Anak Suka Nabrak

01/15/2007

----- Original Message -----

From: Di H.

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Anak Suka Nabrak

Wah pengen curhat juga malam ini. Mudah mudahan curhat bukan monopoli kaum ibu saja.

Malam ini saya baru balik dari dr Hardiono, akhirnya dapat giliran juga setelah menunggu 4 bulan. Setelah di observasi dan ditambah catatan detil yang saya miliki sejak Khairan berumur 9 bulan sampai dengan hari ini, akhirnya di diagnosa sebagai PDD NOS. Ini berarti diagnosa ke 3 yang kami dapatkan.

Menurut dokter yg harus segera ditindaklanjuti adalah terapi SI dan tidak perlu diet dan juga tidak perlu melakukan test rambut dan sebagainya dulu. Untuk terapi SI Saya setuju sekali karena sampai hari ini pola jalan dan lari Khairan belum terkontrol, suka nabrak, kaki kiri dan kanan sering kesangkut, jalan ditempat tidak rata seperti mau jatuh.

Hanya saja di tempat terapi Khairan baru fokus ke Terapi perilaku dan wicara jadi harus dibalik dengan fokus terapi SI sedangkan tambahannya terapi perilaku dan wicara. Jadi selain kemampuan bicara yang belum ada, koordinasi mata, tangan dan kaki belum bagus.

Mohon masukan dari Ibu dan Bapak di milis ini, apa jenis alat/permainan yang sebaiknya saya berikan sehingga membantu meningkatkan kemampuan si kecil.

Atas bantuannya kami ucapkan terimakasih.

Salam

Di

----- Original Message -----

From: RN

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak Suka Nabrak

Pak Di,

Coba diberi puzzle untuk melatih koordinasi mata dan tangannya, anak saya sudah mulai berkurang grabak-grubuknya setelah diberi latihan puzzle di rumah dan ditempat terapinya. Tulisannya jadi mulai membaik.

Kalau jalan, biasanya saya ajak untuk main (pura-pura) senam keseimbangan di lantai. Pelan-pelan jalan lurus mengikuti garis lantai, tiap melangkah satu kaki jatuh tepat di depan kaki yang lain dengan tangan terentang. Adit suka sekali main ini, menurut dia lucu karena badannya suka goyang-goyang jadi dia berkhayal jadi pesawat terbang, tapi kalau sudah keasyikan jadi pesawat beneran malah lari-lari

dan....... nabrak lagi!. Ya wis, saya ketawa saja (tapi sambil meringis ngeri sendiri). Sekarang dia sudah baik kok pak, walaupun arah jalannya masih suka belok-belok, tapi sudah tidak seakan-akan mau jatuh lagi. Tapi saya perhatikan dia menjadi agak membungkuk dengan kepala menunduk kedepan, mungkin dia merasa lebih aman dan seimbang dengan gaya jalan begitu ya. Sekarang saya sedang berusaha memperbaiki cara jalannya supaya lebih tegak dan pandangan kedepan.

Mungkin teman-teman yang lain ada cara yang lebih baik?

Ran

----- Original Message -----

From: Reg P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak Suka Nabrak

Halo Pak Di,

Anakku juga terapi SI. PR yg biasa di berikan oleh terapis setiap minggu adalah:

1. Berkuda (kalau yg tinggal di Rawamangun dan Bintaro ada banyak tukang kuda pd hari minggu. Di Depok Athena Range juga ada tapi agak mahal karena sebulan bayarnya 200 ribu, sedangkan di Rawamangun dan Bintaro sekali putaran cuma Rp5ribu. (ini untuk melatih keseimbangan)

2. Berenang (anak belajar berjalan di air, juga untuk melatih keseimbangan, dan belajar untuk meraih benda (pelampung)

3. Hiking. (jalan2 di alam terbuka misalnya di Bumi perkemahan cibubur, di puncak, di UI depok atau tempat2 lain yg banyak rintangan alamnya seperti sungai, batang kayu shg anak dilatih untuk memecahkan apa yg hrs dia lakukan untuk melewati rintangan)

4. Lompat dari satu kursi ke kursi lain yg di susun susun

5. Melewati titian (untuk melatih keseimbangan)

6. Naik turun tangga memindahkan bola

7. Main perosotan yg tinggi (anakku sekarang berani merosot dari tangga rumah omanya, aku pertama kaget banget, takut jatuh, tapi dia sudah tahu gimana caranya kalau badan mau jatuh, kaki kirinya menjaga keseimbangan ke anak tangga).

8. Main ayunan.

Semuanya ada di alam, mungkin ini resepnya orang jaman dulu tidak perlu terapi SI

Selamat mencoba

Reg ( Mami Andio)

----- Original Message -----

From: In T

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Anak Suka Nabrak

Pak Did,

Anak saya juga keseimbangannya belum bagus, masih sering jatuh. Untuk mainan, saya beli papan titian. Tapi, kalau di rumah ia ogah-ogahan naik ke papan titian. Di tempat terapi lumayan mau karena "dipaksa".

Sekarang lagi banyak latihan naik tangga yang lurus vertikal (bukan tangga dalam rumah). Nah, untuk yang ini dia takut sekali. Harus dibujuk-bujuk pakai naruh susu ultra di puncak tangga, supaya ia mau ambil. Mulanya sukses, tapi lama-lama mogok lagi. Katanya, ia takut jatuh. Padahal waktu di test ketinggian, ia tidak takut. Kalau naik lift transparan, ia tidak takut melihat ke bawah. Kalau di mall, tidak takut melihat ke bawah. Tapi kalau naik tangga vertikal, ia takut.

Alternatif lain untuk SI, bermain di play ground yang ada di mall-mall. Mungkin bapak bisa coba.

Salam,

Ind

----- Original Message -----

From: Dav H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak Suka Nabrak

Pak Did, Khiran umur berapa sekarang?

Wah itu saran dari Bu Regi bagus semua tuh: berenang, berkuda, hiking, cuman memang kebanyakan kegiatan outdoor.

Kalau buat saya yang jarang ada aktivitas outdoor, dulu saya hampir tiap hari mengajak Janice ke playground yang di mall2. Kebetulan rumah dekat dengan Mega Mall di Pluit, jadi yah hampir tiap sore, kalau weekend baru ke tempat yang lebih jauh. Tetep di mall sih hehehehe. (sayang dulu di auto mall ada tempat main yang bagus tapi sudah tutup)

Untuk rekomendasi tempat main, dulu pernah di bahas, tapi saya cuman mau

sharing tempat2 yang asik yang suka saya datangi:

1. Mega Mall Pluit: murah meriah . Ada trampolin besar dan aman.

2. STC Senayan. harga saya nggak inget, tapi tempatnya cukup bagus.

3. Senayan City: harga rada mahal, tapi enaknya di sini nggak ketat, main lebih dari jam yang ditentukan juga nggak apa. asal jangan kelewatan, seharian di sana huahahahahahaahahah. Kelebihannya lagi adalah tempatnya baru dan bersih, dan bagus. Banyak aktivitas memanjat. Plus ada theater kecil yang memutar film2 anak2. Sebetulnya tempat ini cocok sekali untuk ortu yang mau jalan2 di mall dan anak di tinggal ma pengasuhnya seharian hahahahahaaha.

4, Pondok Indah Mall II. : harga mahal, tempat kecil. hmmm Lumayan lah.

5. Artha Gading Mall: harga lupa, tapi tempatnya cukup besar dan fun, juga ada trampolin besar.

6. Puri Indah Mall: Kalau menurut saya kurang begitu bagus. Kecil dan kurang variasi. Tapi di sini enak ada jet coaster kecil, Janice suka sekali. Dan banyak sekali permainan yang lain.

Saran saya sih apapun aktivitas nya (saran2 Bu regi, main di mall), lakukanlah sebanyak mungkin. Kalau bisa, setiap hari.

Regards

Dav H

NB: oh ya saya bukan promosi tempat bermain yah, soalnya itu semua bukan milik saya kog.

----- Original Message -----

From: Di H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak Suka Nabrak

Pak Dav,

Umur Khairan sekarang 2 tahun 5 bulan.

Rencana saya juga akan membawa Khairan ke tempat bermain di Mall.

Aktivitas bermain dia saat ini masih sangat terbatas, lebih banyak jalan saja. Mungkin jika saya ajak ke tempat bermain bisa mempercepat proses belajar dia. Karena dia saya anggap "bermasalah" jadi dia lebih banyak aktivitas di rumah, padahal kakaknya tiap minggu pasti saya ajak ke tempat bermain itu sewaktu seumur Khairan. Saran dari bapak dan Ibu di milis menggingatkan saya untuk lebih memberikan waktu kepada Khairan, tidak bisa diperlakukan sama seperti kakaknya.

Saya lagi berpikir untuk alih profesi jadi petani saja, karena pekerjaan sekarang ini mengharuskan saya untuk jarang di rumah. Mudah mudahan bisa terwujud sehingga bisa punya waktu lebih banyak bersama keluarga dan yang paling penting bisa makan makanan organik hasil produksi sendiri.

Sekali lagi terimakasih atas saran yg menambah spirit bagi saya untuk lebih perhatian kepada Khairan.

Salam

Di H

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy