Refleksi 2006

12/29/2006

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Refleksi 2006 (maaf ..... puaanjang nih.....)

Yth. Rekan-rekan milis,

Rasanya belum lama saya menulis Refleksi tahun 2005 dengan segala ucapan syukur dan harapan bahwa tahun ini akan lebih baik dari tahun kemarin. Dan tanpa terasa, beberapa hari lagi tahun 2006 pun akan segera berganti. Kita akan menyambut tahun 2007. Aah.... waktu memang cepat sekali berlalu apalagi bagi kita yang mempunyai kesibukan dan tiap hari "berjuang" bagi kehidupan dan masa depan yang lebih baik terutama masa depan anak-anak kita tercinta.

Tahun 2006 ini diawali dengan Acara Family Gathering III yang dikoordinir oleh Bapak Ichwan Hanuranto. Dengan bantuan Team Panitia yang penuh dedikasi, acara berlangsung lancar dan sukses. Acara yang awalnya bertujuan hanya untuk bersilahturahmi (kopi darat) dan mempererat persaudaraan di antara rekan milis, telah meluas dengan adanya acara semacam diskusi panel sambil menghadirkan pakar di bidang Autisme. Acara menjadi lebih bermakna ketika atas usaha Pak Ichwan, Pak Jeffrey Dompas dan Sdr. Tumpal Hutahaean (adik ibu Eveline) beberapa wartawan dari Media pun hadir meliput. Sungguh satu hal yang berarti bagi gerakan Autism Awareness.

Komunitas puterakembara yang pada mulanya terbentuk atas dasar rasa senasib ternyata telah menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat di dunia maya maupun nyata.

Rasa persaudaraan dan solidaritas yang tinggi ini, beberapa kali terbukti dalam kesempatan di mana ada peristiwa yang membuat rekan milis prihatin bahkan ikut sedih seperti adanya peristiwa "teasing/bullying" di sekolah yang menimpa Izzan-nya Ibu Aie, atau ketika Dimas-nya Pak Haryanto dikatai monyet, Alfi-nya Ibu Marcia tidak naik kelas ke TK, atau ketika ada berita "hilang" anak autis seperti Fina-nya Ibu Firdha, anak autis dikatai gila, anak autis dilecehkan oleh gurunya, atau ketika Filan-nya Ibu Indah batuk tidak sembuh2, Adam-nya Pak Ricky yang batuk berdahak, dan masalah-masalah lain yang dihadapi dalam mengasuh anak-anak. Kita juga bisa ikut gundah ketika ada kekhawatiran orang tua saat ingin memasukkan putra/putrinya masuk Sekolah seperti apa yang dirasakan oleh Pak Herwin, Pak Yudi Setiadi dan Ibu Rita. Kita juga prihatin dengan peristiwa kecelakaan Daffa-nya Pak Bagus di jalan tol. Juga berita yang paling menyedihkan yaitu berita kepergian Ozan putra ibu Dewi setelah bencana gempa di Yogya, dan kepergian Jonnah tersayang putra Ibu Uniyati Dewi yang begitu tiba-tiba, membuat kita semua berduka.

Sebaliknya kalau ada berita gembira, rekan milis pun akan ikut bahagia dan antusias seperti saat mendengar kabar "kemajuan-kemajuan" (entah majunya dengan metode apapun) seperti tentang mandirinya Ikhsan-nya Ibu Ita, sharing JJ Mom yang selalu menarik tentang si JaJo, Dimas-nya Pak Haryanto yang pintar dan kalau nanya susah jawabnya, Lala-nya Ibu Lili yang berbakat jadi fotomodel dan jadi juara II Fotogenic, Aga-nya Ibu Ira dan Andre-nya Ibu Mieke yang lancar bahasa inggris, Michael-nya Ibu Linda, Dhani-nya Ibu Rossie yang udah kooperatif, Ikhsan-nya Ibu Adjeng, Gilang-nya Ibu Wina yang functioning, Ansel-nya Pak Stanley yang pintar nyanyi, Gavin-nya Ibu Lusiana yang udah gak hiperaktif, atau pameran lukisan Ian-nya Ibu Lusila, Tatsuya-nya Ibu Cici, si kembar-nya Ibu Arlina yang sudah pintar cuci piring, Casey-nya Pak Darman yang tidak takut air lagi, Rahman-nya Pak Taufik yang sudah mandiri, Ruben-nya Pak Iki dan Ardita-nya Pak Joni yang eye-contactnya mantap banget, Ariq-nya Ibu Ida yang setelah ngoceh malah tidak bisa berhenti, Faris-nya Ibu Hety yang berhasil sunatan, Haga-nya Pak Victor yang sudah tidak alergi, Katya-nya Ibu Lili yang bisa cope di sekolah, Alen-nya Ibu Fatma yang pintar walaupun selalu anxiety, Fawwaz-nya Ibu Santi yang ternyata pintar gambar, Farrel-nya Ibu Deean dan Chris-nya Ibu Michele yang sudah mulai Ok, Joshua-nya Ibu Elisa yang jenius, Harvian-nya Pak Hadrian yang juara Lomba Mewarnai, Tita-nya Pak Dwinu yang sudah mulai verbal, Daffa-nya Ibu Risye yang mulai bisa melafal kata2, Rian-nya Pak Noerjali yang sudah bisa meng-ekspresikan perasaan, Rara-nya Pak Hendra yang sukses dengan social storynya, Iqbal-nya Pak Sarjana, Baihaqi-nya Pak Toto dan Ary-nya Bu Nora yang udah bisa difoto, Ishal-nya Pak Solichin yang bisa sholat, Alfon-nya Pak Lok yang bisa tenang waktu terima Komuni pertama, Kevin-nya Pak Zamzam, Axel-nya Ibu Hirim yang ganteng, Dhani-nya Ibu Wenny yang pintar bergaya, Ammar-nya Bu Reina, Koko-nya Pak Widy yang bagus banget gambarannya, Irfan-nya Pak Eko yang pintar renang, Fajar-nya Pak Yassir yang punya banyak teman, Jesse-nya Pak Josi yang cantik, Aska-nya Ibu Vika, Reza-nya Pak Fraidi yang udah banyak kemajuan di sekolah, Yakobus-nya Ibu Nani yang berjiwa sosial, Iqbal-nya Ibu Netty, Rafael-nya Ibu Eliza, Nanda-nya Ibu Wiwin, Neo-nya Ibu Acieta, Geri-nya Pak Joseph, Riandika-nya Pak Wahyudi yang juga banyak kemajuan, Fadel-nya Pak Edy yang bisa naik kelas, Andro-nya Ibu Erna yang menang Lomba Busana, Gerard-nya Ibu Eve yang sudah bikin surprise ibunya sendiri karena bisa melipat baju, atau tentang Janice-nya Pak David yang sudah bisa bebas dari diet GFCF, Prima-nya Pak Mukhlisin yang bisa beradaptasi dengan cepat di Singapore, Ramanya Ibu Astuti, ataupun "challenging stories" nya Ibu Lukie tentang anak2nya yang semakin pintar "membangkang" smile

Tahun ini kita juga bisa melihat bahwa ada banyak yang mengikuti jejak Oscar Dompas, Fikri-nya Pak Makmur, Andrew-nya Pak Michael, Akbar-nya Bu Diyantini, Rino-nya Ibu Bevina, dan Kevin-nya ibu Leny smile, yaitu mampu melewati masa-masa Sekolah Dasar dengan baik dan berhasil walaupun tentunya penuh suka dan duka. Yansen-nya Pak Anton, Terry-nya Ibu Natalia, Razi-nya Pak Roy, Astari-nya Ibu Pipit, dan Rifa-nya Pak Hendra Jauhari telah membuktikan kemampuan mereka untuk bisa melewati masa SD dan masuk ke tingkat yang lebih tinggi yaitu SMP, sambil diiringi hati deg-deg-an orang tua masing-masing. smile

Pokoknya diingat ajah bahwa segala sesuatu tidak boleh dipaksakan, kalau memang si anak kemudian tidak sanggup lagi, bisa dicarikan alternatif lain. Jaman sekarang Sekolah bukan satu-satunya tempat belajar. Homeschooling salah satu alternatif yang banyak "dilirik" oleh orang tua, walaupun tetap memiliki kelebihan dan kekurangan.

Secara umum tahun ini gerakan "Autism Awareness" masih terus dilakukan. Para peduli autis di seluruh Indonesia telah mulai menyadari bahwa Autism Awareness harus dilakukan oleh semua pihak secara serempak, demi anak-anak kita, walaupun dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Hasilnya pun telah mulai kelihatan dengan semakin bertambahnya sekolah umum yang dapat menerima anak spesial, walaupun kalau dibandingkan dengan kebutuhan, masih saja tetap kurang. Beberapa instansi juga telah mulai mengundang anak berkebutuhan khusus untuk berpartisipasi dalam kegiatan anak-anak. Walaupun hasilnya belum seperti yang diharapkan, tapi minimal sudah ada sebagian kecil masyarakat yang menyadari akan kehadiran anak-anak "spesial" ini. Bahkan sudah ada beberapa Universitas yang peduli dan khusus mengadakan program pendidikan dan riset di UGM seperti dikatakan oleh Ibu Neila dan malah Universitas Negeri Malang telah membuka sekolah khusus untuk penyandang autis. Perjuangan ini memang harus berjalan terus...... Semangat, sabar dan tidak putus asa harus selalu menyertai kita semua, para orang tua.

Mengenai milis sendiri, secara teknis, sekitar pertengahan tahun mengalami masalah yang cukup serius. Sistem terganggu dengan banyaknya email-email yang sudah tidak aktif tapi masih tetap ada di milis. Pesan-pesan yang bouncing (bolak balik secara otomatis) membuat provider seperti yahoo dan gmail mengira pesan2 dari milis puterakembara yang terbilang cukup banyak per-harinya sebagai junk mail. Hal tersebut mengakibatkan provider tersebut mem-block pesan dari puterakembara. Untuk mengatasi hal tersebut, kami terpaksa meng-upgrade sistem milis dengan sistem baru yang lebih canggih untuk dapat mendeteksi email2 yang sudah tidak aktif secara otomatis. Sebagai akibatnya saya terpaksa menghapus lebih dari 200 email yang sudah tidak aktif (sebagian besar adalah email mahasiswa). Selain itu, sehubungan dengan adaptasi sistem baru, dalam beberapa bulan terakhir, milis pun terpaksa beberapa kali non-aktif, komunikasi jadi terputus beberapa saat.

Setelah penghapusan email2 tersebut plus dikurangi yang unsubscribe, jumlah rekan milis yang ada di database kami sekarang adalah 1463 rekan. Dibanding dengan akhir tahun 2005 yang berjumlah 1183, berarti ada penambahan sekitar 280 rekan. Jumlah rekan yang aktif pun semakin bertambah, dan rekan-rekan yang saya sebutkan namanya di atas (hehehe kebetulan lagi rajin ......jadi saya absen satu-satu) adalah termasuk yang aktif dan sering sharing tentang anak, makanya saya jadi tahu. Jadi jangan marah yah.... bagi rekan yang tidak saya sebutkan namanya, mungkin jarang posting atau masih rekan baru atau saya-nya yang kelupaan.

Kalau boleh menilai, ada beberapa macam type dari rekan-rekan di milis kita ini. Ada yang postingnya selalu informatif seperti Ibu Ita, Ibu Eveline, Ibu Linda, Ibu Rossie, Ibu Ira, dan Ibu Lilis Alis. Yang selalu penuh semangat seperti JJ Mom, Ibu Erna Pahsa, Ibu Arlina, dan Ibu Mieke Randa. Ada yang sudah lama bergabung, setia membaca, tapi segan untuk sharing. Ini saya tahu waktu milis non-aktif ternyata yang banyak menanyakan tentang kapan milis bisa aktif lagi adalah rekan yang pasif tapi rajin menyimak. Ada juga rekan yang rajin bertanya tapi tidak mau sharing tentang anaknya, mungkin hanya mau menambah ilmu, it's OK. Ada yang ikutan hanya untuk mengetahui lebih banyak tentang dunia autisme seperti para Dosen, Terapis, Mahasiswa/i. Ada yang dulunya aktif tapi sekarang pasif seperti Pak Iktiar, Pak Widy, Pak Zainal, dan penyair kita, Pak Dwinu. Ada rekan yang selalu sharing tentang hal-hal yang menarik untuk dibaca seperti Pak Haryanto, Ibu Lukie, dan Ibu Elisa. Ada beberapa rekan yang postingnya selalu menyejukkan seperti Ibu Nicke (bunda Alm. Alif), Ibu Maria Ardiwinata, Ibu Lusiana, Ibu Dona Cooper dan Ibu Cici Juwarsih. Ada rekan yang belum menikah apalagi punya anak tapi rajin menyimak seperti Sdri. Indri. Ada beberapa rekan juga yang ikutan demi ponakan/adik seperti Chica, Maya, Yanti Bogor, Ibu Gunarti, Ibu Ade, Ibu Heriyati. Ada juga lho..... (untung gak banyak hehehe.....) rekan yang suka protes dan merasa kalau posting terlalu banyak OOT nya smile Ada lagi rekan yang tidak mau bertanya, tidak mau sharing, pokoknya sama sekali pasif tapi tiba-tiba muncul di Gathering smile

Pada semua rekan milis (tidak terkecuali) yang aktif maupun yang pasif, saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya selama ini sehingga terciptanya milis puterakembara yang kondusif dan positif. Ucapan yang sama juga saya sampaikan buat Ibu Dyah Puspita, Pak Taufiq Hidayat, Pak Stanley Bratawira, dan Pak Tri Budi Santoso yang telah meluangkan waktunya untuk menjawab persoalan2 rekan milis. Juga buat Ibu Sri Arminarti, Pak Fuad Nalendra dan Ibu Tutut atas sharing pengalamannya sebagai guru/terapis. Juga pada Dr. Widodo Judarwanto, Ibu Linda Halim, Ibu Francisca Angesti dari AyoMain, dan Ibu Aan Anwar yang tahun ini telah menyumbang tulisan buat website.

Dengan tulus, saya minta maaf apabila beberapa peraturan milis telah membuat rekan-rekan jadi merasa "repot", juga kalau ternyata manfaat milis ini belum memenuhi kebutuhan rekan-rekan, atau kalau di antara tulisan saya, ada rekan milis yang merasa tersinggung, kecewa dan marah.

(Tuh kan.... panjang banget....... capek bacanya yah.....)

Mari kita mulai menghitung berkat yang telah kita dapat di tahun ini. Kata orang bijak, jangan pernah melupakan berkat yang kita terima walau sekecil apapun..... Semakin banyak "berkat kecil" yang kita kumpulkan akan semakin besar kekuatan kita untuk menghadapi kehidupan selanjutnya.

Mari kita sambut tahun 2007 dengan Doa kepada Tuhan YME agar kita selalu diberi kekuatan lahir dan bathin untuk meneruskan "perjuangan" ini, bagi anak-anak kita.

Salam,

Leny Marijani

Moderator

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy