Jika Mahasiswa mau buat skripsi

12/21/2006

----- Original Message -----

From: EM

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] somebody help me pleaseee

Hallo semua,

Minal aidin wal faidzin yaaa

Perkenalkan, saudara2, bapak2, ibu2 semua yang ada disini... saya anggota baru... nama saya Elsa univ Atmajaya Jogja. Saya bergabung dengan milis ini, karena membutuhkan wadah diskusi dan tempat bertanya, sehubungan dengan topik skripsi saya yang (inginnya) membahas mengenai komunikasi antar pribadi pada anak autis dalam kegiatan akademik di salah satu sekolah lanjutan autis di DIY.

Pertanyaan saya, adakah siapapun di milis ini, yang dapat menerangkan pada saya mengenai spektrum dalam autis secara lebih sederhana. Terus terang saja, saya tidak "mudeng" dengan penjelasan di website yang ada. Lalu yang kedua, dapatkah atau mampukah anak autis melakukan aktivitas komunikasi antarpribadi yang intens dalam proses belajar mengajar (dalam hal ini dengan guru ato terapisnya??) Tentunya hal ini dapat didasarkan pada pengalaman bapak dan ibu dalam mengasuh dan membimbing anak autis. Jujur saja, saya mengalami keraguan untuk terus melanjutkan penelitian ini. Beberapa dosen justru meragukan kemampuan saya untuk melakukan pendekatan terhadap anak autis tersebut, karena minimnya keinginan mereka dalam berinteraksi.

Besar harapan saya, agar dapat terbantu dengan bergabungnya saya dalam milis ini. Mohon dukungan yang sebesar-besarnya dari Saudara-saudara semua. Terimakasih sebelumnya.

Mari ciptakan dunia yang lebih baik buat anak autis.

Love U All and may God always Bless Us.

----- Original Message -----

From: EH

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] To Elsa-somebody help me pleaseee

Dik Elsa,

Maaf kalo ini jadi menurunkan semangat... Tapi mungkin benar kata dosen Mbak Elsa, mumpung belum terlambat, cepetan ganti Topik Skripsi nya! Cari yang lebih spesifik, yg lebih khas... Karena menurut saya, itu judul terlalu "melebar" : "komunikasi antar pribadi pada anak autis"... (dalam kegiatan akademik di salah satu lanjutan autis di DIY).

Apalagi kalau "spektrum autis" saja sudah bisa membingungkan... Sebagai mahasiswa tingkat akhir, mbak PASTI BISA mengambil inti sari dari sebuah bacaan.... cuma kadang memang kita gampang diserang rasa malas kalau TIDAK TERTARIK (Gak apa-apa, akui aja, saya juga begitu kalau gak suka, ya gak mudheng2... Wush! "Over my head" gitu katanya ya?)... Mungkin GANTI TOPIK cari yg lebih menarik & spesifik? Misalnya itu, Glenn Doman, yang sekarang sedang dibicarakan di milis ini? Misalnya, pilih yang Metode Membaca-nya GD.

Dulu juga ada seorang mahasiswi yang sedang ambil skripsi metode Flash Card Glenn Doman ya? (Kalo gak salah namanya mbak Indhy H?) Kalo universitasnya beda, kan boleh aja barengan bikin?

Cuma saran, semoga berguna.

Salam,

Kakak Eve.

----- Original Message -----

From: "JJ Mom"

To: "peduli-autis Puterakembara”

Subject: [Puterakembara] To Elsa-somebody help me pleaseee

Dear Dik Elsa dan rekan milis yang baik,

Tambahannya, sekalian buat studi perbandingan, yang pake:

Glenn Doman, Floor Time, Bio Med, Non Bio Med, yang tak pake apa-apa, etc...

Setuju dengan Ibu Eve, lebih spesifik gitu lho...

"Lalu yang kedua, dapatkah atau mampukah anak autis melakukan aktivitas

komunikasi antarpribadi yang intens dalam proses belajar mengajar (dalam hal ini dengan guru ato terapisnya??) "

'Komunikasi', itu bermacem2 caranya. Baik melalui verbal dan non verbal. Anak autis itu bisa berkomunikasi kalau diajarkan. Level komunikasi si anak itu berbeda2. Anak saya kalau dalam proses belajar mengajar, komunikasinya sih intens ya. Saya tanya dia jawab, dia tanya, saya jawab ( is this what you meant?). smile Ortu maunya bukan soal belajar mengajar saja. We want more than that... contoh soal...:

2 hari yang lalu, seperti biasanya, putri saya dan saya menunggu putra saya dari jam 9 sampe jam 11 di sekolahnya. (biasanya selang 2 jam itu kita ke mall, ke market, jalan2 ke taman). Ini percakapan antara emak2 dan putra saya. setelah bye bye ke temen2nya.

Me: Ja, let's go home and hold Jo's hand.

Ja : Let's go home Jo.

Auntie V: Ja, Can I bring your sister home?

Ja: No

Auntie V: Can la, i want to bring Jo home, I have no girl girl at home.

Ja: Can not! It's mine. No..No..No..!

Auntie V pura pura mau mengandeng Jo, Ja segera menghalangi, Auntie V putar

kanan-kiri, Ja putar kanan-kiri sambil merentangkan tangannya menghalangi

Auntie untuk meraihi Jo.

Ja: Don't do that!

Semua orang ketawa2, karena lucu la.

Akhirnya Jo pun berhasil dibawa Ja ke mobil, terus si Auntie V berteriak, "I

still want your Jo!". Si Ja pun berteriak "NO!"

Hahaha... So sweet isn't it...Anak belum 5 tahun mau melindungi adiknya yang berusia 3 tahun. Sementara si adik cuek bebek, tak tahu apa yang lagi dipeributkan. Hmm. make me a bit sad too... At least, she will be fine... she has big bro who will protect her. Pernah ngga denger cerita anak autis menjaga anak autis? Share dong, biar naikin spirit saya. smile

Ada lagi, soal komunikasi, saya lihat di tempat gym anak saya, dimana si anak mendengar /menguping pembicaraan ibunya dengan temen ibunya, soal baju2 la, terus ditimpalin sama sianak, "Auntie X, My sister likes to wear skirt, I don't like skirt'. Sambil melihat ke lawan bicaranya.

Anakku belum sampe level situ sih.

Dan.. ada juga anak yang berkomunikasi dengan telunjuk, tunjuk sana sini...

itulah si Jo, terus kita berencana mau pake PECS buat 2 ways comm, sekarang cuma one way.

Btw, jangan bikin studi tentang level komunikasi anak2 autis, sudah ada bukunya, banyak lagi.

Thanks atas perhatian Dik Elsa di dalam bidang per-autis-an. Jangan kuatir Dik Elsa, di milis ini banyak pakar2nya dari behaviorists, therapists, doctors, sampe ke neurologists.

Mari kita membantu Dik Elsa ini.

Salam,

jjmom

(just a mom)

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] somebody help me pleaseee

Elsa,

Kalau mau memahami (supaya "mudeng") apa itu autism, Anda sebaiknya berinteraksi (atau berusaha untuk itu) dengan mereka. Kalau tidak, ya tetap tidak mudeng.

Baca sejuta definisi tidak akan bermakna apapun...tanpa betul-betul bertemu dengan mereka.

Jadi...silakan kunjungi beberapa tempat terapi anak autistik di Jogja, lalu cobalah berinteraksi dengan mereka untuk bisa menilai apakah Anda bisa melanjutkan penelitian Anda atau tidak.

Semoga bermanfaat.

salam,

Dyah Puspita

----- Original Message -----

From: Tri Budi Santoso

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] somebody help me pleaseee/reply

Hallo Elsa,

Jika anda membutuhkan bantuan, saya bisa bantu anda semampu saya dan saya

banyak resources di kampus. Silahkan datang di kampus Jurusan Okupasi Terapi Politeknik Kesehatan Surakarta telp 0271-710378 di Sumarmo, Tohudan, Colomadu Solo. Jika dari jogja Arah ke airport solo belok kanan lurus 2 km selatan jalan ada kampus OT dan ketemu dengan saya Budi. Jam saya yang kosong tidak ngajar adalah Rabu pagi jam 8-10. OK jangan putus asa

Regards

Budi

----- Original Message -----

From: NR

To: "peduli-autis Puterakembara"

Subject: [Puterakembara] untuk elisa yang ingin belajar AUTISMA

Elisa,

saya sependapat dengan Dyah Puspita. Elisa dapat berinteraksi langsung dengan anak-anak autis niscaya Elisa akan dapat lebih memahami mengenai autisma ini. Untuk itu coba luangkan waktu barang 2-3 bulan untuk bekerja volunteer di salah satu yayasan yang ada di Yogya.

Saat ini, saya membimbing 5 orang mahasiswa yang riset tentang autisma ini. Semuanya mulai dari nol besar.. Tapi saya sangat impressed dengan mereka karena ternyata mereka tidak segan bertanya dan bersedia kerja paruh waktu jadi voluneer membimbing anak-anak autis. 2 di antaranya sudah lulus dan skripsinya luar biasa bagus karena mereka meneliti sambil terlibat dalam kehidupan anak-anak autis ini baik sebagai guru pendamping atau pengasuh.

Sejak semula saya memang tekankan pada mahasiswa yang akan mempelajari autisma ini bahwa kita berusaha jangan menjadikan mereka objek penelitian semata (yang saya maksudkan objek adalah hanya ambil data minta mereka dalam hal ini keluarganya atau gurunya isi kuesioner terus peneliti pergi) tetapi mahasiswa hendaknya masuk betul ke dalam kehidupan anak-anak autis ini.

Bila ingin diskusi lebih banyak dapat datang ke kantor saya di psikologi UGM . Bersama-sama salah satu yayasan kami sedang mencoba membangun pusat riset mengenai autisma ini, mungkin elsa tertarik?

saya tunggu.

cheers'

nei'

FPsi-UGM

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] somebody help me pleaseee/reply

Elsa,

Saya setuju dengan semua saran yang masuk. Cuma mau nambahin saran, kalau dasarnya skripsi itu kan untuk meneliti sesuatu (untuk D3/S1 ...?). Nah... data-data wajib dikumpulkan dulu entah dari buku, website,dll. Dipelajari dulu dengan baik. Kalau tidak "mudeng", minimal yah..... harus "setengah mudeng". smile Kalau merasa tidak mudeng2, yah dipelajari lagi... kalau sama sekali tidak mudeng juga, gimana bisa nyusun skripsi??.

Kalau "setengah mudeng" ajah ..... udah tercapai, baru kegiatan "survey" dilakukan entah itu ke pusat terapi, sekolah khusus, ataupun survey langsung ke rumah individu autis dan keluarganya.

Saya percaya sesulit apapun bahannya, kalau kita memang tertarik dan peduli, pasti akan lebih mudah menjalankannya. Begitu juga dalam membuat skripsi. Masalahnya (biasanya) mahasiswa mengganggap skripsi adalah momok yang berupa "beban" bukan "tugas mulia". Ini yang harus dihindari.

Begitu ajah deh.... akhir kata, yah... tetap semangat!!

Salam,

Leny

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy