Autism Awareness

12/28/2006

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny.

Dear Bu Leny dan Pak Ichwan Hanuranto,

Bu, saya insya Allah kalo ada rejeki, rencana mau bikin stiker yang lambangnya seperti di kaos Family Gathering 3 . Yang tulisannya PEDULI AUTIS, di kaos bagian depan sebelah kiri atas. Saya akan bagi-bagikan ke teman-teman atau saudara dekat dulu yang punya mobil biar ditempel. Ini saya nggak komersial, murni sosial Bu Leny. Saya kira saya juga perlu ijin ke Pak Ichwan untuk logo tersebut yang rancang pak Ichwan waktu itu. Realisasinya belum tahu, tapi saya minta ijin boleh atau tidak.

Saya pikir logo tersebut bagus banget untuk logo gerakan peduli autis Indonesia. Saya rencananya mau bikin gerakan peduli autis Bekasi dulu aja. Kemarin saya ngobrol sama teman waktu peringatan hari AIDS. Teman bilang, kalo HIV / AIDS itu kan kesalahan orang yang bersangkutan, kenapa banyak orang yang peduli, sementara autis kok belum gencar gerakannya, sementara autis kan bukan kesalahan anak atau ortu nya. Bener juga saya pikir, karena orang kena aids karena seks bebas, salah yang melakukan seks bebas tersebut. Kalo Dimas autis nggak tahu juga ( bingung saya ) salah siapa?

Salam,

Har ( bapake Dimas , autis 5 thn 5 bln )

----- Original Message -----

From: MY

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny.

Bapake Dimas ....

saya setuju & mendukung sekali ....

(meski bukan yg memberi ijin) ... he..he..he..

Boleh tahu alamat rumahnya pak Har ...

Soale awak juga tinggal deket-2 situ...



Thanks ya.. Selamat berjuang ....

----- Original Message -----

From: MS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny.

Halo Pak Har,

Boleh koreksi sedikit, HIV/AIDS itu bukan hanya disebabkan oleh perilaku seks bebas, dan banyak perempuan-ibu rumah tangga "biasa" (tidak memiliki perilaku seks bebas dan hanya berhubungan seksual dengan suaminya) yang tertular virus ini. Dan fenomena ini mulai terlihat di Indonesia (Jakarta dan papua lebih tepatnya). Bahkan di negara2 Afrika faktor resiko tertular HIV/AIDS bagi perempuan muda adalah menikah; jika mereka menikah resiko mereka tertular HIV (dari suami) lebih besar dibanding jika mereka tidak menikah (dan tidak berhubungan seksual tentunya). So, banyak juga loh penderita HIV/AIDS yang mengidap virus ini tanpa melakukan "kesalahan" apapun dan juga tidak patut dipersalahkan.

Maaf kalau tidak berkenan, saya kira "moral prejudice" tidak tepat ditujukan kepada penyakit/kondisi kesehatan apapun; HIV ataupun Autisme.

Salam,

dr. Marc

----- Original Message -----

From: PDS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny.

HIV memang tidak serta merta ada/tertular tanpa ada pemicunya mis sex bebas, transfusi darah, penggunaan jarum suntik bersama....saya juga salut ya..awarenya minta ampun semua orang...



Tapi kalo autis....cuman ada cibiran yang memojokkan seolah2 orang tuanya yang punya andil salah menjadikan anaknya demikian... yang sering saya denger..habis orang tuanya sih..begini...begitu...jadi deh anaknya begitu..



Kayaknya emang perlu digalakkan peduli autis ini pak...atau segala handicap kekurangan orang kita sebenarnya harus peduli... yang harus di tanamkan mungkin kita harus tetap berkasih sayang sesama manusia walau bagaimanapun bentuk yang tuhan sajikan dengan segala kekurangan ataupun kelebihannya...kadang saya juga kehabisan kata2 dalam menjelaskan kenapa anak saya begini ...capek...mau saya..yah..terima ajalah..tokh saya yang orang tuanya aja terima kenapa orang harus ribut...



Sekedar unek2 juga pak Har...

good day..

San, mama fawwaz, autis 4,5 yo

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny.

Ketidak gencaran itu sendiri karena WHO tidak mendanai . Dana untuk negara berkembang dan miskin lebih ditujukan hanya untuk penanggulangan AIDS. dan selain itu banyak Dana dari asing juga yang memang ditujukan penanggulangan AIDS berasal dari industri farmasi .

Sedangkan UNICEF sendiri, juga ada dana tapi untuk fokus pada pendidikan di negara miskin dan berkembang .. Dan juga Dana untuk VAKSINASI...yang juga didukung industri vaksin/farmasi.

Kalau autis...kalau dikampanye, bisa orang gak vaksinasi ..dan tentu saja perusahaan farmasi dunia pikir 2x untuk memberikan dana yang tidak menaikan penjualannya. Jadi lebih agak sulit karena GERAKANNYA bukan searah Tapi BERTOLAK BELAKANG..........

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny. Betul kata Bu Maria

Dear Bu Maria,

Sabtu tanggal 9 des, kemarin saya datang ke sekretariat MPATI, ngobrol2 sama Bu Gayatri. Beliau juga bilang bahwa kenapa perush. nggak ada yang mau mendanai kampanye autis awareness beda dengan HIV AIDS banyak perusahaan yang mendanai seperti perush kondom misalnya. Karena mereka punya kepentingan disitu. Trus AIDS itu lebih populer dan lebih " Sexy " dimata perush. untuk mensponsorinya.

Memang gerakan PEDULI AUTIS ini harus dimulai dari kita sebagai orang tua.

Saya punya keinginan seperti ini kenapa ?

Karena pas pulang kampung lebaran kemarin saya naik kereta. Ada seorang bapak memakai topi air asia. Trus pas Dimas jalan di depan orang tsb, diambil topi tersebut dari kepala bapak itu. Habis dilihat topi tsb dibalikin lagi ke kepala itu bapak. Kontan bapak tadi marah2, kalo bukan pas bulan puasa mungkin saya sudah ditonjokin. Banyak yang belain saya kalo itu anak autis. Tapi itu bapak nggak mau peduli, dia malah bilang "kalo kamu punya anak kelainan kenapa nggak kamu pegangin terus itu anak. Saya sudah minta maaf tapi itu orang masih maki2 saya. Kebetulan saya pake kaos PEDULI AUTIS, jadi orang2 yang masih muda banyak yang tahu apa itu autis. Saya pengalaman dimaki-maki orang meskipun sudah minta ampun, seribu permintaan maaf sudah saya ucapkan, tapi nggak diterima. Beginilah nasib punya anak autis, tapi itu tetap saya nikmati.

Salam,

Har ( Bapake Dimas , autis 5 thn 6 bln )



----- Original Message -----

From: RP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny. Betul kata Bu Maria

Pak Har,

Sabar ya.. emang gerakan peduli autis harus di mulai dari kita

Karena mungkin jaman dulu autis sudah ada, cuma nggak ada yg tahu kalau one

day gejala itu disebut autisme.

----- Original Message -----

From: Noer

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny. Betul kata Bu Maria

Dear Pa Har,

Saya setuju dengan bapak untuk mensosialisasikan "kelebihan" anak spesial kita.

Saya jadi teringat waktu bulan puasa kemarin, malam pertama shalat terawih, (dengan semangat '45) saya ajak Rian ke masjid kompleks perumahan, maksudnya memperkenalkan shalat terawih. Dan ternyata orang tua yang lain juga ajakin anak2 mereka sehingga ramai bak pasar lah mesjid kami dengan celoteh anak2. Lalu pengurus mesjid naik ke podium dan meminta anak2 diam karena akan ada ceramah. Anak2 "normal"langsung diam, tapi Rian malah tambah gagah perkasa "teriak"2x (mungkin dia berfikir sekarang suara dialah yang paling kenceng), sehingga para jemaah pada ngeliatan, terpaksa saya ajak keluar masjid & saya bujuk supaya diam, tetap tidak mau diam, akhirnya saya ajak pulang. Ketika saya sendirian kembali ke masjid, kawan2 pada mainin saya (maklum masjid dalam kompleks, isinya kawan semua) bilang pasti bapaknya waktu kecil bandel kaya gitu sehingga karma ke anaknya. Dan sejak itu, saya rajin cerita ke kawan2 ( yang mau dengerin tentunya) tentang "Autis"itu apa.

Salam,

Noer

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny - Peduli Autis

Wah Pak Noer, sudah jatuh ketimpa tangga...

{Udah kerepotan, masih diledekin karma}

Pengalaman Pak HPU mirip kami juga, padahal di tempat ibadah (dimana seharusnya orang lebih sabar). Saat itu usia G 6 thn, lagi seneng2nya pegang / raba punggung orang. Tepat di depannya seorang bapak gendut (tampang cukup okem), tapi kok ya anakku itu berani - biar dilarang pun. Akhirnya suatu saat bapak itu membalik, dan marah... Saya sih pada saat itu hanya bisik-bisik bilang :

Sukur lo, Ger!! Dari tadi mama larang, gak percaya...! Rasain... kena marah lu! Biar nyaho!

Tapi tiba-tiba... tepat sedang nyanyi "Bapa kami yg ada di Surga, dimuliakanlah namaMU...." [mungkin menghayati betapa kecilnya kita ini, betapa tergantungnya kita kepada kemurahan hatiNYA dan menyesali kesalahan saya kpd anak], tces... keluar juga itu air mata, tces lagi, kemudian banjirr..., ha ha, akhirnya saya keluar, di lap. parkir atau di suatu pojok, sesenggukan...

Kalimat spt itu juga pernah kami terima "kalo tau anaknya begitu, mbok ya jangan dibawa..." (sementara kita tdk mau dia hanya di rumah terus, tanpa stimulasi utk matanya atau wawasannya).

Kisah mencopot topi orang spt Dimas, pernah juga, tapi sewaktu kita minta maaf, orangnya malah bilang "gak apa-apa... namanya anak kecil". -- Dalam hati, iya, kalau UDAH besar udah GAK LUCU lagi...

----- Original Message -----

From: VW

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny - Peduli Autis

Persis bgt sama pengalaman saya kemaren. Utk pertama kali saya ajak Aska ke Bank. Kok ya tumben antriannya pas penuh. Mungkin krn hari jum'at. Pertama aska masuk masih diem. Banyak yg nyapain, halo... cakep banget. siapa namanya? begitu aska udah mulai lari ke sana kemari, minta gendong satpam.. baru para pengantre menyadari ada yg 'salah'. Ada yg lalu bisik-bisik. Ada yang menatap saya dengan mata bertanya-tanya. Saya senyum aja. Harusnya gimana ya? Apa perlu menjelaskan kpd mereka? Situasinya pas rame soalnya.

Mengenai sosialisasi ttg autisme, saya mohon masukan nih. Saya punya ide untuk bikin radio PSA (Public Service Announcement) untuk diputar di radio2 agar menjangkau khalayak lebih luas. Kira-kira issue apa yg harus diangkat? Terus apakah bisa atas nama Putrakembara? kan lucu kalo himbauan personal ya, "pesan ini disampaikan oleh ibunya Aska" hehehe...

Saya Insyaallah bisa produksinya dan kebetulan ada akses di beberapa radio di Surabaya.

Mohon tanggapan.

Wassalam.

Vis

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny. Betul kata Bu Maria

Dimanapun kita berada (mau di indon atau negara lain di seluruh dunia), dekade ini masih autism awareness...tidak tahu sampai kapan... saya setidaknya sudah satu dekade penuh ngomongin autis....melalui yayasan autisma, dan hampir tujuh tahun melalui yayasan mandiga.. teteup aja tiap hari ada aja tuh yang aneh2 komentar atau tanya tentang autism.

Jadi, kita-kita yang adalah anggota keluarga besar per-autis-an...karena hidup di jaman yang salah (hehehehe)...ya harus sssaaabbbbaaarrrrrr ddddd ngadepin dunia luar kita. Kalau lagi gak sabar, ya jangan keluar dulu lah (that's my way of coping with the stresful situation).

Salam,

ita-nya ikhsan (autis, non-verbal, mau 16 tahun bulan depan)

----- Original Message -----

From: EP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Mohon ijin Bu Leny. Betul kata Bu Maria

Setuju...uuu dengan Bu Ita, selain sabar juga jangan pernah putus asa,

Semoga sekecil apapun usaha kita, semoga bermanfaat, contohnya : Ibu kita ini (Bu Ita) sudah berapa banyak sumbang sarannya ke kita-kita ini yang bener-bener sangat berarti buat kita. Makasih ya Bu Ita.

Love,

Erna (Bunda Andro 7Th)

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Fw: Mohon ijin Bu Leny.

Pak Har yang baik,

Saya kagum pada niat Bapak untuk bagi-bagi stiker Logo yang ada di Kaos Family Gathering III. Tidak usah Bapak sebut juga, saya tahu niat tersebut murni tidak komersil dan hanya bertujuan untuk sosialisasi autisme di daerah Bekasi. Tapi hati-hati ajah dalam pelaksanaannya harus dimonitor juga, sebab tidak mungkin kan... Pak Har bagi-bagi itu sendirian. Tuh Bapak Yassir udah mendukung dan berniat membantu.

Di Aussie juga banyak gerakan sosialisasi seperti ini, tentunya sekuat kemampuan mereka lah. Dan kelihatannya gerakan seperti ini efektif banget. Mereka murni juga tidak komersil dan tidak ari "nama".

Tentang masalah ijin, saya juga bukan orang yang tepat untuk kasih ijin, sebab logo itu bukan logo puterakembara. Jadi mungkin pak Ichwan atau waktu itu siapa yang design yah?

Semoga Tuhan merestui niat mulia Pak Har itu sehingga bisa terlaksana dengan lancar.

Ide ibu Vis untuk buat gerakan Autism Awareness via radio PSA, menurut saya juga sangat bagus. Banyak issue di dalam masalah Autisme yang patut diangkat. Mengenai penjelasan tentang Autisme itu sendiri. Mengenai kelemahan dan kelebihan dari anak-anak autis. Tujuannya kan agar masyarakat mengerti dan bisa menerima akan kehadiran anak-anak yang "berbeda" ini.

Kalau ibu kenal dengan ahli/pakar/professional di bidang autis, ibu bisa minta tolong sama beliau, atau coba hubungi dokter yang menangani anak ibu, atau bisa juga atas nama PSG orang tua di Surabaya. Atau mungkin bisa atas nama YAI.

Semoga gerakan Autism Awareness (peduli autis) kita ini berjalan lancar.

Salam hormat,

Leny

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy