Social Story

09/10/2006

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Berkat social story

Rekans, mo sharing cerita sukses nih :

Kemarin saya, Rara, dan Bundanya pergi ke resepsi pernikahan salah satu keponakan saya. Tadinya kami ragu mau datang atau nggak. Soalnya kami memang sudah agak lama absen dari acara 2x keluarga yg rame 2x gitu, mengingat Rara sangat tidak suka berada dalam keramaian. Tapi kalo mau gak datang kok gak enak juga, soalnya dalam bulan Juli ini keponakan2x dan sepupu pada kompakan nikah semua, jadi kalo absen keliatan banget.

Untungnya kami ingat kisah sukses social story waktu Rara mau interview di sekolah Al Fath. Jadi kami coba lagi deh bikin social story tentang datang ke resepsi pernikahan. Mulai bongkar2x album foto pernikahan kami dulu, trus tunjukin ke Rara. Trus Bundanya buat gambar apa aja yg akan dilakukan di hari Sabtu kemarin. Mulai berangkat dari rumah, di gedung ada pengantin dan ada banyak orang (yg seperti di foto2x pernikahan kami), kalau ada saudara salaman, makan, dan pulangnya nganterin Yangkung dan Yangti dulu, baru pulang ke rumah. Hari Jumat malam kita udah cerita apa yang akan dilakukan besok pagi. Walaupun sambil cuek dengerin ceritanya, pas ditanya "Rara mengerti ya ?" dengan antusias Rara menjawab "Ya !".

Eh, bener lho, besoknya acara hadir ke resepsi berjalan mulus. Mau turun dari mobil, masuk ke tempat resepsi, duduk di kursi, (untung ada sederet kursi, krn biasanya acara kayak gini kan standing party) trus antri salaman sama pengantin, makan (thank's to menu capcay dgn wortel dan brokoli kesukaan Rara), salaman dengan para Eyang dan Pakde - Bude. Lha yg bikin deg -degan, sesuai dgn social story, sesudah salaman dan makan, kita pulang. Padahal Yangkung dan Yangtinya pada masih asyik ngobrol dgn saudara2x yg lain. Waduh, social storynya ketinggalan satu stage lagi, yaitu menunggu !

Untungnya setelah melihat Rara mulai gelisah, Yangkung dan Yangtinya sadar dan segera pamit pulang. Horeee !!

Total waktu yg mampu dijalani Rara 1 jam lebih sedikit (ini progress banget, dibandingkan 3 tahun yg lalu waktu datang ke resepsi pernikahan teman saya, 10 menit trus lari keluar dan nggak balik lagi).

Jadi sekarang kalo mau datang ke acara keramaian, siapa takut ? (asal udah bikin social story dulu....)

Salam,

HW

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Berkat social story

WAH.... asik banget bacanya... Social story, ternyata besar sekali manfaatnya yaaa ? Coba saya kenal dari dulu... [Kenal pertama kali dari bu Ita wkt konsultasi di Mandiga thn 2003?/2004?]. Sekali lagi, Selamat Pak!

Salam,

EH

----- Original Message -----

From: Ast

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Berkat social story

Selamat Pak, telah sukses ke resepsi pernikahan. Memang nggak mudah membawa anak special kita ke acara-acara begini.

Kami juga terlanjur ngasih urutan kegiatan yang kurang tepat untuk anak kami yaitu setelah makan terus pulang. Jadinya bila di suatu acara resepsi pernikahan/arisan dia mulai gelisah/tidak enjaoy dia akan bilang "makan yuk, terus pulang", padahal kadang acara makannya belum dimulai, akhirnya kita bujuk-bujuk dulu kalau nggak berhasil ya sudah kita pulang duluan.

Salam,

Ast



----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re Berkat social story

HIDUP SOCIAL STORY !!

----- Original Message -----

From: al

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Social Story di sekolah

Dear rekan milis..

Mau minta informasi tentang sosial story dong...

kira2 ada buku yang bisa saya pelajari dan di dapat dimana ?

Saya sudah sharing dengan guru kelas darren yang baru.. kayaknya perlu .....mereka ( 2 orang ) tertarik dan mau belajar supaya mereka bisa menghandle darren dengan baik.... mereka baru pernah punya murid SN ( darren 3,5 sudah verbal..tapi belum aktif dan kurang inisiatif untuk memulai pembicaraan) di kelas baru ini darren agak sulit mengubah kebiasaan lamanya.. dulu waktu p1 sesudah makan akan langsung main di playground,

sekarang sesudah makan, berdoa lalu pulang.....sudah 3 hari ini setiap habis makan... jadi nangis2 terus....

mohon masukkan dan informasinya...

thanks..

mama darren

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Social Story di sekolah

Buku social story yang beneran, ada di sekolah mandiga, 722-0153.

Ada juga yang presentasi singkat, ringkasan dari buku itu, yang saya buat sewaktu mandiga mengadakan workshop tahun lalu. Bisa juga diperoleh di mandiga.

Sebetulnya yang penting ya contoh-contoh, dan itu banyak di buku-buku.

Begitu paham bagaimana membuatnya, ya bikin aja sendiri.

Sudah saya buktikan, social story sangat mempermudah kita mengendalikan

anak-anak kita yang seringkali marah kalau tiba-tiba terjadi perubahan dalam

kehidupannya.

salam,

Ita-nya Ikhsan (autis, 15th 6bln, non-verbal)

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Social Story di sekolah

Yth mama Darren,

Kalo buku saya gak ada, tapi saya punya makalah seminar dari Bu Ita yg membahas ttg social story (dlm bahasa Indonesia, praktis, mudah dimengerti). Dengan seijin Bu Ita (ehm, mumpung pemilik hak ciptanya pasti baca), saya bisa fax ke Ibu.

Barangkali perubahan rutinitas Darren di sekolah menjadi penyebab dia menangis. Social storynya tinggal membuat dan menjelaskan urutan kegiatan Darren di sekolah. Misalnya :

- pagi hari Darren bangun tidur, mandi , berangkat ke sekolah, dll

- (sampai di sekolah) memberi salam kpd ibu guru

- duduk / belajar

- makan

- berdoa

- pulang

Supaya lebih menarik dan mudah dimengerti, social storynya bisa dibuat dalam bentuk urutan gambar2x, atau foto. Bisa juga ditambah keterangan waktu, misalnya, jam 08.00 datang ke sekolah, jam 08.00 - 09.00 duduk belajar , dst. Walaupun kayaknya konsep waktu itu abstrak dan sulit dimengerti, tapi entah kenapa anak saya tau banget kapan waktunya pulang sekolah / selesai terapi.

Selamat mencoba dan hidup social story !

HW

----- Original Message -----

From: ISW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Social Story di sekolah

Social Story............?

Kemarin saya buka email banyak di bahas tentang social story. Terus terang saya baru tahu dan sangat awam sekali. Gimana sih caranya ?.yg saya tangkap.

contoh : ketika anak akan sekolah ceritakan pada anak kegiatan apa saja di sekolah nanti, step by step... apakah di lakukan setiap hari , secara detail ?

harus minta jadwal kegiatan dong ke sekolah biar matching antara social story dengan kegiatan si anak ?

Boleh gak bercerita ttg social story nya pada malam hari atau pagi ketika sianak baru bangun ( anak sekolah jam 08.00 - saya ngacir jam 6.15...) boleh di ulang ulang gak? kalau anaknya sudah bisa baca, bukunya di baca sendiri sama si anak ?

wiiiisss mani banyak tanya nih smile

(thanx pak Hendra yg telah membawa social story ke forum PK ).



salam

(bunda Ariq 4 th 4 bln )

----- Original Message -----

From: HW

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Social Story di sekolah

Ibu Ida, saya coba jawab dikit, sambil berharap ditambahin sama pakarnya Social Story smile

(Ceritakan pada anak kegiatan apa saja di sekolah nanti, step by step...

apakah di lakukan setiap hari , secara detail ?

harus minta jadwal kegiatan dong ke sekolah biar matching antara social

story dengan kegiatan si anak ? )



>> yak setuju. Cuma kadang 2x biarpun udah punya jadwal kegiatan, guru suka improvisasi melakukan kegiatan tidak sesuai dgn jadwal. Ini tantangannya, gimana mempersiapkan anak utk menyikapi perubahan mendadak. Nah yg ini saya belum tau caranya :-P

(Boleh gak bercerita ttg social story nya pada malam hari atau pagi ketika

sianak baru bangun ( anak sekolah jam 08.00 - saya ngacir jam 6.15...)

>> boleh aja. Tergantung kondisi anak, kapan dia siap menerima informasi, asal jangan pas lagi bete aja



(boleh di ulang ulang gak ........? )

>> Tergantung kondisi anak. Pengalaman dgn anak saya, justru kalo diulang malah dia kesal. Kalo diberitahu sekali walaupun kayaknya sambil cuek, dia ngerti kok

salam,

HW

----- Original Message -----

From: DP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Social Story di sekolah

Nimbrung aaaahhhhhh....

Menyikapi perubahan?

selalu...selalu...bilang kepada anak, bahwa "kalau .....nanti kamu ....."

Misal, "di sekolah, belajar sama ibu Ani....tapi kalau ibu Ani tidak ada, ya

belajar sama ibu guru yang lain...."

Cerita ke anak, kapan?

tergantung pemahaman anak. Kalau sudah "matang dan paham", agak jauh dari waktu yang sesungguhnya tidak apa-apa. Tapi kalau belum mampu, bisa-bisa pikirannya ke situ terus...jadi ga' bisa ngapa-ngapain....

Kalau saya, untuk anak saya, bisa saya ulang dari malemnya, besok paginya, dan lalu beberapa jam menjelang waktunya....Seperti hari ini, mau berenang sama guru yang bukang gurunya, ya saya ulang-ulang informasinya...

udah selesai nimbrungnya, aaaaahhh.....

salam,

Ita-nya Ikhsan (15 th 6 bln....penggemar social story karena membuat

hidupnya menjadi sangat lebih jelas dan dapat ia bayangkan)

Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy