PDD-NOS dan haruskah anak sekolah,


kalau belum siap?

12/29/2006

----- Original Message -----

From: IW

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Hi rekans,

Ada yang punya artikel atau penjelasan mengenai PDD-NOS? dokter anak kami sampai sekarang kalau ditanya, hanya menjelaskan pdd nos = autis ringan. Pada akhirnya kami sendiri yang harus browsing internet untuk mencari informasi yang kami butuhkan. Setelah menjalani terapi SI selama 3 bulan, saat evaluasi anak kami katanya tidak autis, speech delay, juga tidak hyperaktif, tapi overaktif. Dan sekarang terapi SI dikombinasi dengan OT. Sebenarnya kami ingin memasukkan anak kami ke playgroup, tapi dr. tidak menganjurkan. Padahal kami sudah bilang bahwa kalau di rumah well behaved, tapi kalau ketemu anak lain kok seperti jadi trouble maker, kaya kurang pergaulan dan pas ketemu anak sebaya seperti yang lepas kontrol. Dorong, lempar mainan, overacting... Ah, saya harus bagaimana ya?

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Halo Bu Is

Anakku Andio (4th 3bln belum bisa ngomong ) juga dilarang oleh dokter untuk sekolah, katanya percuma dia belum bisa melakukan perintah dengan baik.

Tetapi terapis saya menyerahkan keputusan untuk menyekolahkan atau tidak menyekolahkan kepada or-tunya dengan asalkan :

1. Sekolah yg menerima anak ini tidak keberatan menerima anak khusus ini

2. Anak merasa nyaman untuk sekolah, kalo dia nggak nyaman kasihan anaknya

Emang sebagai ortu kita maunya anak kita bisa bergaul dengan anak2 seusianya

Jadi coba aja dulu, anakku waktu pertama sekolah juga suka menarik2 rambut teman perempuannya, sampai temannya takut untuk sekolah, tapi lama-lama nggak nakal lagi

Salam

Reg ( maminya ANdio)

----- Original Message -----

From: DC

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Dear Ibu Is,

Benar kata ibu Reg. Kita harus banyak pertimbangan buat anak kita. Joshua ku 3 tahun 10 bulan non verbal dan belum sekolah juga pertimbangan anak kita masuk sekolah sich gampang bu:

1. Siap atau tidak anak kita untuk sekolah.

2. Apakah sekolahnya siap dengan kondisi anak kita (bukan kita yang adjust dengan kondisi sekolah).

3. Apa yang bisa sekolah tawarkan dengan kondisi anak kita.(akademik, guru, komunikasi, kondisi anak )

4. apakah ada kemajuan anak kita bersekolah disana atau malah mundur dan menyebabkan tantrum.

Joshua pernah sekolah juga tapi aku liat dia tidak progress dan aku tarik balik alasanku sich biar dia bisa sosialisasi enggak ngoyo kok biar bisa belajar akademik. Tapi ngomong aja nda bisa and main bersama aja enggak bisa ya udah percuma. Yang ada Cuma gigit atau tarik mainan orang and alhasil anakku jadi bahan omongan buat ibu ibu yang disana. Tapi bukan karena omongan itu aku jadi susah karena joshua tidak ada progress so lebih baik aku ngajar dirumah saja.

Yang paling penting bagi aku joshuaku bisa berkomunikasi, bisa kontrol self help (manage dirinya sendiri makan, minum, masak, toilet,dll) and survival kitanya ok (bisa hidup sendiri dan tidak merepotkan orang lain dan walaupun hidup dengan orang asal mereka bisa diajak hidup dengan enak tidak merepotkan, menghitung uang, shopping, hobby) saja saya sudah PUJI TUHAN. Tapi seperti rekan rekan yang lain saya juga mau anakku senormal yang lain tetapi kalau memang dikatakan yang lain saya terima.

Don

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Kayaknya saya setuju dengan dokter anaknya : autis ringan, dalam hal terlambat bicara & gangguan perilaku, itu juga sedikit sekali sepertinya. Kalau saya jadi ibu, gak usah ngoyo cari definisi PDD-NOS (yangg biasanya memang hanya disentuh sedikit dalam buku2)... Sayang waktunya... Lebih baik dipakai

untuk floor time atau main bersama dia.

Tapi kalau ada waktu & pas ketemu bacaan yg tepat, kenapa nggak...

Salam,

Eve

----- Original Message -----

From: Elz

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Halo Ibu,

Anak saya, Rafael 3,5 th, sewaktu umur 2,5 didiagnosa autisme infantil, lalu atas saran dokternya kami memasukkan ke sekolah khusus autisme di kota kami (Jogja). Karena waiting list sekolahnya panjang, kami baru memasukkan ke sekolah khusus pertengahan tahun ini. Tapi sebelumnya memang pernah terapi di rumah selama 3 bulan. Bulan September lalu, kami ketemu dokternya lagi. Setelah observasi selama beberapa menit, dia menyimpulkan bahwa sekarang diagnosanya PDD NOS. Saya sih tidak begitu ambil pusing dengan istilah2 itu, yang penting anak saya perlu treatmen. Menurut saya, setelah sekolah (kebetulan fullday) progressnya signifikan banget. Saya mengambil kesimpulan bahwa metode 1 in 1 di sekolah khusus ini sangat mempengaruhi keberhasilan terapi, dimana metode ini tidak saya dapatkan di playgroup (playgroup kan tidak 1 guru 1 murid ya ??)

Keputusan saya untuk memasukkan ke sekolah khusus ini juga sebagai persiapan untuk bekal ke sekolah reguler, dimana dari sosialisasi dapat, bantu diri dapat, akademik dapat dan kegiatan lain seperti musik, berenang, menggambar, SI, dan latihan motorik yang lain juga dapat.

Ini sekedar sharing, keputusan ada pada ibu dan bapak.

semoga bermanfaat,,,,,,,,,,

salam,

eliz jogja

----- Original Message -----

From: FN

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Bu Is,

Sejauh yang kami ketahui, autis itu diibaratkan pelangi.. semburan warna yang ada sangat banyak sekali. merah, kuning, biru.. masing-masing warna memiiliki ragamnya

sendiri.. merah muda, tua, pink.. ect. Jadi memang antara jenis satu dengan yang lainnya sangat sulit untuk dibedakan. jenis autis (spectrum autis) antara lain :

- Infantil

- Asperger

- PDDNos

- Sindrom Rett

- Gangguan Disintegrasi masa kanak-kanak

1. Perbedaan Asperger dan Infantil, Kebanyakan anak asperger tidak mengalami ganguan berbicara, biasanya IQ tinggi. Sedangkan infantil memang mereka mengalami gangguan pervasif kompleks (komunikasi, sosial, perilaku, stereotif).

2. Sebenarnya ciri-ciri PDDNos itu seperti anak autis pada umumnya. Namun jika dites dengan tes semua tidak masuk kriteria. Secara garis besar, gejala PDDNos adalah anak kesulitan gangguan interaksi sosial dan gangguan komunikasi..

3. Sindrom rett : anak yang masuk kategori ini mulanya sebelum 8 bulan perkembangannya sangat bagus, normal namun tiba-tiba kemampuan anak step by step hilang dan mengalami gangguan autis

4. Disintegrasi masa kanak-kanak, biasanya awal perkembangan anak sangat bagus sampai usia 2-6 tahun namun tiba-tiba drop... kemampuan anak hilang..

Mungkin ini sebatas pengetahuan kami.. jika ada yang keliru tolong dibenarkan.. terima kasih.

----- Original Message -----

From: IW

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] PDD-NOS, apa definisi sebenarnya?

Dear Ibu Reg, Dc, Eve, Eliz, dan Tut,



Terima kasih sekali atas sharingnya. Saya merasa perlu tahu PDDNOS itu apa, agar saya bisa menyelami dan mengerti apa yang disandang Wesa, apa yang dirasakannya, apa yang akan diterimanya lewat terapi, goal apa yang harus dia capai, bagaimana cara Wesa mempelajari sesuatu yang baru, bagaimana caranya supaya saya dapat ‘mengontrol’ dia, siapkah saya dengan ilmu, dsb. Wesa 3.6 tahun, memang belum bisa bicara, ecolalia, dispraxia, babbling, jalannya jinjit, grabag grubug, dan gangguan perilaku. Awalnya hanya merangkai dua kata saja, tapi sekarang sudah bisa merangkai (kadang2) sampai 5 kata dalam satu kalimat, dan mulai bisa berkomunikasi walaupun sifatnya masih spontan. Oya, apa PDDNOS itu bisa disembuhkan?



Ibu-ibu, sebenarnya saya tidak tahu apa Wesa siap sekolah atau tidak, bisa beradaptasi atau tidak, (mungkin Wesa harus trial dulu ya). Saya juga belum survey apa sekolah dekat rumah mau menerima Wesa dengan kebutuhan khususnya. Pertimbangan kami ingin memasukkan Wesa ke sekolah regular, karena berdasarkan pengalaman para orangtua, dan para terapis di klinik tempat Wesa terapi. Tetapi saya juga akan mempertimbangkan pendapat ibu Eliza mengenai sekolah khusus. Intinya, kami ingin Wesa bergaul. Dan mudah2an terapi yang selama ini dijalani, diharapkan bisa membuat Wesa siap. anyway, dia kan harus masuk TK, bukannya itu salah satu syarat untuk bisa masuk SD kelak?



Walaupun saya tahu tidak boleh, tapi kadang ada rasa frustasi hinggap dalam hati. Malah saya pikir, selain Wesa yang perlu di terapi, sepertinya saya juga perlu di terapi deh, terapi emosi, terapi kesabaran, terapi hati… Soalnya saya heran sendiri kok jadi sensitif begini, saat ada anak tetangga yang sebaya dengan Wesa tanya ‘tante, kok Wesa ngomongnya gitu sih?’, padahal cuma pertanyaan biasa ya, tapi kok jadi sedih banget... Belum lagi tanggapan orangtua murid kalau nanti Wesa jadi sekolah, mengingat kelakuannya yang ‘ajaib’ saat bermain dengan anak sebaya nya…



Btw, bagi yang merayakannya, saya mengucapkan “Wishing you a Very Happy Christmas and New Year 2007”.



Salam,

Bundi (Bunda-Iss, panggilan sayang anak2 and bapakč)

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy