Mengajarkan kata-kata

09/03/2006

-----Original Message-----

From: TH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Mengajarkan kata-kata

Saya lagi ngajarin anak saya bicara tapi masih susah.. dia baru bisa ngomong

satu kata. Receptive lumayan, tapi vocab masih terbatas..Kadang2 juga harusnya ngomong A eh malah ngomong B. Kalau minta minum, bilangnya air doang..Untuk minta pipis, wah kayaknya masih jauh deh..Lagi dilatih, tapi masih saya yang ngajak tiap 1/2 jam..



Oh ya karena kami tinggal di Dubai, saya ngomong dengan dia bhs Inggris berhubung terapisnya pake bahasa itu. Lucunya saya kan ngajarin dia kalo buka pintu, bilang "open door". Eh ternyata digeneralisasi..jadi kalau buka tempat snack favoritenya dia juga akan bilang "open door".. Pusing deh saya..smile



Gimana ya caranya supaya meningkat ke dua bahkan tiga kata ?

Untuk perbendaharaan kata, apakah ada tips2 yang bisa dibagi ?



TH

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata

Bu TH,

Jangan terburu-buru nafsu meningkatkan kemampuan verbal menjadi 2 kata atau

3 kata. Mantapkan dulu yang satu kata, kalau nggak nanti nasibnya kayak yang

"open door" tsb. Karena anak tidak tau bahwa yang bermakna "buka" itu yang "open" nya saja dikirain open door = buka. Ajarkan 1 kata dulu supaya anak benar-benar tau maknanya, jika dia minta water, maka dia akan dapatkan air, tidak usah, misalnya "water, please", dia akan bingung yang artinya air itu water atau please atau water please = air. Setelah kita yakin anak benar-benar paham maknanya baru ditambahkan kata penyerta lainnya.

Tingkatkan vocab-nya dulu, pertama ajarkan kata dari benda2 yang dia sukai, tingkatkan ke kata kerja yang sehari-hari dipakai. Ibu bisa baca Verbal Behavior, bagian "MAND" di situs Putera Kembara, atau kalau mau aslinya yg bahasa inggris di situs www.mariposaschool.org

Rgds,

Lin

----- Original Message -----

From: MS

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata

Bu Te,

Terakhir2 ini saya baru baca buku "It Takes Two to Talk" karangan Jan Pepper and Elaine Weitzman. Buku ini a Practical Guide for Parents of Children with Language Delays.

Menurut saya buku ini lumanyan bagus untuk di terapkan pada anak yg delay speach, sebenarnya untuk anak normal yg baru belajar berbicara juga bagus.

Banyak cara2 yg di ajarkan dalam buku tersebut misalnya learn more about your child's communication, take turns to keep the interaction going, add language to the interaction, dll.

Mudahan2 informasi ini bermanfaat.

MS



----- Original Message -----

From: DDP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata

Bu Lin,

Saya punya pengalaman yang mirip dengan Bu Tetty. Anak kami Casey sudah

bisa verbal 1 kata (kata dengan dua suku kata, yg 3 suku kata masih agak kesulitan). "Buka" untuk membuka pintu sudah bisa dia ungkapkan dengan baik dan sepertinya sudah bisa dia generalisasi untuk buka botol, buka baju, buka tutup susu, dll. Tapi pernah saya coba dua kata dan ternyata yang dia ingat hanya kata yang kedua..."buka pintu" jadi "pintu"...akhirnya saya hentikan karena malah jadi ngawur. Ini mungkin

terjadi karena sudah cukup lama tidak meng-update ilmu dari Bu Lin.

Betul Bu, sepertinya perlu betul2 mantap dengan satu kata sebelum nambah (mungkin malah perlu memperhitungkan jumlah suku kata-nya juga). Perlu kesabaran extra untuk menahan diri supaya tidak lari terlalu cepat dan kehabisan napas, perlu memikirkan dampak jangka panjangnya. Memang "Perjalanan ribuan kilometer dimulai dengan langkah pertama", kata Lao Tze, tapi setiap langkah harus hati-hati supaya tidak terperosok dan supaya tetap kuat berjalan...ceile. Maap...maap kok jadi saya (murid) mengajari guru ya?

Ayah Casey

----- Original Message -----

From: DO

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata

Oh gitu ya.

Buat masukan juga nih buat saya yg farrelnya sdh mulai keluar verbalnya dikit2.

untungnya terapis farrel juga keukeuh ga mau buru2 kalo farrel belum mengucapkan sesuatu dan ngerti maknanya.

salam

dee

----- Original Message -----

From: HPU

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata

Pak Dar,

Pengalaman saya mengajari Dimas ngomong / dikasih perintah 2 kata , caranya dua kata tersebut saya ucapkan dengan jeda yang cukup lama.

Mis : buka pintu. Saya akan ucapkan : Dimas , buka ! ..........itu pintu.

Buka baju ; Dimas , buka ! ....... itu baju.

Jadi yang diperintahkan harus diberi tekanan, setelah itu baru bendanya.

Salam,

Har ( Bapake Dimas 5 tahun autis )

----- Original Message -----

From: LH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata

Pak Dar,

Intinya.. bukan pada jumlah suku kata/katanya, tetapi anak betul-betul paham makna kata tsb. Oleh karenanya dari sudut VB (Verbal Behaviour), si anak dianggap benar-benar paham suatu kata, jika si anak dapat menggunakannya pada 7 fungsi bahasa,

yaitu: Meminta (mand/request), Meniru (echoic), Memahami (receptive), melabel (tact/ekspresif), intraverbal (percakapan), FFC (feature, function, class -> apa yang termasuk kelompok binatang? Binatang yang suaranya meong..meong, bulunya halus dst), dan textual -> memahami apa yang dibaca.

Terima kasih, Lao Tze smile. Di PK ini nggak ada istilah guru - murid, kita sama-sama ortu yang saling berbagi, kebetulan saya belajar lebih dulu ketimbang Pak Dar.

Rgds,

Lin

----- Original Message -----

From: IP

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] Re: Mengajarkan kata-kata

Bu TH,

Rasanya yang dibilang pak AH benar, mungkin coba pisahkan dulu 2 kata itu....

Kasih pengertian / contoh yang jelas ttg 'open' dan 'door' sendiri2. Tips dari bu Lin juga yang bisa diterapkan

Sekedar nimbrung cerita.......

Masih mending Yansen mengartikan pergi=pulang

Aga, sekarang ini tau2 bilang "borobudur sakit".... nah lho apaan nih, sampe bbrp hari saya nggak mudeng2 apa artinya, sampe akhirnya dia bilang "borobudur sakit, hospital" So, karena rumah kita di Jl. Borobudur, dan hospital = rumah sakit, makanya jadinya "borobudur sakit" lah nurut dia, he3x

Salam,

Ir

----- Original Message -----

From: EH

To: peduli-autis

Subject: [Puterakembara] RE: Mengajarkan kata-kata,7 fungsi bhs

ADUH Bu... kalau di-liat2... pada G baru sampai 2-4 fungsi bhs yg awal yaitu meniru, melabel ekspresif, memahami (?), meminta. Pantesan, no wonder..

Meminta : baru 1 kata, dan baru sedikit kata, contoh :

1. "spaghetti", "bubur" (mksdnya havermut), "ikan", maksudnya minta dimasakin benda2 tsb atau "kupas!" (buah) -> rata2 makanan :-) sepanjang hari minta makan terus apalagi masa remaja begini.

2. bilang "Aurel", maksudnya minta main ke rumah Aurel-sepupunya, walaupun

di sana ntar bukan main, cuma hilir mudik,

3. "Garuk!" maksudnya minta garuk, tapi ditanya "yang mana?" belum bisa, masih tarik tangan kita, lalu sy jwb : "oh, punggungnya...".

Paling susah kalau mau minta yg tdk keliatan / tdk ada barangnya / atau menyatakan perasaannya, misalnya : aku kepanasan, atau aku bosan & pingin ke mall (ini juga suka salah tebak kita, krn ada bnyk pilihan mall di Jkt, dibawa ke sini eh msh tdk berkenan)

Utk FFC masih terus dalam proses...

Makasih Bu Lin...

Btw, saya juga udah subscribe ke VB group & ternyata di sana baru mulai ngomongin perilaku OCD...



Total visitors from 2000 to March 2012 : 2,098,400 - Puterakembara 2012
interaction with this site is in accordance with our site policy