Bagaimana cara mengatasi hiperaktif

11/04/2006

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif

Dear All,

Saya lagi bingung, kenapa Dimas kalo berada di tempat yang baru selalu hiperaktif. Padahal kalo di rumah lumayan anteng. Kalo di tempat yang baru, sepertinya dia kelebihan energi, tenaganya kuat sekali. Kalo saya bilang, di rumah Dimas tenang dan nggak hiper, orang pasti nggak percaya.

Saya sudah mencoba berbagai macam metode ( Glen Doman , Floortime, SI ) tapi masih saja hiperaktif kalo di tempat yang baru. Aktivitas berat sudah saya berikan ke Dimas. Apa mungkin di tempat yang baru dia seneng , sehingga tenaganya jadi fresh trus kekuatannya bertambah.

Mohon sarannya.

Salam,

Bapake Dimas , autis 5 th 3 bln.

----- Original Message -----

From: Lu

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif.

Gavin juga begitu Pak, lebih saya lihat sebagai keingin tahuannya, Kemarin sempat dilihat sama Ibu Linda psikolog, dia bilang Gavin mengalami visual overload... saking pengen tahunya semua barang baru dilihat di di explore... Wah gak bisa dilarang sama sekali, tangan nya itu loh... nyamber apa2 cepet banget. Dipegang badannya tangannya langsung nyelosor hehehe...

Disarankan coba juga kasih jaket pemberat.. Jadi beli jaket dengan 4 kantong di sebelah depan dan 4 kantong di belakang dan 2 kantong di pundak kiri dan kanan (gak usah besar2) trus kantongnya diisi pasir. Itu bisa agak mengurangi hipernya. (saya sih belum coba pak...) lagi nyari jaketnya ...

Itu aja sih

Mudah2an membantu ya ... smile

----- Original Message -----

From: Taufiq Hidayat

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif.

Dear pak Har

Seberapa sering bapak mendiskusikan masalah ini dengan terapis atau pihak lain

mengenai hal ini? karena kunci terpenting pada penanganan terapi adalah di rumah dan jalur komunikasi antara profesi dan orang tua. Jika berbicara mengenai SI dan atifitas berat yang saat ini telah dilakukan, coba evaluasikan secara berkala mengenai kesesuaian program yang telah dilaksanakan bersama OTnya bahas kembali lagi mengenai penjadwalan akifitas yang dilakukan (sensory diet) dari sisi intensitas, durasi dan ritme aktifitas yang dilakukan.

Mengenai tempat yang baru, pada beberapa anak melakukan gerakan secara berlebihan (hiperaktif) untuk membantunya untuk berdaptasi, mengingat sesuatu yang baru memerlukan adaptasi serta waktu dan kesabaran. diperlukan strategi yang tepat sehingga dapat meminimalkan kondisi yang dialami oleh

dimas tercinta.

Saat dirumah apakah ada pola permainan atau objek tertentu yang dimas sukai?

sesuatu yang familiar bagi anak bisa membantunya melakukan adaptasi pada lingkungan baru. walau hanya dengan memegang benda tertentu atau melakukan sesuatu yang ia sukai saat di tempat baru. ini juga terjadi pada keponakan saya saat harus bepergian ke bandung selama beberapa hari ke bandung, ketik itu kami membawa semua yang bisa dibawa untuk membuatnya nyaman dan memudahkannya beradaptasi, agak sulit diawalnya namun setelah beberapa kali mencoba hal ini tidak menjadi masalah lagi.

Yang bapak telah lakukan menurut saya sudah sangat ideal untuk dilakukan, namun tetap komunikasi antar pihak yang terlibat pada dimas mungkin dapat lebih ditingkatkan.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: CK

To: peduli_autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif.

Ikutan nimbrung ...sudah lama juga gak curhat..

Wah berarti saya juga gak sendirian Tatsuya juga sama seperti Dimas dan Gavin atau mungkin dgn anak2 yang lain juga kalau di tempat baru pasti lincah banget..

ya benar pak Har kalau di pikir hyperaktifnya itu mungkin karena mereka senang .. kalau saya dan suami biasanya sebelum pergi ke tempat yang baru untuk Tatsuya selalu saya kasih tahu sebelumnya (spt biasa dengan photo atau gambar) sebelum pergi 10 atau 15 menit kita bilang ke dia (bikin short social story kali yah..) dan kalau kebetulan kita belum siap atau tidak ada gambar atau photo..memang dia kelihatan nya lebih bingung.. Dan kalau untuk hyperaktifnya sih tetep..tp ya itu kita pikir mungkin krn dia terlalu excited dan senang..jadi kita juga mesti ikut2 an hyper aktif juga...gak apa 2 koq pak Har..kan lebih bagus energi nya keluar, banyak bergerak hitung2 olahraga juga..kalau sdh cape si anak juga akan diam..dan malam nya kan mungkin bisa cepat tidur..

salam,

Ci (mamanya Tatsuya autis 6 th, 8 bulan)

----- Original Message -----

From: JJ Mom

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif.

Iya Bu Cici, dengan penjelasan secara visual sangat membantu, supaya si anak tahu apa yang di-expected.

Tadi pagi kita sekeluarga ke Embassy, lupa bilangin ke Ja, waduh, dia mulai bertanya.. "where are we going?", "what are we doing here?". Untung setelah dijelaskan mau bikin (perpanjangan) paspor, supaya dia bisa naek pesawat, sambil nunjuk2in ke paspor-nya. Untung dia mau ngertian, karena antriannya puaaanjuaaang sekaliiiiii. Terus kita harus rush ke orchard tower buat foto lagi, lalu balek ke embassy lagi, waduh naek taxi sampe 4 kali, lucunya si Ja sewaktu mau pulang mulai mengeluh 'taxi again?' 4 times already!'

Mungkin si Ja terbiasa dengan tempat2 baru dan bisa menerimanya karena kita sering bawa mereka ke tempat2 baru juga (de-sensitisasi razz ). Tapi yang pastinya dengan penjelasan sebelum berangkat bisa banyak membantu behavior si anak.

Salam,

jjmom

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Dimas Hiperakti, terima kasih atas sarannya.

Pak Taufiq, JJ Mom , dan Bu Lu terima kasih atas masukannya.

Saya mau coba simpulkan dulu, apakah pada saat di tempat baru ( mis : di rumah mbah di solo ) pertama kali Dimas pasti hiper, untuk sedikit meredamnya apakah dengan dibawakan mainan kesukaannya seperti mobil-mobilan. Akan saya coba bawakan nanti pas lebaran.

Salam,

Haryanto ( Bapake Dimas , autis 5 thn 3 bln )

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif.

pak Har,

Kalo di tempat baru Dimas jadi hiper, apa nggak karena dia merasa 'insecure' aja ? Nggak tau apa yang harus dihadapi, bagaimana mesti melakukannya dsb....

Kita aja yang orang dewasa, kadang merasa takut & ragu untuk menghadapi hal baru (misal, baru pertama ikut seminar & cuma dateng sendirian, he3x). Tapi kan kita bisa 'menguasai' diri secara emosional & sensorinya, paling tangan dingin, gemetar dikit atau kikuk gitu. Untuk anak2 kita, mungkin itu jadi 'keluar' dengan tingkah laku hiper-nya. So, balik ke topik yang lalu.... gimana kalo pake social story? Ini sekedar pemikiran, mungkin yang lain bisa menambahkan

Ira

----- Original Message -----

From: SS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Bagaimana cara mengatasi hiperaktif.

Salah satu masalah mendasar pada otak anak-anak kita adalah rusaknya modulator-nya. Modulator ini mengatur reaksi neuron di otak kita pada lingkungan. Tiap neuron menciptakan ribuan synaptic connections. Tiap kali "message" bergerak, neurotransmitters akan mencuat yg menimbulkan gerak neurochemical responses. Neuron yg mengeluarkan disebut presynaptic neuron, sedangkan yg menerima disebut post-synaptic neuron.

Bila kita (or anak kita) berhadapan dengan suasana yg memikat perhatian, neurotransmitters akan mengaktifkan postsynaptic neurons dan sifat pengaktifan ini disebut excitatory atau facilitatory, sementara bila neurotransmitter nya tidak activate receptor dari postsynaptic neurons, ini disebut inhibitory. Contoh dari inhibitory, bila kita sedang asyik baca koran, kita akan mengabaikan deruan suara mobil, jangkrik, kodok, dll. Bila kita berada pada suasana baru, spt yg dialami oleh anak bpk, maka yg aktif adalah excitatory atau facilitatory. Misalnya bila kita jalan-jalan di Plasen (plaza senayan), atau plasin (p. indo) or others, kita akan exited (excitatory nya active) pada pelbagai suara, riuh-nya musik, lalu lalangnya manusia yg jarang dilihat sehari-hari, laju escalator or elevator.

Modulator-lah yg mengatur equilibrium antara excitatory & inhibitatory, tapi bila modulatornya tdk berfungsi baik, anak kita akan either too excited or menolak keramaian & menjadi uring-uringan (banyak yg menjauhi crowd krn tidak lagi nyaman). Anak pak Har, mungkin tergolong yg pertama. Badan jadi siaga satu terus krn motor neuron-nya menginstruksikan otot untuk bersiaga & waspada, kelenjar untuk mengeluarkan keringat, paru-paru untuk bekerja lebih, usus untuk digest, & bagian badan lain untuk bekerja extra. Alhasil, anak akan nampak extra active.

Salam,

steve

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy