Berbahasa Inggris

12/28/2006

----- Original Message -----

From: AL

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Halo teman-teman dan ibu Dyah...



Saya mohon informasi untuk mendapatkan terapis rumah yang bisa berbahasa Inggris dengan baik. Anak saya Kenan, 3 thn, ASD, berkomunikasi dengan bahasa Inggris sejak awal. Kami baru pindah ke Indonesia bulan Juni lalu, dan kemungkinan 2-3 thn ke depan akan pindah lagi ke negara lain. Walaupun verbalnya belum banyak tapi Kenan sudah cukup paham perintah2 sederhana. Selama beberapa bulan ini saya sangat kesulitan mencari terapis yang dapat berbahasa Inggris cukup baik.



Mohon informasi dan bantuannya...

Terima kasih banyak...



Salam,

Mia

----- Original Message -----

From: Dyah P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Walah, kok nama aku disebut-sebut....

gimana kalo pasang aja iklan kecil di kompas. biasanya suka efektif. atau, pasang iklan di beberapa fakultas perguruan tinggi yang membidangi ilmu yang anda cari itu.

misal, UNJ (Pendidikan luar biasa), psikologi di UPI-YAI, Atma, Taruma, UI dan whatever. biasanya sih, dari mulut-ke-mulut ada aja yang nyangkut. tapi musti dites lagi lho....jangan sampai kecele...

semoga membantu.

happy hunting....

salam,

Ita

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Ibu Mia,

Domisili di mana bu ? Kebetulan saya juga memakai bahasa Inggris untuk terapi rumah anak saya. Tapi saya domisili di Semarang.

Kalo pengalaman saya sendiri mencari terapis berbahasa Inggris, salah satu option nya Ibu cari lulusan IKIP (atau pendidikan guru) jurusan bahasa Inggris. Terus diajari sendiri untuk menyampaikan bahan2 terapi, akan lebih baik kalo ada konsultan untuk terapi nya. Jadi dari sisi terapi menyampaikannya juga betul, dari segi bahasa juga teratasi.

Atau mungkin di Jakarta, setahu saya ada beberapa centre yang 'import' dari Singapura. Mungkin mereka bisa membantu.

Salam,

Ira

----- Original Message -----

From: AL

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Ibu Ira,

Domisili saya di Jakarta. Terima kasih atas ide menggunakan lulusan IKIP bhs Inggris untuk terapi. Kalo boleh tau, atas pertimbangan apa ibu menggunakan terapi bahasa Inggris ? Saya sekarang mulai bingung, karena beberapa terapis menyarankan saya mengganti dengan bahasa Indonesia dengan pertimbangan bahasa Indonesia adalah bahasa ibu.

Terima kasih banyak atas infonya.

Mungkin ada pendapat dan info dari teman2 lain ? Saya tunggu...

Salam,

Mia

----- Original Message -----

From: Dyah P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Memang bahasa Indonesia adalah bahasa ibu, tapi anak ini akan tumbuh dan berkembang dimana? Juga, pertimbangkan reaksi anak ini. Kalau dia lebih bereaksi dengan bahasa yang bukan bahasa ibu....mungkin everybody harus berkorban. Yang penting bukan bahasanya, tapi dia bisa memahami...

salam,

Ita

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Bu Mia, bu Ita,

Pertimbangan awal memang karena sepertinya (waktu itu) si anak lebih paham dalam bahasa Inggris ketimbang bahasa Indo. Padahal lahir & besar di Indo, saya & suami juga bukan native english speaker, tapi memang kita coba bilingual dari dia bayi..... plus (yang ini gak yakin apa bener ada efeknya) sepanjang masa kehamilan expose-nya ke bahasa Inggris melulu, sepanjang hari, 5 hari seminggu.

Pertimbangan kedua (yang lebih berperan). Saya dari awal sudah mikir, gak bakalan anak saya bisa adaptasi dengan situasi sekolah lokal, yang kurikulum nya berat buangettt & rasio guru-murid besar sekali. Pastinya dia lebih cocok masuk ke sekolah internasional (atau nasional plus istilahnya), dimana rata2 pake pengantar bahasa Inggris.

So, daripada anak saya yang bingung..... lebih baik lingkungan yang ngalah.

Ini bukannya tanpa 'drawback' lho. Sekarang setelah dia SD, walaupun sekolah internasional tetep aja ada kurikulum bahasa Indonesia. Ini yang sekarang dia kesulitan untuk mengikuti, terus ngomong nya bahasa jadi bener2 logat bule & dengan tata bahasa baku. Plus, kritik & protes pedas dari saudara2. Tapi saya jalan terus, at least (seperti bu Ita bilang) yang penting si anak memahami.

Saran sekeliling ada baiknya Ibu perhatikan, tapi titik berat is still for the sake of the kid. Saya dulu akhirnya cari terapis dengan jalan seperti itu setelah melewati 'konfrontasi' dengan terapis sebelumnya. Mengapa ? Karena mereka insist untuk mengubah jawaban 'red' menjadi 'merah', 'five' menjadi 'lima' dst.... padahal secara spesifik saya minta terapis yang paham bahasa Inggris. Saya nggak minta mereka ngajar dalam bahasa Inggris, tapi at least kalo jawabannya anak udah benar ya tolong dibantu lah (toh mereka juga paham bahasa Inggris untuk warna, angka, dan beberapa macam buah / binatang kan). Sampai2 ada periode di mana semua kata2 yang dia bisa hilang dan akhirnya sebagian berubah ke bahasa Indo.

Sorry kepanjangan, semoga bisa membantu untuk bahan pertimbangan

Salam,

Ira

----- Original Message -----

From: AL

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Memang sih untuk 3 thn ke depan kami pasti di Indonesia. Juga selama di Jakarta,-- sejak terapis2 menyaran pakai bahasa Indonesia, -- saya coba pakai bahasa Indonesia ke anak saya. Dia bener2 cuek abis, mungkin dia pikir saya nggak ngomong sama dia tapi sama orang lain di sekitarnya. Setiap kali saya terjemahkan ke bahasa Inggris, baru deh dia bereaksi.

Kalau dia semakin besar dan tidak bisa bahasa Indonesia, bagaimana efeknya ya Bu ? Padahal lingkungannya berbahasa Indonesia. Dia jadi rendah diri nggak ya Bu ? Karena kakaknya dalam beberapa bulan saja sudah mulai lancar bahasa Indonesianya, walaupun untuk komunikasi dengan saya dan ayahnya tetap dengan bahasa inggris. Ibu ada klien yang sukses berkomunikasi dengan bahasa Inggris walaupun di lingkungan Indonesia ?

----- Original Message -----

From: DC

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Dear ibu Mia,

Enggak usah pusing bu selama anak bisa berkomunikasi dengan keluarga dan berinteraksi dengan baik that the last thing to worry. Aku susah payah untuk joshua belajar untuk bisa bicara mau itu bahasa indonesia atau inggris saya tidak peduli asalkan dia bisa berkomunikasi. Anak saya yang besar sehari hari juga memakai bahasa inggris (karena kami dirumah pakai dua bahasa karena papanya dari australia) tapi fine fine aja dan berinteraksi baik (bermain ) dengan anak anak di lingkungan indonesia dan adiknya yang bungsu sedang belajar bahasa indonesia. Pelan pelan saja bu Mia Karena belum ada ketertarikan dari anak itu sendiri untuk belajar bahasa ibu. Mungkin ibu sering sering aja bicara dengan kakaknya atau bercanda dengan kakaknya menggunakan bahasa indonesia lama lama mungkin adik mau nimbrung and penasaran mau ikutan ngomong bahasa indonesia juga.

----- Original Message -----

From: Dyah P

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Banyak teman saya yang anaknya berbahasa Inggris dengan anaknya, karena anaknya lebih bereaksi dengan bahasa itu. Salah satunya ya, ibu Adriana ...ibunya Azka, 13 tahun. Coba deh, tanya sendiri ke orangnya... kebetulan bos saya sih...

Anaknya autis juga. Sebetulnya beliau juga anggota milis, tapi karena lagi sibuk dengan tugas-tugasnya di kampus, suka gak ngeh kalo ada berita-berita baru dan baru buka kalo aku cerita di kantor (hehehehe...bener dong, Na)...

Makanya saya kirim forward imel ini ke japri beliau.. Moga-moga sempet ngebales.

salam,

Ita

----- Original Message -----

From: AL

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mencari terapis rumah berbahasa Inggris

Trims Bu Ita...

Saya sudah ketemu langsung dengan bu Ina, ngobrol berjam-jam...

Super lengkap konsultasinya...hehehe...

Sekarang saya mantep pake bahasa Inggris.

Mia

----- Original Message -----

From: MR

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Bu Ira:Terapi Bhs Inggris

Bu Ira,

Duh, rasanya plong dech baca email ibu. Beberapa hari yg lalu waktu server PK lagi down, saya sharing masalah ini dgn Ibu Leny dan beliau menyarankan untuk share aja ke milis siapa tahu ada yang punya pegalaman yang sama, tapi saya segen... takut disangka sok bule.... Pasalnya, saya bener2 bingung banget. Anak saya Andre sekarang hanya mau berbicara/berkomunikasi dlm bahasa Inggris



Ceritanya gini....sekitar pertengahan bulan Agustus, Andre (waktu itu masih verbal Indonesia) masuk TK kecil disbuah TK katolik di Lippo Cikarang. Wktu itu perbendaharaan katanya masih sangat minim skitar 50 kata (saya pernah share masalah ini kesalah satu sahabat dimilis PK),sangat senang mengulang2 kata spt kaset rusak, hyperaktif & sangat sukar beradaptasi dgn lingkungan baru. Atas rekomendasi dari Dokter & Terapis di KTK RSIA Hermina yg menyarankan bhwa Andre sudah berkembang pesat & sudah saatnya masuk dlm "komunitas anak normal", ditunjang badannya yg cukup besar, saya memutuskan untuk memasukkan andre ke Sekolah tsb.



Waktu saya masukin kesana, saya jelasin mengenai kondisi andre yg sebenarnya plus EPILEPSI nya beserta trik2 menangani anak bila step karna saya takut dia kena serangan disekolah. Tapi rupanya mereka tdk perlu menunggu terlalu lama utk tahu bhwa mereka tdk dpt menangani anak saya karna tau2 hari kamis (..baru 4 hari loh.., jumat kan masih ada... tega dech...) saya dipanggil ama kepala sekolahnya. Katanya dgn berat hati mereka tdk dapat menerima Anak saya karna Andre suka mengamuk dikelas, tidur dilantai, mengganggu anak2 lain & yang paling tidak bisa diterima gurunya katanya Andre melempari dia dengan sepatunya waktu bu Gurunya nanya berapa pensil yang dia pegang. Duh, saya sampe sedihhh banget waktu itu, rasanya kayak putus ama pacar... :-(, (sekarang sich dah kebal, hehehe...) Padahal saya yakin banget Andre bukan anak yang se-destruktif itu. Anaknya baekkkk banget, wong kalo lagi nonton trus ada yang ketimpa musibah, trus ada lagu sedihnya, dia nontonnya sambil sedih, bibirnya melengkung kebawah, trus ngusap2 airmatanya. Waktu saya gorengin ikan gurame juga gitu... lupa ngeluarin kepalanya..., Eh dia malah nangis mandangin piringnya sambil bilang, "Are you ok, fish..., Are you ok... are you ok???" don't want mom... don't want. (dulu waktu masih Verbal Indonesia dia pake bahasa isyarat doang).



Masalah dilempar sepatu... ya ampun.... Anak kecil gitu loh.... Rasanya dengan personal approach yang bagus dia pasti mau kok beradaptasi. Buktinya waktu saya masukin dia ke Int'l PreSchool di Lippo, yang bahasa pengantarnya 100% English, ditambah teman2 yang juga "berwajah Import" (belakangan saya baru tahu bahwa dia menganggap teman2 barunya ini seperti di SESAME STREET ;-P), hanya butuh setengah jam saja dia bisa langsung mau masuk kedalam kelas tanpa paksaan dan sama sekali tidak mengamuk sampai kelas bubar. Guru2nya juga sangat kooperatif dan mau menyediakan teacher aid tanpa biaya tambahan (Thank's God for that!). Sejak itu saya memutuskan untuk ngajarin Andre Full English, channel TV dirumah saya lock di Playhouse disney Channel sama Vision Baby TV (bukan promosi TV kabel loh...). Games komputer, DVD anak2, lagu2 sampai PS 2 semua saya ganti dengan yang Inggris.



Yang jadi masalah sekarang, dengan English yang pas2an gini, saya terus terang sangat khawatir dengan keputusan emosional saya waktu itu. Saya memang salah karena tidak mempertimbangkan faktor lingkungannya, murni karena emosi aja. Fortunately, Ketakutan saya so far... tidak/belum terbukti. Malah secara ajaib, dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 2bln, Andre berubah menjadi anak "Bule" yang Percaya dirinya tinggi, Verbal English with more than 200 vocabulary, talkaktive, malah suka ngoceh sendiri.... dan yang paling menakjubkan buat saya, Pronounciationnya "Bule" banget alias kental banget, sampe2 kalo ngucapin bahasa Indonesia kedengaran seperti Anak Bule yang baru belajar bahasa Indonesia (si:am => siram)(me:ah=merah) dll) sama seperti anak bu Ira.



Saya baru sadar bhwa ternyata Andre jadi PD banget & mudah beradaptasi karna dia sudah menemukan cara yang paling comfortable buat lidahnya yang "pelo" utk mengkomunikasikan keinginannya atau perasaannya dgn bahasa verbal. Dia jadi periang & talkaktive (walaupun tetap kayak kaset rusak, diulang2 terus!...). Kalo kemana2 orang selalu nanya,

"Papanya bule ya mbak...." , " Enggak", kata saya

"Oh... Lahirnya di Amerika...", "Enggak...", kata saya lagi,

"Oh... pasti baru pulang yach dari Sana", "Enggak juga...", kata saya lagi

"Lho kok ngomongnya bule banget ????".

Kalo udah gini (sambil ga henti2nya say 'Thanks God' dlm hati) saya selalu bilang "Iya yach... saya juga sama bingungnya dengan ibu, kok bisa.... padahal ngajarinnya baru 2bln loh..." kadang malah ada yang nanya,"Ini anak2 tiga2nya sodara khan???...". Duh, muka pada kaya fotocopian semua gini masak ga sodara sich???



Sekarang mulai timbul masalah baru. Andre hanya mau berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Kalo ada yang nanya dalam bahasa Indonesia dia sama sekali ga mau menjawab, wong English aja dia masih suka bingung. Beberapa minggu yang lalu, Andre sempat hilang di Mal. Andre sangat exciting hingga dia berlari kesana kemari. saking PDnya dia nyelinap2 diantara orang banyak sampai Susternya (masih baru) kewalahan ngejarnya. Waktu susternya bilang, "Bu, de Andre HILANG!!!", Duh kayak disambar Gledek..... saya panik, trus manggil2, "Andre...Andre.."

Sekitar 15-20 Menit muter2 sambil teriak2 (sambil marah2 sama suster kok bisa ga liat), akhirnya dari jauh saya melihat ada anak kecil lari2 sambil dikejar orang dewasa (ada satpam segala). Sekian detik saya masih mikir, kecil2 kok dikejar2 gitu... masak nyuri?... Tapi kemudian saya langsung sadar, Jangan2 itu Andre. Saya kejar kesana, Eh ternyata benar Andre. Waktu dengar suara saya Andre baru teriak, "Mom...mom....mom..". Kami berpelukan sambil nangis2an (andre terlalu malu untuk nangis, hanya airmatanya saja yang dia usap terus menerus. Duh... kebayang ga sich perasaan dia gimana waktu sadar kalo dia dah 'get lost'. Bajunya basah semua, mukanya pucat, badannya shaking.. )

Dah gitu yang nyebelin, dibelakangnya ada yang nyelutuk, "Oh... bisa ngomong toh bu, kirain bisu, soalnya ditanya ga mau jawab, malah lari..." saya ga ngomong apa2 lagi, saya peluk aja dia erat2.... takut hilang lagi.



Sekarang Terapisnya juga insist untuk merubah bahasanya menjadi bahasa Indonesia karena katanya bahasa Ibunya Indonesia, Lingkungannya juga masih mayoritas berbahasa Indonesia, kecuali kalo Ibu memang berencana menyekolahkan Andre ke LN katanya. Saya jadi bingung, kasihan Andre soalnya, Sekarang dia suka bingung kalo ditanyain warna atau bentuk... dia mikir dulu pertanyaannya dalam bhs Indo atau Inggris. Kalo indo, dia akan menjawab dgn bahasa Indonesia tapi logat bule seperti [me;ah] untuk merah dsb. Andre kalo bicara sama Suster/mbak di Rumah suka pake bahasa isyarat, kecuali "Makan, mandi, minum, pipis". Dia juga menolak bermain bersama anak2 yang kadang malah pada bengong melongo merhatiin andre ngoceh.... mungkin dia ga suka karena dia tidak bisa berkkomunikasi dengan mereka.....



Saya jadi berpikir... apa balik lagi ke B.Indonesia atau tetap Inggris yach.. (nggak nyelesain masalah yach bu Mia... maaf yach.. malah ikutan nimbrum nambah2hin masalah... )



Ok, thank's banget untuk semua. Maaf kepanjangan.... (mumpung.....:-))



Salam,

Mik

----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Bu Ira:Terapi Bhs Inggris

Bu Miek,

Lucu banget sih pengalamannya, kalo anak saya mau seperti Andre, pasti udah saya ladenin... keren gitu loch... tapi sayangnya anak saya belum mau ngomong bahasa apapun kecuali bahasa planet dan bahasa isyarat...

Regi ( Mami Andio)

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Bu Ira:Terapi Bhs Inggris

Bu Miek,

Saya juga udah kebal dikritik "Harus pake bahasa ibu, emang hidup di mana".

Yang penting dia komunikatif dulu, jadi bisa mengatasi frustasi nya karena tidak dipahami orang. Maaf lah kalo kesan nya terlalu bau luar negeri, apapun yang saya tempuh hanya demi kemudahan & kemajuan anak saya.

Pertanyaan yang sama juga sering muncul : lahir dimana, besar dimana, dsb...

kalo Aga sering dipikir anak Jepang, he3x. Malah kadang buat excuse juga, kalo ditanya orang gak jawab (padahal karena SN nya) tapi pura2nya karena gak ngerti bahasanya..... ha3x

Walaupun begitu saya sekarang tetap 'mengejar' ketinggalan anak saya dalam bahasa Indonesia. Ada satu hal lagi yang jadi kekacauan / kesulitan (walaupun saya tidak menganggap demikian sih). Sekarang karena tuntutan kurikulum SD, dia pun harus juga belajar membaca dalam bahasa Indonesia.

Pasti ada confuse antara pengucapan alfabet dalam bahasa Indonesia & bahasa Inggris, A dibaca [ei] vs [a] dst.

Sampai2 harus les baca tulis bahasa Indonesia. Sekarang justru banyak bacaan bahasa Inggris dibaca dengan lafal bahasa Indonesia. Saat ini saya mau pake kartu2 flashcard, matching tulisan bahasa Indonesia dengan benda2nya, karena problem nya di pemahaman arti bahasa itu sendiri.

Saran saya, baik untuk bu Mia maupun bu Mieke...... keputusan ini tidak diambil dengan konsekuensi ringan. Ibu harus banyak belajar di kedua bahasa, terutama dalam proses mengeja, membaca dsb.... harus bikin 'alat bantu', belajar phonetic, dsb. Dalam hal ini saya banyak terbantu dengan latbel pendidikan si terapis yang memang IKIP jurusan Inggris

Ira

----- Original Message -----

From: AL

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Bu Ira:Terapi Bhs Inggris

Dear bu Miek,

Saya pikir teruskan saja dulu pakai bahasa Inggris, biar anaknya sendiri yang memutuskan kapan dia mau mulai belajar pakai bahasa Indonesia. Lagipula sekarang sudah banyak anak2 lain yang pandai berbahasa Inggris, krn sekolah2 (walaupun sekolah pure Indonesia) sejak Tk udah diperkenalkan bahasa Inggris, dan ibu2 lain sudah pada sibuk me-les kan bhs Inggris ke anaknya sejak TK. Paling2 kalo dia udah mau mulai berbahasa Indonesia mulainya akan seperti anaknya saya yang besar (tidak autis) "let me duduk dong..." karena dia baru bisa bhs Indo yg simple2 aja dan merasa kata "dong" really cool Mom...

Yang penting... anak bisa komunikasi... itu sudah berkah banget...

Duh... kapan ya...Kenan bisa cepet gitu...dalam 2 bln bo...

Salam,

Mia

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy