Kasar pada anak

01/15/2007

----- Original Message -----

From: LS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Kasar pada anak

Dear bu Dyah Puspita,

Putri saya usia 9 tahun, kelas 4 sd, Puji Tuhan, secara fisik dia sehat, cantik, hanya saja mngkin karena saya single parents sejak dia usia 2 tahun membuat dia agak minder, pemalu, dan saya karena bekerja sering kali mengabaikan dia, ketika ulangannya jelek, saya marah sekali, saya pukul, tampar, bahkan rambut panjangnya yang indah saya tarik, sehingga dia menjerit, saya usir dia dari rumah.. pokoknya saya gelap mata, belum lagi kata kata saya yang kasar, saya katai dia goblok, bodoh, bahkan saya bilang saya menyesal melahirkan dia...

Tapi sungguh acara talk show ibu dgn pak andy di metro tv membuka mata saya lebar2..saya menangis..Tuhan..ibu yang memiliki anak cacat saja bisa tegar menghadapi, menerima bahkan menyayangi dia, kenapa saya yang hanya karena putri saya bermasalah dalam belajar saja seperti itu saya perlakukan?? Ibu…saya hancur..malu..pada diri sendiri..ibu dyah..saya berusia 33 tahun skg..dan sungguh ibu TELAH MEMBERIKAN PELAJARAN yang teramat sangat indah, berharga buat saya, sehingga saya tau bagaimana seharusnya saya harus mengasihi anak titipan Tuhan..

Semoga ibu diberkati Tuhan beserta Ikhsan putra Ibu..

salamsaya..

LS

----- Original Message -----

From: ISW

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Dear ibu Ls,

Tatap putri ibu di kala sedang tidur lelap.......wajahnya cantiknya , tubuh mungilnya, rambut indahnya, bintik keringat di hidung nya yang mungil, semuanya akan membuat ibu menangis tersedu, bisikan bahwa ibu sangat menyayanginya, mencintainya.........

Saya mengerti keadaan ibu yang single parent, bekerja dan lakukan semuanya

sendiri. Tapi jangan tumpahkan rasa marah dan lelah pada anak ya bu..please.......

Semoga semuanya akan lebih baik, ibu dan putri akan selalu saling menjaga

dan menyayangi...selamanya..

salam

Id (bunda Ariq 4 thn 9 bln + Sisy 2 thn 2 bln)

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Dear Ibu Ls,

Waktu aku baca email ibu pertama kali aku kaget. Tapi mungkin ibu sudah capek hati dan mungkin semuanya meledak karena beban perasaan yang sudah menumpuk, apalagi ibu adalah single parents. Ibu2 yg masih didampingi suaminya saja suka capek hati kalo si bapak seringkali dirasa kurang involved dalam mendidik anak, gondok rasanya. Mungkin ibu2 masih bisa marah2 sama bapaknya, masih bisa ngambek, berantem dsbnya dsbnya, tapi ibu nggak bisa marah lagi sama siapa2, alhasil buah hatilah yg menjadi sasaran apalagi dia pemicu utama kekesalan hati ibu.

Hanya yang saya takutkan adalah anak kita menyimpan luka batin. Orang tua akan dengan mudah melupakan amarahnya kepada anak, tetapi anak kecil akan merekam semua kejadian masa kecil dalam ingatannya, bila tidak ada input yg lain maka hal itu yg akan terekam dalam pribadinya. Ada perlunya ibu jalan berdua dengan dia bicaralah dengan serius dan katakan kalau anda sangat mencintai dia dan nyatakan apa yg ibu harapkan dari dirinya. Anak seumur dia sudah bisa diajak bicara dan sangat menyenangkan bila gadis kecil bisa menganggap ibunya adalah sahabatnya. Saya termasuk anak yg tidak suka dengan ibu saya, sewaktu saya kecil karena waktu itu saya merasa ibu saya tidak bisa mendengarkan permasalahanku dan rasaku malah mengolok2 aku didepan saudara2ku (walau mungkin ibuku tidak pernah bermaksud demikian), aku lebih memilih dekat dan akrab dengan ayahku yg walaupun dia galak setengah mati, tetapi mau mendengarkan keluh kesahku.

Saya bisa mengerti perasaan permata hati ibu yg merasa bahwa anda satu2nya orang tua dalam hidupnya. Jadi dia juga berhak tahu bahwa anda sangat memang mencintai dia dan dia juga berharga dalam hidup anda.

Salam

Reg ( Mami Andio)

----- Original Message -----

From: LS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Dear ibu Reg...

Txs bgt atas nasihat n masukan dari Ibu, memang benar, skg itulah yg terjadi pada putri saya, dia tertutup sekali, terkadang malah saya merasa dia menjauh dari saya, kalau hari sabtu disaat saya libur, dia lebih memilih untuk menginap di rumah opungnya ketimbang di rumah bersama saya, dia bahkan lebih sering mendoakan opungnya sebelum tidur dibanding menyebutkan namaku sebagai maminya..! saya pedih ketika suata saat sebelum tidur saya mendengar dia berdoa untuk umur panjang bagi opung dan saudara2ku yang lain, aku menunggu sampai namaku disebutkan, tp hingga diujung doanya dia tidak ingat untuk mendoakanku.tapi saya sadar,semua salah saya, saya yang menyia2kan dia..saya terima akibatnya.. tapi sekarang perlahan saya sedang dalam proses membenahi diri saya, dan mendekatkan diri dengannya, saran bu regi untuk mengajaknya jalan2 adalah ide yg bagus, saya bahkan jadi berpikir untuk segera mengajukan cuti 2 hari agar dapat bersama putri saya..terima kasih untuk saran yang indah bu reg..dan salam saya untuk keluarga Ibu.

LS

----- Original Message -----

From: SM

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Dear Ibu Ls,



Tidak ada yang perlu disesali, yang sudah terjadi biarkan berlalu, saat ini konsentrasi aja memberikan kasih dan perhatian yang penuh kepada si kecil. Dengan ketulusan nantinya dia pasti akan mengerti bahwa ternyata dia memiliki Ibu yang sesungguhnya sangat mencintai dirinya dengan sepenuhnya dan seutuhnya. Saya yakin di dunia ini tidak ada yang Ibu yang tidak mengasihi anaknya (kecuali ada kelainan jiwa) hanya kadang2 cara kita mendidik yang kurang tepat atau pengertian tentang mendidik anak yang kurang benar. Seperti orang kita jaman dulu yang punya cara mendidik anak supaya mandiri dengan tidak boleh menampakkan rasa sayang mereka di depan kita anak2nya, menurut orang tua jaman dulu itulah yang terbaik namun hal tersebut tidak bisa diterapkan untuk jaman sekarang, bisa2 anak2 kita lari ke hal2 yang tidak baik seperti narkoba.



Saya jadi ingat Firman Tuhan bahwa Ia adalah Allah yang setia dan adil, apabila kita mengakui dosa kita maka Dia akan mengampuni kita. Saya percaya Tuhan dengan caraNya yang ajaib akan memperbaharui hubungan Ibu dengan anak Ibu dan memulihkan khususnya luka batin yang mungkin sudah terlanjur ada dalam diri anak Ibu. Setiap malam doakan terus anak Ibu supaya pemulihan dari Tuhan terus mengalir baginya. Dan percayalah pada saat pemulihan terjadi berkat Tuhan akan mengalir luar biasa.

Tuhan Memberkati.



S. Mer

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Ibu Ls,

saya jadi menangis baca surat ibu.

Saya tidak pernah mengira bahwa apa yang saya berikan bisa memberikan dampak begitu besar bagi orang lain. Saya jadi bersyukur bahwa saya tidak menuruti kata hati saya untuk 'menolak' dan bersembunyi saja ketika saya diminta untuk muncul di acara tersebut....

Jadi orangtua tunggal untuk anak autis memang berat. Kalau tidak mengalaminya sendiri, orang dengan mudah akan mengatakan "saya tahu rasanya jadi kamu" padahal sih, mereka tidak tahu...Karena itu saya tidak akan mengatakan hal itu kepada ibu Ls.

Saya hanya akan berpesan kepada ibu, bahwa ibu tidak sendirian. Banyak orang lain yang mengalami apa yang ibu alami, berbagilah kepada mereka... (Makanya saya ajakin orang2 yang 'single parent' untuk bikin club..hahaha)....

Sekarang ibu sudah paham bahwa apa yang ibu sempat lakukan seharusnya tidak terjadi. Maka, mari kita fokus pada kini dan akan datang. Tidak perlu lagi menoleh ke belakang....

Sedari saya muncul di hari kamis dan minggu, telpon hape saya tidak berhenti berdering. Yang membuat saya sedih, telpon itu datang dari luar pulau juga..dan saya bisa merasakan keputusasaan para orangtua saat berbicara dengan saya. Kasusnya macam-macam. Tidak melulu autism. Umur juga macam2, ada yg sudah 20 tahun pula, dan ada yg masih balita. Tidak jarang masih saja ada yg mengeluh "tapi anak saya belum bisa bicara... (lah, anakku???)...

Anyway, kesadaran bahwa saya sudah memberikan sesuatu kepada lingkungan, menjadi motivator bagi saya untuk tidak berhenti memberikan yang terbaik di kemudian hari...

Mohon doanya.

salam,

Ita-nya Ikhsan

----- Original Message -----

From: MM

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Anak adalah anugrah (Re: kasar pada anak)

Ibu Ls,

Ibu tidak usah gundah, apa yang ibu alami sering juga dialami oleh para orang tua.....bahkan termasuk saya......



Para ibu-ibu yang memiliki anak normal secara fisik dan mental, cenderung mempunyai tuntutan yang tinggi.. ketika tuntutan itu tidak sesuai dengan harapan ideal, maka tentu berakibat negatif pada anak, seperti anak akan kena bentak, omelan, cubitan atau bahkan pukulan.. bahkan terkadang justru kita marah sama Tuhan..kita seakan menyesali kenapa diberi anak yang ga pintar, ga lincah, ga juara, ga bisa ini, seperti anak-anak yg lain..



Hal ini sebenarnya terjadi karena kita jarang Bersyukur akan ni'mat yg di berikan NYA. Percayalah, apa yg saat ini kita terima, itulah yg terbaik menurut TUHAN

Tuhan MAHA pintar, Maha Adil. Nah sekarang, coba ibu ganti cara pandang kalo melihat bidadari kecil ibu.. misalnya begini.. "kalau ga pemalu ya bukan anak mama, kalau ga berani duluan ya nbukan anak mama.." Dibalik itu semua ada sebuah pe-maklum-an yg kita berikan terhadap keunikan buah hati kita.. lalu, tanyakan kembali pada diri sendiri, apakah hari ini ibu sudah memeluk putri ibu dengan pelukan hangat penuh kasih sayang..? atau hanya pelukan kewajiban saja..? Pelukan seorang ibu niscaya sebuah tempat yg damai untuk menampung semua keluhan anak-anak, tempat yang kuat bagi anak-anak ketika mereka jatuh dan ingin bangkit menjadi diri sendiri..



Tidak ada yg disalahkan dalam hal ini..

Intinya adalah.. jangan pernah minta anak-anak menyayangi kita..

tapi ajarkan kepada mereka bagaimana menyayangi kita dengan benar...dengan cara: berikan dulu kasih sayang, cinta dan pelukan yg tanpa batas buat mereka, sehingga mereka akan meniru dan belajar dari apa yg pernah kita berikan kepada mereka..



Menjadi single parent memang berat, tapi menjadi ibu yg dirindukan dan dicintai jauh lebih berat... saya yakin ibu akan meraih predikat ibu yg dirindukan...



Selamat menjadi ibu yag menakjubkan ya bu..

Mel

----- Original Message -----

From: LS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak adalah anugrah terindah

Dear bu mel…

Membaca mail ibu membuat saya terharu dan nyaris menitikkan airmata..sungguh yang ibu katakan benar..saya bahkan tidak pernah tahu ukuran sepatu putri saya apa..? saya terlalu banyak menuntutnya tanpa saya pernah sadari akan beban mental dia..saya selalu berpikir egois bahwa sayalah yang paling menderita dengan perceraian saya tanpa saya peduli bahwa batin putri saya jauh lebih terguncang..! Ibu..saya tidak pernah memeluk apalagi mencium dia..saya sering memandang sinis setiap kali saya mendengar laporan bahwa hasil ulangannya jelek..tapi sungguh dengan nasihat dan masukan dari beberapa teman milis membuat saya kuat dan memiliki tekat untuk menjadikan putri saya bidadari kecil yang manis..

Terima kasih atas supportnya bu..

----- Original Message -----

From: LD

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Bu Ls,

Selamat .... maksudnya selamat berjuang..

Saya jadi ingat kejadian dulu. Antara saya dan anak nomor dua saya sekitar 4

tahun yang lalu. Saya pernah juga dijauhi / dimusuhi anak saya yang nomor dua. Jujur saja mungkin karena terlalu memperhatikan kakaknya sehingga dia merasa terabaikan dan sering dimarahi untuk lebih mengalah pada kakaknya yang special. Padahal menurut logika dia, sebagai adik dia tidak harus selalu mengalah pada kakaknya, justru seharusnya kakaknya bisa melindungi, membantu dan menemani

dia seperti yang dia lihat pada teman2nya.

Tapi secara tidak sadar saya dan istri memperlakukan kakaknya lebih dari dia. Pokoknya anak saya no 2 (perempuan, waktu itu umurnya 8 tahunan kelas 2) yang harus lebih mau mengerti dan menerima keadaan kakaknya, lebih banyak bersama suster dan pembantu. Kadang dia memang ada nyeletuk juga bahwa dia tidak disayangi papa mama, dia anak perak, koko anak emas dsb. Celetukan seperti itu kami anggap Cuma becanda dan tidak ditanggapi serius.

Suatu saat saya pernah MENDORONG KEPALANYA..... rupanya hal ini sangat

melukai hatinya... berhari-hari dia tidak mau berbicara dengan saya, tidak mau mendekat, selalu menghindar dari saya. Sampai suatu sore pulang kerja guru lesnya mendatangi saya dan menceritakan kekecewaan2 anak saya terhadap papanya yang sering memarahi dan menyalahkan dia, padahal bukan dia penyebabnya. Dia jadi sering termenung dan bengong. Nilainya menurun, padahal kata guru lesnya dia sebenarnya anak yang cerdas. Tidak les pun tidak pengaruhi hasil. Guru lesnya minta saya untuk lebih lembut lagi di rumah, demi anak ke 2 saya. Saya saat itu sangat kaget dan cukup terpukul, tidak menyangka luka hatinya akan sedemikian dalam. Baru tahu dan sadar..ada kebutuhan lain yang belum saya berikan kepada dia, bukan hanya kebutuhan saja, tapi adalah juga HAK DIA UNTUK MENDAPAT PERHATIAN DAN PERLAKUAN YANG SAMA seperti apa yang didapat kakaknya.

Untuk mencoba mendekatkan kembali saya dengan dia bukan gampang, saya sempat

was-was juga takut kalau dia akan memdendam sampai besar karena anak ini pada dasarnya cukup cerdas dan daya ingatnya sangat bagus. Saya coba mulai bertanya-tanya mengenai sekolahnya, kegiatannya. Jawabnya datar-datar saja dan masih berusaha menghindar. Kalau saya pulang kerja melihat dia sedang ngobrol atau bermain dengan orang rumah, melihat saya datang dia akan menghidar masuk kamar atau cari kesibukan lain tidak mau berada di dekat saya. Saya ajak keluar jalan-jalan cuma berdua dengan dia... dia tidak mau.. Akhirnya pada waktu mau tidur, sesudah dia masuk kamar kurang lebih 15 menit kemudian saya masuk ke kamar dia.. ikut berbaring di samping dia.. memeluk dia.. beberapa hari hal ini selalu saya lakukan.. sampai dia tidak berusaha menghindar.. mau saya peluk.. baru saya mulai bicara.. saya minta maaf dan berjanji untuk berusaha lebih memberi perhatian kepada dia. Saat itu baru dia mau bicara dan ada dialog. Berdoa berdua. Pake acara peluk-pelukan dan nangis-nangisan juga, Bu

Bu Ls, saya doakan rekonsiliasi ibu dan anak akan dapat berjalan cepat dan damai segera terwujud di rumah ibu. Hal ini harus diperjuangkan, bu. Makanya diawalnya saya ucapkan Selamat Berjuang... mudah-mudahan lebih gampang dari yang saya alami sehingga perjuangannya juga lebih gampang..

Salam,

Lok

----- Original Message -----

From: LS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Kasar pada anak

Dear bpk lok,

Ternnyata benar kata2 anda, saya memang sedang dihadapkan pada sebuah perjuangan yang berat untuk dapat kembali menarik perhatian putri saya,,oppsss.. ternyata sulit..yang ada dia malah memandang sinis dan curiga terhadap martabak kacang kesukaan dia yang saya bawa ketika saya memutuskan pulang cepat dari kantor..! menyentuhpun tidak, apalagi mencicipinya...haaa..!!! tapi saya tidak akan berhenti untuk membuktikan rasa cinta saya kepada dia..

saran dari beberapa teman milis membuat saya kuat, apalagi dng pengalaman yang bpk sampaikan..tekat saya semakin bulat untuk mengambil cuti minggu depan agar dapat meluangkan waktu bagi putri saya.. Txs bgt pak..

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak adalah anugrah terindah

Saya juga sedih sekali baca bbrp surat bu Len Sihombing (maminya ??). Sedih utk anaknya, sedih utk ibunya. Untung masih ada (banyak) waktu, mulai dari sekarang.... Kita semua pernah melakukan kesalahan dalam hidup (iya, hampir kita semua).... Semoga Tuhan membantu memulihkan. Ibu perbanyak berdoa ya...!?

Juga ibu ini jangan banyak khawatir akan hari depan. Rejeki, kesehatan, semua dari Tuhan. Bukan karena makin keras kita kerja - walau bukan berarti harus malas - maka rejeki turun. Jadi niat ibu sebelum berangkat kerja sebaiknya "demi anak / demi keluarga & syukur2 bisa utk kebaikan masyarakat" (bukan utk cari prestasi atau cari nama baik), maka karya itu pasti akan jadi berkat melimpah ... utk anak & utk ibu sendiri.

Dalam bekerja ibu akan merasa ringan, senang, bukan utk cari muka, bisa bersikap "asertif", berani mengatakan "tidak" jika hal itu terlalu menekan (sehingga ibu tdk bawa capek & bebannya ke rumah). Kalau sudah jam pulang, pasti ibu pingin cepet pulang utk ketemu anak, tanpa ada rasa takut diketawain temen-temen kantor...

Putrinya pinter ya bisa berdoa, merangkai kata2...? Kayaknya kita harus mulai fokus pada kelebihan / kebisaannya deh.... Jangan terfokus kepada kekurangan / kelemahan anak. Apalagi sampai men-dewa-kan pendidikan, nilai, ranking, gelar, status, dll. (Penyakit "halak hita", orang dianggap hebat kalau kaya & terdidik - bukan karena baik / berbuat amal -- Ini menyebut "halak hita" tapi bukan SARA lho, soalnya kan saya sendiri hal-hit.)

Ibu jangan merasa diajari, krn hal-hal di atas juga pengalaman kami (kurang melihat sisi positif anak / pasangan / keadaan... yang dilihat kesalahan / kekurangaaan... aja).

Salam,

Eve

----- Original Message -----

From: Ls

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Anak adalah anugrah terindah

Bu Eve..

Txs atas masukannya untuk saya..benar yang ibu katakan, untuk itu saya juga sedang dalam proses untuk mulai mengerti akan kekurangan putri saya, dan tidak lagi mengandalkan keinginan saya yang terjadi untuk putri saya ( Dumasi Rachel - namanya) meskipun teramat sulit bagi saya, tapi saya yakin saya mampu untuk membuktikan kepada dia bahwa saya ingin dia bangga memiliki ibu seperti saya..

Txs bu eve, salam buat keluarga

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Fw: Anak adalah anugrah terindah

Ikut sedih juga baca kisah Ibu Lenny Sihombing dan lebih terharu lagi baca surat2 tanggapannya. Saya bahkan sampai berkaca-kaca baca sharing Pak Loks. Ini semua benar2 pelajaran berharga buat kita semua. Satu hal yang saya tangkap bahwa yang paling dibutuhkan oleh anak-anak adalah "pelukan kasih" dari orang tua. Sekalipun tidak diucapkan secara verbal, anak-anak akan tahu bahwa kita sayang dengan perlakuan lembut dan kasih sayang. Mengambil pengalaman ibu Reg dengan ibunda, kita bisa belajar juga bahwa untuk dekat dengan anak, kita perlu mengerti apa yang dia rasakan dan berusaha mendengarkan keluh kesah anak (dan bukan menyalurkan ambisi kita pada diri anak).

Benar kata Bu Eve, kita semua pernah melakukan kesalahan (hampir semua.... termasuk saya). Maka dari itu jangan gundah bagi yang merasa belum melakukan yang terbaik bagi anak-anak kita. Kita bisa melakukannya mulai sekarang.......

Salam kasih,

Leny

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy