Anak bermasalah di Sekolah reguler

12/26/2006

----- Original Message -----

From: Ro

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] anak bermasalah di sekolah reguler

Salam kenal buat para parent yang hebat 2x

Nama saya Ros dan anak saya bernama arkha, Kelas 3 SD regular swasta di jakbar. Dari tk memang arkha sudah terlihat kelainan pada motorik halusnya. Sukar menulis, mengancingkan baju menangkap bola,dll.

Pada saat masuk kls 1, dia mendapat tekanan dari gurunya karena tulisannya yang

jelek, lambat dan kurangnya konsentrasi dan nakal. Mungkin saking tertekannya dia kadang 2x suka pup di celana di sekolah. Akhirnya dia mampu menyelesaikan kelas satu dengan lumayan peringkat ke 10 dr 37. Saya pikir semua tanda di atas cuma sementara dan proses ke-tidakmatang-an anak2.

Sekarang di kelas 3 dia masih seperti itu dan semua guru yang mengajar dia, merasa tidak mampu menangani dan mengusulkan untuk pindah sekolah atau tidak naik kelas. Padahal kalau dari segi akademis dia sanggup.

Saya ingin menanyakan pada para parent apakah ada yang mempunyai kasus serupa dan bagaimana mengatasinya?. Apakah vitamin penambah konsentrasi cukup membantu? Atau ada yang mengetahui yayasan tumbuh kembang mana atau psikolog yang cukup nyaman dan sabar menangani arkha dan mamanya yang punya segudang pertanyaan.

Maaf nih.. Baru masuk udah curhat, maklum lagi panik sih.

Terimakasih sebelumnya buat semua..

Ro

----- Original Message -----

From: Eve H

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] anak bermasalah di sekolah reguler

Bu Ro, ikut prihatin mendengar cerita tentang Arkha.

Mungkin anak Ibu hanya perlu terapi Sensory Integration?

Karena disebutkan oleh ibu: [Padahal kalau dr segi akademis dia sanggup.

Apakah vitamin penambah konsentrasi cukup membantu?

Atau ada yang mengetahui yayasan tumbuh kembang mana atau psikolog yang cukup nyaman dan sabar]

EH

----- Original Message -----

From: HN

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] anak bermasalah di sekolah reguler

Sekedar info untuk ibu Ro,

di Klinik Pela ada kelas terapi sensori Integrasi, terapisnya yang menurut saya cukup bagus dan sabar. Selain kelas sensori integrasi, sebaiknya ditunjang dengan terapi okupasi (terapis yang katanya cukup bagus). Karena kalau tidak salah, sensori integrasi lebih sering diterapkan pada anak2 yang masih balita yang masih bermasalah dengan tactile, craving, vestibular dan semacamnya.

Begitu saja dari saya, semoga membantu.

Hat

Mami-nya Adam & Rudy

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] anak bermasalah di sekolah reguler

Buat ibu Ro,

Di Jakarta barat coba ibu datang ke klinik Anakku di perum greenville tanjung duren

disana ada terapis OT yang cukup sabar juga ada tim psikolognya.

----- Original Message -----

From: Tri Budi

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Masukan buat Bu Ro untuk putranya

Buat Bu Ro atau Ibu/Bp lain yang memiliki problem yang sama dengan adinda Arkha

Jumat kemarin saya sudah mengirim saran buat Putra ibu (Arkha) kayaknya enggak sampai karena server PK baru down kata Ibu Leny,

Begini, adanya clumsinness memang sering dialami oleh anak-anak dengan kebutuhan khusus. Cirinya adanya kelambatan dalam bergerak, koordinasi dan keseimbangan gerak lemah, dan biasanya juga disertai dengan hipotonus otot-otot anggota gerak dan togok (trunk)/ tonus postural dan kontrol postural lemah. Kelemahan ini akan berdampak juga pada aktifitas motorik halus (menulis, menggunting, menempel, dll) serta aktifitas keseharian yang lain.

Kontrol dan tonus postural fungsinya sama dengan chasis mobil atau cor beton pada bangunan rumah jika mobil chasisnya lemah maka mobil tsb tidak akan bisa bergerak dengan cepat atau bangunan rumah betonnya enggak kuat maka akan meliuk kontruksinya. Jadi Kontrol dan tonus postural berfungsi sebagai tiang untuk melakukan mobilitas/aktifitas. So jika tiangnya enggak stabil aktifitas motorik kasar dan haluspun menjadi tidak stabil dan hasilnya akan jelek terus.

Dengan demikian kontrol dan tonus postural tubuh ini harus kuat dahulu sebagai fundamen untuk bergerak statik maupun dinamik dalam kegiatan sehari-hari termasuk aktifitas akademik di sekolah.

Walaupun seorang anak memiliki IQ bagus dan mampu mengikuti aktifitas akademik tetapi jika ia memiliki tonus dan kotrol postural yang lemah maka akan memiliki masalah pada keseimbangan, reaksi protektif, koordinasi gerak dan motorik halus.

Kalau problemnya hanya tonus dan kontrol postural biasanya cepat (3-6 bulan biasanya sudah terlihat adanya peningkatan) bisa diatasi dengan latihan RUTIN Okupasi Terapi bisa dengan metode SI, metode bermain, atau teknik Neurodevelopmental Treatment atau gabungan teknik tsb. DI Jakarta banyak klinik-klinik atau RS yang bisa memberikan terapi diatas asal ditangani oleh terapis yang sudah berpengalaman dan memiliki penalaran klinik yang bagus.

Jika ada tambahan problem lain seperti perilaku, taktil, kinestesia, dll sebaiknya diperiksa secara intensif agar terlihat dengan jelas problem yang dialami.

Demikian semoga membantu.

Best Regards

Tri Budi Santoso, MSc.OT

----- Original Message -----

From: RO

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] anak bermasalah di sekolah reguler

Ibu Ro,

Untuk anak yang punya masalah dengan motorik halus itu biasanya memang perlu diterapi seperti yang dianjurkan bu Eve. Anak saya waktu kecil juga mirip seperti anak ibu kecuali satu; dia tidak nakal, tapi lebih suka bermain (berkhayal) sendiri. Sekarang tulisannya juga belum bagus, tangkapan bolanya juga belum selincah anak yang normal.

Sewaktu SD dia diberi fisioterapi. Ada seorang kenalan saya di sekolah SD anak saya dulu menginformasikan sama saya baru2 ini, anaknya sekarang sudah maju pesat sekali padahal dulu punya masalah mirip dengan gejala anak bu Ro. Sang Ortu ini seorang Islam, jadi dia bilang sama saya : kepada anaknya diajarkan berulang-2 untuk mengambil wudhuk secara tepat. Gerakannya dan pemakaian airnya dilakukan setepat mungkin dan diawasinya agar si anak tidak melakukan secara main2. Setelah seminggu dia melihat anaknya mulai mengalami perbaikan dalam banyak hal, dan

waktu saya dikenalkan ke anaknya memang saya tidak melihat si anak punya masalah seperti yang dicertiakannya ( dulu saya memang kurang memperhatikan anak itu ). Saya pikir2 ada benarnya juga, sebab gerakan mengambil wudhuk yang tepat itu memang memerlukan konsentrasi dan gerakannya halus. Kalo by Ro Islam nggak ada salahnya dicoba2, tapi kalo nggak mungkin bisa dicoba gerakan lain ( yang punya gerakan tertentu dan memerlukan konsentrasi, seperti Tai Chi misalnya ) sebagai pengganti. Mudah2an berhasil.

Wassalam,

Roy

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy