buat kita, sekarang saya harus tersenyum tidak

perlu ditangisi. Saya banyak teman di putera kembara yang mendukung, Trims

ya Bu.

Salam

Mama Iqbal

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy