Orang tua agar WASPADA ….

12/25/2006

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Berita seperti ini selalu bikin saya sedih dan muak.

Pelecehan dilakukan oleh seorang guru pada siswi berkebutuhan khusus berumur 13 tahun. Tega-teganya guru itu memanfaatkan kondisi muridnya yang memang lain dengan anak normal.

Sekolah khusus ini menampung ABK seperti hiperaktif, autis, dan anak yang sulit berkonsentrasi. Alamatnya di daerah Jakarta Selatan.

Mudah2an oknum yang sedang melarikan diri itu, segera ditangkap polisi.

Agar orang tua selalu WASPADA.

Salam,

Leny

----- Original Message -----

From: AP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Saya baru baca berita ini pagi (26 Nov 2006) di koran tempo.

Saya sedih bacanya Bu! Guru kok ya gitu ...

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

di Kompas pagi ini juga ada (minggu, 26 november 2006).

Yang bikin aku mau marah adalah bahwa para pejabat sekolah tidak mau ikut campur dalam masalah ini sama sekali. Bahkan mereka bilang, ini masalah pribadi antara si guru dengan orangtua. Hah? Masalah pribadi?? Gilak bener.

Itu guru bukan cuma musti dipecat. Musti masukin penjara, biar di"kerjai" oleh rekan satu selnya. Lagian, beraninya kok sama anak-anak. Anak-anak yang 'kurang beruntung' pula. Kalau berani, sama yang sebaya dan sama dewasanya dong !!!

Huh, marah nih aku.

Anak-anakku dikerjai !

Semoga para orangtua tidak patah arang dan tidak menyerah. Kalau kayak

gini jangan takut dikeluarin dari sekolah. Pake jalur hukum !!!

----- Original Message -----

From: TB

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Wuelehhh hari gene masih ada guru yang bejat, Mendingan guru tersebut dikumpulin ama binatang biar DIKREMUS-KREMUS nyampe ABIZ. Kayaknya para Ortu harus waspada supaya kejadian ini engga terulang lagi.

TB

----- Original Message -----

From: OJ

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Yang membuat marah dan sedih karena kejadian ini rupanya sudah berlangsung lama, dan beberapa kali orang tua melapor kepada pimpinan sekolah, jawaban yang diterima a.l: "mungkin anak ibu berhalusinasi" - putri ibu tsb penderita epilepsi. Benar-2 memanfaatkan ketidak berdayaan anak 2 tersebut.

Saat ini rupanya lagi dikumpulkan anak-2 yang pernah dilecehkan, mudah-2an orang tua yang anaknya pernah mengalami tidak malu dan bersedia utuk menjadi saksi. Sehingga semua yang terlibat dapat dihukum setimpal.

Salam,

Ott

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Saya juga marah, kesel banget wkt baca ini... Polisi sudah masuk ke sekolah

itu, tapi gak ketemu si guru pengecut itu, padahal motornya ada kata koran... Jadi teringat di bekas sekolah anak saya dulu (SLB-C St.Ls, Bksi Timur) : 2 guru yg a.l. pernah saya marahi karena mencubit paha dalam G & kabarnya mencubit payudara seorg anak, sudah keluar & mengeluarkan diri, + kepsek yang suster sudah dimutasi ke Irian (baik, tapi cuma kurang tegas).

----- Original Message -----

From: YS

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Yang saya tidak mengerti sesuai pemberitaan TV bahwa sekolah sebagai institusi tidak bertanggung jawab terhadap ulah guru tersebut, padahal yang mengrekrut khan sekolah tersebut.

----- Original Message -----

From: Nj

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Saya juga marah & kesel banget wkt baca ini...

Apalagi kalo bener fihak sekolah "cuci tangan" dengan bilang ini masalah pribadi antara Si guru dengan orang tua ( Emang anak kita bakalan pernah ketemu dengan si guru "kalo tidak melalui sekolah tsb") Kalo gini caranya, jadi ingat jaman SMA dulu,jika ketemu itu guru"Pukul dulu urusan belakangan,kalo ngga berani dari depan ya gebuk dari belakang, kalo dari belakang ngga berani, ajak kawan2 buat gebukin rame2, yang penting hati puas.(he...he...he....tapi itu dulu ketika belum ketemu mama

Rian & punya Rian sekarang hati lebih sabar/mama Rian bilang "abang

sekarang lebih normal". Nah lho….)

----- Original Message -----

From: HL

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Pagi ini saya baca di detik, Guru tsb sudah di tangkap.

Tapi pengacaranya meminta agar laporan terhadap guru tsb di cabut dalam waktu 3x24jam, kalau tidak, akan di laporkan sebagai pencemaran nama baik.

Beberapa bulan ini dari berita yg saya baca, banyak kejadian di sekolah yang bikin kawatir. Belum lama ada murid yang di lempar batu hingga menyebabkan kematian.

Trus ada murid yg di tendang guru hingga pingsan.

Kira2 ada apa yang dengan dunia sekolah kita??

----- Original Message -----

From: LD

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Berita ini saya ada dengar dari TV hari sabtu sore di rumah mama ada acara keluarga, bahwa oknum guru adalah keponakan dari kepala sekolah. Mendengar berita itu membuat saya tidak bisa menikmati acara keluarga. Lemes, kepala nyut2an, tidak sadar keluar air mata. 2 hari ini kejadian itu masih mengganggu pikiran saya, membaca ungkapan hati bapak2 & ibu2 saya cuma bisa menitikkan air mata lagi.

SUNGGUH TERKUTUK DAN TIDAK BERMORAL... bolehkan kita mengutuk dia agar anak keturunannya akan mendapatkan balasan yang setimpal??

----- Original Message -----

From: LM

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Fw: Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Biasa memang kalau udah marah kita maunya mengutuk...... biar begini, biar begitu..... Apalagi kalau orang tua yang mengalaminya.

Yah mudah2an sih.... hukum bisa menjerat si guru itu ke dalam tahanan. Karena yang saya takut, kalau dia bisa bebas, dia merasa tidak bersalah dan akan mengulangi lagi perbuatannya di tempat lain.

Ini bukan kasus pertama tentang pelecehan terhadap anak spesial. Dulu malah dilakukan oleh terapis rumah di rumah si anak sendiri. Tapi untung cepat ketahuan (yang namanya orang jahat biasanya sih.... pasti akan ketahuan juga).

Oleh karena itu kita mesti selalu WASPADA. Dan kita mohon perlindunganNya bagi anak-anak kita, dan orang2 yang ingin berniat jahat pada anak kita disadarkan.

Kalau saya percaya DOA itu lebih manjur daripada kutukan.

Salam,

LM (yang berusaha selalu waspada, sampai2 jadi paranoid nih.....)

-----Original Message-----

From: LR

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: RE: [Puterakembara] Fw: Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Setuju Bu LM.

Hari ini saya baca di MEDIA INDONESIA kolom OPINI, judulnya PENDIDIKAN

YANG MEMATIKAN . Memang benar kata bu LM , pelecehan di sekolah bukan kasus pertama. Di sana disebutkan di dalam buku PENINDAS,TERTINDAS DAN PENONTON yg diterbitkan oleh penerbit Serambi, di dalam pengantarnya dituliskan tentang berbagai kisah tentang tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah..

Sekolah yang oleh masyarakat diharapkan menjadi wahana yang strategis untuk

pengembangan karakter malah menjadi bibit-2 persemaian dari tindak-2 kekerasan. Celakanya guru yang seharusnya menjadi sumber perlindungan malah cenderung membiarkan atau malah menjadi sumber penindasan.

Ada yg pernah baca bukunya? Sepertinya hal ini menyadarkan kita untuk mencoba menggugah kesadaran kita untuk waspada terhadap tindak kekerasan yang telah berkembang menjadi penindasan di lingkungan sekolah.

Rgds

Lr

----- Original Message -----

From: HH

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: [Puterakembara] Re: Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Dear rekan milis PK yg budiman,

Setelah membaca berita pelecehan tersebut dan memantau perkembangan beritanya, saya amat menyayangkan,menyesalkan serta sedih sampai terjadinya peristiwa ini. Apalagi hal ini terjadi di sekolah, dimana para orang tua mempercayakan pendidikan dan masa depan anak2nya. Terlebih lagi,terjadi pada anak-anak yang harusnya mendapatkan perlindungan dan perhatian khusus seperti anak-anak kita. Saya mengucapkan simpati yang dalam pada ybs. Dan semoga orangtuanya diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan dan tekanan ini.Percayalah bahwa kita semua disini mendukung anda.

Well, kalau sekedar hukuman pada oknum guru,itu sudah sewajarnya, dengan

catatan kalau proses peradilan dan penyidikan berjalan dengan fair dan semestinya. Namun yang lebih memprihatinkan adalah impactnya terhadap para anak dan orang tua, terlebih bagi yang putra/putrinya tidak dapat berkomunikasi, yang cuma hanya bisa diam akan hal2 kotor yang dilakukan oleh orang lain.

Apakah ke depan kita akan dengan mudah begitu saja menyekolahkan anak-anak

kita di sebuah sekolah tanpa sedikit mencurigai perilaku oknum pendidiknya?

Apakah ada oknum guru yang memiliki perilaku menyimpang atau bermoral busuk yang mengajar di sekolah yang kita minati? Hal-hal tersebut merupakan kendala tambahan yang tidak berguna bagi kita semua (additional problem). Kendala kita untuk mencari sekolah yang mau dan sanggup menampung dan mendidik anak kita saja sudah cukup besar, ditambah lagi hal-hal seperti ini.

Lagi-lagi, kita hanya bisa ber-harap, ber-doa dan ber-usaha, semoga mereka semua yang mendapat kepercayaan menangani anak-anak kita, dapat menangani secara benar dan bertanggung jawab, agar semua orang tua tidak perlu merasa ragu, cemas, takut bahkan paranoid akan keselamatan putra/putrinya yang disekolahkan.

Pada para pengelola atau pemilik atau pemimpin sebuah sekolah/yayasan/klinik

therapy, sudah saatnya mulai dari sekarang melakukan seleksi pada para pengajar dan pendidik bukan hanya dari sisi kemampuan akademis dan praktis saja, tapi lakukan juga psikotes spesifik atau screening mental, yang bisa melihat secara jelas apakah para pengajarnya benar benar sehat mentalnya dan tidak memiliki perilaku menyimpang yang terselubung. Saya tidak tahu bidang ilmu jiwa, semoga rekan-rekan di sini yang memiliki profesi sebagai praktisi kejiwaan bisa membantu memberikan gambaran test macam apa yang bisa mendeteksi perilaku buruk seperti oknum guru tsb pada proses seleksi guru/pengajar/therapis. Selain menghindari sebisanya the "next victim", reputasi anda sekalian sebagai pemilik/pengelola/pemimpin sekolah-pun dijamin akan jadi victim juga dari oknum guru yang bersalah.Trust it!! "nila setitik bisa merusak susu sebelanga".

Semoga semua pihak terkait termasuk kita semua mau turun tangan secara serius dalam menanganinya agar kejadian buruk ini tidak terulang lagi di masa depan.

Demikian sedikit uneg2 saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika ada kata2 yang menyinggung.

Wassalam,

Henr

----- Original Message -----

From: Nj

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Re: Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Saya sangat mendukung tekat ibu ( orang tua ) para korban/ anak2 kita itu. Gimana ya cara menyampaikan dukungan kepada para orang tua tersebut? (agar mereka tidak merasa sendirian tanpa pendukung).

Salam,

Noer

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis Puterakembara

Subject: Re: [Puterakembara] Re: Berita: Pelecehan seksual di Sekolah Khusus BW

Menambahkan ke surat pak Hen di bawah ini, selaku pengelola sekolah khusus, saya pikir bukan hanya rekrutmen yang penting (mengenai guru atau terapis). Tetapi justru PENGAWASAN sehari-hari yang luar biasa sulit tapi wajib.

Saya pribadi rela menghabiskan seluruh hari saya sepanjang minggu untuk langsung dan tidak langsung mengupayakan kenyamanan anak-anak di lingkungan sekolah, karena anak-anak ini ibaratnya anak saya sendiri. Tapi kita semua harus sadar, banyak sekali tempat terapi yg boro-boro peduli pada kenyamanan anak-anak. Lha wong anak-anak mau diapain aja mereka juga gak jelas.

Jadi pengawasan teteup ada di tangan orangtua. Tidak boleh menyerahkan ke pihak sekolah. Takutnya, sekolah udah bener...tau-tau temennya yang iseng. Berabe juga 'kan??

Selain kitanya yang waspada...saya pikir anak-anak kita perlu juga dididik untuk ikutan jaga diri mereka masing-masing.

Soalnya kita tidak mungkin 2000% jadi bodyguard anak. Gak sehat juga

kalo kita jadi parno. Mungkin salah satu cara yg bisa kita lakukan adalah mengajarkan skills ke anak-anak kita...

Salam,

Ita

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy