My son is growing up.

09/16/2006

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] my son is growing up....

Sebagai ibu remaja autis yang non-verbal dan rasanya tidak akan keluar dari spektrum sepanjang hayatnya, seringkali saya kecil hati membaca cerita-cerita teman-teman yang jauh beruntung hidup di jaman sekarang yang serba maju. Dibandingkan saya yang hidup di jaman majapahit, tentu saja kemajuan anak saya tidak akan bisa selaras dengan apa yang dicapai sebagian anak-anak yang masih imut dan dapat diintervensi dengan komprehensif....

Tapi Tuhan Maha Adil, Maha Mengetahui, dan selalu mengawasi suasana hati saya (sepertinya)....

Sejak beberapa hari lalu, saya perhatikan Ikhsan anakku (yang sudah usia 15 tahun 6 bulan) menunjukkan inisiatif dan keinginan untuk berperan serta dalam banyak kegiatan di sekelilingnya:

1. pagi-pagi, sewaktu saya datang ke sekolah bawa gambar-gambar yang saya print-out dari kamera digital untuk dipakai kegiatan PECS oleh beberapa guru....si Ikhsan langsung duduk di meja guru dan ambil gunting karena mau bikin kartu....Malahan, sewaktu ada guru yang mau ikutan gunting, dia pelototin !!! Seolah-olah dia mau bilang "Hey, that's my work !!".....dia juga tidak puas dengan sekedar menggunting gambar, tapi juga menempel di kartu....RAPI lho....

2. sewaktu anak-anak mau pulang sekolah....kan guru-guru memanggil anak yang sudah rapi duluan...dan ada satu yang mau pulang duluan karena mau jemput kakaknya....tiba-tiba Ikhsan sigap berdiri. Ternyata teman itu "hampir" meninggalkan map-nya di meja dekat locker dan Ikhsan buru-buru mengambilkan dan memberikan map itu ke temannya.... oh, so sweet.....

3. Tadi, pas temen-temennya giliran naik busway, dia kan giliran kelompok ke dua... ga sabar....alhasil aku suru dia jadi asisten yang nungguin di gerbang dan lapor begitu mobilnya ibu ina datang untuk angkut kelompoknya dia..... Dan dia lakukan tugas itu dengan serius !!

4. kemarin pulang sekolah, aku bilang ke dia "Ikhsan, sms pak Anda, tanya, kamu besok bisa berenang, tidak?".... Dan Ikhsan sigap ambil hape-nya dari kursi belakang, menyalakan hape, lalu mengetik "pak Anda berenang"....dan senyum-senyum... Sewaktu gurunya menjawab "Pak Anda sedang diare 4 hari ini. Ikhsan berenang sama kak Yana, ya?"....Ikhsan diam. Mikir serius sekali. Lalu senyum. Aku ragu, soalnya dia biasanya ga' mau....trus aku tanya "ikhsan mau?"...dan dia lirih bilang "iya"...sambil langsung mengetik. Berhubung kejadian itu terjadi sewaktu aku lagi nyupir, aku ga' tau dia ngetik apaan...ya aku ga' ikut campur. Tau-tau dia ketawa-ketawa aja...Pas gurunya telpon aku, ternyata dia ketik ke gurunya "iya, bapak".

Tadi pagi aku tegasin lagi, "ikhsan berenangnya sama kak Yana? Mau?"....dan

dia tetap konsisten tersenyum dan bilang "iya"....

Pas siang-siang aku anterin berenang, eh...he kept his word !!! Maniz sekali berenang sama kak Yana, padahal biasanya itu guru (yang badannya lebih kecil daripada aku) suka dia godain.....

5. Pulang dari berenang, aku tanya dia "ikhsan mau pulang, atau makan?"...dia senyum, melingkari "makan"... aku tanya lagi "kfc atau pizza hut"....dan dia lingkari pizza hut. Waw ! Berhubung aku yakin bawa enzym....makanlah kami di pizza hut baru di casablanca...Dia aku kasi buku menu...dan dia balik-balik sendiri, terus menunjuk Soy Chicken Spageti...Tssaahhhh...canggih !!! Aku bengong aja ngliat dia dengan piawai ambil saus tomat, saus sambal....makan sendiri (biarpun rada cemong sih)... Aku tinggal ke toilet juga gapapa. Aku tinggal mindahin mobil, dia berdiri di pintu sih, takut ditinggal ibu....tapi mau ditahan sama orang pizza hutnya....Ga lari ke jalan atau teriak-teriak seperti dulu.....

Aduh, my son is growing up....

Biarpun sampai sekarang tetap belum bisa bicara (yang sangat disayangkan oleh dr. HDP), tapi aku koq cukup bersyukur he turns out this well..... Paling tidak, aku tahu dia bisa dibawa orang lain pegi dengan tertib, ngerti dikasi tau, bisa antri, bisa bantu-bantu, dan alhamdulillah akhir-akhir ini makin memperlihatkan inisiatif...

Terima kasih, Tuhan...

salam,

Ita-nya Ikhsan (yang lagi terharu lihat anaknya sendiri....he..he...gebleg)....

----- Original Message -----

From: Lu

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: my son is growing up....

Gak banyak yang bisa saya komentari ...

TWO THUMBS UPS for BOTH sons and Mother...

Turut bahagia mendengarnya, karena kadang saya suka feel guilty kalau cerita2 tentang anak saya, sedangkan masih banyak rekan2 disini yang bekerja jauh lebih keras dari saya, tapi masih belum bisa mencapai hasil yang diharapkan.

Ibu Ita teladan kita untuk tidak berputus asa...

Sekarang waktunya tersenyum dan bernapas sedikit lega...

BRAVO untuk Ikhsan, semoga makin pinter ke depannya...

Lusiana (Jadi pingin liat Ikhsan dan senyumnya yang manissssss... dan gak

segalak maknya...hehehe...)

----- Original Message -----

From: LRUP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: my son is growing up....

Wah hebat Ichsan... Selamat bu Ita...

Rgds

lus

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: my son is growing up....

Bu Ita,

Saya ikut bahagia membaca tulisan Ibu, saya jadi tambah semangat dalam mendidik Dimas. Memang perlunya millist seperti ini kita bisa berbagi cerita , jadi kita tidak

merasa sendiri. Terima kasih juga buat Bu Leny. Kalo nggak ada millist ini rasanya saya nggak pernah bisa bersyukur selalu membandingkan Dimas dengan anak tetangga yang udah bisa macem2.

Pernah Dimas saya ajak arisan RT, bikin heboh karena sop kambing di panci besar ditaruh di bawah , karena arisannya lesehan. Dikira Dimas itu panci ember. Trus Dimas mendekati panci itu sambil bilang " Dimas mau cuci kaki". Langsung acara arisan jadi rame. Ada yang nyeletuk " Kalo Dimas cuci kaki di panci namanya nggak cuma sop kaki kambing, tapi sop kaki Dimas.

Salam,

Har ( Bapake Dimas autis 5 tahun )

----- Original Message -----

From: UD

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: my son is growing up....

Ngga .. Ngga geblek kok Bu Ita, sangat wajar dan manusiawi, memang bolehnya terharu liat anak orang aja ? Ngga toh ?

Rgds, Dewi

yang juga suka terharu dan terkagum-kagum sama kemampuan anak sendiri smile

----- Original Message -----

From: AH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: my son is growing up....

Ibu Ita , lagi happy nih, kami ikut happy kok

Saya kan sudah bilang "Tahun ini tahun mujizat tidak ada yang mustahil bagi yang percaya" Ibu akan melihat mukjizat yang lebih dasyat lagi , percayalah kepadaNYa, healing movement sedang melanda Indonesia, ada amien Ibu Ita dan semua rekan rekan milis ?? Kami sedang berdoa untuk Indonesia, khusus pemulihan anak anak , bersama Komunitas jakarta house of prayer, ada seorang yang hamba Tuhan dari Amerika yang dipakai dalam pelayaan kenabiaan menyampaikan nubuatan"Healing movement going to Indonesia " Terus berdoa,dan percayalah Tuhan sedang melawat umatNya.

salam kasih

Ortu Yansen

----- Original Message -----

From: ISW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: my son is growing up....

Senang sekali baca tulisan bu Ita, begitu hidup, begitu menyatu......penuh gairah, ....(ck ck ck )

Saya dulu paling takut kalau bawa Ariq makan di mall ......tapi karena sering baca tulisan dari rekan 2 di PK...saya coba ajak makan di AW.....alhamdulilah tenang..biarpun masih harus di suapin, bulan depannya lagi di McD (mampunya sebulan sekali hiks ) dicoba makan sendiri ..duhh nyaman deh..lihat Ariq makan sambil tunjuk sana tunjuk sini ....dan sekarang kalo mau makan telur dadar McD (istilah Ariq untuk telur dadar ), dia langsung ambil telur di kulkas, minta tempat dan kocok sendiri telurnya , baru minta bundanya gorengin......maem deh dengan lahap....

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: my son is growing up....

Bu Ita,

Apa yang sudah dilakukan bu Ita untuk Ikhsan sudah luar biasa, meskipun masih di jaman Majapahit. Menurut saya, secanggih dan komprehensif apapun intervensi tetapi jika tidak diimbangi dengan support orang-tua, dalam arti bukan hanya finansial lho hasilnya tidak akan maksimal, sudah banyak contohnya. So two thumbs up deh buat bu Ita Ikhsan sudah bisa seperti itu.

Rgds,

Lin

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: my son is growing up....

Kok gebleg sih, Bu. Ibu sangat ... sangat berhak untuk bahagia liat kemajuan Ikhsan ( yg buat orang yg ga punya anak autis dan perjuangannya, hal semacam itu spt ga ada artinya ). Kalau usaha udah maksimal, kan katanya kita tinggal serahkan hasil akhir sama Yang Di Atas. Seringnya sih kalo kita b'prasangka baik sama Dia, Dia kasih kejutan lho buat kita dengan sesuatu yg di luar perkiraan.

Yang ikutan hepi,

mama farrel

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: my son is growing up....

Bukan "sepertinya" tapi "pasti".

Tuhan Maha Adil dan akan mengasihi selalu setiap anak-anak kita termasuk orang tuanya. Cuma "waktu dan "cara" nya yang berbeda-beda. Yang penting percaya.

Salam,

Leny

----- Original Message -----

From: Dyah Puspita

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: my son is growing up....

Bukannya ga' percaya....tapi berhubung suka "kejem" ama anak orang lain...suka ga berani berharap dapet anugerah euy dari YMK....

Anyway, by the way, busway....makasih ya semuanya atas supportnya.....

Sekarang sih, saya masih happy-happy aja ama si Monas. Makin besar dia, makin matang dia, sepertinya koq ya makin enak untuk diajak "bergaul". Memang kadang ada aja persoalan (namanya juga hidup)...tapi setiap hari interaksi dia dan saya semakin berkembang.

Tadi, misalnya, saya terkapar dengan nikmatnya selama nyaris dua jam sepulang dari sekolah. Soalnya pagi-pagi yoga gerakannya ajegile busyet (mustinya pak Iki ikutan tuh, daripada nunggu sang nyonya di mobil...ha..ha..ha...), sehingga badan rasanya reot... Eh, persis pas magrib, si Ikhsan masuk kamar saya, ikutan selonjor di sebelah saya, dan memeluk saya. Ketahuan sekali bahwa sebetulnya dia mau membangunkan saya (hihihi), tapi seperti ada "ga tega"-nya gitu. Lucu deh...Mengesankan sekali betapa "kaya" emosinya.

Sesudah saya akhirnya (he..he.. akhirnya) bangun dan mandi, dia duduk di meja makan dan tersenyum simpul. Oh...mau makan malam bareng, ya??? Jadilah

saya panggil ibu saya dan kami makan malam bersama.

Mana orang ngira sih, kalau dia autis kalau udah begini???

Kesabaran itu memang sangat manis buahnya, tapi inti kehidupan adalah berusaha. Karena bila kita berusaha, maka Tuhan akan segera mengulurkan tangan membantu dikala kita kesulitan..... (tssaaahhh....gaya!)

salam,

Ita-nya Ikhsan

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: my son is growing up....

Saya salut dengan kemajuan Ikhsan dan juga salut saya buat ibunya yang begitu intens dalam membimbingnya. Satu hal penting yang saya liat disitu, bahwa meskipun bahasa dan bicara sering dianggap merupakan kesatuan, pada hal2 tertentu orang dapat berbahasa dengan baik meskipun belum bisa bicara, terbukti dengan Ikhsan yang dapat berbahasa dengan baik ( mengerti dan bisa menggunakan ) melalui tulisan. Saya ikut mendoakan mudah2an Ikhsan tetap maju terus dalam berbahasa dan kata"iya"nya lirih itu bisa bertambah lagi dengan ucapan kata2 yang lain, begitu juga dengan perkembangan lainnya ( emosi, logik dan lain2 ).

Amien

Note : Setuju dengan satement : " Karena bila kita berusaha, maka Tuhan akan segera mengulurkan tangan membantu dikala kita kesulitan..... "

Wassalam,

Ro

----- Original Message -----

From: AP/IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: my son is growing up....

Bu Ita,

Selamat deh untuk Ikhsan & ibunya.

nggak gebleg lagi... orang lain yang baca aja ikut terharu, gimana ibunya sendiri lah

mungkin itu satu bukti lagi dari Ikhsan, believe me Mom, dont worry !

(he3x, abisnya Aga lagi suka pake itu kata 'dont worry' kalo saya larang2 atau saya suruh tidur awal karena besoknya sekolah)

salam,

Ira

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy