Kecewa

10/11/2006

----- Original Message -----

From: TK

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] kecewa

Hari ini....bukan hari yang menyenangkan untuk saya...



Pagi ini...saya ikut PTA (Parents Teacher Associates) meeting di sekolah Darren, ini untuk pertama kali nya diadakan sejak dibentuk di sekolah darren...saya sangat berantusias sekali.. karena aku pikir kalo aku lebih terlibat di sekolah aku bisa lebih tau perkembangan di sekolah...... Waktu itu..diadakan sharing dari anggota PTA per kelas...untuk mengungkapkan ide demi kemajuan anak2 di kelas, keluhan dll..



Tiba ...giliran kelas darren....tak kuduga.. ternyata..beberapa ibu dari yang anaknya sekelas dengan darren memgungkapkan..kecemburuannya, ketidakpuasannya dll. karena mereka merasa darren lebih diperhatikan...dibanding anak2 mereka, membuat anak2 mereka terlantar dan kelas tak terkendali... HIK.....rasanya aku seperti terlempar...jauh...sekali.....ngga nyana....mereka punya pikiran seperti itu..



Saya mengikuti sekali perkembangan darren di sekolah... selalu menanyakan kabar darren.. perihal perilakunya di kelas , dengan teman2nya.. kebiasaannya.. juga kunjungan2 saya ketika darren di kelas.... guru kelasnya sangat cooperatif dan mendukung perkembangan darren.....mereka dalam 2 minggu sudah bisa meng handle darren dengan baik... juga menghandle kelas dengan baik...saya cuma meminta mereka u/ lebih berinisiatif ngajak komunikasi ke darren...serta menariknya ke dalam kelompok kalo darren asik main sendiri.... darren bukan type yang aktif keliaran kesana sini... kalo dengan apa yg ia suka...ia akan anteng dan tenang.. juga tidak pernah mengganggu teman2nya....itu saja....malah beberapa kali darren menjadi korban..di kelas.. oleh teman2nya...di dorong...dijepit di pintu, dicubit.....boro2 bisa bales.. cuma teriak doang.....



Saya tidak mau membela diri..juga tidak minta dikasihani.. saya cuma minta guru kelas darren dipanggil u/ berbicara langsung....



Akhirnya..gurunya dipanggil dan berbicara..bahwa kelasnya sudah stabil...tidak memerlukan tenaga tambahan ( ratio 2 guru u/16 anak)...juga darren sudah menjadi murid yg manis ...mau mendengar apa yg dikatakan guru..dan TIDAK MEREPOTKAN....( hanya di 2 minggu pertama saja, darren marah2 karena berubahnya rutinitas ) malah katanya mereka bisa membuat anak2 lain ber empati thd kekurangan temannya... sering2 ngajak darren ngobrol, bermain dll...dan itu terbukti efektif bagi darren............kalo sesekali kelas tidak terkendali.. mohon dimaklumi... mungkin anak2 sedang capai, ngantuk dll...namanya juga anak usia 3-4 th.....si guru tidak selalu memangku darren di kelas seperti yg dituduhkan para ibu... hanya kalo sedang berbaris saja.. darren masih harus dituntun.. karena suka pegang2 benda yag dilewati NYESSSS hatiku....dingin kembali...



Walaupun hatiku kecewa... thd sikap para ibu ( yg selalu manis bertegur sapa dengan saya kalo ketemu ketika menjemput.......mereka selalu menunggui anaknya dari awal hingga akhir....) tetapi aku salut terhadap anak2 mereka yang ternyata lebih dewasa dari pada ibunya... punya rasa empati dan sympati dan mau menolong orang yg membutuhkan...



Yah.. ini merupakan pelajaran untuk saya.....untung juga saya tidak terprovokasi untuk menyerang balik....walaupun hati dan kepala rasanya panas.. mendengar komentar mereka....



Terima kasih..



Tris, bogor ( mama darren. 3 th 9 bulan, verbal )

----- Original Message -----

From: Eve H

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Bu, saya ikut prihatin.... memang begitulah kebanyakan perempuan / ibu-ibu.... bisa lain di depan lain di blkg... (Jangan2 kita juga begitu ya? he he he....). Tapi syukurlah anak2 malah lebih dewasa...

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Nah... ini boleh dibilang "awal perjuangan" nih.... Kecewa dan sedih sangat dihalalkan di komunitas kita, asal jangan berkepanjangan. :-) Segera siapkan MENTAL BAJA untuk ke depannya.... Karena mungkin masih akan ada lagi "kerikil" yang akan menghadang.

Yang penting... Anak tetap di-intervensi semaksimal mungkin.

Selebihnya DOA dan PASRAH.

Salam,

Leny

----- Original Message -----

From: Lusi

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Pengalaman saya... malah Ibu2 yang lebih tidak bisa mengerti kelakuan anak-anak kita... kalau Bapak2 malah lebih toleran... Pernah anak saya nyembur Ibu2 di kolam renang, maksudnya sih main2... tapi aduuhhh wajahnya Ibu itu, sampai kita udah minta maaf juga gak terima gitu hehehe... udah lah bu.. Tebel muka ajah.. Memang sulit untuk menyenangkan semua orang... selama sekolahnya tidak keberatan, yang lain biarin ajah... anjing menggonggong kafilah berlalu... Kita gak bisa merubah orang soalnya (capek...) cuman bisa merubah diri sendiri supaya lebih toleran sama mereka... (kadang sebel juga sih, saya ajah dengernya langsung panasss...) ngedumelnya kesini ajah bu.. biar bisa kita serap bersama keselnya... smile

Lusi

----- Original Message -----

From: IT

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Bu Tris,

Jangan patah semangat ya. Hal-hal seperti ini memang sering terjadi. Saya beberapa kali juga harus menahan perasaan tidak enak seperti itu, terutama pada awal palygroup. Dengan intervensi maksimal dan perhatian Ibu sekeluarga, lama-lama anak mengalami kemajuan. Apalagi kata Ibu, sekarang Darren sudah bisa beradaptasi dan teman-temannya sudah bisa menerimanya.

Dulu waktu playgroup, anak saya masuknya siang (jam 10 - 12), jadi saya sangat jarang berinteraksi dengan para ortu. Sekarang setelah TK A, masuk pagi, saya selalu sempatkan nganter dan menunggu sekita 1/2 jam sebelum saya berangkat kerja. Ternyata ada bedanya, lho... Setelah kita sering berinteraksi dengan para ortu (walaupun tidak full nunggu sampai pulang), kami jadi saling mengenal dan lama-lama mereka paham dengan keistimewaan anak kita. Bahkan, mereka "turut mengawasi" kalau Filan mulai bosan dan keluar kelas.

Mungkin Bu Tris bisa mulai berakrab-ria dengan para ortu. Ada pepatah "Tak Kenal maka Tak Sayang". Mungkin memang ada benarnya, ya....

Ok, Bu Tris. Yang penting tetap semangat!

Salam,

Ind

----- Original Message -----

From: Wi

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Jangan putus asa bu, kata orang bijak hidup penuh cobaan dan butuh perjuangan.

Dari cerita ibu, kalau kita cermati terselip keberhasilan dari sekolah Darren, yaitu " bisa mendidik, khususnya dalam pergaulan, dalam melihat sesama ternyata lebih dewasa dari orang tuanya (Ibunya). sekali lagi, MAJU TERUS!!

Salam

Wi

----- Original Message -----

From: MR

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Buat Ibu-ibu yang kecewa... (hehehe... saya juga termasuk dalam barisan ini kok bu...), dan yang penting neh, It can proof how hard to pleased people (especially woman!!!, .....yaahhh...kecuali kita-kita ini... ibu2 dari anak SN, jelas punya tingkat kepuasan yang rendah alias gampang puassss.... perlu bukti??? Anak kita bisa ngomong satu kata aja kita dah senangnya stengah mati.... sampe berurai2 airmata saking terharunya, yang kadang buat ibu2 yang lain suka bikin dahi mereka mengkerut, menarik dagu kebelakang, mata mendelik, sambil mencibir..."idih, biasa aja deh.... please deh...dlll deh...hehehe pengalaman pribadi, maaf!!!)

----- Original Message -----

From: Eli

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: kecewa

Yang penting itu adalah bagaimana yang langsung dihadapi anaknya. Jarang dapat sekolah yang anak2nya baik2 terhadap anak special. Soal orang tuanya sih.. biarin sajalah, kita khan bukan menjaga perasaan kita tapi perasaan anak kita.

Salam hangat, Eli

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy