Serba-serbi di Hari Lebaran 2006

11/05/2006

Malam Taqbiran, 23 Oktober 2006

Rekan milis,

Malam ini adalah malam yang indah bagi Umat Muslim, apalagi di Indonesia. Bunyi bedug bertalu-talu dimana2, anak2 seliweran bermain gembira menyambut Lebaran besok. Hidangan di meja hmmmm.....

Bagaimana rekan2 lain yang berlebaran di luar negeri? pasti tidak akan seindah di tanah air yah? Tapi dimanapun Anda berada, yang penting Hati penuh dengan rasa Maaf.



Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1427H buat semua yang merayakan!

Mohon maaf lahir bathin kalau ada salah ucap/ketik via posting di milis.

Berikut serba-serbi cerita di hari Lebaran dan beberapa ucapan Selamat Rekan milis dari berbagai tempat.

Salam,

Leny Marijani

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] sabar itu, manis buahnya

Dear all...

Tahun ini, libur lebaran membawa berkah bagi saya dan keluarga. Pasalnya, atas alasan skedul yang bentrok...saya sempat kelabakan karena jadwal bibi pulang kampung bergeser satu hari lebih cepat sementara saya masih harus mengajar.

Dulu-dulu sih, mengajarnya yang mengalah. Tapi berhubung udah disindir melulu (ihik), tahun ini ganti strategi ah. Bapaknya Ikhsan aku "PAKSA" untuk "BERANI" bawa anaknya selama saya mengajar.. Oh, ya...buat yang belum tahu persoalan karena baru bergabung di milis ini, saya dan bapaknya Ikhsan tidak serumah sejak 10 tahun lalu...Bukan, bukan karena kebanyakan rumah...(he..he..), tapi karena...yaaaa...gitu deh...

Mulanya sih, aku bilangnya "tolong cuti deh separoh hari". Ogah-ogahan tadinya beliau.

Akhirnya sih malahan cuti seharian. Si Ikhsan dibuatkan jadwal berenang khusus (janjian dong sama gurunya), disiapkan perbekalan perang untuk seharian bepergian, dibuatkan social story supaya tidak kaget kalau pulang tidak ada bibi tercintanya...

Dijemput jam 10-an oleh satu kompi lengkap (he..he.. bapaknya belum berani

sendirian, jadi seluruh keluarga diajak!), ikhsan gembira sekali. Yang nangis malah si bibi... Begitu Ikhsan pergi, ibunya langsung pergi juga, sibuk beli ini itu karena kebetulan ada renovasi juga di rumah. Terus anter bibi ke terminal, dan pergi mengajar. Sepanjang kegiatan mengajar, ada beberapa kali miscall dan sms sih, nanya ini itu, tapi gapapa laaahhh... Sebelum masuk kelas udah ngancem bapaknya

Ikhsan "gak ada cerita ya, aku lagi ngajar terus di sms suru ini itu...pokoknya serah terima paling cepat jam 7 lewat di lapangan parkir..." (huahaha....).

Singkat cerita, malahan tadinya kami mau nyobain nawarin Ikhsan untuk menginap di rumah ayah. Kaget juga sewaktu dia jawab "YA" untuk pertanyaan2 ayah tentang "Ikhsan mau tidur disini?". Eh, gak taunya sewaktu ditanyain "ikhsan mau pulang", dia jawab "YA" juga dan malahan ngikutin kalimat itu, mengucapkan dengan lafal sangat jelas...sambil sigap ambil celana panjang ayah (tahu dong, maksudnya) dan ambil tas dia sendiri.

Dianterin pulang jam 9 lewat, sampai rumah jam 10-an (malam). Agak heboh sih, karena mau nangis sewaktu periksa seluruh rumah dan sadar tidak ada bibi. Malem juga susah tidur karena pas pergi sama ayah kebobolan minum the kotak (huh!). Tapi akhirnya ya sukses juga tuh sesudah diceritain lagi kalau "bibi sedang pulang ke kampungnya...ikhsan sama ibu di rumah"...

Alhamdulillah sekarang aku tenang karena tau kalau Ikhsan bisa diurusin juga oleh ayahnya. Ayahnya malah nantangin "Mau kapan lagi dititipin? Bilang aja..."...

Sabar itu, manis buahnya.

Sabar mengurusi si anak supaya bisa mandiri berkomunikasi dan mengurus dirinya sendiri.

Sabar menanti hati sang ayah terbuka menyadari bahwa bagaimanapun, anak

adalah tanggung jawab yang tidak bisa dilepaskan.

Sekedar berbagi....

salam,

Ita-nya Ikhsan (yang lagi melototin kalender...nyari hari apa yaaaa mau nitipin ikhsan lagi... he..he..)

----- Original Message -----

From: Harim P (Inggris)

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] sabar itu, manis buahnya

Senang deh baca ceritanya bu Ita, lucu dan mengharukan...he..he...

bener bu Ita saya setuju deh bahwa sabar selalu manis buahnya (berarti sabar itu harus ditanam di hati ya bu supaya berbuah, maksudnya bukan diomongin aja gitu...kayak bilang "sabar...sabar..." pasti deh kalau diomongin begitu aja jadinya malah emosi, iya kan bu...he..he...)

Kami sekeluarga juga mengucapkan selamat ber Hari Raya Idul Fitri untuk seluruh anggota milis yang merayakannya....

Salam

Hirim Pasaribu

----- Original Message -----

From: A & S K (Osaka, Jepang)

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] sabar itu, manis buahnya

Bu Ita,

Saya juga turut bergembira membacanya, selamat atas kesabaran bu Ita yang membawa hasil yang manis.

Sekalian juga saya mengucapkan :

Selamat Idul Fitri untuk bu Ita/family serta semua anggota milis yang merayakannya

dan mohon maaf kalau ada kata2 yang kurang berkenan selama ini.

salam,

arlina

----- Original Message -----

From: WW (Jakarta)

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] sabar itu, manis buahnya

Selamat Bu Ita atas kemajuan Ikhsan yang semakin mandiri. Beban semakin ringan, apalagi sudah bisa berbagi tugas dengan Ayahnya Ikhsan.

salam,

Wina (mamanya Gilang F. Dharana, 9 tahun)

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Di Hari Lebaran - mau coba visualisasi?

Selasa, 24 Oktober 2006

Hari ini hari pertama Lebaran (atau hari ke-2 bagi sebagian umat muslim yang memutuskan untuk berlebaran di hari Senin, 23 Oktober 2006)...dan seperti tradisi keluarga ibu saya, saya sungkeman pagi-pagi lalu siap-siap antar ibu saya ke makam.

Ada 2 makam yang akan diziarahi, Kalibata (tempat ayah saya dimakamkan) dan Menteng Pulo (tempat kakak saya dimakamkan). Seperti yang sebagian sudah ketahui, cuaca PANAZZZZ luar biasa. Kami berangkat jam 10, jadi selagi matahari terang benderang amit-amit jabang bayi.

Rombongan terdiri atas 2 mobil.

1. mobilku berisi ikhsan, aku (si supir), ibu ku ( 81 tahun, sulit melihat, sulit berjalan), dan keponakan aku, mahasiswa tingkat akhir, pemuda jangkung. Plus kursi roda.

2. mobil kakak aku, berisi kakak-suaminya-dan anak gadisnya.

Sampai di Kalibata, ampyun, hiruk pikuk, panaz luar biasa. PENUH kayak mangkok berisi cendol.... Bagi tugas. Saya mengurusi payung, kursi lipat, Ikhsan memayungi diri sendiri, 2 pria dewasa mengurusi ibu dengan kursi rodanya, kakak saya beli bunga, anak gadis mengawasi Ikhsan takut hilang. Tugas yang lumayan sulit mengingat yang diawasi itu badannya amit-amit gak bisa dipegangi saking gedenya.

Saya nyaris lupa mengunci pintu mobil tuh saking bingung dengan segala payung (takut kepala kepanasan lalu kolaps di tengah makam !).

Anyway, singkat cerita, sesudah berjuang keras mendorong (dan menarik) kursi roda ibu aku, sambil mengawasi anak autis yang selonong kesana kemari semaunya....kami selesai berziarah dan bergegas kembali ke mobil. Diatur skenario ke dua (karena medannya berat) dimana saya bergegas ambil mobil sementara ibu saya menunggu. Otomatis saya jalan duluan, sambil bolak balik nengok takut ikhsan hilang (hiiiiiihhhhh, jalannya lelet banget sih).

Tiba-tiba kedengeran kakak saya tereak-tereak sambil ketawa-ketawa. Ada apa nih? Ah, tauk ah...saya terus aja tarik ikhsan supaya cepat ke mobil. Sampai di mobil, saya cepet-cepet ke depan gerbang kalibata, berantem sama satpam yang melarang saya kesana. Saya sampai keluar tanduk dan buntut dan bilang dengan suara keras (agak membentak sih, kalau boleh jujur) "Saya cuma mau jemput ibu saya !!!"....he..he.. marah nii yeeee..... (Habisnya, mosok mentang-mentang mau ada upacara pemakaman pejabat siapa tauk, aku gak boleh parkir bentar deket situ ajah sih... he..he..).

Ibu naik dengan susah payah (pakai baju muslim = rok panjang) ke mobil Xenia yang tinggi (gak punya mobil sedan sih) sampai didorong dan ditarik, kursi roda ditarik dan didorong masuk bagasi, penumpang naik, supir bergegas keluar dari lapangan parkir. Itu dilakukan dalam hitungan sepersekian detik (idih, bo'ong banget). Udah sampai jalan pasar minggu, di depan sucofindo, tiba-tiba teringat..."lah, mobil satunya tau jalan ke menteng pulo gak???" (soalnya kakak saya datang dari bandung)... Wadoh, jadi berhenti di pinggir jalan nungguin. Kenapa saya ingat untuk menunggu? Karena Ikhsan bolak balik nengok cari pakde! Oh, you are so sweet, boy...

Nah, sampai di makam berikutnya, selagi nungguin ibuku tertatih-tatih mencapai makam kakak saya di menteng pulo (saya, ikhsan, kakak dan keponakan saya sudah duluan menemukannya), barulah saya tahu apa yang terjadi di makam kalibata dari penuturan kakak saya: Ikhsan jalan sendirian, cuek, dadakan ada pengemis mengacungkan mangkoknya meminta uang... Mangkok itu diacungkan di depan ikhsan persis. Apa yang dilakukan Ikhsan? DIA AMBIL MANGKOK ITU !! Maka terjadilah tarik menarik antara pengemis dan si anak autis. Hahahahaaaaaa...

Lalu dengan tenang saya bertanya (sambil mengusap air mata karena geli) ke kakak saya "Yang menang tarik tarikan itu, sapa???"... Kakak saya ngakak bilang "ya yang punya mangkok dooonngggg"....

Alaammmaaakkk.... what a day.

Sampai di rumah saya langsung cepet-cepet cuci tangan anak yang abis pegang-pegang pengemis, kemudian angetin makanan buat my two babies (ikhsan & ibu aku) lalu bergegas nyuci pakaian (hehe....babu elit gak mau repot...pagi-pagi gak nyuci euy). eh, tau-tau kakak saya yang lain lagi datang dan dia belum makan!!

(idih, lha mbok makan dulu dong dari rumah...he..he..)...

Secuil pengalaman menarik punya anak autis nih.

What about yours?

salam,

Ita (yang masih cekikikan ngebayangin muka bingungnya sang pengemis)....

----- Original Message -----

From: AP/IP (Semarang)

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] mau coba visualisasi?

Ngakak abis baca cerita Ikhsan rebutan mangkok.... bener2 latihan visualisasi yang bagus deh, kebayang Ikhsan yang segede Monas (ini kata Ibunya kan) tarik2an mangkok ama pengemis yang lagi jongkok

Terus, kebayang juga Ibunya Ikhsan dengan wajah keriting, masak2 & kasi makan sekeluarga di rumah, ha3x

Ira

----- Original Message -----

From: HPU (Bekasi)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Dimas lebaran di Solo

Rekan milis,

Waktu lebaran di Solo kemarin, hari pertama Dimas sudah bikin keluarga besar kami tertawa semua. Karena acara sungkeman ke Embah Putri nya, satu2 cucunya ditanya kalo besar mau jadi apa. Pokoknya untuk cucu yang nggak autis pasti jawabannya standar, mau jadi pilot , dokter, dsb. Khusus buat Dimas, ditanya kalo sudah besar mau jadi apa ? Mau jadi pemain sepakbola di Belanda. Trus kalo ditanya kantor Dimas dimana ? Di patung Liberty Amerika. Kerja jadi pemain sepakbola di Belanda, tapi ngantornya di Amerika. smile

Dimas kalo lihat gambar patung liberty paling suka banget. Trus gambar itu latar belakangnya gedung kembar yang roboh waktu tragedi 11 september. Kalo dia liat gambar itu pasti dia nunjuk ke gedung tsb sambil bilang : Kantor Dimas. ( Dia nggak tahu kalo gedungnya udah roboh ).

Selesai sungkeman ke makam Embah Kakungnya, dia nanya2 terus ini apa , trus liat batu nisan dikasih bunga juga nanya. Saya perhatikan ponakan saya nggak terlalu memikirkan hal2 spt itu, tapi kalo autis memang lain. Trus jalan2 ke Kidz Fun, Jogja. Adik saya kawatir Dimas lari2 kesana kemari, saya udah bilang, tempat ini dipagari semua jadi saya jamin Dimas nggak bakal keluar ke jalan raya. Senang dia naik kapal, sampai 3 kali nambah. Pulangnya naik mobil yang nyetir adik saya ngebut. Dimas

bilang : Papanya Lutfi main setir pembalap F1 , tepuk tangan, hebat. Adik saya sampai bilang : Baru sekali ini aku nyetir dibilang hebat, sampai kamu tepuk tangan Mas. Memang dunia autis menyenangkan apabila kita nikmati dan kita jalani dengan enjoy.

Salam,

Bapake Dimas , autis 5 thn 4 bln.

----- Original Message -----

From: AP/IP (Semarang)

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas lebaran di Solo

Pak Har,

Wah, Dimas memang hebat... Malah lebih pinter daripada anak2 yang lain

Amin pak, di doain suatu saat bisa berkantor di gedung yang dekat dengan patung Liberty, kan di ground zero udah mulai dibangung gedung baru lagi kan. Bisa jadi sehebat pemain bola Belanda.

Salam,

Ira

----- Original Message -----

From: lusi (Jakarta)

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] Dimas lebaran di Solo

Turut senang pak, mendengar acara liburan begitu menyenangkan bagi Dimas..

Met Lebaran buat pak Haryanto dan keluarga smile

Regards,

Lusi

----- Original Message -----

From: RA (Jakarta)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Selamat idul Fitri

Untuk Ibu Dyah, Ibu Leny, dan keluarga besar puterakembara,

keluarga Rhaditya Arsyad (ADIT) mengucapkan

Selama Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1427 H

Mohon dibukakan pintu maaf sebesarbesarnya...

wassalam wr.wb

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: Re: [Puterakembara] Selamat idul Fitri

Kayaknya saya deh yang musti keliling ke semua orang untuk sungkeman, karena mungkin pernah salah kata atau salah sikap yang menyinggung rekans semuanya...

Mohon Maaf Lahir Bathin, ya.

Semoga hari yang akan datang mendatangkan kebaikan bagi semuanya.

Selamat bekerja kembali, untuk yang segera akan memulai tugas di minggu yang akan datang...selamat bekerja kembali, untuk para oshin yang nyolong-nyolong main komputer...(he..he..)...

salam,

Ita

----- Original Message -----

From: Taufiq Hidayat (Jakarta)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Selamat Idul Fitri

Dear All,

Saya beserta keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan

memohonkan maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekhilafan dan kesalahan yang diperbuat.

Salam

Taufiq

----- Original Message -----

From: Zamzam (Muscat, Oman)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Happy Ied Mubaraq

Ass.Ww.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1427 H., Mohon Maaf Lahir Bathin

Mari kita bersihkan jiwa menjadi lebih baik dan sehat lewat silaturahmi dan maaf-maafan di hari Lebaran ini.

Zamzam

Muscat-Oman

----- Original Message -----

From: Cici K (Ueda, Jepang)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Selamat Hari Raya Idul Fitri1427

Kami atas nama keluarga berkenan mengucapkan,

'Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H. Mohon Maaf Lahir Bathin' kepada seluruh keluarga besar Puterakembara yang merayakannya.

Salam hangat,

Cici J. K dan Kel. dari Ueda-Japan

----- Original Message -----

From: deean (Surabaya)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Idul Fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H.

Semoga Ramadhan kemarin kita Allah ridho menerima ibadah2 kita.

Semoga Ramadhan yang telah berlalu jadi bekal kita untuk bisa melangkah lebih baik di bulan selanjutnya.

Semoga Ramadhan yang akan datang masih bisa kita nikmati.

Semoga kita benar-benar meraih kemenangan.

Amin...

Deean, M. Hikmah, Farrel

----- Original Message -----

From: Stanley B (Jakarta)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Selamat Lebaran

Kepada rekan-rekan milis yang merayakannya,

kami mengucapkan:

Selamat Berlebaran

Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Salam,

Stanley B.

----- Original Message -----

From: fajar nugraha (Yogyakarta)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Selamat Idul Fitri

Dengan kerendahan hati,

untuk lisan yang tak terjaga

untuk janji yang terabaikan

untuk hati yang berprasangka

untuk sikap yang menyakitkan

Mohon dimaafkan....

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1427 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Terima kasih atas perhatiannya..

Salam Hormat Kami

a.n. Sekolah Autis Fajar Nugraha Yogyakarta

Kholifatut diniah

----- Original Message -----

From: Laila Hadis (Femina)

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Mohon Maaf Lahir Batin

Kepada semua anggota milis Putra Kembara

Saya haturkan

Mohon Maaf Lahir Batin

Bila ada kata dan perbuatan yang salah

Selamat merayakan Hari Raya Kemenangan

Idul Fitri 1 Syawal 1427 H.

Laila Andaryani Hadis

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy