Mohon saran anak suka masturbasi

11/04/2006

----- Original Message -----

From: Noer

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Mohon saran

Saya pengen tanya ( maaf ya begitu masuk langsung tanya), sekarang Rian udah jalan 8 tahun (autis). Kalo di tempat tidur sering tengkurep sambil ngesel2x (gesek2) maaf "burung"nya sampai tegang. Kalo dilarang, dibilangin tidak boleh, langsung marah-marah bilang "ah payah ah payah"( kebiasan kalo dia kesel). Gimana ya cara ngajarin bahwa ini tidak boleh dilakukan? Dan apakah kegiatan ini berbahaya?

Terimakasih sebelumnya.

Salam,

Noer (ayah Rian 7 tahun autis)

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Masturbasi

Pak,

Yang dilakukan ananda, adalah masturbasi... Dan sebaiknya jangan "dilarang" atau "dimarahi". Bukan apa-apa. Hasrat yang Ada pada dirinya kan merupakan naluri alamiah. Jadi ya pastinya akan Ada (bahkan meningkat kalau dia makin remaja/dewasa sejalan dengan meningkatnya hormon dalam dirinya).

Jadi, gimana?

Beri dia kegiatan yang menguras energi (fisik Dan mental) serta membuat Ia sibuk. Kalau waktu luang sedikit Dan Ia lelah, maka Ia tidak menghabiskan waktu untuk melakukan masturbasi. Ini selain saya baca di buku-buku teks, juga saya alami dengan anak saya yang menjelang 16 tahun. Alhamdulillah, karena sibuk bersekolah, jalan-jalan main komputer, baca-baca majalah, berenang, Dan dihindarkan dari paparan gambar-gambar atau tontonan yang "merangsang", maka frekuensi Dan intensitas perilaku masturbasi nya tidak terlalu mengganggu.

Biasanya saya menerapkan prinsip "waktu yang tepat, tempat yang tepat"

apabila anak akan melakukannya. Jadi bukan dilarang, tapi diarahkan agar

tidak dilakukan di tempat umum.

Semoga bermanfaat.

Salam,

Dyah Puspita (Ita, ibunya Ikhsan)

----- Original Message -----

From: MA

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Masturbasi

Ini dia cara menghandle Masturbasi anak autis dengan baik dan benar.

- Jangan langsung dilarang, coba diarahkan untuk melakukan hal lain, kalo gak berhasil suruh masuk kamar dan kunci pintu. kalo dilarang dengan paksa wajar dia bilang "ah payah ah payah", bayangin deh pak kalo bapak lagi pingin terus dilarang, gimana hayo ?, anak autis juga sama dong reaksinya.

- Ditanamkan agar hal tersebut dilakukan di tempat privacy, kalau setiap saat dia ingin melakukan masturbasi kita suruh masuk kamar dan menutup, lama kelamaan dia akan kebiasaaan.

- secara berkala burungnya diperiksa, just in case iritasi, kalau masturbasi diatas lantai yang keras bisa menyebabkan cedera, ada baiknya lantai dilapisi dengan kasur tipis.

- hal yang sama juga harus diterapkan di sekolah, jadi ada konsistensi.

----- Original Message -----

From: Noer

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Masturbasi

Makasih, buat saran Bu Dyah & Pa Muk

Kebetulan sepupunya Rian yang seumuran ada 3 laki & 2 perempuan ( anak kakak ipar) yang dari Bandung pada dateng untuk Lebaran ke Palembang, jadi tiap sore saya ajak ke lapangan sepak bola buat main bola, tapi herannya si Rian lebih seneng main kejar2an & gulat-gulatan dengan sepupunya yang perempuan.

Selain itu saya perhatikan belakangan ini dia mulai hobby nonton acara sinetron yang ndak karuan di TV, kalo dilarang atau ganti channel langsung teriak " ah payah ah payah"( Kadang kalo saya paksa, sayanya mau nonton berita & remote saya sembunyiin, itu TV langsung digedor-gedor). Yah terpaksa kaminya ngalah. Gimana ya, supaya dia tidak terlalu hobby nonton sinetron ngga karu-karuan itu?

Salam,

Noer (ayah Rian autis 8 tahun)

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: masturbasi

Dengan segala hormat...

Di rumah saya tidak berlaku kata "mengalah" pada anak bilamana dia menginginkan sesuatu yang tidak baik untuknya. Ini sudah berlaku dari jaman saya masih orok, dan tentu saja aturan ini saya terapkan juga untuk anak saya.

Maklum, saya terbiasa dididik dengan konsisten dan tegas oleh ayah saya yang

tentara dan dokter (wuyh, kombinasi luar biasa, bukan?)...dan Insya Allah buahnya lumayan manis... Itu sebabnya saya memutuskan untuk bersikap sama terhadap anak saya si Ikhsan yang autis itu. Kalau tidak patuh pada aturan untuk "tidak menonton apa yang tidak boleh", tivinya sih saya matikan (he..he..).

Mungkin perlu dipertimbangkan untuk menerapkan aturan dengan lebih tegas,

mengingat anak yang sekarang masih "imut-imut" di usia yang 8 tahun, segera

akan menjadi "amit-amit" saat berusia belasan atau bahkan duapuluhan.

Maaf kalau kurang berkenan.

salam,

Ita-nya Ikhsan (menjelang 16 tahun)

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: masturbasi

Dear Pak Noer,

Mungkin cara yang paling efektif untuk sementara nggak usah ada tv di rumah. Jadi semua harus konsisten dalam memcahkan persoalan. Anak ribut paling sebentar kok.

Sewaktu tv saya ada 2, satu di kamar satu lagi di ruang tamu, anak saya suka nonton tv di kamar sendiri. Dia kalo lagi asik nonton tv nggak bisa dilarang. Sekitar 2 bulan lalu tv tersebut rusak dan nggak bisa dibetulin. Anak saya ribut minta beli tv, tapi setelah sekitar 2 minggu, dia nggak minta tv. Untuk tv yang satunya saya juga jarang nyetel, soalnya memang saya larang kalo malem waktunya belajar nggak boleh tv nyala. Jadi memang harus keras pak. Istri saya mau beli tv saya larang, dia ngotot mau pake duit dia sendiri, saya tetep larang. Setelah 2 bulan nggak nonton tv, hasilnya lebih bagus, dia sekarang kalo diajak floortime bisa bertahan lama.

Memang ada sedikit kekerasan dalam rumah tangga dalam masalah tv di rumah saya.

Salam,

Bapake Dimas.

----- Original Message -----

From: Noer

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: masturbasi

Trims sarannya Pak Har.

Tapi untuk jual TV, rasanya ngga kuat, kalo ngga nonton Berita sambil sarapan pagi atau makan malam sambil nonton TV. Yah mungkin sementara Riannya harus nurut tidak boleh nonton (sinetron yang ada adegan macem2nya). Kalo perlu memang dimarahain ( untuk nunjukin tidak ada kompromi untuk adegan yang satu ini).

----- Original Message -----

From: SB

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Kekerasan dalam Rumah Tangga

Pak Har dan rekan milis,

Menurut saya apa yang dilakukan seperti yang dikemukakan bapak bukanlah memperlakukan anak dengan KERAS atau ada Kekerasan dalam Rumah Tangga, melainkan KETEGASAN dan perlakuan secara Konsisten.

Kita memang sering mendengar/menjumpai orang menggunakan kata Keras dalam memperlakukan anak, padahal dari apa yang dilakukan ternyata itu lebih tepat disebut Tegas. Keras dan Tegas dalam hal ini memang sering tercampur penggunaannya, tapi sebetulnya dua hal yang sangat berbeda.

Kekerasan dapat berupa kekerasan fisik dan memang dapat pula berupa kekerasan psikis.

Menurut saya:

Kekerasan dalam Rumah Tangga: NO!

Ketegasan dan konsistensi dalam hal tertentu boleh saja dilakukan dan kadang memang perlu, asalkan dengan alasan yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan dari segi pendidikan dan juga dilakukan dengan cara yang bijak tanpa kekerasan.

Demikian komentar saya, semoga bermanfaat.

Salam,

Stanley B.

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy