Mengobati sensitivitas pendengaran

09/14/2006

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Mengobati sensitivitas pendengaran

Rekan milis dan bu Leny yth,

Saya baca kisah anak autis di buku “Tidak Lelah Menatap Jendela” (versi Bahasa Indonesia) oleh Patricia Stacey dan saya bilang buku ini sangat menarik.

Buku ini mengungkapkan banyak teknik-2 terapi yang belum saya tau sebelumnya. Ini adalah salah satu potongan2 tulisan dari buku saya kutipkan (bagian yang relevan saja) mengenai mengurangi kepekaan pendengaran pada anak SN.

Awalnya, adalah sekeluarnya dari klinik Dr Greenspan, keluarga Stacey ( dalam buku Tidak Lepas Menatap Jendela, Patricia Stacey ) ingin merayakan kemajuan Walker di

penginapan di kota tepi pantai New Jersey. Cliff ( suami Pat Stacey ) menggendong Walker, Pat, Elizabeth ( puteri pertama ) berjalan menuju pantai untuk bermain air laut. Tiba2 Walker menendang2, mengamuk, mengguncang2 badannya, dan memukul2, sehingga keluarga Stacey yang menyadari Walker tidak tahan terhadap gemuruh ombak memutuskan menjauh dari pantai secepat mungkin. Selanjutnya saya kutip halaman 440:

"Sepanjang musim panas itu, Walker gugup bila keluar rumah. Ia menjadi sangat takut pada mesin yang mengeluarkan suara bising-mesin pemotong rumput, mesin

konstruksi, mesin peniup dedaunan. ia tidak mau mengikuti kegiatan2 berkumpul disekolah, menghindari pertunjukan musik. Jelas Walker menyatukan masukan2 dari

inderanya-dengan debur ombak, gemuruh angin di gendang pendengarannya dan kebisingan buldoser itu-................". ( saya potong ). Saya kutip lagi, hal.441:

"Sekolah milik pemerintah di Nothhampton setuju untuk mengirim Walker ke terapis okupational di CooleyDickinson Hospital untuk mengobati sensitivitas pendengaran.. Kami bertemu seorang terapis okupational disana, Elizabeth, yang menganjurkan kepada kami agar mencoba teknik menurunkan kepekaan yang , menurut penjelasannya, dikembangkan oleh Patricia Wilbarger. Tkniknya terkesan sederhana untuk dianggap efektip, tetapi kami telah mengaplikasikan teknik ini, kami percaya

bahwa teknik ini akan membantu. Elizabeth mengajarkan kami agar menggosok garis gusi tepat di belakang gii depan atas pada bagian tengah langit2 mulut Walker, lalu menekan dengan cepat dan mantappda gigibagian bawahnya. Proses ini harus diulang dua kali, lima kali sampai enam kali sehari, selama beberapa detik."

( saya potong lagi beberapa paragrap karena penjelasan yang panjang lebar ), saya lanjutkan kutipan berikut, hal 442 :

"Apa hubungan antara langit-langit mulut dengan ketakutan akibat suara mesin pemotong rumput ? Namun kami masih mau mencoba. Pada hari Jumat, 24 Oktober, kami mulai mengaplikasikan teknik itu. Enam kali sehari, kami menggosok2 langit2 mulut Walker ( satu,dua ), menekan gigi bawahnya (satu,dua) dan mengulangi proses itu. Hari berikutnya, Sabtu pagi, Cliff dan aku masih tidur dikamar kami. Walker diam2 masuk, berdiri di sisi tempat tidur kami, dan mengumumkan : "Sudah waktunya bangun, sudah waktunya bangun !" Ia berseru seperti anak pramuka yang gagah berani. " Lihat aku sudah berpakaian sendiri," ia menambahkan. Aku duduk ditempat tidur melihat sosok kecil di samping Cliff sudah mengenakan celana, baju yang serasi, dan kaos kaki. Sebelumnya Walker tidak pernah berpakaian sendiri tanpa salah satu dari kami berdiri didekatnya, memberi dorongan, membujuk, mengarahkannya berpakaian satu demi satu;" .

(saya potong lagi , dan dilanjut ke paragrap berikut, halaman 443).

"Dalam beberapa hari dan minggu yang berikutnya, Cliff dan aku melihat perubahan-perubahan yang tidak dapat kami bayangkan berkaitan dengan teknik itu, tetapi perubahan itu amat dramatis. Kami yakin itu memang berhubungan dengan teknik yang diajarkan Elizabeth." (saya potong lagi dan dilanjutkan ke paragrap lain halaman yang sama ).

"Dalam beberapa hari, kami melihat Walker tiba2 bisa bertahan duduk disebelah anak-anak lain di sofa tanpa terus menerus bergerak atau memukul. Didalam mobil ia biasanya menolak mendengar apapun kecuali percakapan kami atau rekaman suara anak-anak. Sekarang ia mau mendengar siaran datri stasiun radio manapun yang kuputar, termasuk radio berita."

( saya potong lagi dan dilanjutkan pada paragrap lain di halaman 444 ):

"Ketika bertemu Elizabeth, terapis okupational itu, seminggu setelah kami menyelesaikan teknik yang diajarkannya, aku bertanya apa hubungannya, jika ada, antara gusi dengan daya tahan terhadap suara, terhadap keteraturan. 'Urat sayaraf utama terhubung langsung ke otak dari sebuah tempat di mulut,'kata Elizabeth.'Syaraf Trigeminal'."

Dari mengikuti posting dari rekan2 milis, saya tau banyak sekali putera-puteri yang rekan2 yang tidak tahan kalau dibawa ke tempat rame seperti mall, pesta keluarga dan sebagainya. Saya pikir, nggak ada salahnya mencoba juga teknik sederhana ini, kalau berhasil, ya syukur, nggak berhasil, nggak ada ruginya.

Wassalam,

Ro

----- Original Message -----

From: Taufiq Hidayat

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Trigeminal itu termasuk syaraf cranial pak, cara mudah menemukan keterkaitannya dengan menunjukan 3 jari, yaitu: telunjuk, tengah dan manis pada sisi luar telinga, ketiga jari akan menunjuk pada mulut, hidung dan mata. yang bersumbu pada telinga.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Berarti pada hidung, dan mata juga ada simpulnya juga pak ? Pak Taufik pernah mendengar/menerapkan teknik ini sebelumnya ? Mungkin kalo pak Taufik ( sebagai terapis yang sudah banyak pengalaman ) yang mengulas buku itu, kita2 akan banyak mendapat manfaatnya. Saya nggak punya background di bidang ini, cuma bisa sharing karena senang baca dan kebetulan nemu buku ini aja.

Sekarang saya lagi selancar mencari nama2 tokoh dalam buku ini ( di LN diterbitkan oleh John Wiley and Son, penerbit yang biasanya menerbitkan buku teks yang dipakai di Universitas ) untuk nyari tau apa buku ini fiktip atau bukan. Ketemu nama Stanley Geenspan ( nara sumber sipenulis ) yang memang psikiater ahli perkembangan anak terkenal, nampaknya.

Wassalam,

Ro

----- Original Message -----

From: Leny Marijani

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Pak Ro,

Makasih yah.. atas sharing bukunya Patricia Stacey.

Sering-sering mengulas buku-buku bagus tentang anak SN. Pasti berguna buat kita-kita.

Oh yah si Razi jadi masuk SMP mana yah?

Gimana pengalaman di hari-hari pertama SMP nya?

Salam,

Leny



----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Bu Leny,

Saya baru buka yahoo tadi untuk mengecek apakah Stanley Greenspan itu benar2 ada orangnya. Ternyata nama itu memang beken juga karena banyak topik berkaitan dengan dia.

Razi sekarang di SMP swasta Islam dekat rumah (lk.3km ). Waktu di Ospek dia di suruh pakaian aneh2, pake sandal jepit sebelah, sepatu sebelah, tapi kayaknya dia nggak terganggu. Disuruh ngumpulin tanda tangan dia berhasil ngumpulin cukup banyak juga. Saban hari saya tanya : Gimana sekolahnya ? Dia jawab : Baik2 saja.

Saya percaya baik2 saja kerna tiap berangkat dia keliatannya penuh semangat seperti waktu berangkat SD dulu. Dia bahkan pernah menelpon ibu gurunya dari rumah (seperti dulu waktu SD yang nyaris hampir setiap masalah dia nelpon ke gurunya ). Kami agak kawatir juga kalo gurunya merasa terganggu kerna tentu beda sekolah khusus dan sekolah reguler. Cuma dari segi pelajaran, saya tidak tau cara mengeceknya apa dia ngerti atau nggak, karena belum pernah di kasi PR padahal pelajarannya banyak sekali dan saya kira sangat sulit buat Razi. Tapi saya akan coba lewat pengerjaan soal latihan yang ada. Susahnya, sampe sekarang kalo nggak ada tugas dari sekolah dia masih malas2an.

Wassalam,

Roy

----- Original Message -----

From: Ac Ar

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Iya, pak Roy....

Makasih info bukunya. Saya lagi pesan di inibuku.com (lupa siapa yang waktu itu sharing soal inibuku.com, saya sekarang jadi senang pesan buku lewat situ. Ga ada waktu untuk ke toko buku soalnya...hehehe).

Kalo buku ini soal Floortime, saya juga udah baca bukunya Karyn Seroussi yang isinya lebih ke diet CFGF. Ternyata buku Karyn Seroussi ini termasuk buku yang direkomendasikan oleh YAI. Kalo buku bu Ita (akhirnya saya bisa dapat juga buku ini setelah ngubek2 beberapa Gramedia terdekat dan stok di computer Cuma ada 1 yang katanya kalo dicari susah banget, dapatnya ya lewat portal di atas lagi) isinya menyentuh banget... dan sangat dekat dengan keseharian saya. Iya lah ya... lah wong yang nulis orang Indonesia, sementara buku yang lain bukan dari Indonesia.

----- Original Message -----

From: Ast

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Terima kasih Pak Roy, sharingnya menarik sekali.

Kebetulan anak kami termasuk yang sensitif pendengarannya. Dia akan gelisah & tantrum bila mendengar suara nyaring seperti suara motor/mobil digas, bor listrik, pemotong keramik, live musik di mall dan hal-hal sejenis itu. Yang kami lalukan biasanya dengan mengatakan bahwa hal itu tidak apa-apa dan agar menutup telinga pakai tangan. Sebenarnya cara ini cukup efektif juga, namun bila suatu saat mendengar suara-suara itu tiba-tiba (kaget), dia bisa trauma lagi beberapa hari. ( Kadang kita jalan-jalan dulu kalau ada tetangga yang membangun rumah )

Saya pengin coba cara yang Pak Roy paparkan, mudah-mudahan bisa mengurangi sensitivitas pendengarannya.

Wassalam,

Ast

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Semoga berhasil bu. Kemaren juga saya coba terapkan ke Razi, dia kebingungan kenapa saya meraba2 langit2nya, saya bilang lagi periksa giginya. Tolong beritahu kalo ibu berhasil.

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

P. Roy,

Stanley Greenspan itu bapaknya Floortime. Buku wajib floortime "Child with

special need" sudah diterjemahkan oleh Yayasan Ayo Main, dan sudah dapat

dipesan kalau tidak salah info-nya sudah disampaikan oleh bu Leny di milis

ini.

Rgds,

Lin

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Terima kasih bu Lin infonya,

Saya baru tau dan ingin tau tentang pakar ini setelah membaca bukunya Pat Stacey itu. Sebelumnya saya hanya browsing dan lewatin aja. Kalau ibu berminat (mungkin udah tau )untuk mendapatkan tulisan dari Stanley Greenspan ibu bisa dapat dari:

http://www.neurodiversity.com/greenspan.html

Ada yang harus beli, tapi saya bisa download gratis dua artikel :

-Developmental Patterns and Outcomes in Infants and Children

with Disorders in Relating and Communicating: A Chart Review of 200 Cases of Children with Autistic Spectrum Diagnoses (HTML) dan

-THE AFFECT DIATHESIS HYPOTHESIS: The Role of Emotions in

the Core Deficit in Autism and in the Development of Intelligence and Social Skills ( Adobe Acrobat, 138 halaman )

wassalam,

Ro

----- Original Message -----

From: Taufiq Hidayat

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Itu merupakan salah satu protocol pada wilbarger protocol, yang mungkin selama ini kita hanya mengetahuinya hanya sebatas brushing penyikatan) yang bapak sebutkan terdahulu merupakan protocol untuk menangani oral-vestibular defensiveness. di klinik saya menerapkan protocol tersebut, yang kebetulan saya memiliki instruksi dalam bentuk audio visualnya.

Trigeminal memiliki beberapa nama lain ; trigeminus, nervus trigemius dan fifth cranial nerves yang memiliki fungsi sensori dan motorik pak roy, dengan kata lain area wajah (otot di daerah mulut, pipi/hidung, dan mata) hubungan sensori berkaitan erat dengan trigeminal ex. menenali sensasi sentuhan, suhu dan rasa sakit. sedang fungsi motorik berfungsi saat proses mengunyah.

Lantas apa hubungannya dengan ketakutan akan kebisingan? mulut memiliki

keterkaitan dengan telinga ex. terdapat satu saluran yang menghubungkan mulut dengan telinga (eusthacius) dan beberapa otot pada telinga (tensor tympany pada telinga bagian tengah). Dari hubungan tersebutlah yang memberikan penjelasan mengapa memberikan stimulasi pada area oral berhubungan dengan beberapa organ lain.

Bapak bisa mencari buku yang tekait dengan hal ini di webnya sensory resource, therapro, pdp ect.

salam

taufiq

----- Original Message -----

From: RI

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengobati sensitivitas pendengaran

Makasih pak Taufik,

Penjelasan pak Taufik membuat saya lebih mengerti masalah saraf trigeminal dan hubngannya dengan suara bising. Kalo saya nemu buku seperti yang diceritain itu ntar saya beli. Cuma, memang, toko buku di Pamulang terlalu kecil, paling kalo toko di Bintaro atau BSD yang lumayan besar. Makasih sekali lagi.

Wassalam,

Ro

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - © Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy